Penyalahgunaan Akun Tokopedia Berdampak pada Tunggakan Tagihan GoPay Later

Assalamu’alaikum wr. wb.

Perkenalkan, saya Intan, domisili Lamongan, Jawa Timur. Saya ingin mengajukan keluhan terkait munculnya tagihan GoPay Later via Tokopedia padahal saya tidak melakukan transaksi apa pun.

Begini kronologinya.

Senin, 24 Maret 2025. Muncul notifikasi di HP saya yang mengingatkan bahwa saya mempunyai tunggakan pembayaran GoPay Later yang akan jatuh tempo di tanggal 1 Maret 2025. Saya yang merasa tidak melakukan transaksi, baik berupa pembayaran maupun pembelian barang apa pun, tentu merasa heran dengan notifikasi ini.

Saya buka aplikasi GoPay dan benar saja, ada tagihan senilai lebih dari 12 juta (total dari 18 kali transaksi) yang akan jatuh tempo lima hari lagi. Transaksi yang dimaksud dijalankan dari aplikasi Tokopedia dengan metode pembayaran GoPay Later pada tanggal 14 Februari 2025.

Untuk meyakinkan diri, saya cek histori transaksi pada aplikasi Tokopedia. Dan seperti yang saya ingat, transaksi terakhir saya di aplikasi tersebut terjadi pada tanggal 5 Februari 2025 untuk keperluan pembelian paket data.

Lalu apa yang terjadi di tanggal 14 Februari?

Segera saya menghubungi Tokopedia (Tokped) Care. Oleh pihak mereka, akun Tokopedia saya dikeluarkan dari semua perangkat dan saya harus log in ulang untuk melanjutkan proses pengaduan. Pihak Tokped memberi kode OTP via WhatsApp (WA) untuk saya log in kembali.

Di sinilah saya menyadari bahwa pada tanggal 14 Februari pernah ada dua kali upaya log in Tokped (ada dua kode OTP yang masuk di WA) menggunakan nomor HP saya. Salahnya saya, saya memang jarang membuka pesan WA yang bukan dari perorangan.

Saya pikir itu hanya broadcast promo biasa. Jadi saya tidak menyadari ada pesan tersebut. Kemudian saya cek email, juga ada upaya pembobolan akun Tokped yang lokasinya dari Jakarta, sementara saya tinggal di Jawa Timur.

Pihak Tokopedia Care membenarkan bahwa terjadi transaksi di tanggal 14 Februari. Mereka menyarankan untuk saya segera ganti PIN dan kata sandi, yang kemudian saya ikuti dan saya tangkapan layar hasilnya lalu saya kirim ke Tokopedia.

Tokopedia Care juga menyarankan untuk melaporkan kerugian yang saya alami ke pihak berwajib. Terkait pembayaran jatuh tempo tagihan GoPay Later 12 juta itu menjadi tanggung jawab pemilik akun, yang itu adalah saya, meskipun jelas ada indikasi kecurangan di situ.

Selain itu, saya juga menghubungi pihak GoPay melalui halaman bantuan. Namun, dari pihak sana berlepas tangan dan mengarahkan saya untuk membuat pengaduan ke Tokopedia karena transaksi dilakukan melalui aplikasi tersebut, yang mana sudah saya lakukan.

Pihak Tokopedia tidak mau membagikan data/kontak akun yang telah membobol akun saya terkait transaksi apa yang dilakukan atau alamat pengiriman kalau memang ada pemesanan barang dengan alasan perlindungan konsumen.

Sesuai saran Tokopedia Care, saya membuat pengaduan ke Polres setempat terkait adanya pembobolan akun e-commerce dan menyebabkan muncul tagihan yang akan segera jatuh tempo dalam waktu dekat. Namun, dari pihak kepolisian belum mau menerbitkan surat keterangan apa pun karena belum timbul kerugian baik secara materiil maupun immateriil.

Terkait hal yang saya jabarkan di atas, adakah yang pernah mengalami kejadian serupa seperti saya? Lalu langkah apa yang diambil agar saya tidak perlu membayar tagihan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab itu tanpa membuat track record saya jelek terkait masalah peminjaman/keuangan di kemudian hari?

Terima kasih atas kesediaan waktunya membaca surat saya dan saran yang akan diberikan.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Intan Sari
Lamongan, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

93 komentar untuk “Penyalahgunaan Akun Tokopedia Berdampak pada Tunggakan Tagihan GoPay Later

  • 25 Februari 2025 - (17:25 WIB)
    Permalink

    bukan kah seharusnya anda bisa melakukan pengecekan di historis transaksi tokopedia anda, lalu klik invoice detail utk tahu alamat pengiriman barang nya?

    • 25 Februari 2025 - (20:12 WIB)
      Permalink

      Gak bisa, kk. Seperti yang terlampir di gambar ketiga, transaksi saya tercatat terakhir saya lakukan di tanggal 05 Februari, sementara pembajakan itu terjadi di tanggal 14 Februari

      • 26 Februari 2025 - (15:04 WIB)
        Permalink

        Caranya kakak download dulu aplikasi mitra tokopedia terus login pake nomor hp kakak yg disalahgunakan.. Soalnya kan transaksinya melalui mitra tokopedia.. Aplikasi mitra tokopedia itu berbeda dengan aplikasi tokopedia.. Setelah berhasil login baru kakak cek transaksi tgl 14 februari itu apa aja.. Bahkan ada pembayaran pdam.. Coba tracking dr transaksi2 tersebut..semoga membantu

        • 26 Februari 2025 - (19:03 WIB)
          Permalink

          Terima kasih sarannya 🙏
          Yg transaksi tanggal 5 itu memang saya yang melakukannya. Itu terakhir saya bertransaksi di Tokped.

          • 10 Maret 2025 - (02:09 WIB)
            Permalink

            Assalamu’alaikum kak, saya baru saja mengalami musibah yang sama pagi Ini dengan total kerugian mencapai 11jt, apakah sudah ada solusinya sekarang, terima kasih dan sehat selalu buat kakak.

      • 27 Februari 2025 - (19:34 WIB)
        Permalink

        Senasib mba, cm saya 850rb pembelian berupa pulsa (info dari cs gopay berdasarkan kode transaksi) Saya kejadian di bulan November 2024. Saya lapor cs di gopay dan toped malah saling menyalahkan dan endingnya menyalahkan konsumen. Yg saya heran historinya cuma ada di gopay, dan itu akun toped orang lain, saya cek S&K gopay bahwa 1 akun gopay hanya untuk 1 akun toped, tetapi kenyataan transaksi hanya bisa di akun toped milik orang lain. Seperti yg saya alami tokopedia tidak mau menyerahkan data transaksi dg alasan perlindungan konsumen, kalau memang itu akun saya harusnya kan saya berhak tahu history nya. Tp lucunya pihak toped minta surat dari kepolisian. Padahal harusnya sama seperti melihat rekening koran/mutasi yg secara gratis dan otomatis terlihat di akun / rekening kita. Lucunya lagi pihak toped menuduh saya kemungkinan tidak sengaja menerima spam / phising via wa atau sms dan sayangnya saya bukan orang yg buta teknologi. Bagaimana kita bisa tahu notif ada transaksi masuk kalau di history toped saja tidak tercatat.
        Disini pihak ojk hanya membantu menyampaikan keluhan saya ke perusahaan dan jawaban mereka template seperti jawaban cs mereka. Akhirnya solusinya saya bayar dan saya akan tutup akun toped dan gopay saya setelah semua tanggungan saya beres, dan saya minta blokir total fasilitas di gopay. toh akun toped saya tidak bisa melakukan transaksi apapun, meskipun saya membeli Tunai. Dan jangan berharap dg ojk mereka itu cuma penghubung dan melawan korporat itu sia2… Urusan hukum bisa2 malah habis lebih banyak.
        Kita sebagai rakyat kecil cuma bisa pasrah dan prihatin. Sudahlah jangan percaya dg startup karya anak bangsa mending yg lain saja toh ketidakprofesional mereka tercermin dari saham mereka.

      • 28 Februari 2025 - (05:04 WIB)
        Permalink

        Bentar kak mau nanya, emang gak bisa dicek di riwayat transaksi di aplikasi Tokped nya? Setau saya gopay later gak bisa dipake di akun Tokped yg beda nomor, jadi nomor gopay dan akun Tokped harus sama, ya harusnya sih ada riwayat transaksi di akun Tokped nya kak, bisa dilihat tuh dipakai pesan apa, dikirim kemana…nomor hp berikut alamat penerima

        • 1 Maret 2025 - (21:56 WIB)
          Permalink

          Gk usah bayar kak.wong yg pinjam jelas2 bukan penipuan jg kbnyk tg gk byr kak.apalagi ini bukan transaksi kakak…tapi konsekuensi gk dpt pinjaman lg krn slik pasti jelek..anggap aza dpt hikmah kita gk perlu berhutang dikemudian hr.apalagi org islam kan haram kan ada riba hehehe..dan ganti nomer hp biar gk diganggu sebt coleector dan no tlp kontak darurat jg diganti…dan utk deb coleector dtg kerumah..anggap silahturami..katakan tdk ada uang..dan jgn janjikan kapan bayarnya…bilang aza ada duit pasti dibyr..kl pake anarkis..bs dilapor pihak berwajib

        • 13 April 2025 - (13:20 WIB)
          Permalink

          Kasus sama seperti yg baru saya alami, ini masi mau biat laporan.. tiba2 ada 7 transaksi janggal yg tdk saya lakukan, pelaku menggunakan code promo PEMUDACICIL dan pembayaran GOPAY LATER, hinga hampir 20 juta. Pihak toped seolah lepas tangan dan menyuruh lapor ke pihak berwajib.

    • 26 Februari 2025 - (17:03 WIB)
      Permalink

      Saran saya, bisa melaporkan juga ke kantor OJK terkait masalah ini….soale bisa terkait BI Cheking /slik OJK kedepannya, soale pihak pemberi dana terkait toped ada dua PT mitra MAB dan Findaya sebagai pemberi dana dari paylater toped dan gopay pinjam yang mana bermuara di bank jago….

      Jadi siapkan berkas, yaitu laporan dari kepolisian, print juga laporan chat dan tagihan yg muncul seperti foto sebagai tambahan data…

      Maksud saya disini adalah, semua yang berhubungan dengan gopay later dan gopinjam di Toped maupun diaplikasi oren, terlapor juga di OJK..

      siapa tau dari pihak OJK nantinya bisa membantu kasih solusi…setidaknya dicoba dahulu ya..

      Jika selevel Toped bisa diobok² apakah masih aman data² kita ???

      • 26 Februari 2025 - (19:02 WIB)
        Permalink

        Terima kasih sarannya 🙏
        sma pihak OJK disuruh buat pengaduan lewat APPK.
        Kalau laporan dari kepolisian memang belum bisa dibuatkan, pernyataan dari pihak polisinya sendiri.

        • 1 Maret 2025 - (00:04 WIB)
          Permalink

          Emang begitu prosedurnya, kalau sudah membayar tagihannya itu baru bisa di buat surat laporan krn anda sudah benar2 kehilangan uang tanpa belanja, kalau cuma tagihan & belum di bayar sih belum di anggap kerugian oleh polisi.

    • 27 Februari 2025 - (09:53 WIB)
      Permalink

      Kasus anda sama persis dengan saya. Kejadian juga baru saja tanggal 20 februari kemaren. Tapi saya sudah melaporkan kejadian ini ke polres setempat dan sudah mendapatkan surat dari kepolisian.
      Jumlah kerugian malah lebih besar dari anda sekitar 24jt an
      Lumayan pusing juga nih

      • 27 Februari 2025 - (14:38 WIB)
        Permalink

        Polres daerah mana, pak? Anda sudah sering dihubungi pihak penagihan kah sampai polisi bisa mengeluarkan surat?
        Saya belum, sehingga pihak polisi mengatakan belum bisa membuatkan surat apapun.
        Wah besar sekali tagihan anda. Semoga dimudahkan penyelesainnya ya, pak 🙏

  • 25 Februari 2025 - (19:38 WIB)
    Permalink

    Klo siap menerima tidak bisa kredit seumur hidup plus tahan debt kolektor y ga usah dibayar enga Ada masalah
    Problem solve

    • 25 Februari 2025 - (20:13 WIB)
      Permalink

      Selama tidak berdampak pada anggota keluarga yang lain saya siap bersikap bodoamat, kk.

      • 26 Februari 2025 - (11:27 WIB)
        Permalink

        ya sudah abaikan saja kalo begitu, gak usah dibayar.
        saya juga termasuk orang yang gak peduli ama SLIK (BI Checking), karena saya memang tidak pernah berhutang & semoga tidak pernah memiliki hutang kedepannya!

      • 26 Februari 2025 - (17:35 WIB)
        Permalink

        Saran saya tetap laporkan juga ke OJK JAWA TIMUR terkait masalah ini…soale berhubungan dengan BI Cheking/slik OJK yang mana berkaitan dengan score kredit perbankan….yang berdampak pada pengajuan kredit intan kedepannya…

        Intinya bank mitra yang bekerja sama dengan toped, mereka hanya sebagai pemberi dana…mereka tidak tau menau terkait kendala intan saat ini.

        Nantinya bank mitra tetap akan melaporkan juga terkait paylater/kredit yang telah berjalan…

        Kecuali toped mau benar² bertindak investigasi…mungkin masih bisa membantu.

        Kembali lagi, terkait akun toped dll sampe kebobolan biasanya dianggap akibat kelalaian kita sendiri….

        Ada baiknya diperjuangkan dahulu sampai bener² beres, terkait slik OJK lagi…soale tagihan segitu ya lumayan, apalagi mau masuk puasa dan lebaran….🙏😁

        • 26 Februari 2025 - (18:57 WIB)
          Permalink

          Ini akan buat pengaduan di OJK, sedang merapikan dokumen pendukung 🙏

          • 26 Februari 2025 - (20:37 WIB)
            Permalink

            Klo data dan print dokumen sudah lengkap selangkap²nya, susun ulang dokumen tadi sesuai urutan persoalan…

            Jelaskan kronologi poin² pentingnya….kerugian nama baik terkait slik OJK, dan bisa mengalami kerugian waktu DLL, selain kepolisian, OJK juga menerima laporan/pengaduan terkait case-nya intan saat ini…

            Jadi jangan menyerah jika ini demi kebaikan intan untuk saat ini dan masa depan…
            Meskipun OJK bisa menerima pengaduan via online, tapi agar cepat prosesnya lebih baik datang langsung ke Kantor OJK .

            Datang ke kantor OJK ambil antrian (pengaduan) lalu ikuti arahan security-nya..

          • 4 April 2025 - (15:16 WIB)
            Permalink

            kasusnya sama saya kak bisa minta no wa nya ka buat sharing sahring nya
            terima kasih sebelumnya

      • 27 Februari 2025 - (13:34 WIB)
        Permalink

        kak, khan tiap transaksi g0paylater harus masukin P1n kita, agar transaksi bisa di proses! nah tau dr mana itu pemb0bol p1n nya??

  • 26 Februari 2025 - (00:21 WIB)
    Permalink

    Sekali aktifin paylater kita harus jagain uang orang diakunmu termasuk nomor hp jgn hangus, harusnya bila sdh tdk digunakan segera tutup kalo sdh dibobol gini pihak pinjol menyalahkan user dah pasti nama kita tercatat di BI checking

    • 27 Februari 2025 - (19:30 WIB)
      Permalink

      Harusnya ada sistem yg mendeteksi pembobolan akun.. Krn tidak mungkin orang normal transaksi paylater dalam sehari sebanyak itu

      • 27 Februari 2025 - (19:43 WIB)
        Permalink

        Entahlah, kk. Kalau sudah begini pihak-pihak terkait saling lempar tanggung jawab. Tetap yg dirugikan pemilik akunnya.

        • 1 Maret 2025 - (00:12 WIB)
          Permalink

          Memang begitu tokopedia dari dulu, dulu juga ada peretas besar2an 2020 mereka bilang aman dan itu cuma hoax, nyatanya email dan nomor saya bisa colong orang, emang di retas bilang hoax dan aplikasinya aman katanya.

    • 26 Februari 2025 - (18:51 WIB)
      Permalink

      Polisi merasa saya belum mengalami kerugian apapun, karena jatuh tempo pun masih Maret. Bahkan surat lapor pun saya nggak, kalau bahasa mereka ‘belum’ bisa kasih.

      • 27 Februari 2025 - (06:02 WIB)
        Permalink

        Mungkin kata “belum” ini, bisa multi tafsir mbak. Coba penuhi biaya administrasi atau pakai ORDAL. Insya Allah, lancar buat laporannya.

  • 26 Februari 2025 - (08:42 WIB)
    Permalink

    ya kalau kekeh ga mau bayar ya data SLIK kamu yg hancur jadi sulit pengajuan kredit lain kedepannya as simple as that

    • 26 Februari 2025 - (18:49 WIB)
      Permalink

      Iya 🙏 Asal tidak ada anggota keluarga lain yang dirugikan selain saya.

      • 1 Maret 2025 - (00:18 WIB)
        Permalink

        Ga mungkin mbak gojek itu ngeri kalau nagih, kemarin pernah saya telat 6 juta aja ngeri nagihnya, udah telpon tempat kerjaan apalagi 12jt mau alesan apapun yg nagih kaga mau tahu krn di situ akun nama kita yg pakai duit mereka, untung sudah tak tutup akun.

    • 28 Februari 2025 - (23:56 WIB)
      Permalink

      Betul sekali ngk ada solusi..sy jg pernah dibajak.trus jgn percaya di customer gopay bisa bantu sy pernah kena jg .tiba² akun gopay sy di blokir karena terlambat pbayar. Pdhl pembayaran TDK pernah alhasil utk aktifkan kembali suruh ini itulah ujungnya dikasi link utkasuk trus disuruh isi saldo gopay dl 500 setelah ituasuka. Sandi eh ngk sampai t detik uang hilang sihisteoi terbaca dipake utk belanja keperluan org lain…bener bener *** aplikasi ini…

  • 26 Februari 2025 - (14:25 WIB)
    Permalink

    OTP yg kamu terima di tgl 14 feb tsb apakah kamu pernah input? Baik di layar tokopedia, gopay atau dmnpun? Krn mereka ngehack nya biasanya menampilkan tampilan layar menyerupai seolah2 halaman web resmi, pdhl itu hanya display yg menipu.

    • 26 Februari 2025 - (18:48 WIB)
      Permalink

      Nggak, kk. Saya bahkan gak sadar ada kode OTP masuk. Baru saya buka setelah membuat pengaduan di Tokped. Itu sih salahnya saya, terlalu cuek untuk memeriksa pesan-pesan yang masuk di hp saya.

      • 27 Februari 2025 - (11:37 WIB)
        Permalink

        jika kamu merasa tidak pernah melakukan input OTP tsb dimanapun, atau tdk pernah memberikan OTP tsb ke org lain, maka besar kemungkinan nomor HP km/ bahkan hp kamu sudah tersadap, karena satu2nya jalan utk login tokopedia di device lain hanya melalui OTP tsb. artinya kamu harus bersih2 total untuk mencegah peretasan lainnya di kemudian hari, ganti semua password akun gmail, marketplace, banking dll dan itu dilakukan di device yg lain, beda cerita kalau kamu pernah memberikan/menginput OTP tsb, maka peretasan hanya berhenti sebatas sampai di akun tokped & gopaylater/ kasus yg terjadi saat ini.

        semoga kasusnya bisa diselesaikan dg baik & lancar.

    • 26 Februari 2025 - (18:46 WIB)
      Permalink

      Maksudnya ikhlaskan? Ikhlas tetep bayar atau gak usah dibayar dengan resiko BI checking jadi jelek?
      Saya ikhlas asal tidak mengalami kerugian materil

  • 26 Februari 2025 - (17:31 WIB)
    Permalink

    Saya juga kena 1jt di tiktok paylater, tp emang itu kesalahan sya maen klik aja. Saya ogah bayarlah, ga terjadi apa2 sih cuman ya itu nama sya jd jelek dan ga bisa pengajuan kemanapun. Ada 2 hal solusi dari kasus ini, pertama, ga usah dibayar, kedua bayar aja krn percuma lapor juga krn tetap pihak Tokopeda ngejar yg punya nama.

    • 26 Februari 2025 - (21:33 WIB)
      Permalink

      Kasus sama persis dgn yg saya alami pada tgl 4 Januari 2025 ..kronologisnya pun sama ,sy pun di sarankan untuk lapor polisi oleh Tokopedia tp belum sy laporkan ..nilainya pun sama sebesar kurang lebih 12 JT..sy tidak akan membayar untuk apa yg tidak sy gunakan

      • 27 Februari 2025 - (14:45 WIB)
        Permalink

        Berarti tagihan anda sudah jatuh tempo?
        Bagaimana sikonnya sejauh ini?

  • 26 Februari 2025 - (18:34 WIB)
    Permalink

    Cek aja no listrik pelanggan buat laporan polisi trs bikin laporan tindak kejahatan cyber crime/hack data. Kmnknn akun kena hack karena klik undangan nikahan berbasis apk dan semacamnya atau WA suruh klik link.

    • 26 Februari 2025 - (19:05 WIB)
      Permalink

      Nggak dikasih, kk. Katanya tidak bisa memberikan data pengguna ke pengguna yg lain. Padahal di sini ada pengguna yang sedang dirugikan 🥹

      1
      1
  • 26 Februari 2025 - (20:13 WIB)
    Permalink

    Yang saya paham atau tau, setiap login kan harus konfirmasi menggunakan OTP. Kok bisa tersangka itu login, jika anda tidak pernah memberikan OTP ke siapapun seharusnya tidak akan bisa masuk atau login. Terkecuali, anda dengan sadar atau tidak sadar memasang apk / menginstall aplikasi yang tidak jelas. Seperti kita tausl seperti contoh di wa banyak penipuan file apk yang berbentuk undangan. Karena kalau kita menginstal, itu aplikasi bisa merecord,menyimpan data bahkan menampilkan layar hape kita. Karena mustahil login tanpa otp, besar kemungkinan hape anda di hack atau bisa juga salah satu keluarga yang iseng, mengaktifkan wa web. Jadi punya akses ke wa anda dan anehnya setiap transaksi kan pasti menggunakan PIN kenapa itu orang bisa tau ?

    • 27 Februari 2025 - (14:51 WIB)
      Permalink

      Saya tidak pernah merespon WA dari nomor-nomor tidak dikenal bahkan komunikasi saya sehari-hari tidak menggunakan nomor WA yg dikirimi kode OTP ini, nomor itu hanya untuk keperluan log in ke aplikasi. Kalaupun ada yg membuka di perangkat lain harusnya ada tautannya kan.

  • 26 Februari 2025 - (20:49 WIB)
    Permalink

    Lumayan gede itu 12jt, herannya bsa sampai kena loh, yg bikin aneh lagi tidak ada histori transaksi tp limit terpotong, saya jga pengguna aktif tokopedia, jadi ngeri2 gimana ini, untungnya kmren gopay paylatter sudah minta diblokir dan dan sudah dinonaktifkan,
    Semoga cepet ketemu solusi dan jalan keluar ka, sehat2 selalu

    1
    1
    • 27 Februari 2025 - (14:52 WIB)
      Permalink

      Terima kasih doanya, kk.
      Iya, kk, untuk menghindari hal-hal seperti ini paling benar menonaktifkannya.

  • 26 Februari 2025 - (21:36 WIB)
    Permalink

    Sy mengalami hal yg sama persis dgn nilai kurang lebih 12 juta dan transaksi pun di toko pedia ..padahal sy tidak melakukan pembelian apapun ..

    • 27 Februari 2025 - (14:54 WIB)
      Permalink

      Langkah apa yg sudah anda ambil?
      Bagaimana progressnya sampai hari ini?
      Kalau boleh sharing mana tau kalau ketemu solusi bisa saya tiru 🙏

  • 26 Februari 2025 - (23:08 WIB)
    Permalink

    saya cuma ada 1 pertanyaan aja?? setiap transaksi di gopaylater, selain pelaku perlu masuk akun kita …. khan, tiap kali pembayaran, kita harus masukan pin !!!
    drmana pelaku tau pin nya, buat verifikasi transaksi supaya di proses ??
    bisa jelaskan??

  • 26 Februari 2025 - (23:35 WIB)
    Permalink

    Saran saya jika mau melaporkan ke kantor polisi harus di dampingi tim kuasa hukum kak. Kebetulan tahun lalu saya kena kasus serupa tapi pinjol, ini pinjol sudah mencemarkan nama baik saya. Bukti dll sudah ada di tangan komplit, hari pertama saya lapor ke kantor polisi bilangnya kurang rekening koran, sy cetak rekening koran esoknya dan datang tp laporan sy ditolak dengan alasan belom ada kerugian material padahal saya sudah rugi secara immaterial. Hari ketiga saya minta tlg ke temen sy yg kebetulan pengacara utk mendampingi agar bisa dibuatkan laporan pengaduan. Tidak byk basa basi, bukti” lengkap diterima dgn baik tanpa banyak tanya. Tapi kalo ditanya apakah sy masih diteror, ya jelas masih. Tp sy abaikan. Terakhir sy tantang DC tsb utk dtg menemui saya dan menyelesaikan masalah ini. Tp mrk tetap memilih utk meneror saya drpd mendatangi dan menemui saya hingga saat ini.

    2
    1
    • 27 Februari 2025 - (14:57 WIB)
      Permalink

      Bersyukur kk punya kenalan pengacara. Kalau mau pendampingan kuasa hukum keluar biaya juga kn. Sementara untuk tagihan ini saja saya sangat keberatan.

  • 27 Februari 2025 - (02:11 WIB)
    Permalink

    Pasti kamu kena korban iklan disalahkan satu media sosial seperti Facebook yang mengatasnamakan Gojek dan Tokopedia yang di iming2 kartu penarikan tunai. Saya sudah tulis ini di artikel2 sebelumnya yang mana gak sadar dan langsung masuk link dab minta OTP tanpa kita sadari kita masukkan otpnya padahal link palsu. Hmmm

    • 27 Februari 2025 - (15:04 WIB)
      Permalink

      Apakah anda sudah mengambil langkah tertentu? Bagaimana progressnya sekarang?
      Kalau boleh sharing untuk saya pelajari juga 🙏

  • 27 Februari 2025 - (06:40 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalaminya, tapi beda aplikasi. Saya kena di aplikasi spaylater. Ketika ingin mengetahui siapa pemilik tagihan sebenarnya tidak ada penjelasan apapun dari pihak shopee.

    • 27 Februari 2025 - (15:05 WIB)
      Permalink

      Baru terjadi atau sudah lama?
      Apakah anda sudah mengambil langkah tertentu? Bagaimana progressnya sekarang?
      Kalau boleh sharing untuk saya pelajari juga 🙏

  • 27 Februari 2025 - (08:38 WIB)
    Permalink

    Kayanya anda suka menggunakan wifi publik ya ?
    krn setahuku gmail itu tdk mudah dibobol jika krn harys melewati bbrp pengaman dr perqngkat yg digunakan dan lokasi pengguna, jika 2 hp on bersamaan auto online maka goggle akan merespon dng auto block email dan semua apk yg menggunakan email tsb auto logout.
    Jeleknya menggunakan wifi publik itu, d servernyabakan meninggalkan jejak email dan password pengguna.
    Klu sdh begene pasti tokped akan menekan anda krn secara tdk langsung dianggap kesalahan pengguna.
    Tp jika tidak pernah menggunakan wifi publik, kemungkinan dr apk2 phising yg curi login email & pasword.
    Saranku ganti ja email baru.
    Nah masalah tagihannya, klu tdk merasa menggukanan biarkan saja tdk usah dibayar krn mmng betul polisi ga akan menindaklanjuti laporan anda krn mmng belum ada kerugian materil dan in materil krn saya pernah buat laporan sejenis jg disarankan sama polisi biarin ja ga usah dibayar krn kasus yg kulaporkan no hp ku dupake orang tdk dikenal jd penanggung jawab orang terdekat yg pinjam meskipun banyak ancaman debcol ke hpku dan ku blok ja krn mmng saya tdk tau menahu
    Ampe detik ini aman aja sih

    • 27 Februari 2025 - (15:08 WIB)
      Permalink

      Terima kasih sarannya.
      Semoga kasus anda juga segera terselesaikan tanpa ada kerugian berarti.

  • 27 Februari 2025 - (13:00 WIB)
    Permalink

    Intinya kalau kamu tidak mengaktifkan pay later, semua tidak akan terjadi.
    Semoga ada solusi terbaik.
    Dah, itu ajah.

    • 27 Februari 2025 - (13:48 WIB)
      Permalink

      Mereka2 ini kena link palsu seperti phising yang korban iklan2 gitu . Sudah pernah saya tulis artikel seperti ini. Mereka gak sadar masukkan otp ke link palsu yang di iming2 penarikan tunai, penawaran kartu fisik tanpa mencari terlebih dahulu kebenarannya.

  • 27 Februari 2025 - (19:32 WIB)
    Permalink

    yang terjadi sudah terjadi kalo dia bisa lihat otp ada kemungkinan hp sudah terkena software berbahaya, sebaiknya diamankan data2nya lalu dilakukan factory reset atau di flashing ulang lebih disarankan.

  • 28 Februari 2025 - (01:25 WIB)
    Permalink

    Ada yg aneh
    Saya pengguna Tokped jg & mantan pengguna GopayLater ( bukan GopayPinjam ).

    Kalo di lihat dr kasus ini agak janggal, karena 100% tidak mungkin kalo tidak ada history transaksi atau Invoice di aplikasi Tokopedia & Invoice yg tercatat di History Transaksi tidak akan pernah bs di hapus, bahkan pihak Tokopedia pun tidak akan mampu atau mau menghapus nya.

    Kedua : Di lihat dr waktu transaksi nya itu tiap transaksi hny berjarak 1 menit & aneh nya kalo di lihat dr Screenshot chat hny mencantumkan 2 OTP ??? sedangkan TS blg 18 transaksi, harus nya ada 18 chat kode OTP dr Tokopedia nya lewat WA karena ada 18x transaksi disitu.

    Ketiga : Tiap transaksi yg di lakukan di Tokopedia, 100% bs di tracking di email + di aplikasi Tokopedia ataupun Gopay. Karena tiap transaksi akan keluar Invoice yg nanti nya sebagai bukti otentik atau valid. ( Ini pasti keluar 100% di aplikasi ).

    Kesimpulan saya, kalo pun benar di hack Hp nya, harus ada sentuhan langsung.
    Bukti nya :
    – Kalo email di pake oleh perangkat lain, pasti ada email peringatan dr Google. & kode keamanan email tertaut ke nomor Hp & yg pasti nya akan ada verifikasi ke nomor Hp tersebut sebelum perangkat lain bs login ke email & kalo pun ada perangkat lain yg memakai email kita atau pernah login pake email kita, itu bs di tracking pake menu di Gmail ataupun Google akan kelihatan tuh merek Hp + lokasi perangkat lain nya.

    – WA Web atau cloning WA mewajibkan untuk scan barcode. Tanpa scan barcode, gk akan bisa. Sm hal nya dgn remote device, akan muncul popup di atas layar Hp berbentuk pointer atau gambar layar laptop.

    Saya gk mencurigai TS ya, biar netizen yg terhormat aja yg menilai.

  • 28 Februari 2025 - (22:53 WIB)
    Permalink

    Gk salah tgl penulisankah itu.
    Sekarang msh bln februari 2025.
    Di kronologi tertulis 24 maret 2025.

  • 28 Februari 2025 - (23:49 WIB)
    Permalink

    Ga usah sambung2in lagi lah paylatter di toped, ngeri toped pakai paylatter tapi pihak lain sangat rawan, masih lebih masuk akal si shopee itu paylatter nya ada di dalam aplikasinya dan bisa di kunci pakai sidik jari saat mau di pakai, di toped cuma pakai OTP doang udah bisa di pakai…

  • 5 Maret 2025 - (00:24 WIB)
    Permalink

    Seharusnya anda melaporkan ini ke pihak berwajib atau kepolisi, dengan undang undang UUITE yang berlaku, dan anda jangan menyalakan pihak Tokopedia atau gopay, jika nanti saat persidangan pihak Tokopedia akan membantu dan koperatif, nanti pihak Tokopedia yang akan memberikan data data yang diperlukan kepolisian, anda cukup membuat laporan dan memanggil pihak Tokopedia untuk membantu menuntaskan problem ini biar ada titik terang nya

 Apa Komentar Anda?

Ada 93 komentar sampai saat ini..

Penyalahgunaan Akun Tokopedia Berdampak pada Tunggakan Tagihan GoPay L…

oleh Intan Sari dibaca dalam: 2 menit
93