Keluhan Surat Pembaca Shopee Diam-diam Aktifkan SPayLater Xtra 0% di Toko Saya, Biaya Cicilan Dibebankan ke Penjual Tanpa Persetujuan 9 Juni 2026 Kenny Beri komentar Aktivasi sepihak, Biaya Administrasi, Biaya Lain-lain, Biaya Transaksi, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Free trial, Jualan Online, Marketplace, PayLater, Persetujuan keikutsertaan program, Persetujuan pengguna, Pusat Resolusi Shopee, Shopee, Shopee SPayLater, SPayLater, SPayLater Cicilan, Syarat dan Ketentuan, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Puncak kekecewaan saya diawali dari tidak gentle-nya Shopee dalam menindaklanjuti tuntutan pengembalian biaya program yang tidak pernah penjual ketahui dan ikuti. Berawal dari program senyap dan diam-diam disisipkan ke toko saya, di mana nama programnya pun baru saya tahu setelah komplain, yaitu “SPayLater Xtra 0% free trial dengan tenure 3 bulan periode 25 Nov – 13 Des 2025”. Namun hanya 1 transaksi yang kebetulan pembeli pakai cicilan dari Shopee SPayLater ini di nomor order 260502BJ4X4A23, tertanggal 2 Mei 2026, dengan biaya transaksi dibebankan kepada penjual sebesar Rp17.616. Potongan Cicilan Shopee SPayLater Selama ini saya hanya pernah ikuti program ongkos kirim dasar dan asuransi pengiriman. Di luar dari kedua program tersebut, selaku penjual saya sudah tutup mata dan tutup telinga, karena saya tidak pernah tertarik menambah biaya dalam struktur harga yang saya perhitungkan. Apalagi disuruh “gotong royong” ikut membayar biaya cicilan yang sudah jelas mengambil pendapatan saya. Singkat cerita, tuntutan saya dijawab tidak bisa dikembalikan dengan alasan seller sudah pernah ikut trial dan dianggap setuju untuk ikut serta. Entah selama trial itu pernah ada benefit buat pembeli saya, juga saya tidak tahu, karena memang program trial ini tidak pernah saya tahu sebelumnya. Sungguh tidak gentle sekali berkilah dengan tidak rasional Logika berpikir yang sangat aneh, apa pernah Shopee berpikir apakah seller itu dukun bisa tahu program ini, sebuah program yang tidak pernah dikomunikasikan dengan “nyata dan jelas”. Saya coba lihat email saya dari 2025 hingga saat ini, tidak ada email yang menawarkan program terkait. Bisa disimpulkan inilah “copet digital” sebenarnya, bekerja diam-diam, kalau ditegur mengelak dan lepas tangan. Kenapa saya putuskan tulis di Media Konsumen dan OJK, karena memang praktik ini agar menjadi catatan miris bahwa ada pelaku usaha yang melakukan aksi senyap dan cenderung tidak dikomunikasikan dengan baik kepada mitranya (dalam hal ini selaku penjual). Nominalnya memang kecil Rp17.616, tapi ini menyangkut sebuah kepercayaan dan kenyamanan, tentunya kita sebagai masyarakat tidak pernah mau hidup berdampingan dan berdekapan dengan “copet-copet digital” ini. Selama dianggap normal buat Shopee, praktik seperti ini mencederai kepercayaan terhadap nama “Shopee” yang suka senyap beraksi. Pengalaman komplain masalah ini juga membuahkan banyak nomor laporan. Bayangkan, selaku pelanggan saja dilayani dengan nomor tiket sebanyak mungkin, tebakan saya biar frustrasi sendiri. Berikut nomor laporan yang saya himpun: 9 Mei 2026: 2053142823995535380 21 Mei 2026: 2057285682785947716 4 Juni 2026: 2062497339336536155 Juni 2026: 2062131262083866718 Juni 2026: 2062132484052549698 Juni 2026: 2062751442195644442 Juni 2026: 2062824761913704519 Harapan saya semoga OJK dan Kemendag bisa mengawasi operasional dan kewajiban pelaku usaha digital ini untuk transparan dan siap gentle dikomplain untuk mengembalikan “hak” para mitra usaha yang diambil seenaknya seperti ini. Buat Shopee semoga tidak lagi menjalankan praktik senyap dalam program yang dijalankan, biarkan mitra usaha memilih dan menyetujui baik program trial sekalipun, tapi tidak dengan senyap dan lepas tanggung jawab seperti ini. Kenny Jakarta Pusat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.