Keluhan Surat Pembaca Jenius Tetap Mengenakan “Overlimit Fee”, Walaupun Sudah Ada Pembayaran 5 Februari 202517 Februari 2025 Christopher Suteja 7 Komentar Bank BTPN, Bank SMBC Indonesia, Biaya overlimit kartu kredit, Billing Cycle, Billing Statement, Billing System, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Denda, Jenius BTPN, Jenius SMBC, Kartu Kredit, Kartu Kredit Jenius, Kartu Kredit Jenius BTPN, Limit Kartu Kredit, Limit Tagihan, Overlimit, Pembayaran tagihan, penghapusan denda, Peralihan unit bisnis Bank BTPN ke Bank SMBC Indonesia, Tagihan kartu kredit, Tanggal jatuh tempo tagihan Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya adalah pengguna Kartu Kredit Jenius dengan nomor 4378-96**-****-**76. Pada tagihan cetak tanggal 24 Desember 2024, saya dikenakan biaya Overlimit Fee sebesar Rp200.000. Padahal, limit kartu kredit saya adalah Rp45.000.000, dan total tagihan saya setelah dikurangi sebagian pembayaran hingga tanggal 24 Desember 2024 seharusnya hanya Rp44.807.829. Namun, Jenius tetap menganggap saya melebihi limit meskipun telah menerima sebagian pembayaran pada tanggal 17 Desember 2024. Saya telah menghubungi Jenius melalui live chat pada tanggal 28 Januari 2025 pukul 10.53 WIB (a.n. Helen) dan juga melalui call center di nomor 1500365 (sebelumnya sudah pernah) pada hari yang sama. Saya meminta penghapusan Overlimit Fee yang seharusnya tidak dikenakan. Namun, jawaban dari CS baik melalui live chat maupun call center tetap sama: saya dianggap telah melebihi batas pemakaian. Padahal, berdasarkan perhitungan sebenarnya, saya tidak melebihi limit karena telah melakukan sebagian pembayaran di tengah periode tagihan. Sayangnya, Jenius hanya menghitung jumlah pemakaian tanpa memperhitungkan pembayaran yang telah saya lakukan. Di lembar tagihan tercetak, tanggal pembayaran dan tanggal pembukuan tercatat sama, sehingga tidak mungkin Jenius terlambat menerima pembayaran saya. Saya sudah menjelaskan hal ini kepada CS baik melalui live chat maupun call center, dan meminta mereka menghitung ulang total pemakaian dikurangi pembayaran yang telah saya lakukan. Hasilnya jelas menunjukkan bahwa saya tidak melebihi limit. Namun, mereka tetap bersikeras bahwa sistem mereka telah mencatat saya sebagai over limit, tanpa bisa menjelaskan mengapa pembayaran saya tidak diperhitungkan. Yang lebih membingungkan, pada tagihan cetak baru tanggal 24 Januari 2024, saya kembali dikenakan Overlimit Fee sebesar Rp200.000. Padahal, total pemakaian saya bulan Januari hanya Rp1.057.052, dan sisa limit kredit saya masih Rp44.872.948. Ketika saya menghubungi CS, mereka menjelaskan bahwa transaksi sebesar Rp57.052 sebelum tagihan bulan sebelumnya lunas, dianggap sebagai over limit. Sekali lagi, mereka tidak mempertimbangkan pembayaran yang telah saya lakukan. Saya sangat heran dengan cara perhitungan sistem Jenius ini. Sebagai pengguna setia Jenius, saya meminta kepada Bank BTPN (Bank SMBC) selaku penerbit Kartu Kredit Jenius untuk meninjau kembali pemberlakuan denda terhadap nasabah setianya. Selain itu, sistem Jenius seharusnya dapat menolak transaksi yang melebihi batas limit, agar nasabah tidak dikenakan biaya Overlimit Fee. Sebagai perbandingan, kartu kredit dari bank lain akan secara otomatis menolak (decline) transaksi yang melebihi limit, sehingga tidak pernah terjadi transaksi over limit. Christopher Tangerang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Abo Cah5 Februari 2025 - (12:49 WIB)Permalink sekarang ane percaya kalo ada yg bilang “perbedaan jenius dan ***** itu hanya setipis kertas” saran buat btpn, ganti nama cc ente jadi kartu kredit ***** viralkan dan laporkan ke OJK Login untuk Membalas
Windu5 Februari 2025 - (23:39 WIB)Permalink Kartu kredit mencatat pemakaian sebelum cetak tagihan dimanapun bank kartu kredit itu berasal tetap perhitungan begitu. Yang tercatat pemakaian limit sebelum cetak tagihan, harusnya pemegang kartu kredit hrs memperhitungkan limit yg di pakai sebelum cetak tagihan, Walaupun melakukan pembayaran di tengah jalan itu tidak akan menghapus limit pemakaian kartu kredit sebelum cetak tagihan 1 1 Login untuk Membalas
Christopher SutejaPenulis artikel10 Februari 2025 - (08:11 WIB)Permalink Maap sy mempunyai cc dari beberapa bank berbeda dan setiap x pembayaran di tengah akan terhitung sebagai pembayaran dan dengan demikian tidak pernah melebihi limit, baru Jenius yg begini. Boleh tahu selain Jenius kaka masih menggunakan cc bank lain apalagi yg demikian jg sistemnya? Login untuk Membalas
Kin10 Februari 2025 - (15:48 WIB)Permalink Memang perhitungan overlimit fee jenius ini sangat membingungkan dan menjebak. Beda dengan CC lain. Saran saya segera tutup saja KK ini bang. Live chat tidak berguna, sedangkan kalau live call sulit minta ampun berbelit2. Login untuk Membalas
Christopher SutejaPenulis artikel12 Februari 2025 - (07:58 WIB)Permalink Iya live chat nya kurang bermanfaat, dan setiap 1 menit aplikasi Jenius nya menanyakan apakah masih mau lanjut chat apa tidak, jika tidak direspon akan ditutup, sgt aneh. Padahal balasan dari live chatnya jg sangat lama. Bagian lain yg perlu ditingkatkan yaitu Jenius seharusnya menyediakan layanan email spy penyampaian pesan dari customernya bisa lebih jelas. Login untuk Membalas
Rudy Pradana19 Februari 2025 - (11:37 WIB)Permalink Alhamdulillah baru lepas dari jenius Login untuk Membalas
Tes4 September 2025 - (07:35 WIB)Permalink Sistem overlimit fee di cc jenius ini jadi salah 1 cc terburuk yg pernah saya temui 1. Saya sengaja turunkan sementara limit cc saya untuk alasan keamanan, padahal limit aslinya lebih besar. (Misal: limit asli 10jt, lalu saya setting menjadi 5jt). Tapi saat transaksi melewati limit yang saya buat sendiri (>5jt), tetap terkena overlimit fee. Niat mau proteksi diri sendiri malah dikenakan overlimit fee. 2. Ga ada peringatan sebelumnya kalau transaksi sudah lewat batas. Mau transaksi lalu declined. Namun tetap aja terkena overlimit fee. Setiap mau transaksi jadi harus cek dan hitung2 dulu. Merepotkan Login untuk Membalas