Beli HP di Shopee, Isi Paket Batu

Pada tanggal 07 Desember 2020 saya pesan sebuah handphone di Shopee, yaitu Infinix Note 8 dengan nomor pesanan: 20120705YETQV6 melalui jasa kirim JNE dengan nomor resi: 8826412098557483 dari Semarang.

Deskripsi pesanan saya

Setelah 4 hari saya menunggu, paket akhirnya datang juga. Saya aga merasa curiga, karena paket yang saya terima keadaan penyok dan beratnya pun ringan. Ketika paket dikirim, saya pun selalu update di situs cek resi dan saat pengiriman barang pun terhenti di Semarang selama 1 HARI tanpa ada keterangan. Paket yang harusnya datang dalam 2 hari saja, tetapi malah hampir 3 hari untuk pengiriman dari SEMARANG ke BOYOLALI. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak saya inginkan, lalu paket saya foto dan saya videokan saat membukanya.

Setelah saya buka ternyata isi paket adalah BATU. Di situ saya mulai bingung dan saya chat seller-nya. Kata si seller, dia sudah mengirim barang yang benar, tetapi seller cuma menuliskan nomor resi dan nama saya saja di atas paket menggunakan spidol hitam.

Saya pun gak terima, karena saya merasa ditipu. Saya pun mengajukan pengembalian barang, tetapi si penjual menolaknya, dengan alasan mengirim barang sudah benar. Kalau tidak salah, saya juga tidak akan meminta pengembalian barang. Karena saya beli HP tersebut menggunakan cicilan AKULAKU, saya pun sudah konfirmasi ke AKULAKU, tapi tetap saja tidak bisa membantu, karena AKULAKU hanya menyediakan pembayarannya saja.

Selang beberapa hari, pihak Shopee pun mengabari saya lewat telepon dan disuruh meng-upload bukti seperti foto dan video. Saya pun melakukan seperti apa di arahkan pihak Shopee dan si pihak penjual pun sama disuruh meng-upload bukti seperti yang saya lakukan (penulis menyertakan link Youtube untuk 6 video unboxing, yang masing-masing berdurasi 30 detik – redaksi).

Sampai berhari-hari saya menunggu hasil keputusanya, sampai di akhir bulan tagihan saya pun muncul. Mau gak mau saya harus bayar dulu itu tagihan. Ya saya kesel lah orang saya aja ditipu, pesanan HP malah dikirim batu. Sudah menunggu berhari-hari, katanya Shopee sedang melakukan investigasi pada pihak jasa kirim JNE, tapi hasilnya pun nihil.

Selang beberapa hari saya dapat notifikasi dari Shopee untuk meng-upload bukti terakhir, dan saya pun meng-upload bukti terakhir. Penjual pun disuruh melakukan hal yang sama seperti saya, tetapi penjual tidak bisa menunjukan bukti yang di minta pihak Shopee, otomatis pengajuan pengembalian saya disetujui pihak Shopee.

Saya pun mengembalikan barang tersebut dengan panduan yang diberikan oleh Shopee. Selang 2 hari, barang tersebut diterima oleh penjual, tapi penjual malah mempersulit saya dengan naik banding lagi dengan keterangan barang yang diterima tidak sesuai. Padahal di keterangan penjual dapat naik banding jika barang yang saya kembalikan tidak sampai ke penjual.

Masalah ini dikonfirmasi oleh Shopee lagi, dan masalah pun kembali. Ribet karena Shopee sedang menunggu konfirmasi dari pihak ekspedisi. Padahal masalah ini sudah 1 bulan lamanya, tapi tidak ada kelanjutannya, cuma ada sedang menunggu konfirmasi dari pihak terkait.

Tolong Shopee segara urus masalah ini, karena saya merasa keberatan dengan masalah ini, tidak menerima barang tetapi disuruh bayar. Saya sebagai buruh harian pun merasa berat sekali karena permasalahan belum terselesaikan sudah sampai 1 BULAN ini dan saya harus menanggung cicilan di AKULAKU.

Terima kasih untuk Media Konsumen yang telah membantu menyampaikan permasalahan saya.

Deni Kristianto
Boyolali, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Mediasi Shopee:
[Total:117    Rata-Rata: 2.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

58 komentar untuk “Beli HP di Shopee, Isi Paket Batu

  • 13 Januari 2021 - (12:35 WIB)
    Permalink

    Makanya anti banget kirim laptop
    Kamera hp lewt JNE kasusnya
    Bukan Sekali dua kali
    Semoga ceept clear urusan nya dah

    8
    2
    • 13 Januari 2021 - (17:20 WIB)
      Permalink

      selama ini saya sudah banyak transaksi elektronik pake kurir jne dan alhamdulillah masih baik² saja 👍

      5
      1
    • 16 Januari 2021 - (10:42 WIB)
      Permalink

      @JNE

      Saya mencurigai, Kurir anda adalah pelakunya.

      Ini analisa saya,

      Batu didalam paket di bungkus tak padat. Isi paket batu akan ketahuan jika di guncang guncang. Ini artinya ada pihak yang terburu buru melakukan itu.

      1. Jika Seller yang mengisi Batu.

      Seller memiliki waktu banyak untuk mengemas rapi batu agar tidak ketahuan jika diguncang guncang.

      Batu berfungsi sebagai pemberat. Dan beratnya pun disesuaikan dengan berat barang itu. Tidak asal asalan memilih batu.

      Penipuan dari seller biasanya batu dimasukkan didalam kotak hp. Jadi saat paket dibuka, semua orang akan menemukan kotak hp nya terlebih dahulu. Ketika kotak hp dibuka, baru terlihat ada batu didalamnya.

      2. Jika Buyer yang mengganti hp dengan batu.

      Buyer juga memiliki banyak waktu untuk melakukan itu. Buyer juga pantas di curigai, namun disini terlihat memang tidak ada yang didapatkannya didalam isi paket itu kecuali batu dan plastik wrapping.

      Jika memang hp diterimanya utuh, biasanya buyer akan memakai kotak hp untuk memperkuat alibi bahwa hp diganti batu.

      3. Kurir JNE pantas di curigai.

      Kurir JNE mengambil seluruh isi paket, hp beserta kotaknya, lalu terburu buru menggantinya dengan batu.

      4. Buyer Berbohong.

      Dari video unboxingnya, terlihat paketan sudah terlebih dahulu dibuka. Dan buyer sudah terlebih dahulu mengetahui bahwa isi paketan adalah batu.

      Namun dia berbohong, video unboxing dibuat seolah olah paket itu baru pertama kali dibuka.

      Saat menyadari tertipu, buyer gugup dan mengemas ulang paketan untuk membuat video unboxing. Ini terjadi hampir pada semua buyer jika tertipu tapi telat menyadarinya. Bisa dimaklumi.

  • 13 Januari 2021 - (12:59 WIB)
    Permalink

    Klau memang benar dari penjual sudah mengirim barang dan saat itu ada kejanggalan di ekspedisi dan bapak sebagai penerima juga sudah mendokumentasikan.. Kemungkinan ada “sesuatu” di ekspedisi(itu nanti menunggu penyelidikan). Jika skr sedang dilakukan proses oleh shopee dan masih berjalan, ya klau bisa saya bilang.. Yang bisa bapak lakukan hanya menunggu.. Krn tdk ada yg bisa bapak lakukan. Bapak tdk mungkin melakukan pengecekan di sisi penjualkan krn harus datang langsung juga di ekspedisi.. Klau untuk akulaku ya.. Memang akulaku hanya proses pembayaran, tdk ada yg salah dengan pihak akulaku krn tdk melakukan proses pemilihan, yg pilih bapak sendiri.

    • 14 Januari 2021 - (08:05 WIB)
      Permalink

      Emang JNE sering masalah…
      Sy udah kapok pake JNE…
      Dulu sering pake cuma sering bermasalah
      Liat di tracking barang sudah diterima
      Padahal barang masih di kantornya kurirnya pilih pilih pengantaran
      Akhirnya otw sendiri ambil ke kantor JNE..
      Pokoknya kapok dan ngak mau pake JNE lagi apapun alasannya titiiiiiiikkkkkk

      • 14 Januari 2021 - (14:31 WIB)
        Permalink

        Sy cb berkunjung ke akun seller, melihat kredibilitas dari review dan rating spertinya bisa dpercaya. Dan reviewnya pun semua murni dr pembeli (bkn review buatan).

        Sorry to say, tp sy yakin seller sdh mngirimkan brng sesuai. Kasian kl sdh sesuai tp danany malah hilang.

        Kejanggalan malah ada pd proses pmbukaan paket. Saat paket dbuka, sepertiny buyer sdh yakin sekali kl isinya batu. (Bs dbilang 100% sdh dipacking ulang dr bawah). Dia tau dmn posisi hrs cutter,bagaimana hrs dbuka wlaupun dgn 1 tangan. Tpi semoga sy salah, dan semoga cpt selesai masalahnya. Satu hal, siapapun oknumnya, ketika org mncari rezeki halal namun anda halang”i. Percayalah akan ada tuaian besar ddpn anda.

  • 13 Januari 2021 - (13:23 WIB)
    Permalink

    Kalo kasus paket hilang, lebih mudah urusannya, tinggal klaim asuransi pengirimannya.

    Kalo kasus ini, agak ruwet juga. Lihat ulasan sellernya sih, keliatannya legitimate. Apakah ada oknum di kurir pengirimannya? Susah juga membuktikannya, karena si seller gak ada bukti pengemasannya. Yg jelas marketplace harus memikirkan sistem untuk antisipasi ke depannya.

  • 13 Januari 2021 - (13:38 WIB)
    Permalink

    Agak ruwet juga untuk kasus di atas. Saya pernah juga mengalami kasus pencurian iPhone 12 senilai 16.5jt yang saya beli melalui Tokopedia dan dikirim oleh kurir GrabExpress pada 26 Desember hingga saat ini proses klaim masih belum saya terima. Makin takut untuk belanja online sekarang jika ada oknum2 seperti ini.

    Semoga cepat kelar urusannya.

    6
    3
  • 13 Januari 2021 - (13:46 WIB)
    Permalink

    Saya menduga sellernya yang gak beres, kalau masalah di kurir, biasanya barang hilang atau dihilangkan.

    Kasus seperti diatas sering terjadi karena seller nakal, barang diganti dengan batu atau sampah. Lain kali, hati-hati memilih seller, jangan pernah belanja di seller yang tidak jelas. Setidaknya pilihlah seller star atau official store.

    15
    1
    • 15 Januari 2021 - (14:08 WIB)
      Permalink

      sudah melihat profil sellernya? sudah melihat review tokonya? apakah rating seller buruk? jatuhnya fitnah menuduh tanpa bukti

  • 13 Januari 2021 - (14:22 WIB)
    Permalink

    unboxingnya kok agak ga biasa ya… apa videonya aja yg ga lengkap ?
    Saya biasanya selalu memperlihatkan bagian atas bawah sebelum saya cutter dan biasanya malah saya record lgsg dari saat terima barang.
    ini cutter dari posisi bawah dgn kagok begitu, seolah ada yg mau ditutupi… Maaf, ga bermaksud apa²… Hanya saya pribadi kalo misalnya mau bilang buyer yg curang gimana ?

    Ya semoga cepet selesai..

    14
    2
    • 13 Januari 2021 - (14:25 WIB)
      Permalink

      Ohya… juga biasain pake asuransi.. krn asuransi itu paket di cek dulu isinya… asuransi ga seberapa dibandingin hal begini

      • 15 Januari 2021 - (11:38 WIB)
        Permalink

        Dari pengalaman aku klo Expedisi JNE meang pada jail2, kapok klo kirim brng2 berharga disana, udh pengalaman 😂, dikirim hp yg dtang dus kosong lebih sebulan dlu bru d gnty, kapok lh jne, moga jdi pengalaman

    • 13 Januari 2021 - (17:09 WIB)
      Permalink

      Sepemikiran dgn saya berati…video di bukti 2 agak mencurigakan sich nurut saya, mohon maaf biasax dimana² unboxing tu bukax dari atas gitu…ini kok dari posisi bawah? Dan itupun terlihat seperti sudah terbuka karena saat agak diujung sudah kurang kencang bungkusanx seperti klo memang belum dibuka…tapi ya ntah lah…cuma sebatas penglihatan saya saja

      8
      1
    • 13 Januari 2021 - (18:01 WIB)
      Permalink

      di video ada tulisan ( BUKTI 2 & 6) sebenarnya Saya Upload Ada 6 BUKTI yg saya unggah ke You Tube dan yang di tampilkan Hanya bukti NO. 2&6 saja

      soalnya dulu Saya Upload bukti di Aplikasi maximal durasi 30 detik

    • 13 Januari 2021 - (15:42 WIB)
      Permalink

      Kalau beli hp itu di official storenya, ini salah bapak juga, padahal di shopee udah ada official store setiap hp napa beli di seller yg keknya kurang terpercaya, kalau beli sesuatu itu wajib cek, review & ulasan dan sellernya, kalau rame, dan ulasan bagus ya bisa di rekomendasi untuk beli jika keknya mencurigakan ya jgn dibeli, di shopee itu pelayanan bagus, cuman ada secuil seller dan ekspedisi yg nakal makanya harus hati hati, pdhl sudah ada infinix Official Store Masih Aja nyari yg lain, auah greget juga baca media bapak, semoga cepet clear masalah

      5
      3
  • 13 Januari 2021 - (15:25 WIB)
    Permalink

    Kalau Beli HP / barang elektronik lainnya. Mending beli di official Store jangan di toko abal abal.

    • 13 Januari 2021 - (17:03 WIB)
      Permalink

      Klo di lihat dari seller,ada yg sedikit mencurigakan,karna sekelas official store aja ada rating jelek..
      Klo di lihat dari pembeli juga ada yg mencurigakan,karna video unboxing nya terkesan ada yg di tutup”i..
      Klo dari ekspedisi,tidak menutup kemungkinan ada kurir nakal..
      Positif thinking ajalah..😇
      Semoga cepat selesai..😇
      Jaman sekarang,yg salah aja bisa menang perkara di pengadilan..😈

  • 13 Januari 2021 - (16:01 WIB)
    Permalink

    Dari cerita diatas jelas masalahnya pada penjual, bukan pada kurirnya. Kurir ga akan berani buka isi paket.
    Dari pada menukar / membuka paket lebih aman mencuri paket.
    Vidio yg dikirim awal juga jelas isinya batu, dan toko tidak bisa memberi bukti.
    Setelah oleh shopee di suruh kembalikan penjual melakukan naik banding, padahal isinya jelas batu buat apa dikembalikan.
    Itu jelas akal-akalan tukang tipu. Coba cek reputasi toko / ulasan pembeli lainnya. Tukang tipu banyak yg melakukan hal seperti itu. Cek juga harganya, kalau sudah jelas lebih murah dari toko lainnya akan semakin banyak buktinya bila toko itu tukang tipu. Penipu tidak mementingkan ulasan toko yang penting dapat uang.

    11
    • 13 Januari 2021 - (16:07 WIB)
      Permalink

      Saya setuju dengan apa yg di bicarakan bapak, harusnya cek dulu review dan ulasan sebelum membeli bukan asal membeli, akhirnya jadi kek gini kan, padahal di shopee sudah ada Official Store Merek Hape masing masing, shopee mall pula, pasti bapaknya yg di atas tergiur ama harga miring tapi sellernya penipu

      2
      1
  • 13 Januari 2021 - (17:07 WIB)
    Permalink

    Saya kalo beli barang elektronik atau hape di jd.id, aman2 saja karena mereka punya kurir khusus, pas barang datang, dibuka bersama2, kurirnya videokan, jadi oklah ( bukan promosi ya ). Kalo shopee emang error, banyak pelapak disana, pernah beli barang tapi barang kw, di gugat, cs malah gak gerti. Kalo belanja online, lihat dl, punya mereka sendiri apa ada yg buka lapak di luar mereka.

    2
    1
  • 13 Januari 2021 - (17:30 WIB)
    Permalink

    waduh bukti videonya koq dipisah², dan sudut yg diambil kurang menyeluruh, ini menurunkan tingkat kredibilitas barang bukti 😱
    kalo dari kasus² yg sebelumnya, ini faktor penjual yg nakal, setau saya ada pilihan pengembalian saldo tanpa perlu pengembalian barang karena sudah pasti ini penipuan.
    banding dari pihak penjual seharusnya ditolak pihak shopee

  • 13 Januari 2021 - (17:37 WIB)
    Permalink

    saya cek tokonya termasuk keliatan normal, reputasi 4,9 , ulasan cukup banyak dan normal , ada foto video dan tidak terlihat seperti template, harganya juga normal.
    kalo pihak toko tidak ada bukti rekaman packing barang, seharusnya klaim banding ditolak pihak shopee

  • 13 Januari 2021 - (18:08 WIB)
    Permalink

    Masalah Saya Sudah di bantu oleh tim SHOPEE, dan Allhamdulilah Masalah saya sudah SELESAI…
    dan DANA sudah kembali ke Akun AKULALU saya

    terima kasih untuk Shopee atas penyelesaian nya

    dan tidak lupa juga Untuk #MEDIAKONSUMEN Terimakasih telah membantu menyampaikan permasalahan saya

  • 13 Januari 2021 - (18:17 WIB)
    Permalink

    Video unboxing kurang jelas juga, seharusnya video unboxing tidak boleh terpotong, harus utuh dari awal sampai akhir.

    Semua patut diduga ada yang bermain curang dalam kasus diatas, bisa seller atau buyer. Tapi kuat dugaan seller yang curang. Meskipun rating seller bagus dan tampak normal, tapi yang namanya seller biasa, bukan official, bisa saja berbuat curang!

      • 13 Januari 2021 - (19:41 WIB)
        Permalink

        shopee nya cukup dikasi link youtube aja bang, video utuh cukup diupload ke youtube saja, saya dulu begitu pas ada transaksi penjual salah kirim model barang

  • 13 Januari 2021 - (18:17 WIB)
    Permalink

    Klo ada kaitannya dgn JNE yg namanya Pram slalu komen deh…heran juga…hehe. slama beli hp pake ekspedisi JNE Alhamdulillah aman2 aja… Dilengkapi dgn asuransi juga. Smoga masalah cepat selesai…

  • 13 Januari 2021 - (18:49 WIB)
    Permalink

    Masalah yang saya hadapi sudah TERSELESAIKAN terimakasih untuk Shopee,

    @ShopeeCare, yang telah membantu menyelesaikan masalah Saya
    Terimakasih juga untuk
    @MediaKonsumen yang telah membantu menyampaikan pemasalahan Saya

  • 13 Januari 2021 - (19:08 WIB)
    Permalink

    Jika ingin belanja online dengan nominal tinggi hingga jutaan hal yg harus di lakukan.
    1. Pastikan rating dari si penjual bagus dan persentase chat di balas
    2. Review dr para pembeli ( sangat penting ) kalo gx ad review atau dikit mending jgn krn bs saja review buatan seller nakal.
    3. Jgn pernah terkecoh dengan harga diskon atau lebih murah dr pasaran.
    4. Pastikan beli di offical store kalo ad meski gx 100% menjamin barang tersebut pasti sampai ke tangan si pembeli atau gx ad kerusakan tp paling tidak lebih aman.
    5. Paling aman kalo beli barang mahal adalah beli langsung ke toko apalagi authorized store atau offical store meski lebih mahal tp bs lht langsung kondisi barang dan lebih terjamin kualitas barang.

  • 13 Januari 2021 - (21:12 WIB)
    Permalink

    Kalau beli dengan harga mahal mending beli di offline, lebih jelas contoh kaya di erafone, di samsung store, di offline kalau kenapa2 lebih enak tinggal komplain ke toko langsung, kalau di online palingan puyeng sendiri wkwkwk…
    Moga cepat selesai masalah nya…

    • 14 Januari 2021 - (07:54 WIB)
      Permalink

      Emng puyeng banget pak. Namanya jga produk blom lama rilis, temes udah minta bwt orderin aja, ampe 1 bulan masalah blom terselesaikan, kalo saya merasa ga ketipu ga bakal tu saya lepas gitu aja. Orang saya jga kredit hp sebelumnua jga oke” Aja…
      Tapi allhamdulilah nya setelah saya follow up di sini masalah kelar

  • 13 Januari 2021 - (21:19 WIB)
    Permalink

    Kalo emg merasa ditipu , usut terus jgn kendor klo perlu datangin ke jne nya , minta cctv atau apapun itu jgn pasrah pokoknya …. Dan tips kalo unboxing itu harus jelas video tanpa terputus2 dibuat dgn satu durasi tanpa kepotong2 dan jarak kamera ke paket jgn terlalu deket biar jelas …

    • 14 Januari 2021 - (07:57 WIB)
      Permalink

      Kata si seller barang di jemput oleh kurir pick up, dan bisa di cek resi di pesanan saya kalo paket itu berhenti selama 1 hari tanpa ada keterangan, padahal saya pesan barang jga dari tanggerang, mlah barang dari tanggerang sampe duluan..

  • 13 Januari 2021 - (21:19 WIB)
    Permalink

    diganti maksimal 10x ongkir kalo tidak mau membayar biaya untuk asuransi, aturan ini berlaku di semua kurir, bukan hanya jne

  • 14 Januari 2021 - (01:21 WIB)
    Permalink

    Sebenernya ada 2 kemungkinan gan
    1. Seller memang melalukan penipuan
    2. Kurir yang melakukan pembongkaran dan menggantinya dengan batu
    Saya kerja di ecommerce,lebih dominan di poin 2 gan setelah di investigasi banyak kurir yang nakal..
    Ini pengalaman pribadi aja setelah handle beberapa case seperti ini..
    Biasanya jarang banget seller yang melakukan penipuan seperti ini apa lagi seller yang sudah banyak penjualan,kecuali mungkin seller yang abal abal..

    • 14 Januari 2021 - (10:19 WIB)
      Permalink

      waduh, baru tau saya, biasanya itu ulah penjual, bukan kurir, soalnya selama ini pake berbagai macam kurir untuk transaksi elektronik masih aman² saja meski seringnya di toko nonofficial 🤔

  • 14 Januari 2021 - (06:39 WIB)
    Permalink

    Kalau kasus sering terjadi seperti ini maka secara tidak langsung bisnis penjualan online akan hancur dengan sendirinya, memang lebih mantap itu belanja offline, kita bisa lihat barangnya dan ada uang ada barang tidak seperti membeli kucing dalam karung !

    2
    2
  • 14 Januari 2021 - (10:27 WIB)
    Permalink

    Ngeri banget banyak komen fishing, hati2 buat user akulaku jangan klik link nya.
    Anjim tuh orang

    • 14 Januari 2021 - (19:37 WIB)
      Permalink

      Terlalu gampang jadi seller di marketplace. Makanya penipu banyak berkeliaran di sana. Kalaupun tokonya ditutup paling buat akun seller baru lagi. Seharusnya ada regulasi baru untuk jadi seller.

  • 14 Januari 2021 - (22:51 WIB)
    Permalink

    klo lihat dr video unboxing emang terlihat janggal yah..efek sy sering nontn film nih..bagaimanakah jikalau si buyer nya yg nipu menang banyak dong..dpt hp gratis tanpa perlu bayar cicilan trus kasihan dong seller nya kehilangan uang nya..ini kaya teka teki yah hanya allah yg tau..mana yg benar/salah antara sipenjual dan pembeli juga si kurir..semoga kejadian sprti ini tdk ada lagi mengingat banyak nya orang yg sangat mengandalkan belanj onlen

    • 15 Januari 2021 - (13:17 WIB)
      Permalink

      terlalu riskan kalo pembeli mau nipu lalu nulis disini, lagipula kenapa tidak sekalian beli hp mahal seperti iphone 12 max pro, kenapa cuma hp harga 2 jutaan.

      • 15 Januari 2021 - (18:19 WIB)
        Permalink

        Ya kalo saya penghasilanya banyak, saya iklaskan, pak.. Saya cuma buruh pabrik di kampung yg upah hanya 55rb/hari saya keberatan lah kalo saya suruh bayar cicilan nya…
        Saya mau di tuntut. Ke, polisian siap jga. Orang barang jga ga ada. Saksi banyak. Itu unboxing jga ga di rumahh melainkan warung deket saya kerja..

        Kalo niat nipu ngapai jga saya niat bwt upload di sini..

  • 15 Januari 2021 - (10:33 WIB)
    Permalink

    Penasaran sama endingnya, yang mana yang klaim nya palsu ya. Kalo saya jadi PEMBELI yang dikirimin Batu, pasti saya bawa ke Ranah Hukum. Kalo saya jadi PENJUAL yang difitnah seperti itu, saya gak akan tinggal diam, karena pencemaran nama baiknya parah sekali. Apalagi menyangkut nama perusahaan besar seperti JNE dan SHOPEE.

    Tapi kalo melihat secara transparan ya, kejanggalannya langsung di Video Unboxing nya. Video Unboxing harusnya dari awal sampe akhir dari belum dibuka sampai dibuka seperti ini https://www.youtube.com/watch?v=MFvYBmtQHfg&list=PLN8UIkWf7lhhzXXA99KflCvIn6HfyVvgi&index=11
    Dibuktikan juga dengan paketnya belum terbuka, ketika di unboxing. Kalo itu kenapa dibukanya dengan cutter dari bawah bukan dibuka atasnya.

    Kalo sampe ke pengadilan, bakal jadi kasus pertama dimana video unboxing jadi bukti untuk praktek penipuan dari marketplace dan e-commerce.

  • 15 Januari 2021 - (13:12 WIB)
    Permalink

    akhirnya saldo dibalikkan ke pembeli, videonya terpotong², video utuh ada di hp dia, tapi kalo penjual bawa ke pengadilan juga hampir pasti kalah, dia tidak ada bukti video rekaman saat pengemasan

    • 16 Januari 2021 - (09:16 WIB)
      Permalink

      Kalo kita chat ke Seller nya di Shopee, katanya permasalahannya ada di Ekspedisi. Akibatnya ekspedisi yang bersangkutan tidak diaktifkan lagi oleh Seller.

      Sekarang tinggal ekspedisinya tindakannya ke depan gimana. Saran saja kepada penulis, videonya bisa diupload di Youtube aja gan. Nanti link nya bisa di attach disini. Siapa tau ada tindakan lebih lanjut dari pihak ekspedisi yang ingin mengusutnya sampai tuntas. Untuk meluruskan asumsi – asumsi juga.

  • 15 Januari 2021 - (13:53 WIB)
    Permalink

    Hahaha dilihat dr cara buka paket, sudah sangat meragukan. Seller, buyer dan kurir. Kl saya disuruh curiga, maka saya pilih buyer. Paket tdk ada update sehari jg tidak masalah, sudah sering terjadi. Apalagi jika pengiriman padat, bnayak kurir yg absen, dll. Dan kl niat mengganti dgn batu tdk mungkin cuma 2-3 butir. Tnggu saja nanti mana yg benar di pengadilan Tuhan.

  • 16 Januari 2021 - (10:23 WIB)
    Permalink

    Menguatkan lagi, di gambar kedua diatas yang di attach oleh Penulis. Perhatikan bahwa label pada kardus tersebut tertulis :
    To : Bayu Banzal . . . .
    Semarang . . . .
    Jln Kawi Oey . . . .
    yang juga bisa dilihat Di Video “Bukti ke 4” detik ke 0.03 yang di upload penulis di Youtube ini
    https://www.youtube.com/watch?v=tALLXzvx4HA&feature=youtu.be

    Setelah di plastik dibuka di video unboxing, kardus kemudian dibalik dan terdapat label dari JNE dengan kode PSR (akan lebih terlihat jika dibuka dengan laptop dengan mode fullscreen) pada detik ke 0.09

    Kesimpulannya kardus tersebut bukan merupakan kardus yang dikirimkan toko online Aaron.nick dari Semarang ke Boyolali dan bukan merupakan kardus sesungguhnya.

    Bagaimana tindakan perusahaan yang namanya disebut dalam Surat Pembaca ini ? Patut kita nantikan..

 Apa Komentar Anda mengenai Mediasi Shopee?

Ada 58 komentar sampai saat ini..

Beli HP di Shopee, Isi Paket Batu

oleh DENI dibaca dalam: 2 min
58