Pembobolan Kartu Kredit Senilai 157 Juta Rupiah dengan Reaktivasi Nomor Ponsel yang Sudah Lama Hangus

Pada pagi hari tanggal 11 September 2024, saya membuka email dan terkejut mendapati empat notifikasi dari CIMB Niaga, yang memberitahukan bahwa saya telah melakukan transaksi di www.blibli.com dengan total sebesar Rp157.638.990. Berikut adalah rinciannya:

  • Tanggal 11 September 2024 pukul 20:59:27, sebesar Rp432.996.
  • Tanggal 11 September 2024 pukul 21:01:52, sebesar Rp28.971.998.
  • Tanggal 11 September 2024 pukul 21:04:39, sebesar Rp29.079.997.
  • Tanggal 11 September 2024 pukul 21:07:40, sebesar Rp99.153.999.

Segera setelah itu, saya menghubungi call center CIMB Niaga di nomor 14041. Saya menjelaskan masalah ini dan meminta customer service untuk memblokir kartu saya. Mereka memeriksa dan menyatakan bahwa transaksi tersebut aman karena menggunakan OTP. Ketika saya bertanya ke nomor mana OTP dikirim, mereka menyebutkan bahwa OTP dikirim ke nomor 0815*****, yang tercatat di sistem CIMB Niaga. Saya sudah lupa nomor tersebut, karena sudah tidak aktif selama 10 tahun.

Saya kemudian mengisi surat sanggahan yang draft-nya dikirimkan oleh pihak CIMB Niaga. Customer service CIMB Niaga juga membuat laporan agar tim CIMB dapat menyelidiki kasus ini.

Setelah itu, saya langsung menghubungi pihak Blibli dan meminta agar transaksi tersebut ditahan dan dananya tidak dilepaskan. Mereka memeriksa dan menyatakan bahwa dana sudah dilepaskan, tidak lama setelah transaksi dilakukan. Ketika saya menanyakan nama penjual dan pembeli, pihak Blibli menyampaikan bahwa mereka tidak dapat memberikan informasi tersebut, tanpa adanya laporan resmi dari pihak kepolisian.

Saya menghubungi pihak CIMB Niaga hampir setiap hari. Akhirnya, melalui telepon, saya diberitahu bahwa tagihan tetap dibebankan kepada saya. Saya pun mengajukan keberatan atas keputusan ini, dan customer service membuatkan laporan untuk investigasi lebih lanjut, yang akan dilakukan dalam waktu 3-5 hari kerja.

Pada hari Kamis, 19 September 2024, saya mengunjungi Gerai Indosat yang terletak di Tugu Monas. Customer service di sana membuka sistem untuk memeriksa nomor lama saya yang terdaftar di CIMB Niaga, yaitu nomor 0815****. Dari informasi yang muncul, terlihat bahwa nomor tersebut sebelumnya terdaftar atas nama saya dan sudah tidak aktif sejak 24 April 2015. Menariknya, pada 10 September 2024, nomor itu diaktifkan kembali oleh seseorang bernama “Isabella Tania”, hanya satu hari sebelum transaksi di Blibli terjadi. Saya meminta surat penjelasan dari Indosat, dan customer service dengan sigap memberikannya.

Setelah itu, saya mengirimkan pernyataan dari Indosat tersebut ke pihak CIMB Niaga melalui email. Pada tanggal 26 September 2024, pihak bank mengirimkan email yang menyatakan bahwa hasil investigasi telah selesai, dan tetap saja saya yang dibebankan atas transaksi-transaksi yang tidak saya lakukan. Saya merasa lemas, marah, sedih, dan sangat kecewa.

Dulu, saya memiliki rekening di bank CIMB dan sering melakukan transaksi seperti transfer dan pembayaran. Semua itu memerlukan PIN yang dikirimkan ke nomor ponsel baru saya, yaitu 0822*****. Pertanyaan saya:

  1. Kenapa OTP tersebut dikirimkan ke nomor ponsel lama saya, padahal CIMB sudah memiliki data nomor ponsel baru saya? Ini menunjukkan bahwa bukan kesalahan saya, melainkan ada masalah dalam sistem CIMB yang tidak terintegrasi atau tidak aman. Saya ingin penjelasan dari pihak bank.
  2. Bagaimana bisa ada hacker yang mengetahui nomor ponsel lama saya yang sudah tidak aktif selama 10 tahun, bahkan saya sendiri sudah lupa? Apakah ada kebocoran informasi dalam sistem data nasabah di bank?
  3. Mengapa tidak ada panggilan dari pihak CIMB ketika terjadi transaksi besar? Seharusnya, pihak bank mengonfirmasi jika ada transaksi dalam jumlah besar. Terlebih lagi, ketika saya menghubungi customer service CIMB untuk pertama kalinya, mereka mengatakan bahwa OTP sempat ditahan karena transaksi tersebut mencurigakan. Namun, mengapa pada akhirnya OTP tersebut dilepaskan?
  4. Saya telah menunjukkan bahwa nomor itu tidak lagi terdaftar atas nama saya dengan bukti dari Indosat, tetapi mengapa saya masih tetap dibebani tagihan atas transaksi tersebut?

Hana
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Pembobolan Kartu Kredit Senilai 157 Juta Rupiah dengan Reaktivasi Nomor Ponsel yang Sudah Lama Hangus”

No. 912/CB/MBCX/CC/X/2024 14 Oktober 2024 Kepada Yth: Mediakonsumen.com Up. Redaksi Surat Pembaca Dengan hormat, Sehubungan dengan surat Ibu Hana Christiani...
Baca Selengkapnya

98 komentar untuk “Pembobolan Kartu Kredit Senilai 157 Juta Rupiah dengan Reaktivasi Nomor Ponsel yang Sudah Lama Hangus

  • 2 Oktober 2024 - (21:29 WIB)
    Permalink

    Aneh ini, harusnya input no cc cvv dan exp kartu, baru mendapatkan otp, kalopun nomernya masih tersambung dgn yg lama haruanya no cc cvv dan exp sudah berubah, sebab rata2 umur kartu baik kartu debit maupun kartu kredit rata2 hanya 5th, sdgkan ini nomer sudah lama ga aktif tau2 aktif buat nerima kode otp,

  • 3 Oktober 2024 - (05:12 WIB)
    Permalink

    Sebagai pengguna kartu kredit CIMB Niaga Mastercard, saya pernah transaksi di merchant online senilai sekitar Rp15 jutaan (sekitar USD 1.000). Setelah masukin OTP yg benar, transaksi langsung ditolak dan beberapa saat kemudian ada telepon dari pihak CIMB Niaga yang mengonfirmasi apakah saya yg melakukan transaksi tersebut. Setelah saya konfirmasi, pihak CIMB Niaga mengatakan bahwa transaksi tersebut ditolak karena mencurigakan dan saya diminta untuk coba transaksi lagi setelah 1×24 jam. Besoknya saya coba transaksi lagi di merchant tersebut dan sukses.

    Artinya pihak bank punya sistem dan SOP untuk mendeteksi transaksi yang dianggap mencurigakan. Ini kartu jarang digunakan, terus tiba-tiba ada transaksi dengan nominal besar dan berturut-turut, kok bisa lolos yah? 🤔

    • 3 Oktober 2024 - (09:00 WIB)
      Permalink

      Sekedar cerita, saya punya rekening tabungan dan fasilitas kartu kredit di BRI. Saat saya mengganti no.hp saya di BRI untuk transaksi via app BRiMO, ternyata nomor hp penerima OTP saya tidak otomatis berubah mengikuti nomor baru tsb.

      Saya harus mengajukan perubahan nomor secara terpisah. Jd sepertinya antara tabungan dan bagian CC adalah dua entitas yg terpisah.

      Namun yg saya rasa agak aneh, jika memang nomor KK sdh lama diganti, pada saat CC kakak expired dan mendapat CC baru kan harus aktivasi CC nya, nah itu aktivasinya pakai nomor lama atau nomor baru?

    • 6 Oktober 2024 - (03:42 WIB)
      Permalink

      ane curiga pelaku adl ordal bang, alasanya yg hny tau database korban 10thn lalu siapa lagi. bs jg hacker lwt phising karyawan..artinya Bank jg hrs memberikan perlindungan thd nasabahnya g bs dong lepas tgn g mau rugi skalipun transaksi itu legal..ttp sj bank jg salah melakukan transaksi uang gede tdk konfirmasi via telp kpd nasabah..soal nomor itu setau saya nomor lama yg sdh terblokir mk harusnya dia kan proses Reg pemilik baru, kk baru, id baru..masak gak jeli ngasih otp

  • 3 Oktober 2024 - (07:42 WIB)
    Permalink

    hebat juga 10th data lama berarti sudah 2x ganti kartu baru, ccv baru, kalo bukan bocor kartu baru nya. ngeri sekali..pemilik limit diatas 100jt.

  • 3 Oktober 2024 - (11:25 WIB)
    Permalink

    Sebelumnya turut prihatin atas kejadian yang menimpa anda.
    Pertama si TS bilang kalau buka email tanggal 11 September pagi hari mendapatkan notifikasi penggunaan Kartu kreditnya? Padahal di bukti yang TS Lampirkan transaksi di lakukan pada tanggal 11 September di malam hari.
    Kok bisa.?
    Kedua Setau saya untuk menggunakan opsi pembayaran di market place itu wajib mencantumkan nomor kartu kredit dan CVV sedangkan kartu ada di TS lalu si pembobol itu tau darimana nomor kartu kredit dan CVV nya..?
    Ketiga saya yang jualan di market place termasuk di Blibli bahwa dana penjualan tidak mungkin bisa ditarik setelah transaksi berhasil karena dana saldo hasil penjualan baru masuk ke saldo wallet kita H+1 itupun jika dihari kerja kalau bukan hari kerja misal transaksi Jumat, Sabtu dan Minggu maka uang hasil penjualan baru masuk di hari Senin.

    • 3 Oktober 2024 - (14:08 WIB)
      Permalink

      maaf, itu kesalahan ketik harusnya 12 september pagi saya lihat emailnya.

      Ya, pihak blibli tolong bantu jelaskan bagaimana dengan pelepasan dana ini ya, kenapa bisa dana sudah dilepaskan cepat ?

      • 3 Oktober 2024 - (15:21 WIB)
        Permalink

        Segera lapor ke polisi kak minta surat buat paksa pihak Blibli buka riwayat transaksinya.
        Tapi menurutku itu bukan transaksi pembelian barang atau top up saldo wallet maupun game namun itu yang bobol kartu kredit cuma gunakan Blibli sebagai pembayaran e invoicing aja jadi jika pihak Blibli bilang dana sudah diteruskan ke pihak lain setelah transaksi berhasil ya itu bener sih dan pasti si pembobol udah pro itu untuk mengaburkan transaksi..
        Cuma yang saya pikirkan bagaimana caranya si pembobol tau nomor kartu kredit, CVV sama tanggal/tahun kadaluarsa kartu kredit anda.?
        Karena itu wajib pakai jika transaksi online

  • 3 Oktober 2024 - (15:31 WIB)
    Permalink

    Saya update kasus ini ya:
    Ketika artikel ini keluar, pihak blibli langsung telpon saya namun mereka masih perlu laporan polisi untuk memberitahukan informasi transaksi yang dilakukan diblibli.

    Lalu pihak IM3 (Indosat) juga langsung telpon saya dan klarifikasi lalu investigasi dilakukan oleh internal mereka. Pada hari ini, 3 Oktober saya dihubungi kembali oleh IM3 lewat wa bahwa Surat Pernyataan sedang dalam koordinasi dibuat oleh tim IM3.

    Namun sampai sekarang, tidak ada sama sekali dari pihak Bank CIMB yang menghubungi saya

    • 3 Oktober 2024 - (16:07 WIB)
      Permalink

      sebenarnya apabila menelaah kasusnya
      pihak Indosat ini satu2 nya pihak yang paling apes yang tercatut dalam kasus ini
      karena nomor recycle ini sudah lazim dilakukan oleh semua operator selular

      yang jadi concern ini adalah ecomm & pihak Bank nya
      untuk menyimpan CC di ecomm, harus menggunakan nomor CC, Expired date, dan CVV
      setelah itu semua diinput, biasanya membutuhkan OTP

      nah yang jadi pertanyaan, bagaimana caranya bisa mengetahui 3 poin info CC itu ?

  • 3 Oktober 2024 - (16:15 WIB)
    Permalink

    Untuk hal seperti ini harus ditangani serius dan profesional, sangat mengerikan apabila terjadi pada nasabah dan dibebankan ke nasabah, harusnya pihak bank memiliki sistem keamanan yang extra untuk menghindari adanya kejadian seperti ini, mari kita kawal terus masalah ini dan kita liat bagaimana proses penyelesaian dr pihak Bank, sebagai pemilik kartu kredit juga saya sangat khawatir dan prihatin atas kejadian ini..

  • 3 Oktober 2024 - (19:09 WIB)
    Permalink

    sepertinya sy tau apa yg terjadi:
    1.pencuri beli nomor, lalu coba login ke berbagai ecommerce dgn nomor yg didapat, berharap nomor yg dibeli adalah recycle nomor yg uda ngga dipake lg tp masih nyangkut di suatu tempat. disini biasanya bisa forgot password utk kemudian kirim otp. ga masalah krn memang pegang nomornya.
    2.pas bisa login, pencuri cek kartu kredit yg terhubung di akun tersebut. kl kebetulan ada, pencuri hanya tinggal nebak cvv krn nomor kartu ud tersimpan, lalu kl expired tinggal ubah kelipatan 5 tahun. pengalaman sy, kl ganti kartu krn expired, nomor 16 digitnya tetap sama, hanya beda expired dan cvv.
    3.tebak2 cvv. mungkin disini kenapa di trx pertama itu nominalnya kecil, spy kl salah cvv ngga ditelepon bank. sy tidak tau apakah di cimb itu kl salah cvv berapa kali akan di blok. kl ternyata tidak diblok, mungkin bank harus berpikir utk blok kartu jika salah cvv sampai 3x.krn nebak 3 digit jg mestinya sulit, butuh waktu dan test berkali-kali

    Pelajaran berharga untuk kita semua:
    1.nomor hp yg sudah pernah link ke rekening ato kartu kredit sebisa mungkin ngga diganti. kalaupun harus diganti, mesti pastikan sudah unlink dari semua akun2 yg terhubung nomor yg mau diganti tsb.
    2.kartu kredit kl mau dikeep kudu sesekali di transaksikan, mungkin pas mau ada tagihan annual fee jd toh bs sekalian minta waive. hehe.. kl ga mau dikeep mending ditutup dan jangan lupa minta surat penutupannya.

    semoga ada jalan keluar terbaik untuk TS.

  • 3 Oktober 2024 - (21:16 WIB)
    Permalink

    Halo kak;
    1. Nomor yg sudah tidak aktif emang faktanya bisa dijual belikan dan dipakai sama orang lain (biarpun nomor handphone itu masih terdaftar a/n pengguna lamanya dan bisa dipantau di getcontact dsbg.
    Jadi memang saran, kalau nomor mau gak dipakai lagi, akun² yg nyambung harus diputuskan (seperti mbanking, nomor terkait kartu kredit, dsbg).
    Ini agak repot betul, tapi wajib untuk mengamankan. Karna kalau udah kebobolan apalagi limit kartu kreditnya (atau saldo rekeningnya) besar gini, yg dirugikan & repot pasti pengguna kartu kredit/rekening bank-nya.

    2. Ada faktor keteledoran dari pihak bank juga. Sy pernah pengalaman dgn kartu kredit bank HSBC. Dan biarpun limitnya gak sampai 100 juta begitu, pas ada transaksi lumayan besar aja pihak bank-nya telfon konfirmasi dulu ke nomor handphonenya.
    Memang kalau gak diupdate tetep bs pihak penipu yg pakai nomor baru itu (karna udah bertahun2 gak dipakai) bisa ngaku2 sebagai kakak sih. Jadi akhirnya kebobolan juga. Maka dari itu, sekali lagi wajib mau repot update pengkinian nomor hp yg aktif.
    Karna pihak perbankan dan kredit (seperti cc atau loan) itu beda divisi.

    Semoga bs cepet selesai mslhnya.
    Dan dibanding bayar 100 juta korban ditipu gitu, mungkin masih lebih baik bayar lawyer untuk bantu selesaikan. Msh bs gak sampai 100 juta fee-nya.
    Dan lebih hati2 ya

    • 3 Oktober 2024 - (22:34 WIB)
      Permalink

      Atau ada 2 alternatif:
      Kalau kaka msh mau pakai cc bank niaga dgn limit 100jt++ itu, misal untuk usaha/bisnis, harus diusahakan dapat potongan atas kesalahan kakak (karna tidak update nomor ke pihak bank bagian CC),

      Tapi kalau untuk sementara waktu kaka bisa abaikan si CC niaga itu dan gak dipakai, juga kaka gak perlu riwayat kredit baik untuk ajukan CC atau loan ke bank/pinjol/pinjaman resmi,
      bisa diabaikan aja tagihan itu. Kalau sampai didatangi DC, tinggal sampaikan kronologinya. Minta bantuan ke DC dan pihak bank kalau ada yg telfon untuk kalau bisa hapus transaksi ini, kalau gak bisa nego. Minta potongan keringanan. Tagihan CC yg ngaret lama bisa setahun atau lebih umumnya akan diberi diskon keringanan.

      Tinggal kaka itung2 aja enaknya bagaimana.
      Sekali lagi di kasus ini, 2-2nya salah ya kak. Kaka salah karna gak update pengkinian nomor handphone yg terlink ke CC itu, dan pihak kredit Niaga jg salah kalau gak konfirmasi pemakaian dlm jumlah yg besar ke nomor telefon kaka.
      Semoga cepat beres & kita semua belajar dr kesalahan ini.
      Dan nomor gak aktif itu statusnya pasti akan dijual ke user lain, apalagi kalau udah sampai lewat masa tenggang.
      Itu hak si perusahaan kartu perdana untuk dapatkan user baru yg akan bertransaksi jg dgn nomor inactive itu

  • 4 Oktober 2024 - (04:08 WIB)
    Permalink

    Kasus fantastis ini… Gak jauh2 orang terdekat dan tau no CC kartu nya sama tau no CC tersebut terhubung ke nomor hp apa…

    Klu pun jaringan hacker menurut saya sulit cr data nasabah bank pakai nomor apa yg terhubung, semoga lekas selesai jalan keluarnya tidak merugikan korban dan bank

  • 4 Oktober 2024 - (05:46 WIB)
    Permalink

    Wah saya juga udah lama gak pake CC CIMB nah pas kemarin mau pakai beli barang di Tokopedia pembayaran menggunakan CC CIMB, kan itu CC udah tersimpan di akun Tokopedia saya ketika mau pembayaran tinggal masukkan aja 3 nomor CVV, eh pas pengiriman OTP kok aneh bisa ke no HP yg ujungnya gak saya kenal, padahal dulu setiap pengiriman OTP ke nomor saya, akhirnya saya batalkan dan hapus CC di Akun Tokopedia saya, kok bisa pengiriman OTP jadi rubah ke nomor yg gak diketahui sama sekali

  • 4 Oktober 2024 - (09:12 WIB)
    Permalink

    Ini juga kejadian di saya, tapi case nya hp hilang, dan engga segera saya urus nomornya sampai kurang lebih 1 bulan karena pengen tau lokasi maling nya dimana. Begitu ketauan lokasi maling dimana, 2 hari kemudian saya langsung ke GraPARI dan Tri untuk menonaktifkan nomor.

    6 bulan kemudian saya disamperin DC pihak ketiga kredivo, gopay pinjam, dan spinjam karena ada pinjaman nunggak dengan total sekitar 15 juta, ke rekening bank tabungan yg emang udah ga aktif lagi ATM nya (hanya m-banking saja).

    Udah mengajukan komplain di bank dan di aplikasi kredit, tp responnya sama sekali ga memuaskan, alasannya setiap resiko keamanan menjadi tanggung jawab pribadi. 🤣

    Yaudah saya nyerah.

    Herannya maling sekarang pada canggih-canggih.

  • 4 Oktober 2024 - (18:27 WIB)
    Permalink

    Kalo dari yg gw baca cerita TS dan bbrp komenan. Ini fix ada permainan orang dalam bank.

    Logikanya gini, kalo ada orang dekat TS yg pinjem atau foto CC nya, kok dia bisa tau CC itu terhubung ke no lama 10 tahun lalu?

    Atau kalau misalnya yg ngelakuin adalah orang yg beli data nasabah di deepweb. Gimana caranya itu orang bisa ngubah OTP di sistem bank dikirim ke no lama?

    Juga komentar dari Gendis yang bilang kalo dia punya kasus di CIMB jg dan udah update no ke no baru tapi pas ada transaksi tetap OTP dikirim ke no lama. Dan pas konfirm ke CS dibilang no memang sudah terupdate. Berarti kan sistemnya ada bug.

    Sama kaya kasus gw sama Citibank dulu. Gw punya email yahoo yg dah lama gw punya. Semua tagihan dan promo bank dikirim ke email yahoo itu.

    Tiba2 ada 1 momen dimana tagihan gw gak muncul2 dan gw tanya, ternyata harus download e-statement nya manual ke web bank nya. Ribet banget kan. Gw bilang tagihan kenapa gak masuk ke yahoo gw? Padahal dulu2 lancar2 aja. Tapi promo2 tetep masuk ke yahoo gw. Kan aneh.

    Akhirnya gw ngalah karena males download tagihan dari web bank nya, jadi gw kasih gmail gw. Jd nya tagihan dikirim ke gmail, dan promo dikirim ke yahoo.

    Katanya email yahoo gw terblokir sama sistem pengiriman tagihan Citibank. Kan kocak. Bank laen aman2 aja kok.

    Jadi sekelas bank besar, sistem nya jg banyak yg bobrok

  • 4 Oktober 2024 - (18:34 WIB)
    Permalink

    Waduh bacanya aja nyesek banget, mungkin ada orang dalam yang bisa sampai tau semua data2 kk, setau saya kl cc dipakai belanja online, selain harus masukin 16 digit cc, 3 csv dan terakhir kirim 6 digit otp, pertanyaan saya kl org itu anggaplah tau dan aktifin no hp lama kk, kok dia bisa tau no cc dan csv kk juga ya? Kemungkinan Kk sudah punya akun blibli dengan no cc dan csv yg sudah terdaftar disitu jd pas transaksi tinggal send otp dan lgs fatal. Harusnya provider tidak boleh aktifin nomor2 lama dan menjualnya kembali krn banyak skr online shop atau medsos cukup pakai nomor hp tersebut untuk login, dan kirim otp jg ke nomor tersebut…otomatis bobol lah akun2 orang lain.

  • 4 Oktober 2024 - (19:22 WIB)
    Permalink

    Jangan mau bayar tagihannya bu, karena kesalahan jelas ada di pihak bank. Knp otp dikirim ke nomor hp lama nasabah padahal nasabah jelas sudah mengganti nomor hp. Keamanan CIMB patut dipertanyakan.
    Ini masih bisa banget diusut, asal dpt polisi yang bener mau bantuin. Bikin laporan kepolisian, minta pihak blibli membuka identitas penjual dan pembeli. Semoga menang kasusnya ya bu

    • 4 Oktober 2024 - (20:19 WIB)
      Permalink

      Kalau saya perhatikan pernyataan diatas, untuk kartu kredit masih menggunakan no hp lama, sedangkan kartu debit sudah update pakai nomor baru,… coba perhatikan lagi kata2nya kak..

  • 5 Oktober 2024 - (16:39 WIB)
    Permalink

    jangan bayar tagihannya, usut sampe tuntas. ini seperti ada permainan orang dalam krn saya punya temen dulu juga kena kasus cc nya digunakan pihak lain dan setelah bbrp lama diusut akhirnya ketauan kalo yg gunakan sales dr bank yg bersangkutan.

  • 6 Oktober 2024 - (02:42 WIB)
    Permalink

    Agak aneh sih

    Tapi semoga penulis benar

    1. Hp tidak aktif 10 tahun
    2. Kartu kredit tidak pernah dipake terakhir 2022, transaksi Abnb memang tidak perlu otp mungkin benar dia lupa ganti nomor hp ke kartu kredit
    3. Biasanya orang “terlalu” banyak uang memang tidak begitu aware dengan keuanganya
    4. Orang itu tahu pasti nomor kartu masa berlaku dan cvv, dilihat dari kondisi keuangan mungkin anda punya orang kepercayaan seperti asiaten pribadi, selain itu keluarga atau orang yang benar2 dekat sampai bisa buka keadaan finansial.
    5. Mungkin benar kebocoran data di pusat sata nasional ini dampaknya

    Semoga bisa ada jalan keluar

  • 7 Oktober 2024 - (07:42 WIB)
    Permalink

    Itu sering ka para penipuan kartu kredit itu suka orderanya di gudang blibli cawang dewisartika..
    Sengan nama dan no tlp berbeda2.tapi penerimanya y itu2 aja orang2nya.
    Yg biasa nerima barangnya preman2 bayaran mereka.
    Kebetulan saya driver ojol yg biasa mangkal di sekitaran gudang blibli cawang.klo gk di tlp dri pihak blibli tentang penipuan mah driver nganterin aja..
    Hampir setiap hari itu mereka belanjainya di situ.

  • 7 Oktober 2024 - (08:01 WIB)
    Permalink

    setahu saya ini harus ada peran dr provider juga karena mereka juga kena tipu (ibaratnya mereka yang mengaktifkan kembali no lama tsb)
    susah nya ini krn OTP dikirim ke no HP yang terdaftar sbg nasabah pembuktian nya akan di butuhkan sampe proses pengadilan, benar ini seharusnya di dampingi orang yang mengerti hukum

    semoga lekas selesai kak permasalahannya

  • 11 Oktober 2024 - (06:31 WIB)
    Permalink

    Kok bisa ya, Indosat Mengakui itu nomor 2015 sudah tak aktif.
    Terus kok bisa aktif kembali?
    Apakah ada orng dalam indosat yng ikut bermain? Kenapa nomor yang sudah tak aktif didaur ulung kembali?
    – Lakukan pengkinian data di semua Bank jika nomor kamu tdak aktif,
    -Divisi kartu kredit dan Kartu Debit Biasa itu beda, jadiharus per Jenis kartu dilakukan pengkinian data.
    -Pentingnya buat perbankan untuk menghikangkan 1 digit angka dari 16 digit di kartu dan 1 digit hanya kita yang tau di kepala kita, ini sudah dilakukan oleh BANK BNI, nomor kartu kita 15 digit satu lagi harus telpon BNI dulu baru dikasih tau, jadi jika kartu hilang org tidak tau satu angka itu dimana letaknya
    -Harusnya Jika ada surat dari indosat itu dan keberatan kita di Penuhi dan memang sah bukan milik kita, kenapa pihak Bli bli ga mau kasih data dengan bukti dari Porvider,
    -Bukti dari indosat sudah sangat Cukup buat Cimb Untuk memastikan Pelaku bukan kita,
    – kenapa Cimb bilang wajib bayar?
    Karena data kita kita yang jaga,itu murni kesalahan kita, karena pda saat Pembuatan kartu itu ada perayaratn kita tanda tangan.
    -pihak Cimb mungkin saat ini lagi investigasi, jika memang benar pelakunya adalh orng lain, maka pihak cimb pasti akan menangkap pelaku dan mintai keterangan dari dia dan juga pihak Blibli dan indosat.
    -Jika terbukti maka Ojk akan membekukan banking dia , dan yg nyaman apabila uang nya sudah tarik tunai.
    -Opini saya yang paling bertanggung jawab akan hal ini adalah indosat, kenapa kartu yang sudah non aktif bisa diaktifkan kembali?
    Kartu bisa diaktifkan jika Pelanggan datang dan bawa kartu fisik ke indosat,dan verifikasi yang ketat
    -saran saya
    1.jika kartu non aktif silahkan aktifkan ke kantor provider anda
    2.jika tak bisa diaktifkan, semua akun mulai dari banking dan akun media sosial, silahkan langsung lakukan update data
    3.Kedepan Pastikan Simpan Nomor Hp di Email jangn di Kartu SIM, karena jika Nomor SIM jatuh nomor kontak kita semua bisa di curi.
    4.selalu lakukan Keamanan Dua lapis buat semua akun anda
    5.Hapus salah satu angka Debit anda dikartu untuk menghindari misal kartu hilang atau di intip teman teman saat transaksi
    6.usahakan Matikan Fitur transaksi jika siap transaksi,
    7.buat Batasan Maksimal belanja di akun kredit anda 100/hari dan jika mau transaksi besar non aktifkan pengaturan, dan siap transaksi kembalikan ke setelan awal
    Repot sih tapi demi Keamanan uang kita,

    Semoga kita semua dijauhkan dari orang orang jahat.

  • 7 November 2024 - (09:37 WIB)
    Permalink

    saya turut prihatin bu atas masalah yang dialami. saya juga barusan jadi korban pembobolan CC tapi nominalnya masih bisa saya sanggupi, saya anggap uang hilang karena memang saya tidak sadar dan teledor menyebutkan data pribadi ke scammer nya. semoga masalah ibu ada titik terang dan solusi terbaik, kalau pun tidak semoga jadi sedekah dan pahala untuk ibu dan digantikan rejeki yang lebih banyak

    • 20 Agustus 2025 - (21:35 WIB)
      Permalink

      Saya sudah update ya kakak di kolom komentar, silahkan dicek. Semoga kasus kakak cepat selesai dan kk tidak menjadi korban.

  • 20 Agustus 2025 - (21:34 WIB)
    Permalink

    Halo, saya update kasus ini ya.
    Setelah tulisan ini dipublish, saya laporkan masalah ini ke ojk (melalui online saja). Lalu pihak bank cimb harus respon dalam waktu maksimal 10 hari kerja. Beberapa hari setelah pelaporan ke ojk ini, cimb niaga menghubungi saya dan menyatakan bahwa tagihan rp157juta dibebaskan dari tagihan kartu kredit saya. Terimakasih semua pihak-pihak yang telah membantu yaitu Indosat, Cimb niaga terlebih kepada Mediakonsumen dan semua yang sudah memberikan komentar-komentar.

 Apa Komentar Anda?

Ada 98 komentar sampai saat ini..

Pembobolan Kartu Kredit Senilai 157 Juta Rupiah dengan Reaktivasi Nomo…

oleh Hana Christiani dibaca dalam: 2 menit
98