Keluhan Surat Pembaca Pihak Smartfren Memaksa Saya Datang ke Galeri Smartfren yang Lokasinya Jauh untuk Penutupan Nomor Pascabayar 3 Februari 2026 Robby 4 Komentar Berhenti Berlangganan, Customer complaint handling, Customer Service, Galeri Smartfren, Layanan Pelanggan, MySmartfren, nomor seluler pasca bayar, Operator telepon seluler, Rincian Tagihan, Smartfren, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Tagihan Pasca Bayar, XL Center, XLSMART Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Redaksi Media Konsumen, Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan kekecewaan mendalam atas buruknya layanan purna jual Smartfren terkait permintaan penutupan nomor pascabayar saya (088111***68), dengan nomor tiket: 2026013090624449. Kronologinya, permintaan penutupan telah saya jukan sejak bulan Januari: Saya telah berupaya untuk menutup layanan sebelum periode Februari berjalan, agar tidak ada tagihan baru. Namun, pihak CS memaksa saya untuk datang ke Galeri Smartfren secara fisik. Padahal Galeri Smartfren di kota saya (Duri) telah tutup permanen. Jarak ke Galeri terdekat di Pekanbaru mencapai 130 Km (±5 jam perjalanan). Sangat tidak masuk akal jika konsumen dibebankan kendala operasional perusahaan. Tagihan tetap muncul meskipun permintaan penutupan sudah diajukan sejak Januari Anda kembali menegaskan bahwa Galeri Duri sudah TUTUP LAMA dan Anda menolak membayar tagihan apa pun yang muncul di bulan Februari. Saya sudah memenuhi itikad baik dengan mengirimkan identitas resmi untuk proses penutupan secara daring. Tekanan resmi kepada Smartfren bahwa masalah ini telah menjadi objek sengketa di Kominfo. Saya sudah mengirimkan foto KTP dan KK asli melalui DM Instagram resmi Smartfren untuk proses verifikasi secara daring.Pihak Smartfren (melalui agen Gh***, Ta**, Fi**) terus mengulang jawaban template yang sama dan memaksa meminta nomor telepon alternatif. Padahal, saya sudah tegaskan berkali-kali hanya menerima komunikasi tertulis (email/DM) sebagai bukti hukum yang sah. Per tanggal 1 Februari 2026, tagihan baru tetap muncul di aplikasi MySmartfren saya. Saya menganggap ini sebagai upaya memperkaya diri secara tidak sah karena permintaan pemutusan sudah diajukan sebelum periode tagihan ini dimulai. Berdasarkan Pasal 7 UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999, saya menuntut Smartfren untuk: Melakukan deaktivasi permanen nomor 088111***68 saat ini juga. Menghapus tagihan periode Februari 2026 dari sistem. Menghentikan prosedur “konfirmasi telepon” yang tidak relevan karena data identitas fisik sudah diterima perusahaan. Saya harap melalui Media Konsumen, pihak manajemen Smartfren bisa menunjukkan itikad baiknya dan tidak lagi bersembunyi di balik jawaban otomatis CS yang tidak memberikan solusi. Terima kasih, Robby Andreas Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Sinz3 Februari 2026 - (16:31 WIB)Permalink Memang aneh tuh Stupidfrend… Org mau nutup layanan adalah hak org kenapa dipersulit dengan alasan alasan yang studip Login untuk Membalas
DSTH3 Februari 2026 - (18:43 WIB)Permalink Jaman digital begini msh mewajibkan bukti/kehadiran fisik wkwkw ,,, wait, emang niatnya cuma mempersulit sih Login untuk Membalas
Putri Sudona4 Februari 2026 - (13:33 WIB)Permalink Kalau syarat pemutusan layanan cukup dengan mengirim fotokopi, wah ya runyam, bisa banyak jatuh korban Login untuk Membalas
DSTH5 Februari 2026 - (00:29 WIB)Permalink Kok fotocopy, jadul bener. Ada bisa kirim foto (bukan fotocopy) ktp, verifikasi wajah. Login untuk Membalas