Keluhan Surat Pembaca Potongan Rp1,8 Juta karena Selisih Ongkir JNE dan Tokopedia/TikTok Shop yang Tidak Masuk Akal 17 Juli 2025 Abshori Abshori 40 Komentar berat paket kurir, Customer complaint handling, Customer Service, Dana hasil penjualan, e-Commerce, Integrasi akun Tokopedia dan TikTok Shop, JNE Express, Jualan Online, Kurir, Layanan kurir, Marketplace, ongkir, Ongkos kirim, perbedaan perhitungan, Potongan hasil penjualan, Resi otomatis, Salah input, Selisih ongkos kirim, Shop Tokopedia, ShopTokopedia, Sistem bermasalah, Sistem otomatis, TikTok Business Center, TikTok Shop, TikTok Shop by Tokopedia, Tokopedia, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya Abshori, penjual di marketplace Tokopedia/TikTok Shop. Pada tanggal 07 Juli 2025, saya mendapat order penjualan dengan pengiriman JNE Regular dan nomor resi otomatis: TG3528667748. Di resi dan sistem Tokopedia tertera berat barang 10 Kg. Resi dari sistem Tokopedia tertera berat 10 Kg Masalah terjadi ketika barang tersebut sampai ke pihak penerima pada tanggal 10 Juli 2025, tiba-tiba di sistem JNE terjadi perubahan berat hingga 169 kg. Kemungkinan pihak agen/tim sortir salah input berat barang, yang mengakibatkan penjualan saya jadi minus. Berat barang sebenarnya hanya 9.235 g/9 kg, terbukti dari foto saya sebelum packing: Foto barang dan timbangan sebelum packing hanya 9.235 gram / 9 Kg Namun oleh agen/tim sortir diinput 169.000 g/169 Kg. Dari analisis kasar saja ini tidak masuk akal: Tidak mungkin manusia bisa mengangkat barang seberat 169 Kg dengan 1 koli tanpa alat berat. JNE Regular tidak menerima berat barang hingga lebih dari 50 Kg. Jika lebih dari 50 Kg maka jadi JNE Trucking. Selisih/potongan ongkir berat yang tidak masuk akal Pada tanggal 11 Juli 2025 saya datang ke agen JNE tempat di mana saya menyerahkan kiriman tersebut untuk menanyakan perihal ini. Jawaban mereka, pihak agen tidak mengubah berat barang, hanya menerima dan men-scan resi yang sudah tertempel. Mereka juga membantu membuat laporan dan diinformasikan ke saya bahwa masalah ini hanya bisa diselesaikan lewat satu pintu yaitu Tokopedia. Pihak agen membantu membuat laporan komplain customer Sedangkan dari Tokopedia/TikTok Shop, sejak saya membuat laporan di tanggal 11 Juli 2025 dengan nomor tiket #2025071105152300024. Namun sampai hari ini hanya mendapat jawaban sedang dikoordinasikan dengan pihak kurir. Jawaban dari CS tokopedia/tiktokshop Karena hal ini saya mendapat kerugian -Rp1.825.000 dari hasil penjualan yang hanya Rp162.500. Karena hal itu juga saya memutuskan meliburkan toko saya di Tokopedia dan TikTok Shop agar tidak menerima pembelian baru, yang nantinya hasil penjualan tidak saya terima. Entahlah saya harus ke mana lagi bisa mengadu agar masalah ini cepat terselesaikan. Semoga saya masih bisa terus percaya dengan JNE, Tokopedia, dan TikTokShop. Terima kasih. Abshori Indramayu, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Agus17 Juli 2025 - (13:21 WIB)Permalink Bukan hanya berat nya, tapi tinggi dan lebar barang saat dikirim harus di perhatikan , karna bisa kena volume yang bisa menyebabkan barang di kali beberapa kali berat produk 6 Login untuk Membalas
Abshori AbshoriPenulis artikel17 Juli 2025 - (18:32 WIB)Permalink Volume barang termasuk packing hanya 50cm x 50cmx 15cm. 1 Login untuk Membalas
Abshori AbshoriPenulis artikel17 Juli 2025 - (18:35 WIB)Permalink Terimakasih sudah bantu menjelaskan. Login untuk Membalas
Anghf18 Juli 2025 - (09:41 WIB)Permalink Apakah itu drop point brg sama dengan lokasi di toko? 1 Login untuk Membalas
INFOVARIA19 Juli 2025 - (13:11 WIB)Permalink Pak coba cek berat produk per lembar brp? Khawatir salah input gram atau kg nya 1
Rangga Lawe18 Juli 2025 - (03:43 WIB)Permalink Mohon maaf Kalau komen lihat foto brooo….biar smart di lihat pembaca..memang benar volume masuk perhitungan tapi di sini foto barang juga tidak besar… 3 Login untuk Membalas
JNE18 Juli 2025 - (07:40 WIB)Permalink Pada tau ga sih rumus volume ? Ini netizen jg ga bisa ngitung, asal komen 169 kg itu dus nya uda 1 kubik 3 Login untuk Membalas
Tab18 Juli 2025 - (10:07 WIB)Permalink Ya tetep aja gak logis kalo pake volume wkwk 169kg kalo pake volume itu sama aja volume (PxLxT) 1jt cm , yg segini mah truk JNE susah masuk Login untuk Membalas
Abo Cah17 Juli 2025 - (14:10 WIB)Permalink dan menurut ente panjang x lebar x tinggi nya berapa? sudah lihat foto timbangan produknya? pertanyaan buat ente : menurut ente, berapa panjang x lebar x tinggi untuk menghasilkan angka 169 kg? mau ketawa takut sakit perut sesudah baca komen ente 4 Login untuk Membalas
berkat17 Juli 2025 - (16:13 WIB)Permalink Saya setahun yang kalau pernah dipotong dari shopee,pengiriman JNE,berat paket 3,3 kg pengiriman ke Bandung diubah sama JNE 333,3333 kg,dipotong 1,6 juta Sudah telp ke pusat JNE minta hub shopee,chat cs shopee minta langsung telp ke JNE pusat,sampai hari ini saldo yang dipotong TDK kembali, Akhirnya ekpedisi JNE saya nonaktifkan 1 Login untuk Membalas
Abo Cah17 Juli 2025 - (20:35 WIB)Permalink kejar terus, itu adalah hak ente, sebar/ viralkan kalau perlu, dr timbangan sudah beda 300kg itu sudah tidak masuk akal, tidak ada pengiriman reguler terima paket seberat 300kg, ini sudah merupakan bukti 1 Login untuk Membalas
Sulistyo Wijoyo17 Juli 2025 - (23:18 WIB)Permalink Sama persis yang saya alami . Ada 2 ekspedisi yang seperti itu JNE dan ninja . Dan 2 ekspedisi tersebut sudah ga pernah saya pakai lagi 1 Login untuk Membalas
Abshori AbshoriPenulis artikel17 Juli 2025 - (18:33 WIB)Permalink Terimakasih sudah bantu menjelaskan Login untuk Membalas
poer17 Juli 2025 - (21:02 WIB)Permalink Biasa pihak EXPEDISI tujuan itu yg membuat laporan kyk gt, tujuan ny yah DUIT Udh biasa itu, khususnya tokped tiktok itu agen drop gk bisa ngerubah ubah berat, klo selisih 1-2kg biasa loss lewat, tp gk berlaku di jne tujuan, nah ini yg bisa laporkan NGACAK dan ASAL Pengalaman kita gt, kirim drop di agen normal gk, tahu2 dpt notice di potong ongkir 500rb, komplen ke gerai agen drop, pas lihat bukti foto dll itu ternyata jne gudang entah di gudang drop atau gudang destinasi tujuan Intinya BANDING aja klo perlu VIRALIN 2 Login untuk Membalas
Tjahya17 Juli 2025 - (14:49 WIB)Permalink Kacau jne jd sicpt V2 tukang catut ongkir Login untuk Membalas
redminote10gwen-202317 Juli 2025 - (18:46 WIB)Permalink Untuk menghitung ongkir JNE dengan mempertimbangkan volume metrik, JNE menggunakan rumus perhitungan volume berat. Berikut adalah cara menghitungnya: Perhitungan Volume Berat – *Rumus volume berat JNE*: Volume berat = (Panjang x Lebar x Tinggi) / 6000 (cm) – *Dimensi paket*: 50cm x 50cm x 15cm – *Perhitungan volume berat*: (50 x 50 x 15) / 6000 = 37500 / 6000 = 6,25 kg Perbandingan Berat Aktual dan Volume Berat – *Berat aktual*: 9,925 kg – *Volume berat*: 6,25 kg – *Ongkir dihitung berdasarkan*: Berat yang lebih besar antara berat aktual dan volume berat. Dalam kasus ini, berat aktual (9,925 kg) lebih besar daripada volume berat (6,25 kg). Total Berat Ongkir – *Total berat ongkir*: Berdasarkan berat aktual 9,925 kg. Untuk mendapatkan tarif ongkir yang tepat, Anda perlu memeriksa tarif JNE untuk berat tersebut ke tujuan pengiriman tertentu. Perlu Diingat – *Tarif JNE*: Tarif ongkir JNE tergantung pada berat, tujuan pengiriman, dan jenis layanan yang dipilih (misalnya, JNE Reguler, JNE Express, dll.). – *Pastikan untuk memeriksa*: Untuk mendapatkan tarif ongkir yang akurat, sebaiknya Anda menghubungi JNE langsung atau menggunakan kalkulator ongkir di situs resmi JNE dengan memasukkan berat dan tujuan pengiriman. Dengan demikian, total berat untuk perhitungan ongkir adalah 9,925 kg, tetapi untuk mendapatkan tarif ongkir yang tepat, Anda perlu memeriksa dengan JNE berdasarkan tujuan pengiriman dan jenis layanan yang diinginkan. 2 Login untuk Membalas
Raja D17 Juli 2025 - (19:10 WIB)Permalink Terus mau narik dr mana mereka klo itu minus 1,8jt? Dr saldo? Apakah saldo anda kosong? Login untuk Membalas
Rangga Lawe18 Juli 2025 - (03:48 WIB)Permalink Bantu jawab dari saldo penjualan broo..kalau ada yg beli di toko online otomatis di potong itu hasil penjualan..itu pengalaman saya 1 Login untuk Membalas
Muhamad Saiful17 Juli 2025 - (20:06 WIB)Permalink Kalo sudah ada label resi,agen hanya scan barcode saja.Yg ngubah berat dimensi itu di tahap gudang sortir dan distribusi.Ekspedisi pake rumus volume metrik.Kalo berat lebih dari 5kg,mending aktifin cargo.Jualan online bukannya untung malah jadi nagutang,hehehe… 1 Login untuk Membalas
Tresia17 Juli 2025 - (20:11 WIB)Permalink saya juga sdg galau n kesal dg tiktok. berbeda dg kakak selisih di ongkir. kalau saya pengalamannya sdh ber xx krg enak, nyaman n bhkan dbuat jngkel olh tiktok. setelah toped mrger dg tiktok. systemnya jd kacau, rumit, salah. tdk sinkron. sbg contoh. brg yg sy mskin dg hrg baru(revisi hrg) sdh terupdate di tiktok tp d toped jd ada 2 hrg : hrg lama n hrg baru.. sy sdh tnykan k live chat, sdh jawabnya 1 abad. jawaban ga sesuai, ga tepat sasaran, ngambang jg tdk mnyelesaikan mslh. ktnya shrsnya 1 hrg tp bukti nyata yg trjd di lapangan itu beda n org msh bs order dg hrg lama.. contoh lain. sy sdh mngirim brg sesuai descrpsi namun buyer blg salah warna. krn pmbeli tdk paham istilah di describsi shg brg dikembalikan tanpa bs ditolak pnjual krn dikatakan dsetujui oleh platform sesuai ketentuan brlaku. tnpa mmpertimbangkan keslahan dr buyer. sptnya pnjual tdk berarti. yg pntg buyer satisfied. ini namanya ga adil n brt sebelah. singkat cerita brg dikmblikan dg kekurangan box alias lampu telanjang di mskin dlm box .. shg toko tdk bs mnjual kembali lampu tsb. lbh parah lagi stlh uang msk k rek sy n wktnya cek ricek sy mnemukan potongan dr saldo pnjualan sy langsung. bkn main bsr nya ongkir yg sy krm plus ongkir yg di krm buyer jg potongan fee dr tiktok msh di berlakukan.. apa ga kejam sm spti kakak langsung potong dr saldo pnjualan sy. lalu sy untung apa yg ada buntung. sdh brg dikmbalikan tanpa box, sdh dipotong biaya gono gini spt tsb diatas. brg ga bs sy jual. sy mo tutup toko hnya di buatkan ticket lap tnpa ada pnyelesaian ato tgjwb sm se x.. sy sdh liburkan toko dr seller centre pun org ttp msh bs order dr toped. sy komplen ktnya seharusnya sinkron antra tiktok n toped. tp knyataan sy sdh librkan tk tp org msh bs order dr toped . aneh bkn sytem tiktok mslh lain jg sama ada pmbeli ke 2 dmn lampu sy krm utuh n mnggunkan asuransi smpi buyer pecah lgs di se7in platform krm kembali.. lalu gunanya asuransi apa dlm hal ini klo pnjual hrs mnanggung smua. sy ajukn banding utk kasus 1 gagal katanya brg di trm dlm keadaan tdk rusak n layak. lalu bgmn sy jual kembali. layak nya dmn? apa sy hrs mnjual lampu philips tanpa box ya? aneh2 aja bkn tiktok mau marah bcr lgs sm tiktok gada no pngaduannya.. mo komplen via chatt sll antre n bgt dpt layanan dijawbnya 1 abad. lalu jawabannya sll ditutup tiketnya. jawaban klise dr peraturan platform.. jd slm merger sdh bnyak x problem2 br yg sy sdh putus asa, emosi jiwa n kerugian yg sy trm. sm spt kk ini sy mau mngadu kemana n sama siapa sy jg tdk tau. mngkn rekan2 ada solusi, masukan kmna sy mngadu? no telp mrk. tx sblmnya utk smua phk yg bs mbantu. gbu 2 Login untuk Membalas
Bumdes17 Juli 2025 - (23:26 WIB)Permalink T*ktokShop memang gak ngotak sekarang kak. Gila kan, masa buyer dikasih waktu 2 minggu buat mengembalikan barang yang dibeli jika “sudah bosan”. Dan seller gak bisa menolak pengembalian barang tsb dengan alasan apapun. Selain itu seller masih nanggung biaya pengembalian barangnya juga. Plus masih kena bea admin… 2 Login untuk Membalas
Tresia21 Juli 2025 - (23:11 WIB)Permalink emang btul se7 sy. gila bnr sdh dkmbalikan tanpa alasan di se7in lgs oleh platform sesuai dg kebijakan yg berlaku. memanjakan buyer spy laku belanja trs tp mematikan phk pnjual.. bnr sy jg mngalami hal yg sama. masa di balikin krn kesalahan buyer tp qta dikenakan ongkir awal n ongkir buyer plus dikenakan biaya admin tiktok. emang ga ngotak. klo komplen susah dibalas lama, dipetieskan, diksh tiket laporan trs ditutup mentah2 tanpa ada the wayout.. trus itu biaya yg sy sbt diatas di potong lgs dr pnjualan2 sy.. klo email srh balas ke alamat email yg disbtkn tp bgt di balas sll mail delivery nya ga trkrm.. aneh2 tiktok, ga beres system nya. mana menu nya rumit bngt dicarinya. pokoknya sjk merger sm tiktok shop jd kacau. sy aja mau tutup toko nya nih. Login untuk Membalas
Buyung22 Juli 2025 - (09:56 WIB)Permalink Setelah merger saya tutup toko nya karena peraturan tiktok shop yang pasti merugikan penjual, semua beban di kenakan ke penjual kalau banding pasti di tolak semua oleh pihak tiktok. Aplikasi penjajah hanya tiktok shop, nomor 1 di indonesia yang merugikan UMKM Login untuk Membalas
Oneplus18 Juli 2025 - (14:06 WIB)Permalink Emang system tiktok shop setelah merger tokped malah merusak ekosistem tokped dibiarkan mati perlahan tokped dan tikttshop push produk2 brg China lagi dg jual di Konoha via merger tsb mknya system tokped jd rusak Login untuk Membalas
Sulistyo Wijoyo17 Juli 2025 - (23:15 WIB)Permalink Taka kasih tau bro .. ini pengalaman saya di semua marketplace ya .. ingat pengalaman saya ga tau yang lain ya , yang sering memainkan apa yang kamu alami itu hanya 2 ekspedisi yaitu JNE dan ninja . Saya sering kena di 2 ekspedisi itu dan di saat saya banding tidak pernah sekalipun menang. Dan mulai saat itu saya ga pernah pakai 2 ekspedisi tersebut. Login untuk Membalas
Katun18 Juli 2025 - (00:16 WIB)Permalink Makin hari makin kacau sistem tokpret gara2 merger sama tiktod Login untuk Membalas
Yogi18 Juli 2025 - (03:17 WIB)Permalink Setelah adanya integrasi ,memang sistem banyak error nya ,, jika tidak ada salah di sistem mungkin selisih pengaturan berat produk atau bisa di dimensi salah tulis karena kadang bisa pakai satuan kg/gram ,, pastika ke gudang JNE nya saja ,,atau minta bukti foto konsumen biasanya ada tuh bukti stiker JNE yang di tempelkan di paket selain resi kita ,,nanti ketahuan kl resi maupun stiker tidak ada perubahan berat ,,artinya itu di dimensinya yang menyebabkan terjadinya salah input berat yang dikirimkan Login untuk Membalas
Yulius18 Juli 2025 - (05:16 WIB)Permalink Jujur jualan online enak jaman di awal2 gak ada resi otomatis jadi yah penjual bayar ongkir ke layanan logistik langsung di tempat…. Resi otomatis tuh sebetulnya bikin penjual jadi lebih gampang gak usah siapin dana lebih buat ongkir sehingga kalau ada orderan banyak penjual gak pusing masalah ongkirnya… Tapi yah resikonya kayak gini salah input berat lah… Dulu saya ngirim di blibli saya salah input estimasi berat produk karena masih awal2 dagang… Mestinya 1 produk saya input 500gram tapi saya input berat asli cuman 250 gram alhasil pas ada pesanan lebih dari 2pcs saya kena volume barang mangkanya bayar ke logistik lebih mahal… Pernah ada pesenan 24 pcs konsumen bayar ongkirnya cuman 30rban tapi saya bayar ongkirnya sampai 80rban karena saya gak ngitungin volumenya… Jaman sekarang jualan online emang udah gak usah siapin dana buat ongkir… Tapi tetep aja minimal banget biar toko rame mesti siapin dana 1 jt buat bayar iklan biar barang muncul terus di homepage Login untuk Membalas
Iyes18 Juli 2025 - (09:06 WIB)Permalink Ini saran buat seller di toped tiktok shop. Percuma saja kita chat cs mengenai komplin atau lainnya. Yang jawab itu bukan manusia. Yang jawab pertanyaan kita itu dedemit nya tiktok dan toped. Dan percuma saja diladeni. Satu hari cuma satu jawaban dan akan berlarut2 sampai akhirnya tiket komplin selesai otomatis. Pertimbangkan lagi klo mau jual di marketplace itu. Dari potongan admin, komisi dinamis, pencairan dana yang lama, emang bener2 memalak pedagang. Bagi pedagang yang sudah lama berjualan di marketplace sebaiknya skrang mulai lah membuat website ecomerce sendiri apalagi anda memiliki produk sendiri yang orang lain gak punya. Jadikan maketplace yang ada sebagai iklan saja. Dulu di amerika juga seperti ini. Dan skrng ecomerce amerika yanv bertahan hanya amazone. Karna marketplace lain ditinggalkan oleh pedagang yang disebabkan potongan2 yang gak masuk akal. Skng diamerika klo membeli barang langsung ke brand nya. Marketplace hanya tempat promosi dan bukan jadi inti penjualan. Dan saat ini semua ecomarce gak ada lagi bakar duit. Mereka lebih mencari cuan dengan memalak pembeli dan penjual. Apalagi nanti akan dikenakan pajak penjualan oleh pemerintah. 2 Login untuk Membalas
Buyung18 Juli 2025 - (10:00 WIB)Permalink Setuju kak, ambil uang dari biaya admin kurang, di sikat lagi dari ongkir hahahhaha Percuma kalau di tiktok shop mau komplaint apa juga pasti mental gak di gubris, aplikasi paling hancur paling kejam sama seller 1 Login untuk Membalas
Tresia21 Juli 2025 - (23:25 WIB)Permalink setuju bngt kak. smkn baca 1 per 1 smkn seru. artinya sy merasa senasib.. sepenanggungan.. sama2 merasakan digituin sm tiktok shop. sy kira saya sndr yg merasakan hal ini. sdh ambl potongan gede, potong ongkir, tetek bengek. serakah. seller mah ga dibela. menarik buyer dg cr mrk tp menghancurkan seller Login untuk Membalas
Tresia21 Juli 2025 - (23:22 WIB)Permalink aduh se7 se x kak. yg balas org2 ga ngotak. balas nya ngambang, ga je, trs jwbn klise copas gt deh. uu nya komplen ditutup. diksh tiket jg prcuma. gada wayout boro2 pemecahan masalah. saking kesel sy samperin tuh k kntr nya di CCB sudirman eh ga bs msk di tahan di sekuriti trs ditmpung sm sekuriti.. dibuatkan tiket laporan, di foto ktnya ntr dibalas, di followup, di bell. robo2 smua omdo, nato.. jawaban dr pusat bantuan nya copas lg masa mentah lagi srh ulang krm ke pusat bantuan di sellercentre, buat tiket bru lampirkan kembali bukti2 bla bla… buat emosi jiwa, buat darting. mo marah marah sama sapa coba org gada cs nya, gada no telp cs spt bank2 gt ada no pngaduan.. ini qta hub sm manusia luar angkasa yg ga ngerti bahasa manusia Login untuk Membalas
Deni18 Juli 2025 - (10:42 WIB)Permalink Saya pernah ngirim barang tidak sesuai dari marketplace ke pihak JNE, kemudian mereka menolak paketnya dan menyuruh di perbaiki dulu packingannya , mereka tidak menginputnya.. kemudian kalau di j&t dia mengkonfirmasi dulu kalau ada perubahan yang tidak sesuai maka akan dikenakan potongan tambahan . Login untuk Membalas
tobias_boon18 Juli 2025 - (10:47 WIB)Permalink JNE mau untung gini amat wkwk Laporin aja ke YLKI langsung, ini udah terindikasi ke penipuan baik dari JNE Agen dan Pusatnya Login untuk Membalas
Droyin19 Juli 2025 - (00:39 WIB)Permalink Ya sebenarnya kalau beratnya itu sebesar 169.000 gr itu mengacu pada harga barang yang bapak seller ya itu 162500 (total penghasilan) + 6500 (komisi) atau sama dengan Rp. 169.000. Pas kan angkanya. jadi ini bisa diasumsikan ini sepenuhnya bukan salah dari pihak JNE. melainkan ini kemungkinan ada kesalahan saat proses transfer data dari pihak Tokopedia /Tiktok ke pihak JNE. Jadi masalah ini terjadi biasanya karena ada bug sistem yang mana dari pihak Tokopedia/TikTok harus segera melakukan evaluasi terhadap proses integrasi antara data dari sistem Tokopedia ke JNE. Ya yang patut disalahkan disini sebenarnya bukan cs Tokopedia atau cs JNE melainkan . Tim Tech kedua belah pihak yang harusnya melakukan evaluasi. Karena menimbulkan kerugian di pihak konsumen. Login untuk Membalas
Aidil19 Juli 2025 - (09:18 WIB)Permalink Mungkin seller yg salah input berat paket. Makanya klo jualan wajib punya timbangan digital..cek berat aktual yg dipacking dan samakan dengan berat diresi, klo ada yg salah packing bakalan ketara dari timbangan itu.Klo seumpama saat diresi dicetak, beratnya gk valid sebaiknya dibatalkan dulu aja orderannya,lalu suruh buyer order ulang,agen cuma scan2 aja paketnya dan klo pun ada perubahan pasti bakal dikasih tahu dulu keseller.. 1 Login untuk Membalas
Abshori AbshoriPenulis artikel19 Juli 2025 - (10:07 WIB)Permalink Sebelum komentar baiknya baca yg teliti dulu, dan lihat foto bukti baik², Foto timbangan sudah ada. Resi awal memang cuma 10kg. Dimana letak kesalahan saya? Saran aja, kalau membaca itu jangan di eja, nanti otak gak nyambung. 1 Login untuk Membalas