Akun Shopee Dibajak Penipu Hampir Puluhan Juta Rupiah!

Assalamu’alaikum,

Saya Dara, dengan akun Shopee: daraaanwar. Saya sangat kecewa dengan pihak Shopee, karena sangat lambat mengurus kendala yang saya alami ini. Kronologinya, pada tanggal 9 Maret 2021 saya mendapat telepon dari nomor tak dikenal. Dia menelepon saya berkali-kali, saya angkat, lalu dia bilang dari pihak Shopee.

Awalnya saya tidak percaya, tapi setelah dia menyebutkan semua data saya di Shopee: nama lengkap, alamat, hingga transaksi yang saya lakukan akhir-akhir ini, bahkan nominal Shopee PayLater dan lain sebagainya (yang seharusnya orang lain atau akun yang lain tidak akan tahu), ternyata dia tahu dan semua benar.

Dari situ saya langsung percaya bahwa benar adanya ini dari pihak Shopee. Lalu bilang bahwa saya mendapat hadiah sebesar 2 juta rupiah, dan kode voucher sudah dikirimkan.

Selang beberapa detik kemudian ada SMS dari pihak Shopee masuk dan isinya itu ternyata adalah kode OTP. Pada saat itu tidak tau apa arti dari kode itu dan dia bilang itu adalah kode voucher-nya. Kemudian sambil telepon ia mengarahkan saya untuk klik suatu link dan memasukkan kode voucher tersebut ke link itu sambil bicara “Kak, jangan kasih tahu kode voucher ini ke pihak lain, termasuk saya sebagai pihak dari Shopee karna kode voucher ini sangat rahasia”.

Ini linknya: https://quizzory.com/id/6063edda95ec805ebaf3dc2f#welcome

Lalu ia bertanya mau dicairkan lewat ShopeePay atau bank? Saya pilih bank. Kemudian ia tahu bahwa saya belum mendaftarkan nomor rekening saya di Shopee. Dia meminta saya mengetik nomor rekening saya dan nomor ATM saya di pengaturan chat Shopee agar pencairan dana segera dapat diproses (kata si pelaku tersebut) dan kemudian saya lakukan.

Dari situ saya juga disuruh untuk menekan angka yang sama dengan yang muncul di layar HP saya. Saya klik nomor yang sama tersebut. Ternyata saya baru sadar kalau pelaku mencoba login ke BCA mobile saya. Padahal saya tidak memberikan password m-banking BCA saya kepada si pelaku tersebut.

Setelah itu juga pelaku meminta merk dan kode HP saya. Di situ saya mulai curiga untuk apa pelaku meminta  itu, lalu saya tutup teleponnya. Di saat itu juga saya mendapat pemberitahuan dari m-banking saya bahwa uang Rp 8.600.000 sudah ditransfer ke nomor OVO. Beberapa menit kemudian saya tidak bisa mengakses m-banking BCA saya.

Pada hari Selasa, 9 Maret 2021 tersebut saya juga mencoba masuk ke akun Shopee saya tidak bisa dan ternyata akun saya dibekukan oleh pihak Shopee. Akun Shopee saya tidak dibekukan lagi dan dapat masuk kembali pada hari Rabu, 10 Maret 2021.

Saat saya login masuk, dan ternyata kemarin selasa,9 Maret 2021 tiba tiba ada notifikasi saya melakukan pinjaman sebesar Rp7.400.000 jatuh tempo bulan April.

Selama akun saya diretas pelaku mencoba transaksi yang lainnya hampir puluhan juta. Namun tidak berhasil dan ShopeePay saya diblokir sampai sekarang.

Setelah itu saya mencoba mencari solusi menghubungi pihak Shopee dan jawabannya hanya tunggu sampai 1-3 hari kerja. Saya chat, saya telepon, tagihan saya akan terus menumpuk jika terlambat membayar. Yang membuat saya kecewa kenapa keamanan Shopee begitu lemah sekali sampai akun saya bisa diretas. Adakah itikad baik dari Shopee terhadap masalah ini? Sedikitnya beri jawaban bagaimana solusinya. Karena kalau dibiarkan akan terus menumpuk tagihannya.

Saya langsung menghubungi pihak BCA dan menceritakan hal yang sebenarnya. Pihak BCA pun setelah itu langsung memblokir akun saya dan pihak BCA memberi tahu transaksi OVO ke nomor mana. Pihak BCA memberikan solusi untuk menelepon pihak OVO dan CS Shopee.

Setelah itu saya langsung konfirmasi ke pihak Shopee lagi melalui live chat. Saya sudah berusaha mendatangi kantor Shopee yang di Pakuwon Tower. Saya disuruh menunggu info selanjutnya melalui email dan telepon. Namun sampai sekarang Shopee tidak menghubungi saya dan membiarkan masalah ini terus berlarut-larut sampai lebih dari sebulan dan sampai lewat jatuh tempo.

Saya bertanya ke pihak Shopee, mengapa data saya bisa bocor ke pihak yang tidak bertanggung jawab? Padahal Shopee selalu mengklaim keamanan data konsumennya, tetapi pihak Shopee TIDAK BISA menjelaskan mengapa itu terjadi dan bilang itu pihak Shopee tidak mengetahui.

Saya sangat kecewa dengan pihak Shopee.  Sepertinya keluhan para konsumen itu tidak diutamakan oleh pihak Shopee. Apa shopee hanya ingin mengambil  keuntungan sendiri tanpa memikirkan korban yang mengalami kerugian? Pihak saya yang merasa dirugikan karena diharuskan membayarkan semua tagihan tersebut, padahal bukan saya yang meminjam.

Setelah kejadian ini saya merasa terganggu karena ditelepon oleh DC terus-terusanan setiap hari. Giliran pada saat tanggal  kejadian, tidak ada konfirmasi sama sekali melalui telepon atau SMS bahwa akun saya benar meminjam uang sebanyak itu apa tidak. Tiba-tiba ada tagihan sebanyak itu di akun Shopee saya.

Setelah saya searching, kejadian penipuan ini bukan terjadi sekali dua kali. Ternyata sudah banyak korbannya. Saya heran mengapa pihak Shopee seperti mengabaikan kasus seperti ini? Seharusnya setelah ada satu laporan kasus seperti ini harus langsung ditangani dengan serius, dan menerapkan keamanan yang lebih lagi.

Saya harap Shopee memberi kabar baik untuk saya dalam waktu dekat ini agar masalah  bisa cepat selesai.

Dara Anwar
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Sistem Pencairan Dana SPinjam:
[Total:78    Rata-Rata: 2.2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

78 komentar untuk “Akun Shopee Dibajak Penipu Hampir Puluhan Juta Rupiah!

  • 1 Mei 2021 - (13:08 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin ya mbak. Tiap hari kasusnya sama ya.. Kapan bisa selesai kalau tidak ada perbaikan sistem dari Shopee ya bakal terus terjadi.
    Semoga ada jalan keluar terbaik dan ditambah rejekinya

    15
    3
    • 1 Mei 2021 - (17:49 WIB)
      Permalink

      Ka ada no wa tidak .. atau instagram, nnti saya dm ke ig kk, kejadiannya sama, saya juga ketipu sama yg mengatas namankan shopee sbesar 54 juta rupiah, rencana saya mau ke jakarta ke pakuan juga ..

      14
      4
        • 2 Mei 2021 - (21:03 WIB)
          Permalink

          Sama mbak aku juga maret lalu kena tipu 6,8jt pihak Shopee ttp menyalahkan kita dan saya sekarang harus bayar cicilan tiap bulan nya 3jt lbih 😭😭 padahal gak sepeserpun kita pakai uang nya

          3
          2
          • 3 Mei 2021 - (03:41 WIB)
            Permalink

            Maaf bukannya menyalahkan, kasus kena hack dengan metode Phising ini memang salah korban yg bisa kena, jadi bukan masalah keamanan pihak Shopee, Bank, dsb, karena standard keamanan sudah international, kelemahannya justru ada pada para penggunanya yang bisa dimanipulasi untuk menyerahkan akses login.

            Saya perhatikan korban kasus begini selalu tidak mau merasa salah, memang mereka korban, tapi korban kesalahan mereka sendiri karena ketidaktahuan. Menurut saya justru cara korban yg merasa tidak salah dan justru menyalahkan pihak lain itu bisa jadi menyebabkan pihak terkait tidak sungguh-sungguh menolong, karena mungkin ada tertulis/terucap kata-kata yg tidak sopan dan tidak selayaknya disampaikan ke pihak terkait yg sebenarnya tidak salah namun mencoba menolong sebisa mereka dengan prosedur yg bisa mereka lakukan, apalagi korban biasanya melayangkan SP ke mereka yang bernada tidak mengenakkan padahal yang salah adalah korban sendiri.

            Introspeksi diri saja, memang pahit, saya pun kalau bukan karena sayang dan peduli tidak akan senetral dan seobjektif ini berkomentar, meskipun kesannya saya menyalahkan korban (yg sebenarnya memang salah). Posisi para korban hacking phising ini adalah minta tolong ke pihak platform dan kepada pihak kepolisian, bukan menyalahkan sistem, karena kelemahan dan kesalahan ada di tangan korban sendiri.

            15
            1
          • 7 Mei 2021 - (06:40 WIB)
            Permalink

            Kaa katanyaa mendingan ga usah di bayar kaaa

          • 1 Juni 2021 - (00:44 WIB)
            Permalink

            Trus dibayar ga kak tagihannya?

          • 21 Juni 2021 - (04:00 WIB)
            Permalink

            Janganlah cepat dicairkan….tutuplah celah penipu itu

      • 1 Mei 2021 - (21:44 WIB)
        Permalink

        Itulah sebabnya sampai sekarang saya masih heran, bikin Kartu Belanja (Debit) , Kartu Kredit (Paylater), dan apapun jenis nya, kok di aplikasi sih? Berani sekali. Seperti kita menitipkan kartu ATM atau Kartu Kredit kepada orang lain.
        Apakah karena tergiur Diskon? Reward? Point? Cash back? Hadiah Undian?
        Jangan mimpi, kita lagi berada di dunia nyata. Ayo bangun…
        Berbelanja lah kalau memang punya duit.
        Semoga masalah segera terselesaikan

        19
        2
        • 1 Mei 2021 - (23:22 WIB)
          Permalink

          Again & again….gimana nih tanggapan dari Pihak @shopee_id. Begitu banyak kasus yang menerpa, apakah Pihak Shopee belum mampu membayar IT handal untuk bisa memperbaiki server & mengamankan data para konsumennya…?
          #Miris 🙄

          9
          4
          • 2 Mei 2021 - (11:48 WIB)
            Permalink

            Turut prihatin atas kejadian yang menimpa mba Dara. Lain kali hati hati kalau ada yg telpon dengan nomor yg asing atau sms. Jangan sekalipun direspon, biarkan saja karena yang saya tau market place spt Shopee itu tidak pernah telpon customernya apalagi dapat hadiah uang jutaan. Thats not make sense menurut logika saya. Menurut saya Shopee keamanannya sudah bagus karena saya pakai juga dan saya bertransaksi secara aman dan sesuai kemampuan saya membayar jika menggunakan Spinjam / Spaylater. Intinya jangan sekali kali merespon apapun dr pihak yang tidak kita kenal apalagi mengatasnamakan salah satu market place. Itu tidak mungkin mereka lakukan ke customer kecuali orang yang ada niat jahat atau iseng awal awalnya. Untuk data pribadi diketahui orang memang susah untuk dilacak dapat dari mana mereka dan bisa dari mana saja karena dimanapun pasti ada saatnya kita memberikan data pribadi secara online maupum offline. Jadi antisipasinya stop merespon hal hal yg berhubungan dengan data pribadi jika ada yg bertanya dr manapun. Mudah2an cepat beres yah mba Dara dan ini buat pelajaran kedepannya agar kita jadi lebih hati2 dan smart dalam menggunakan pelayanan market place.

            15
            1
        • 3 Mei 2021 - (03:44 WIB)
          Permalink

          Jangan heran, itulah Fintech, jangan komplain juga kenapa prosesnya instant/seketika, dan syaratnya mudah, ya itulah Fintech, memang mengerikan, dan sadari itu, maka hati-hati, amankan akun kita, pelajari potensi hacking dengan berbagai macam modus, SP semacam ini jadi pengalaman tidak langsung kita, agar kita bisa belajar untuk tidak melakukan kesalahan yg sama, saya sebagai praktisi IT ikut prihatin dan merasa tergerak untuk mengedukasi masyarakat mengenai modus phising seperti ini, karena ironisnya ciri-cirinya begitu nampak, mudah sekali dideteksi bahwa mereka itu penipu sejak awal, namun karena ketidaktahuan korban maka korban dengan mudah mengikuti apa maunya si hacker.

  • 1 Mei 2021 - (13:18 WIB)
    Permalink

    Satu lagi.
    Kayae beneran ada 2 kelemahan.
    Data pengguna sopi yang tersebar,
    Kemudian di manfaatkan penipu yang menyamar jadi cs sopi untuk meminta secara sukarela otp dr korbannya.

    Dr kasus2 beberapa hari ini semakin mengkwatirkan, bagaiman data pembelian, jumlah saldo bisa jatuh ditangan pihak lain.

    Dalam pikiran saya dulu, penipu hanya random nomer hp berharap dapat korban, sekarang lebih canggih karena pegang data itu yang membuat korban teryakinkan.

    Silahkan para ahli, waktu dan tempat dipersilahkan komennya

    16
    2
    • 2 Mei 2021 - (08:30 WIB)
      Permalink

      Bnykan yg tertipu itu karna tergiur hadiah dll,,,,saran saya abaikan semua sms,tel atas nama shopee dll,selama kita belanja normal2 aja pasti aman,,,,jgn pake paylater,,isi saldo shopeepay sesuai nominal belanja

    • 2 Mei 2021 - (15:35 WIB)
      Permalink

      @Malas

      Jika anda bisa menganalisa. Coba anda analisa apa yang saya analisa ini.

      Kasus penipuan semakin banyak kenapa shopee seakan diam saja.

      Jawabannya adalah:

      1. Uang yang hilang bukan tanggung jawab shopee tapi tanggung jawab Fintech.

      Aplikasi Shopee itu milik Perusahaan Sea group berkantor pusat di Singapura. Sedangkan ShoppePaylater dan juga SPinjam adalah milik perusahaan Fintech berkantor di Jakarta.

      Uang yang hilang di Shopeepay (dari Top Up) adalah tanggung jawab Shopee. Sedangkan uang yang hilang di ShopeePaylater dan SPinjam adalah tanggung Jawab Fintech.

      2. Peretasan dan pembobolan, lenyapnya dana kebanyakan pada ShopeePaylater dan Shopee Pinjam, sedangkan di shopeepay dari hasil Top Up, sangat jarang terjadi.

      Saldo yang ada di shopeepay (saldo Top Up) pasti tidak akan didiamkan lama oleh pemilik akun shopee. Top up shoppepay pasti segera dibelanjakan.

      3. Saat bertransaksi pakai ShoppePaylater, ketika ada sesuatu terjadi dan transaksi dibatalkan, kemudian dana dikembalikan pada Shoppepay,

      Maka pengamanan dana yang ada pada Shoppepay itu menjadi tanggung jawab Shopee. Shopee tidak terlalu mengetahui dana yang masuk pada shopeepay itu bersumber dari mana.

      Namun jika Dana pada shopeepay itu hilang, dan pemilik akun melapor dan cerita bahwa dana itu bersumber dari uang Shopeepaylater,

      Maka Shopee akan melakukan koordinasi dengan Fintech, siapa dari mereka yang bertanggung jawab melakukan investigasi atas kejadian itu. Koordinasi diantara mereka dilakukan selama 7 hari kerja.

      Ketika 7 hari sudah berlalu, dan ternyata Fintech mengaku bertanggung jawab, maka Fintech melakukan investigasi selama 7 hari lagi, untuk menemukan jawaban, yang harus mengganti uang itu, Fintech atau pemilik Akun.

      Lagi dan Lagi, shopee tidak merasa dirugikan atas maraknya penipuan dan peretasan akun shopee karena yang bertanggung jawab adalah Fintech bukan shopee.

    • 3 Mei 2021 - (03:51 WIB)
      Permalink

      Secanggih apa pun sistem keamanan berlapis, jika penggunanya bisa diperdaya, itulah yg namanya metode Phising, saya selaku praktisi IT mencoba mengedukasikan ini, karena itulah kelemahannya, yakni pada korban sendiri, ironisnya korban nyalahin semua pihak, padahal dia yg salah, memang terkesan kejam ya, bukan begitu, saya sayang, peduli, agar bisa instrospeksi diri, dan kalau lagunya merasa tidak salah, khawatirnya pihak terkait jadi malas-malasan dan tidak sungguh-sungguh menolong korban, karena posisi korban adalah pihak yg salah dan minta tolong ke pihak Shopee, Bank, dan Kepolisian.

      Mengenai data, itu bisa banyak kemungkinan dimana si hacker dapat data, ini saya khawatir berasumsi, karena bisa jadi salah dan malah menuduh tanpa bukti, inilah tugas penyeidik kepolisian untuk mengungkap semuanya.

  • 1 Mei 2021 - (13:43 WIB)
    Permalink

    Coba posting di sini alamat pengiriman pesanan yg berhasil dicancel itu kak. Jangan2 pelakunya masih komplotan yg sama dengan yg sudah2. 🤔

    7
    1
    • 1 Mei 2021 - (16:36 WIB)
      Permalink

      Dia belum mencantumkan alamat ka.hanya cek out barang segitu banyaknya tetapi Alhamdulillah tidak terjadi transaksi soalnya shopee pay saya terblokir keterangannya ada aktivitas mencurigakan gitu

      2
      3
      • 1 Mei 2021 - (19:16 WIB)
        Permalink

        Kalo gitu, jejak yg masih bisa ditelusuri dari nomor OVO si penipu 081990031181. Ini akunnya sudah OVO Premier karena saldonya bisa di atas 2 juta, yg artinya sudah terverifikasi minimal foto KTP plus selfie orangnya.

        13
        1
        • 1 Mei 2021 - (20:36 WIB)
          Permalink

          Saya sudah melaporkan ke kepolisian dan pihak ovonya kak dan akun ovo tersebut sudah di blokir.tp pada saat saya meminta data diri penipu tersebut pihak ovo tidak mau kasih.alasannya yg bisa meminta data diri pelaku tersebut hanya dari pihak kepolisian atau lembaga yg berwenang

          1
          1
        • 2 Mei 2021 - (06:48 WIB)
          Permalink

          Dan terjadi lagi
          Yg mesti hati hati itu pengguna Shopee..
          Dari awal berdiri sampai sekarang semua market place tidak pernah kasih hadiah / cashback ataupun itu lewat telfon
          Kalaupun ada lewat IG/FB/Twitter itupun centang ijo
          Be smart people guys ini jaman teknologi
          Secanggih apapun sistem pasti ada bug nya, sekelas Facebook data bisa bocor !!!!

        • 3 Mei 2021 - (03:48 WIB)
          Permalink

          Aku jg wktu tu kena tipu mas dan cekout alamat barangnya ke sumatra Selatan tertera no HP sipenerima jg.

  • 1 Mei 2021 - (14:45 WIB)
    Permalink

    Kalau boleh tahu data2 apa saja yg diminta pelaku? Karena saya kepikiran celah kemungkinan dari mana penipu bisa dapat data2 pribadi user, salah satunya dari label packaging paket yg dibuang sembarangan oleh konsumen.

    2
    2
    • 1 Mei 2021 - (17:22 WIB)
      Permalink

      Kalau packaging paket saya selalu gunting dan dihancurkan terlebih dahulu sebelum dibuang krna takut disalahgunakan.cuma yg saya heran beberapa hari kemudian setelah kejadian saya, teman saya yg lokasinya berada di dekat saya juga ditelpon oleh pihak yg mengaku shopee .diangkat sebentar dan tau data2 diri teman saya tersebut .tp teman saya lgsg menutup telponnya .

      2
      2
      • 1 Mei 2021 - (17:24 WIB)
        Permalink

        Eh sori maksud saya bukan data apa yg diminta tp data apa saja yg disebut oleh pelaku sehingga bisa membuat korbannya yakin itu dari Shopee.

    • 1 Mei 2021 - (22:00 WIB)
      Permalink

      Tiap baca media konsumen keluhannya slalu penipu shoppie,kmrin hampir terjebak,pihak penipu tlp via wa pake profil shoppie,saya permainan kan aja dia,eh dia marah2 pake bahasa kotor lagi… Parrah

      11
  • 1 Mei 2021 - (15:46 WIB)
    Permalink

    Ini murni kesalahan mbak si .. karna kasih kode otp .. tapi cara penipu alus banget yang ini ..
    Tapi kasus kayak gini sering banget di media konsumen .. kenapa shope gak berbenah ya untuk celah ini ..misalnya untuk pencarian pinjaman harus 1×24 jam atau 2×24 untuk meminimalisir kasur penipuan yang berualng gini ..

    13
    1
  • 1 Mei 2021 - (16:46 WIB)
    Permalink

    Coba konsultasi dengan pengacara atau ahlinya, apakah dgn kejadian kebocoran data pelanggan seperti yg anda alami bisa ditempuh ke jalur hukum atau membuat tuntutan ke pihak shopee, karena hal ini saya rasa berawal dari pelaku yang memiliki data pelanggan yang menjadi media pemulus penipuan yang telah terjadi.

    10
    3
    • 2 Mei 2021 - (08:39 WIB)
      Permalink

      kalo kasusnya banyak, rame2 aja bikin aduan ke polisi, nanti psti bisa ditindak, pihak shopee pasti akan dipanggil polisi

      5
      1
  • 1 Mei 2021 - (18:36 WIB)
    Permalink

    Kebocoran data pengguna shopee bisa jadi karena pakai WiFi publik, VPN, Clone App, instal aplikasi bervirus atau ga sengaja pencet pop-up iklan sehingga aktivitas internet korban terlacak. Tapi dari sana pelaku belum bisa login. Buat bisa login, dia pakai no wa korban dengan minta OTP. Biar korban ga curiga kode OTP dia ganti istilahnya dengan kode voucher. Pelaku pakai nomor wa berawalan (+1) yang didapat dari aplikasi nomor kedua supaya sulit terlacak keberadaannya.
    Ini trik lama sih jadi kalo ada yg ngaku dari Shopee tapi no wa depannya (+1), jangan berani diangkat, langsung reject call.

    23
    1
    • 4 Mei 2021 - (13:08 WIB)
      Permalink

      ” salah karena bodoh, benar karena pintar”…kesannya anda seperti mengintimidasi seseorang,anda mengedukasi sekaligus mengintimidasi ..!! , “sudah jatuh,tertimpa tangga pula”
      ..artinya mbk dara sudah jadi korban, disalahkan pula ,ada orang yang mengasihani,dan ada pula yang mencaci… kita sebagai makhluk sosial saling menguatkan saja,setiap manusia pasti punya kebodohan masing masing sekalipun dia orang tercerdas di bumi, coba pikir… jika semua penghuni bumi pintar maka tidak akan ada profesi sebagai penipu ,dan jika semua manusia di bumi ini baik tingkahnya maka tidak akan ada profesi sebagai polisi, , intinya.. Takdir di bumi ini sudah diatur tuhan, setiap manusia akan dapat musibah sekalipun dia tak mau, jadi.. Setiap manusia pasti punya kelengahan dan keteledoran.. Jangan saling menyalahkan..! namun saling membantu dan menguatkan..! Jangan menghakimi orang lain,Jangan merasa dirimu paling berhak atas musibah orang lain !

      5
      1
      • 2 Mei 2021 - (08:32 WIB)
        Permalink

        Bisa jadi pak .karna beberapa teman saya juga ada yg di telpon dari pihak shopee dan pada saat saya ke kantor polisi polisinya juga bilang pernah ada yg telpon juga pake nomor +1 dpnya shopee.tp dia ga angkat karna sudah tau penipuan.dan kasus saya sampai saat ini belum ketemu titik terangnya

        3
        4
        • 7 Mei 2021 - (06:48 WIB)
          Permalink

          Ka dara aku di arahkan tidak perlu membayar tagihan tersebut dan bbrp teman yg lain yg terkena diatas 10jt pun tidak mau membayar, jd kalo ke shopee memang tidak di gubris dan ada info juga spinjam itu blm terdaftar di ojk lebih baik langsung hubungi ojk, tapi memang seharusnya kita berkumpul bagi yg terkena tipu lalu kita laporkan sama sama

          • 8 Mei 2021 - (09:24 WIB)
            Permalink

            Tapi mba, kalo misal nggak dibayar itu ditlp terus jadinya gimana? Apa pernah ada yang sampe didatangi deptcolector?

          • 10 Mei 2021 - (13:32 WIB)
            Permalink

            Boleh minta kontaknya kak emelda?

  • 1 Mei 2021 - (21:48 WIB)
    Permalink

    Alhamdulillah.. 300x lebih Transaksi hanya di E-commerce yang sangat mendukung UMKM Lokal Indonesia, Toped dan Bukalapak…
    Belum minat beli di E-commerce ciptaan Orang luar.

    10
    7
  • 1 Mei 2021 - (22:30 WIB)
    Permalink

    hmm, itu transaksi yg pelaku sebutin apakah transaksi yg menggunakan SPayLater atau transaksi yg pakai metode pembayaran lain juga disebut ? saya curiga ini sih antara ada yg jualin label/resi pengiriman, atau data dari si pt.lentera dana nusantara (SPaylater) ada yg bocorin.

    Tambahin lagi, Shopee harusnya perbaikin sistem loginnya, jgn cuma minta OTP kalo user login pake nomor hape, tapi Password juga ttp harus diisi. Di Blibli saya lihat nerapin kaya gitu, jadi keamannya lebih berlapis.

    8
    2
  • 2 Mei 2021 - (01:08 WIB)
    Permalink

    Wow…shopee lagi, baru kmaren saya baca yg ibu hamil kena 54 juta, ini nambah lagi, begitu mudahnya pihak shopee, pasti pelakunya masih 1 komplotan sebrang, klo geng Tl. Selapan susah di lacak, areanya rumit, begitupun geng sulawesi,

    5
    2
  • 2 Mei 2021 - (01:39 WIB)
    Permalink

    Kok saya jadi curiga ada orang dalam yg memberi data pelanggan kepada penipu.. dan juga ini bisa jadi pelajaran bagi orang yang malas membaca… sudah jelas di SMS OTP tidak boleh diberikan ke orang lain termasuk shopee…kok gak dipahami malah diberikan dengan enteng

    5
    2
    • 2 Mei 2021 - (01:58 WIB)
      Permalink

      Ya Allah yg sabar mbak…. Saran dari saya jika ada tlp khususnya WA dan memakai profile picture shopee, toped, j&t jne apapun itu apa lagi nomornya +1 lebih baik jgn di tanggapi dan sekali lagi jika mereka meminta KODE OTP (dalam sms ada tulisan jelas “KODE OTP”) itu FIX penipuan, istri saya juga hampir kena waktu kemaren2, gak sengaja saya dengar istri saya bilang “kode apa ya pa” saya lsg rebut hp nya dan saya coba pancing dengan kata2 kasar dan benar saja langsung marah si penipunya, Jika benar2 dari shopeenya hrsnya tidak marah si penelpon. Sering saya dpt tlp penipuan dpt hadiah ini lah itu lah tp dgn di pancing bahasa kasar pasti mereka akan marah dan balik ngata2in. Intinya JANGAN KASIH KODE OTP KEPADA SIAPAPUN

      • 2 Mei 2021 - (13:08 WIB)
        Permalink

        Saya juga pernah di tipu juga, tapi melalui pesan dari ig.. lalu langsung dpt tlfn +1 nomor luar … GK taunya dia SDH login ke bbrpa aplikasi saya, dan melakukan transaksi yg tidak saya ketahui.. kemungkinan orng yg melakukan ini orng yg sama. Dan bahkan dia bisa membuat rekening online mengatasnamakan saya

        2
        1
      • 2 Mei 2021 - (14:16 WIB)
        Permalink

        Iya terimakasih atas sarannya pak🙂.semoga tidak terjadi lagi ya kasus seperti saya ini

  • 2 Mei 2021 - (06:08 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah di wa nomor +1 yang mengaku shopee, awalnya saya ga begitu tanggapi, begitu minta nomor OTP saya beri kode yang salah, kemudian mereka minta lagi dan saya jawab “Di sini tulisannya nggak boleh kasih ke pihak mana pun, pak. Termasuk pihak shopee.”
    Terus saya ditelfon sama dia sehabis bales kayak gitu. Di telfon dia bilang “Bu, ibu tau nggak pihak shopee bagian mana yg ga boleh dikasih kode OTP?” Terus saya jawab ya semua lah pak. Dari situ saya langsung dikata-katain. Dasar anj*ng kamu ya, dasar lo*te kamu dan beragam kata-kata kasar lainnya. Saya sempat adu mulut dengan mereka sampai satu di antara mereka keceplosan bilang kalau mereka orang Palembang. Akhirnya saya loudspeaker telfonnya, saya buka youtube dari laptop dan setelin sholawatan ke arah hp saya. Di sana mereka ada banyak orang lagi maki2 saya.
    Saya sungguh nggak rela lihat teman2 di sini banyak yang harus ketipu puluhan juta rupiah karena manusia2 mulut sampah kayak penipu2 itu. Sungguh mulut mereka udah macam septic tank banget.
    Jadi untuk mbak Dara, mungkin lewat Ovo bisa diperjuangkan mbak kasusnya lewat kantor polisi, mudah-mudahan pelakunya segera ditangkap. Manusia2 mulut sampah itu jangan dibiarkan terua berulah. Para korban menangis, tapi mereka pasti enak ngetawain korban dengan mulut sampah mereka. Sungguh saya geregetan dan ga rela.

    11
    1
    • 2 Mei 2021 - (14:25 WIB)
      Permalink

      Iya kak dia ngomong agak berlogat gitu .tapi gak tau apakah dari sumatera apa dari daerah mana kak.padahal saya sudah melaporkan ke polisi lebih dari sebulan yg lalu. tp saat ini belum ada kabar lagi dari kepolisian kak.kalau pihak ovo hanya bisa memblokirkan akun saja tp data2 diri pelaku tidak bisa diketahui .ini yg membuat saya miris

      • 3 Mei 2021 - (12:07 WIB)
        Permalink

        Nah ngomong berlogat itu salah satu ciri penipu, apa pun modusnya, apa pun jenisnya, bahkan saking khasnya ada satu logat yg sudah pasti dicap sebagai logat penipuan yg tidak bisa dipercaya.

        Saya sudah lama bergelut di bidang komunikasi, orang yg professional dan “bener” itu mereka ngomongnya netral tidak berlogat, menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar serta sopan, sedangkan penipu dan orang-orang yg tidak professional (orang biasa), selalu ngomongnya berlogat dengan bahasa indonesia yg kurang baik dan kurang benar.

        Nah, ada banyak ciri-ciri penipua kan ?, mulai sekarang pelajarilah, pahamilah, ingatlah, semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan bagi yg belum pernah mengalaminya semoga tidak akan pernah mengalaminya.

        Dalam kasus seperti ini saya dengan berat hati menyalahkan korban, saya coba menggunakan bahasa yg baik, karena saya sayang, prihatin, dan gk mau terjadi lagi hal beginian, dan khawatir jika korban ngeyel tidak merasa salah tapi justru menyalahkan penyedia layanan yg sistemnya sudah aman, maka saya khawatir akan menimpulkan kasus hukum baru.

  • 2 Mei 2021 - (21:43 WIB)
    Permalink

    Kejadian lagi ?!, ironisnya kasus begini SP-nya menyalahkan sistem keamanan dan kecewa kepadapihak Shopee, BCA, bahkan nanti merembet ke pihak Polisi. Padahal sebenarnya kasus seperti ini murni kesalahan dan kelalaian korban sendiri karena ketidaktahuan, kasus Phising seperti ini sangat umum, tidak cuma bisa terjadi pada Shopee dan BCA saja, tapi pada semua akun online.

    Korbannya wanita lagi ya ?, memang wanita jadi target utama karena umumnya wanita tidak melek IT, mereka awam mengenai keamanan akun, mencegah praktek phising terjadi.

    Kalau sudah terjadi, lantas pihak mana yg salah ?, lagunya sama semua, pengguna merasa tidak salah, padahal penggunalah yang berhasil terperdaya oleh hacker/penipu.

    Saya cuma berpesan agar menjaga sikap agar tidak berpotensi tersandung masalah hukum lain yg baru akibat kasus ini, karena kecenderungan menyalahkan semua pihak khususnya pihak Shopee dan BCA, bahkan nanti narasinya akan merembet menyalahkan Polisi.

    Saran saya, jangan hanya bisa menggunakan saja, pelajarilah cara mengamankan dan mencegah praktek hacking, itu penting, seperti kita berkendara sepeda motor kita juga harus tau gimana caranya safety riding.

    Mengenai gimana-gimananya si hacker dapat data, dsb, itu serahkan kepada penyidik Kepolisian saja, karena akan bikin otak kita mumet sendiri karena ketidakpahaman.

    Sabarlah, semoga kerugiannya digantikan berkali-kali lipat, dan dimudahkan menjalani kasusnya, karena ini namanya kesalahan sendiri karena bisa kecolongan, lebih bijak saja, agar kejadian serupa tidak terulang kembali karena sadar kalau ini kesalahan sendiri dan kedepannya akan instrospeksi diri dan meningkatkan lagi kesadaran dan kepahaman soal keamanan transaksi online.

    • 2 Mei 2021 - (21:54 WIB)
      Permalink

      Sebenarnya kamu bisa selamat seandainya kamu tau ilmu dasar-dasar keamanan transaksi online demi mencegah praktek phising, salah satu ciri situs phising adalah menggunakan domain alamat/URL yg tidak jelas dan tidak ada hubungannya dengan brand nama yg mereka catut, misal Shopee, mana ada Shopee pakai domain quizzory.com ?, kasus kemaren ibu hamil kena 54 juta pakai domain shopeeid.site yg ditutupi dengan link shorter bit.ly dan semacamnya.

      Padahal kita semua tau, domain Shopee yg resmi di Indonesia adalah shopee.co.id, dari ciri itu saja kita sudah tau bahwa ini tidak resmi, ini hacking, ini phising.

      Kamu bisa selamat seandainya tau satu dasar ilmu ini saja, mau si penelpon tau semua data kamu sekalipun, itulah pentingnya ilmu keamanan bertransaksi online, jangan hanya bisa belanja saja atau jualan saja, karena ini urusan duit kita, mengerikannya modus penipuan menggunakan fitur Fintech/Pinjol ini korban aslinya tidak punya duit sebanyak itu, tapi sebenarnya pinjem duit ke Fintech/Pinjol, si penipu dapat duitnya, korban yg bayar hutangnya, ini lebih mengerikan daripada saldo rekening digondol hacker.

      Maaf jika nada komentar saya menyalahkan korban, ini karena saya sayang, saya peduli, saya ingin korban belajar, dan orang lain yg tidak mengalaminya juga bisa belajar, agar tidak menyalahkan pihak lain padahal diri sendiri yg salah.

  • 2 Mei 2021 - (23:53 WIB)
    Permalink

    Lagi, lagi dan lagi. Jangan mudah tergiur dengan hadiah uang ataupun barang. Kalau ada pihak menjanjikan kita mendapat hadiah, langsung saja hadiahnya minta diantarkan ke rumah atau ke kantor . Jangan transfer-transfer an.

  • 3 Mei 2021 - (10:05 WIB)
    Permalink

    Pola penipuan yang sering dilakukan:
    1. Iming-iming bonus/hadiah/cashback (ini yg sering tergiur)
    2. Menggunakan kode nomor luar negeri (bukan +62)
    3. Menggunakan media WhatsApp.
    4. Meminta kode otp (ini yang sering teledor)
    5. Menyasar user perempuan (kalau dengar nominal bonus kebanyakan langsung gelap)

    Dari semua di atas benteng terakhir adalah kode OTP. Kalau sudah Anda berikan maka selesai sudah dan pelaku menari-nari sambil kuras saldo.

    • 3 Mei 2021 - (11:53 WIB)
      Permalink

      OTP ini pihak penyedia dalam hal ini Shopee dan BCA secara tegas melarang untuk memberitahukan kepada orang lain, tapi oleh si hacker dimanipulasi seolah tidak memberitahukan secara verbal atau tertulis, tetapi secara input/memasukkan kode OTP pada formulir isian yg disediakan hacker itu sendiri yg ironisnya hacker itu berpesan jangan dikasih tau kepada siapa pun termasuk dirinya, padahal formulir itu langsung ke si hacker.

      Dari peringatan ketika OTP dikirimkan oleh penyedia, maka penyedia sudah memiliki dasar yg kuat untuk tidak bisa disalahkan, maka kesalahan murni ada pada korban. Memang menyikapi kasus ini saya rada gk tega karena saya bersikap objektif dan netral maka mau tidak mau saya seperti menyalahkan korban, karena korban seperti menyalahkan pihak Shopee, BCA (Bank), bahkan narasinya merembet jadi menyalahkan/kecewa dengan pihak Kepolisian, padahal posisi korban adalah salah, kecolongan, lalu minta tolong ke pihak Shopee, Bank (Dalam kasus ini Bank BCA), dan Kepolisian.

      Jika korban tidak tegas diingatkan bahwa ini salah Anda sendiri, maka nanti tidak ada koreksi diri, tidak instrospeksi diri, merasa benar, sistemlah yang salah, maka kasus serupa bisa terulang lagi.

      Kepada kawan-kawan yg masih awam, mulai sekarang pelajari modus-modus penipuan dalam kasus ini metode phising yg dilakukan oleh hacker.

      • 3 Mei 2021 - (11:57 WIB)
        Permalink

        Sampainya para korban menulis SP disini semuanya bernada kecewa dan menyalahkan pihak penyedia dalam kasus ini adalah Shopee dan Bank BCA, itulah sebabnya mereka nulis SP, jadi mereka bukan sharing pengalaman yg sekarang dialami yakni kecolongan terkena phising oleh hacker, tapi melayangkan kekecewaan dan keluhan kepada pihak penyedia layanan, padahal kasus ini terjadi akibat kesalahan korban sendiri, saya khawatir tindakan itu akan menghasilkan kasus baru karena korban menyalahkan pihak penyedia layanan yg sebenarnya sistem keamanannya sudah sangat aman berstandar international, hanya saja korban (pengguna) yang awam teknologi sehingga bisa jadi korban phising oleh hacker.

        • 3 Mei 2021 - (12:20 WIB)
          Permalink

          Ini gan pendapat ahli IT seperti agan:

          https://katadata.co.id/yuliawati/digital/607647503a5f9/penipuan-berkedok-spinjam-shopee-ahli-it-soroti-sop-pencairan-dana

          Ngasih OTP, ngisi data di link Phishing, memang kelalaian korban karena penipu yg sudah lihai dalam memainkan psikologi korban dengan teknik social engineering. Tapi apakah penyedia platform tidak bisa menutup celah supaya ini tidak terulang kembali di masa yg akan datang? Celah yg sy maksud adalah pencairan dana SPinjam yg “real time”, inilah yg membuat penipu menargetkan para pengguna Shopee. Dari sekian banyak marketplace, kenapa para penipu hanya menargetkan para pengguna Shopee? Ya karena ada celah itu!

          Apa tidak bisa pencairan dananya dikasih waktu 1-3 hari misalnya? Atau jika dana pinjaman lebih dari 1 juta, harus diverifikasi manual misalnya? Dsb. Ada banyak cara untuk menutup celah SOP pencairan dana tsb.

          Selama celah itu masih ada, ya penipunya makin keenakan, karena merasa aman juga, gak bakal ditindaklanjuti ini.

          Berharap 100% pengguna internet ngerti masalah phishing dan OTP, ya itu sih namanya kondisi ideal yg utopis.

          Daripada agan blaming the victim terus, coba agan kasih saran dan masukan apa buat penyedia platform buat memperbaiki celah ini?

          Posisi konsumen itu lemah, karena dia sebagai individu yang berhadapan dengan korporasi besar. Sudahlah lemah, masih dipojokkan pula oleh sesama konsumen yg merasa lebih pintar seperti agan!

          9
          3
          • 17 Juni 2021 - (21:21 WIB)
            Permalink

            Betul sekali analisamu mas….

          • 20 Juni 2021 - (06:43 WIB)
            Permalink

            Anda benar sekali saudara Donny G….solusi yg sangat tepat….penjabaran yg panjang lebar Dan mengena pada permasalahan ini….in shaa Allah kalo dipraktekan ini bagus sekali…konsumen terlindungi berlapis…tidak diselonong begitu saja

  • 4 Mei 2021 - (04:15 WIB)
    Permalink

    Saya sudah menduga akan disebut menyalahkan korban, padahal tujuan saya baik, agar korban berbenah, korban nulis SP disini karena kecewa dengan sistem Shopee dan BCA yg sebenarnya sudah aman, security sudah top notch, tapi memang celahnya ada di sisi pengguna yg bisa diperdaya dengan metode phising. Makanya saya mengajak bukan berharap, agar pengguna yg baca komentar saya tau dan tergerak untuk belajar mengamankan diri mereka dari potensi phising, mungkin istilah phisng saja baru bagi mereka.

    Mengenai celah yg Anda maksud adalah dari sisi Fintech/Pinjol, ya untuk sekarang itulah Fintech, mengerikan !, sadari itu dulu, ketahui itu dulu, maka dari itu bekali diri kita dengan pengetahuan yg cukup agar akun kita tidak jatuh ke tangan orang lain.

    Saya mendukung upaya dan saran kepada OJK untuk meregulasi Fintech agar bisa dinonaktifkan jika terlanjur aktif, dan proses verifikasinya lebih manusiawi lagi, misalnya tidak perlu lah proses diperlama 1-3 hari kerja, tapi cukup pihak Fintech melakukan verifikasi secara real dengan cara menelpon kalau perlu video call dengan pengguna akun yg sah, sembari menunjukkan dokumen resmi di video call tersebut, menunjukkan KTP Asli misalnya.

    Bahkan kartu kredit saja menurut pengalaman saya dulu pinjem kartu kredit teman saya untuk beli aplikasi di Android Market (dulu banget) itu teman saya ditelponin pihak bank apakah benar melakukan transaksi tersebut ?

    Fintech saat ini mengutamakan kecepatan dan kemudahan karena itulah selling point mereka dibandingkan konvensional.

    Sistem apa pun pasti ada celahnya, dalam kasus ini celahnya ada pada Fintech yg prosesnya masih terlalu mudah urusan verifikasi, pengguna wanita yang umumnya awam soal teknologi.

    Baiklah jika saya dianggap sok pintar maka saya akan berhenti mengedukasi orang lain yg menganggap saya demikian, niat saya sejak awal adalah mengedukasi sesama konsumen, saya orangnya objektif, netral, salah ya salah, benar ya benar, siapa pun dia, dalam kasus ini sayang banget yg salah adalah korban.

    Anda jangan memihak buta kepada korban, terlalu naif.

    6
    3
    • 7 Mei 2021 - (06:56 WIB)
      Permalink

      Asa yang sudah menghubungi ojk, dan menurut ojk hanya shopeepaylater yg terdaftar. Lalu kasus spinjam ini bagaimana ya?

  • 4 Mei 2021 - (23:37 WIB)
    Permalink

    Sebentar sebentar. saya merasa ada yang janggal disini. sebenarnya saya tak cukup ilmu untuk menyampaikan, tapi semoga saja kalian pada sadar.

    oke, jadi beliau (korban) terkena dua kegiatan cyber crime. pertama phising, kedua social engineering. sebaiknya, sebelum para audiens sekalian menyalahkan pihak ketiga, dan membela sang korban, ada baiknya dulu menelaah kegiatan yang sebenarnya terjadi.
    pertama, korban terlalu percaya dengan iming iming yang mengatasnamakan keuntungan. wajar saja, pelaku menggunakan informasi pribadi akun miliknya sebagai penguat bukti bahwa pelaku memang berasal dari pihak penuduh.
    kedua, andai kata korban lebih cermat dalam menginvestigasi, tidak akan ada kejadian akun diambil alih. saya percaya sistem keamanan yang dibuat para pelaku ecommerce diindonesia udah top bgt, terbukti dari gelagat pelaku yang malah melakukan teknik social engineer terlebih dahulu untuk mendapatkan otp dibanding memanipulasi data yang udah didapatkan. imi berarti data pribadi seperti cc, vc, password, dan halhal yang berkaitan dengan keamanan akun pribadi telah dienkripsi dan membuat peretas tidak mampu mendecryptnya. istilah yg sulit? intinya, pihak shopee telah berhasil mengamankan data-data tsb agar meminimalisir kemungkinan peretas dapat langsung mengambil alih.
    ketiga, meskipun begitu, berkat keteledoran korban, dan iming iming keuntungan dari pelaku, korban akhirnya luluh. memberikan semua informasi yang sudah susah payah dijaga oleh keamanan pihak tertuduh.

    dari ketiga point diatas, saya ga serta merta nyalahin korban. terbukti pihak shopee juga lalai dalam mengelola data data para penggunanya sehingga para peretas mampu mengambilnya. meskipun data data terkait keamanan akun berhasil terenkripsi, namun data seperti informasi pribadi pemilik akun sudah pasti dapat dilihat peretas tanpa bersusah payah mendecryptnya. dan hal itu membuat peretas memiliki informasi yang menjadi nilai tambah agar sikorban percaya padanya.

    intinya begini, kalau saja korban lebih teliti dan bersikap lebih waspada. halhal seperti ini ga akan lagi terjadi. but, saya lupa kalau saya tinggal di indonesia.

  • 6 Mei 2021 - (10:34 WIB)
    Permalink

    saya prihatin dengan kasus mbak dan ini suatu informasi yang penting buat saya untuk lebih berhati-hati karena saya juga sering belanja di shopee dan buat kita semua agar tidak mudah percaya terutama yang mengatas namakan shopee, baiknya mbak minta bantuan ke keluhan konsumen yang mungkin bisa membantu permasalahan yang mbak hadapi.
    sekedar info bisa hubungi ke :

    Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
    Jl. Pancoran Barat VII No. 1 Duren Tiga – Jakarta Selatan 12760
    Telp. 021-7971378 Fax. 021-7981038
    E-mail: konsumen@ylki.or.id
    Website: http://www.ylki.or.id

    • 21 Juni 2021 - (03:50 WIB)
      Permalink

      Kejahatan itu tercipta karena ada NYA PELUANG….CELAHNYA BANYAK SEKALI DI SHOPEE…Ya ALLOH tolonglah kami yg dizolimi melalui PENEGAK HUKUM….

  • 8 Mei 2021 - (21:49 WIB)
    Permalink

    Teman saya pernah mengalami hal serupa, tapi di akun aplikasi lain.
    Sempat ditagih oleh debt collector ke tempat kerja.
    Akhirnya teman saya datang ke Polda membuat laporan di bagian cyber crime, disana nantinya diinterogasi terkait kasusnya dan diminta bukti print out akun transaksinya karena sudah ad kerugian. Akhirnya di bagian cyber crime diusut yg menggunakan akun transaksi dr luar kota. Nanti mba nya bs minta saran dr kepolisian terkait. Semoga selesai masalahnya

  • 20 Juni 2021 - (06:55 WIB)
    Permalink

    Kita mohon dgn sangat kepada Shopee unk mengembalikan uang saya Dan teman2 yg sekiranya uangx bisa balik akibat kena tipu…lebih baik itu yg diutamakan daripada mengadakan pesta2 yg menguras kantongx Shopee…kasihanilah sesama pastilah yg diatas Sana mengaaihimu

 Apa Komentar Anda mengenai Sistem Pencairan Dana SPinjam?

Ada 78 komentar sampai saat ini..

Akun Shopee Dibajak Penipu Hampir Puluhan Juta Rupiah!

oleh Dara dibaca dalam: 3 menit
78