Hati-Hati Keluhan Surat Pembaca Laporkan Dugaan Penipuan, Akun Pembeli Malah Dinonaktifkan dan Refund Tertahan 8 Januari 2026 Ibnu 5 Komentar Akun Pengguna, Akun terblokir, Alasan pemblokiran, Belanja Online, Bukti pengiriman, Customer complaint handling, Customer Service, Fraud, Indikasi Fraud, iPhone, Marketplace, Modus Penipuan, pemblokiran akun, Penarikan dana tertahan, Penipuan, Penipuan online, Penonaktifan akun, Pusat Resolusi Tokopedia, Saldo Tertahan, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Tokopedia, Tokopedia Care Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya melakukan transaksi pembelian TV di Tokopedia, pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, dengan total nominal sebesar Rp1,3 juta. Namun, tampaknya penjual adalah sekelompok penipu, karena beberapa driver tidak dapat menemukan toko tersebut, sehingga barang baru terkirim pada pagi hari tanggal 4 Januari 2026. Anehnya, foto barang yang dikirim hanya berukuran kecil. Saya juga menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai bagian pengiriman Tokopedia, yang meminta saya untuk mengisi tautan guna proses perpindahan kurir. Saya pun melapor ke Tokopedia agar pembelian dibatalkan dan melakukan suspend terhadap penjual. Saya juga memberikan bukti-bukti kepada pihak Tokopedia. Namun, pada malam tanggal 4 Januari 2026, tiba-tiba akun Tokopedia saya dinonaktifkan secara sepihak tanpa pemberitahuan. Akibatnya, saya mengalami kerugian karena uang refund masih ditahan oleh Tokopedia, dan akun saya hilang. Ibnu Tangerang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bob8 Januari 2026 - (17:41 WIB)Permalink Aduh, jangan beli barang mahal2 di Tokopedia lah. Sejak dibeli TikTok Shop, udah ngak keurus. CS dipecat semua. Komplain di media sosial dan Media Konsumen ngak direspon. Dan sekarang banyak toko nipu maju ke halaman pertama hasil pencarian. Entah kenapa. Pokoknya hati2. 2 1 Login untuk Membalas
Nicolas26 Januari 2026 - (21:19 WIB)Permalink Betul. Tokopedia skr parah, separah induk nya, tiktok!! Yang jual banyak yg nipu, yang beli pun lebih banyak yang nakal atau nipu juga. Wkwkw. Dulu pengemar tokped, kadang2 ke oren, sekarang belanja onlen full 100% di oren. Semoga muncul marketplace baru di indo agar berbelanja lebih banyak pilihan. 1 Login untuk Membalas
indro8 Januari 2026 - (23:45 WIB)Permalink tokpednya bener pak bapak empati juga, tokped mau gmn dia kan harus netral masih mending dibantu bapak, bapak tinggal retur dan dana kembali salah bapak di tempat pertama kena tipu, masih diakomodasi tokped pengembalian bapak tidak adil dengan tokped 2 Login untuk Membalas
Munzir Akbarwan9 Januari 2026 - (11:11 WIB)Permalink Wah gercep sekali, salut pa, meski salah langka Login untuk Membalas
eRyodan9 Januari 2026 - (17:24 WIB)Permalink Emang sistem mudah dikadalin penivu kirim dus harus diretur dulu proses ribet blm lagi penivu ksh alamat palsu dan gak ada no. Hp Login untuk Membalas