Keadilan “Buta” dari Shopee

Saya sangat sedih dan kecewa atas pembekuan akun Shopee saya, nama toko: abcsablonprint, yang terjadi pada hari Selasa 2 November 2021. Dimana akun saya dibekukan secara sepihak oleh Shopee, dengan alasan manipulasi harga. Berikut ini kronologis kasusnya:

Pada tanggal 1 November 2021, saya baru menyadari bahwa akun status Star Seller itu (akun saya sudah Star Seller sekitar tanggal 25 Oktober 2021), akan memotong pendapatan kita sebesar 2% sebagai komisinya. Karena harga-harga bahan baku cup naik belakangan ini, maka saya perlu menyesuaikan harga-harga sablon cup saya di toko ABC Printing.

Kemudian saya menghapus promo harga coret (yang itupun hanya 2% diskon saja promonya) dan menyesuaikan harga, sesuai dengan keinginan saya (perubahan tidak terlalu jauh) serta tanpa ada harga promo coret lagi.

Esok harinya, sekitar pukul 5 pagi, saya mendapati bahwa akun saya sudah dibatasi. Saya segera langsung lapor ke email support Shopee untuk mengajukan banding. Saya memberikan data-data penunjang, serta mempertanyakan mengapa akun saya dibatasi dan meminta dibuka pembatasan tersebut.

Setelah beberapa jam melapor, saya mendapatkan balasan dari pihak Shopee. Tanpa tendeng aling-aling dan bagaikan petir di siang bolong, jawaban dari pihak Shopee sangat membuat saya sedih dan kecewa. Akun saya dibekukan selama-lamanya dan tidak bisa dipulihkan, dengan alasan melanggar ketentuan kebijakan dengan manipulasi harga.

Ya ampun gusti, ini yang saya sebut keadilan “buta” dari pihak Shopee. Dimana akun saya di-banned permanen, tanpa meninjau lebih jauh dan berkomunikasi dengan saya selaku pemilik usaha dan akunnya. Padahal tidak ada niatan saya sedikit pun atau terbersit pikiran untuk menipu customer atau siapapun. Yang ada di pikiran saya, hanyalah mengubah harga untuk penyesuaian, karena bahan baku naik, dan saya nonaktifkan promo coret, karena promo itu merupakan promo lama.

Reputasi toko saya bisa dilihat dari ulasan-ulasan customer di toko abcsablonprint yang sangat baik, dan kini tidak bisa diakses karena dibekukan. Customer puas dengan hasil serta kualitas produk yang bagus di toko saya dan harganya yang cukup murah, serta tidak ada unsur penipuan sama sekali. Sehingga toko saya pun dapat meraih badge star seller pertanggal 25 Oktober 2021 dengan tingkat chat 99% dan rating 4,8 – 4,9.

Itu semua saya dapatkan dengan benar-benar bekerja keras dan dari hasil keringat saya. Akun saya itupun terhubung dengan akun utama, yang biasa saya gunakan untuk melakukan pembelian barang-barang, ShopeeFood, serta sudah saya gunakan 2 tahun lamanya.

Di sisi lain, di dalam akun Shopee tersebut saya mengalami kerugian jutaan rupiah. Dimana terdapat pendapatan yang nyangkut di pesanan sedang dikirim dan selesai dikirim sebanyak 6 customer (berjumlah sekitar Rp1,7 juta). Juga pendapatan yang nyangkut di customer yang sedang dikerjakan dan akan segera dikirim bertahap sebanyak 10 customer, dengan total sekitar Rp4,5 juta. Padahal saya sudah membeli kebutuhan-kebutuhan customer untuk pesanan tersebut. Sungguh tega dan sadisnya keadilan “Buta” dari Shopee tersebut.

Sampai saat ini, sudah banyak cara yang telah saya lakukan. Mulai banding via email, mengadu di laman media sosial Shopee Care, berkomunikasi dengan live chat admin di aplikasi Shopee, dan bahkan sampai menelepon Shopee call center. Namun tetap saja hasil nihil yang saya dapat, dimana ujung-ujungnya, mereka hanya kembali meminta saya untuk mengirimkan permasalahan tersebut kepada email support Shopee, yang sudah saya dapatkan jawabannya sebelumnya bahwa akun saya di-banned permanen dan tidak dapat dipulihkan.

Berdasarkan hal tersebut, saya akan tetap memperjuangkan hak saya sebagai penjual sesuai pasal 4 UU Perlindungan Konsumen. Dimana Shopee haruslah tidak langsung main mem-banned akun tanpa melihat dan mendengar bagaimana masalah yang sebenarnya terjadi. Bahkan produk tersebut berdasarkan kebijakan Shopee sendiri seharusnya bisa diturunkan terlebih dahulu untuk ditinjau dan diperbaiki, bukan langsung menghapus akun toko secara brutal dan tanpa tendeng aling-aling.

Besar harapan saya dengan menulis di Media Konsumen ini, pihak Shopee dapat terketuk hatinya dalam memberikan keadilan “Buta” ini, serta dengan kebijaksanaan dan keadilan yang seadil-adilnya untuk membuka pembekuan akun saya yang terkena banned permanen karena miskomunikasi ini.

Terima kasih. Salam hormat saya,

Muhammad Adri Setyawan
Kota Semarang, Jawa Tengah


Update (7 November 2021): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi bahwa permasalahan telah diselesaikan oleh pihak Shopee:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Shopee:
[Total:88    Rata-Rata: 2.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

27 komentar untuk “Keadilan “Buta” dari Shopee

  • 4 November 2021 - (12:53 WIB)
    Permalink

    Dari notip shopee Saya lihat bkn masalah harga, katanya peningkatan reputasi penjual tdk layak, mungkin dugaan Saya ada beli followers dari pihak lain
    Kalau ubah harga ngak pernah ada masalah, Saya ada jualan di shopee juga sering ubah harga juga untuk penyesuain

    6
    4
    • 4 November 2021 - (21:43 WIB)
      Permalink

      Ayok ayok kita viralkan biar pihak shopee gak seenak nya melakukan pembekuan akun
      Bagaimana ya cara memviralkannya biar pihak shopee menanggapi

      3
      2
  • 4 November 2021 - (13:13 WIB)
    Permalink

    Kak, itu notif yang diterima pertamakali saat jam 5 pagi, kemudian saya sudah mengajukan banding ke cs shopee via email, dan diberikan informasi bahwa terkait manipulasi harga, dan saya sudah saya sampaikan seperti diatas yang saya tulis. Terkait peningkatan reputasi secara tidak layak, saya berani bersumpah dan banding dengan pihak shopee apabila saya mendapatkan reputasi dengan cara membeli followers, melakukan penipuan, fraud, dsb… Bisa dilihat dari followers akun toko saya tersebut yang hanya 60an, dan itu memang murni/organik datang dari shopee ads dan customer

    10
    1
  • 4 November 2021 - (14:40 WIB)
    Permalink

    seharusnya pihak shopee harus menijau ulang, karena memang dr ABC Printing tidak pernah melakukan tindakan2 yg mengakibatkan customer rugi. bahkann dr saya pribadi abc printing selalu bertanggung jawab kalo ada hasil sablon yg jelk pasti selalu diganti. mau itu 1 pcs aja yg rusak pasti langsung diganti ketika saya repead order lagi ke abc printing. itu salah satu contoh hal kecil yg saya tau, masih banyak lagi hal yg dilakukan abc printing untuk melanyani customer agar kami selalu puas dgn pelayanannya.

    12
    1
  • 4 November 2021 - (14:54 WIB)
    Permalink

    Yaaa ampunn, ini mah toko favorit kita untuk nyablon cup di Kota Semarang, kalau dari pihak kami, sebagai konsumen toko ini, abc printing merupakan toko yang benar-benar jujur dan dengan harga yang ramah di kantong, sebaiknya pihak shopee tidak semena-mena dalam memberikan pembatasan akun terhadap tokok ini dan toko-toko lainnya yang tidak bersalah, sepengatahuan saya, toko ini benar-benar ramai dan bagus ratingnya murni dikarenakan banyaknya customer yang menyukai dan memfavoritkan toko ini. Shame on you Shopee!

    13
    2
    • 4 November 2021 - (15:47 WIB)
      Permalink

      Semangat gan, perjuangkan terus kalo memamg yakin gak salah. Semoga akunnya bisa dibuka lagi

      5
      3
      • 4 November 2021 - (16:30 WIB)
        Permalink

        Saya perhatikan makin hari makin marak banned akun. E-commerce, ada dari Gopay, Ovo, Shopee, Tokpednya, Dana dan lainnya. Apalagi di e-commerce banyak penjual yang saldo nya tidak dikembalikan, ini aturan macam apa ? Semoga ada yg blow up masalah ini, dan harusnya pemerintah, Polisi, BIN, Bareskrim ambil tindakan. Kalau 1.000 penjual dikalikan akun saldo nya minimal 100.000 sudah berapa juta dan ada yg nominal nya puluhan juta. Jangan dibiarkan mereka melakukan aturan sendiri di negara ini.
        Sedangkan bank saja mau bekukan rekening itu banyak persyaratannya, laporan kepolisian dan lain-lain.

        LSM, DPR, LBH juga diharapkan banyak bergerak, selain Pinjol, E-commerce skr banyak merugikan, mereka maen digital dan menerapkan aturan sendiri.

        19
        1
    • 4 November 2021 - (19:32 WIB)
      Permalink

      saya sangat kecewa sama kebijakan shopee, tb2 akun toko langgananku dibanned tanpa sebeb yg jelas. padahal admin ABC PRINTING sangat ramah pelayanannya. Tolong dong kebijkannya dr pihak shopee untuk kembalikan akun ABC PRINTING

      7
      1
  • 4 November 2021 - (15:01 WIB)
    Permalink

    Saya GERAM sendiri bacanya, karena saya juga pernah berjualan di shopee dan kebanned tanpa alasan yang jelas. Lanjutkan kak perjuangannya!! jangan kasih kendor untuk mempertahankan hak sebagai konsumen!!!

    10
    2
  • 4 November 2021 - (16:32 WIB)
    Permalink

    UU Perlindungan konsumen hanya formalitas aja, nyatanya ga ada tindakan hukuman buat shopee, dijamin.

    10
    1
  • 4 November 2021 - (16:53 WIB)
    Permalink

    Kasusnya sama persis alasan dibanned juga sama. Tapi dana penjualan gak nyangkut kok, tetap bisa dicairkan jika pesanan selesai.

    Kalau saya jujur ada unsuralahan saya sih, yaitu minta teman untuk order produk dengan tawaran sadis, berharap produk terlihat terjual banyak. Yang seperti ini sepertinya banyak dilakukan seller Shopee untuk meningkatkan penjualan. Produk yang terlihat terjual banyak itu memang menarik buyer.
    Coba perhatikan jika ada toko dengan produk yang terjual banyak (ratusan/ribuan) tapi review hanya 1 atau 2 itu sudah pasti pakai cara seperti ini.
    Pada akhirnya saya harus jujur dengan menggabungkan produk toko yang kebanned dengan toko lama yang sekarang sudah star plus (tapi beda jenis produk). Pelan tapi pasti alhamdulillah laku keras juga akhirnya

    4
    6
    • 4 November 2021 - (17:08 WIB)
      Permalink

      Kak, terkait komenan kakak yang mengatakan bahwa “banyak orderan” agar terlihat menarik dimata konsumen.. saya klarifikasi yaa kak, agar kakak bisa paham dan mungkin banyak diluar sana yang belum teredukasi.. Begini, itu sablon cup harga satuannya memang segitu kak, misalkan dari 300-500/pcs, nah kan buyer membeli terserah buyer kak, mau beli 500 pcs, ataupun 1.000 pcs dsb, pernah melihat enggak kak yang jualan di shopee harga murah misal jual peniti harga 200 perak dan terjualnya ribuan? apa salah penjual kalau dibeli customer? apa salah penjual dan bisa mengatur kehendak bebas buyer untuk membeli barang kita? mohon akal sehat dan logikanya digunakan kak, kecuali jual laptop harga 500 perak, terjual ribuan kak, baru tidak masuk akal, kami kan jual sablon cup harga memang segitu kak, mudah2an kakaknya tercerahkan dari penjelasan saya, salam sukses dan hormat saya

      7
      1
      • 4 November 2021 - (17:25 WIB)
        Permalink

        Yang saya maksud itu toko lain, bukan toko yang menjual barang murah yang harganya cuma ratusan rupiah. Perlu diketahui, saya juga menjual blanko undangan seharga Rp. 300 / pcs. Saya bicara toko lain yang menjual produk dengan harga puluhan ribu / pcs nya. Ini banyak sekali saya temukan di toko fashion. Terjual 2 ribu, review cuma 2 atau 2 orang. Ini kan tidak wajar.

        1
        2
      • 5 November 2021 - (08:11 WIB)
        Permalink

        harusnya dibuat minimal order misal harga 100pcs bukan satuan kaya gitu sehingga terlihat tdk wajar (mengejar quantity utk boos rating) itu maksud notif shope

        1
        2
        • 5 November 2021 - (09:30 WIB)
          Permalink

          tapi dijelasin ngga sama shopee-nya, ngga khan, harusnya ada diskusi dulu, kasih peringatan dulu, dikasih penjelasan, diingatin T&C-nya klo emang ada, jangan langsung banned permanent, ini juga berlaku ke semua marketplace.

          Dan banyak yg marah karna keadilan ini tdk merata karna banyak toko nipu, fake, dan buruk lainnya (masih) dibiarkan.

  • 5 November 2021 - (02:05 WIB)
    Permalink

    Saya ga heran kak akunnya di banned permanen, shopee kan bisnisnya ngikutin amazon. Kalo ada produk seller yg laris dan bisa ditiru shopee sendiri ntar jualan kakak juga dihajar harga miring dari produk shopee sendiri. Emang otaknya shopee buat monopoli pasar. Manipulasi harga mah alesan aja pasti.

  • 5 November 2021 - (09:49 WIB)
    Permalink

    Kelakukan ini shopee

    Kalau ada dana ngendap
    disikat alasan pelanggaran.

    tuman ini shopee.
    beda dengan toko sebelah.
    mentang mentang shopee udah no.1 ya.

    2
    2
  • 5 November 2021 - (10:34 WIB)
    Permalink

    SMG ada titik terang dari pihak shoppie lewat MK ini akan segera terselesaikan secara damai. Terus perjuangkan hak anda tetap maju dan berkembang usaha Nya nti.. tidak harus lewat shoppie tempat lain banyak marketplace Nya

  • 6 November 2021 - (02:57 WIB)
    Permalink

    Saya sedang mengalami hal yang sama, hanya saja saya berjualan di shopeefood, akun di praud tanpa peringatan, menghubungi pusat bantuan agar bisa langsung komunikasi hanya di minta nama resto, ss bukti di tidak aktifkan, foto ktp dan alamat email, nanti akan di telusuri, setelah saya kirim, dan mereka tinjau hasil nya tetap tidak bisa di aktifkan dengan alasan dan penilaian yang tidak bisa mereka kasih karena kebijakan shopee dan yang lebih di sesalkan balasan email nya itu balasan robot, Jadi untuk apa saya menghubungi pusat bantuan kalau ujungnya tidak ada penyelesaian. seharusnya shopee memberikan peringatan dulu, minimal banned sementara, jangan langsung banned abadi. Saya baru ini memuat keluhan saya juga di media konsumen, semoga shopee dapat merubah sistem nya dan tidak merugikan lagi penjual penjual di shopee. Dan mudah mudahan shopee mau mengaktifkan kembali akun saya dan pedagang lain yang senasib.

    • 6 November 2021 - (10:53 WIB)
      Permalink

      Shope keras akun sy dulu cuma terdeteksi punya 2 akun sama sdr karna belanja transfer Bank yg sama langsung dibatasi dah ajukan banding pake ktp sama aja gak ada hasil padahal real belanja loh bkn tipu2 order fiktif

 Apa Komentar Anda mengenai Shopee?

Ada 27 komentar sampai saat ini..

Keadilan “Buta” dari Shopee

oleh Adri Setyawan dibaca dalam: 3 menit
27