Surat Terbuka untuk Provider Terbesar XL

Pada hari Jumat, tanggal 1 Agustus 2025, sekitar jam 11 siang, saya kehilangan HP Oppo Reno 5 yang berisikan 3 SIM card (2 aktif, 1 di dalam softcase-nya). 2 SIM card XL dan 1 SIM card Telkomsel.

Saya sudah berusaha mencari dan menghubungi perangkat saya yang hilang, bahkan sudah saya beri tulisan dan pesan: “Silakan ambil HP-nya, tapi pulangkan SIM card-nya dengan menghubungi nomor yang tercantum.”

Tetapi penemu HP tidak beritikad baik, perangkat saya dimatikan. Dan saya sudah ambil tindakan dengan mereset perangkat dari jauh karena banyak data-data perbankan.

Pada tanggal 4 Agustus, saya urus-urus data-data saya di bank, lalu ke gerai provider.

  1. Saya lebih dahulu ke gerai Telkomsel, dan saya sangat senang dengan pelayanannya dan memudahkan saya sebagai konsumennya. Tanpa ribet dan ke sana kemari, pihak Telkomsel langsung mengganti SIM card saya dengan yang baru.
  2. Lalu saya lanjut ke gerai XL Center di Cilegon, tepatnya di PCI.
    Di situ dari saya masuk, pelayanan sudah tidak memuaskan. Jarak untuk pelayanan terlalu dekat (hanya berjarak sekitar 1 ubin keramik) dan sangat mengganggu dengan kebisingan para staf yang menjelaskan!!

Nah, di sini saya jelaskan permasalahan saya.

Saya mempunyai 2 SIM card aktif dengan nomor 08592205xxx9 dan 08592005xxx9. Dan nomor tersebut masih bisa saya gunakan WhatsApp dengan login OTP via akun Google. Pemakaian pun sudah sangat lama. Saat saya membeli kartu SIM itu pun saya diminta nomor NIK dan nomor KK (saya bawa KTP dan KK). Setelah aktif, saya sebagai konsumen yakin dong bahwa SIM card tersebut sudah aktif dengan data-data saya.

Tetapi saat saya urus di XL Center, ternyata itu bukan data-data saya. Saya pun kaget, lalu saya jelaskan. Tetapi staf XL dengan angkuhnya tetap tidak bisa diproses, padahal saya sudah berikan bukti yang sangat bisa dipertanggungjawabkan bahwa itu SIM card saya yang hilang.

Saya berikan bukti dengan aplikasi-aplikasi keuangan yang terhubung dengan SIM card tersebut (BCA, Mandiri, BRI, ShopeePay, DANA, GoPay, OVO, dll). Belum lagi akun-akun sosmed yang terhubung dengan SIM card tersebut yang memerlukan OTP via SMS.

Tapi sekali lagi, dengan angkuhnya staf tersebut tetap bilang tidak bisa membantu tanpa memberikan solusi!! Lalu gunanya XL Center itu apa???!!! Lalu saya bandingkan dengan Telkomsel yang dengan mudah dan sangat membantu konsumennya.

Di situ saya tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar dan merekam, tapi di XL Center ada CCTV, dan bisa dilihat kedatangan saya di XL Center dan bisa dilihat cara menangani para konsumen.

Untuk pihak XL, saya selaku konsumen sangat dirugikan!! SIM card itu terhubung dengan segala urusan kerjaan saya dan data-data saya.

Dan, mohon ditindak untuk sales-sales XL yang bermain dengan data-data konsumen, dengan memalsukan data!!!

Ferdiansyah
Cilegon, Banten


Update (10 Agustus 2025): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi dan apresiasi atas tanggapan dari pihak XLSMART sebagai berikut:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan XLSMART perihal “Surat Terbuka untuk Provider Terbesar XL”

Jakarta, 8 September 2025 Ref.CM/CU/E/007/0825/MR Kepada Yth. Redaksi Mediakonsumen.com Dengan Hormat, Berikut tanggapan kami atas keluhan Bapak Ferdiansyah melalui Mediakonsumen.com,...
Baca selengkapnya

21 komentar untuk “Surat Terbuka untuk Provider Terbesar XL

  • 6 Agustus 2025 - (13:28 WIB)
    Permalink

    Mungkin beli kartu sdh keadaan aktiv dr konter jelas data berbeda, kalo aktiv kartu sendiri pasti data sama gak mungkin oprator ubah data konsumen sedangkan kartu aja kita yg pakai

    • 6 Agustus 2025 - (13:30 WIB)
      Permalink

      belum diregistrasi kartunya sya pun pulang dahulu untuk ambil kk n ktp

      • 10 Agustus 2025 - (06:56 WIB)
        Permalink

        Justru saya gambang bang cm di minta history transaksi dan nomor2 yg sering di hubungi , karna ada data yg tidak sesuai cm fi bikinin surat pernyataan bermatrai. Selesai

    • 8 Agustus 2025 - (13:46 WIB)
      Permalink

      Saya juga punya pengalaman serupa. Kartu XL saya hilang, saya ke XL centre di ibukota provinsi (jaraknya lebih dari 100km dari rumah saya). Saya bawa KTP, KK, cangkang kemasan Kartu XL yg hilang, laporan kehilangan dari Polres, oleh XL tetap ditolak. Alasannya kartu tsb NIK-nya tidak sesuai. Saya beli kartu XL tsb dalam kondisi belum diregister, saya register sendiri dgn NIK dan KK saya sendiri. Dengan angkuhnya saya dipersilahkan meninggalkan ruangan karena banyak antrian dan tidak ada solusi apapun.

      • 8 Agustus 2025 - (22:07 WIB)
        Permalink

        harusnya ada solusi dari xl center.. gunanya xl center itukan untuk menangani hal² semacam ini.. kartu hilang/rusak dan saat di cek, data tidak sesuai.. tapi konsumen dpt membuktikan kalau itu simcard nya.
        kecuali konsumen tidak ada pembuktian, baru tidak diproses.

  • 6 Agustus 2025 - (14:57 WIB)
    Permalink

    “Saat saya membeli kartu SIM itu pun saya diminta nomor NIK dan nomor KK (saya bawa KTP dan KK)”

    Ini belinya di konter atau di gerai XL? Kalau belinya di konter ada kemungkinan penjaga konter tdk meregistrasikan nomor sesuai dg data yang sudah dibawa penulis sebelumnya. Tapi kalau penulis membeli di gerai XL dan petugasnya tidak mendaftarkan sesuai dg data penulis, ya patut diragukan kualitas pelayananya.

    • 6 Agustus 2025 - (16:34 WIB)
      Permalink

      beli nya di conter, pas kebetulan ada salesnya juga, masih ingat sayanya. pas di regis juga sama orang salesnya. awalnya yg jaga conter yg regis, terus diambil alih salesnya

  • 6 Agustus 2025 - (22:24 WIB)
    Permalink

    yg jd misteri kenapa registrasinya beda identitas. kalo ada perbedaan data memang sulit utk klaim. hal ini berlaku umum di semua operator selular utk mengantisipasi take over ke org yg tak berhak.

    • 7 Agustus 2025 - (07:19 WIB)
      Permalink

      untuk perdana telkomsel, saya akui awalnya perdana kuota yg sudag aktif, dan pemakaian baru bbrpa bulan, tapi saat saya urus.. sangat mudah.. karena memang sesuai no dengan aolikasi² yg saya pakai dan no trsbt masih ada di hp yg hilang, dan terdeteksi oleh sistemnya.

      klo xl, itu pemakain sudah lama, sktr ±4th.
      dan simcard itu terhubung dng akun bank dan bbrpa aplikas dan sesuai data ktp saya, yg dpt sya buktikan langsung pada saat di xl centre.

  • 7 Agustus 2025 - (10:12 WIB)
    Permalink

    Semoga cepat teratasi masalahnya untuk TS, biasaya pihak XL langsung cepat response kalau sudah masuk MK

    • 7 Agustus 2025 - (18:59 WIB)
      Permalink

      Sudah direspon mas via email. Pihak xl menghubungi saya dngn no xl sya yg hilang, kn lucu.. gmna bisa terhubung, no nya saja sudah hilang.

  • 7 Agustus 2025 - (18:02 WIB)
    Permalink

    Untuk tmn² jadikan ini sebagai pelajaran, selalu cek berkala, klo XL *808*4444*1#

    Saya dulu pernah ngalamin tdk terdaftar juga sebagai NIK saya, pdhal sya inget betul NIKnya saya yg dafatr sendiri akhirnya kartu tersebut tdk bisa dibalikin lagi.

    • 9 Agustus 2025 - (10:44 WIB)
      Permalink

      Saya barusan coba , ternyata no saya teregistrasi dengan nik yg berbeda beserta 2 nomor yg lainnya. Padahal , saya membeli no perdana langsung registrasi dgn nik saya. Mestinya kalau ada orang yang meregistrasi no tsb dgn nik yg berbeda , harusnya tidak bisa?? Kecuali nik yg lama dihapus dulu!! Ini mungkin ada masalah internal rupanya.

  • 7 Agustus 2025 - (19:36 WIB)
    Permalink

    Waduh kacau sekali kalau begini bang padahal kan harus melayani konsumen dengan sebaik-baiknya.

  • 7 Agustus 2025 - (21:19 WIB)
    Permalink

    Mmg brengsex itu xl, klo beli pulsa , tdk bisa nambah akumulasi masa aktif kartu, hubungi cs yg jawab template mayat

  • 9 Agustus 2025 - (09:20 WIB)
    Permalink

    Saran saya :
    1. Jng dengarkan yg komen berpihak ke XL krn org jg nggak tahu kondisi sebenarnya, mau apapun gunakan “tidak ada manusia bs bantu” apa lagi online. Maka jng berharap lebih. Jng balasa atau berdebat dg mereka.
    2. Mending ke kantor polisi urus surat kehilangan, sertakan kronologi dan apa saja yg hilang, note : untuk keperluan urus pergantian no hp yg bersangkutan dg berbagai aplikasi sebutkan dan tertulis di situ.
    3. Urus dan ganti no nya ke masing2 aplikasi dg bukti surat kehilangan tsb. Itu lbh mudah.

    Share pengalaman :
    Semenjak XL dipimpin CEO perempuan itu jadi hancur layanan nya dan ini legacy dia.

    Sebelum corona sy jg kehilangan hp, isinya ya data penting, login ke berbagai perbankan, bisnis bisnis rekanan jg disitu semua. No XL prioritas dan AXIS semua no perdana mahal dg angka milih sendiri.

    Urus ke XL ponorogo gak bs suruh ke Madiun, “sebab kejadian dan posisi jg lgi di madiun” ada 3 no hp, satunya AXIS jg, semua angka sama hanya 4 angka tengah terbalik posisinya, no belakang semua sama. Masing AXIS harga 150rb tanpa pulsa belinya.

    Sampai dimadiun, tidak bisa diproses. Jauh jauh ke madiun dan antri. Saya bawa mobil pickup yg ada ke tiga no tersebut terpampang jelas di body mobil. Bukti kongkrit, di kartu nama, banner toko, mobil, stempel, kertas nota pembelian toko. Dan login login aplikasi.

    Eh ttp gak bisa diproses. Nggak pake lama kartu yg masih ada saya patahin di depan kantor mereka, saya lepasin stiker no perusahaan dan saya tempelin di lantai depan pintu utama mereka saya injak injak, disaksikan semua karyawan nya dan cctv.

    Hati puas, tanpa ribet. Urus ganti no ke bca selesai. Krn m banking dll itu lbh mudah ganti no asal tabungan, atm dan ktp ada selesai sudah.

    XL bye bye dan saya sll komen pergilah dari indonesia, karena tidak bisa melayani dengan baik. Sinyal buruk. Perusahaan itu butuh logika lapangan bukan perasaan, jd keputusan ambil CEO perempuan itu yg buat XL hancur. Note “tanpa mendeskreditkan” semua perempuan ya, bidang nya masing2, takdir untuk memimpin jg masing2 sdh ada. Dan banyak jg perempuan yg berhasil memimpin dg baik, yg pasti logika nya jalan itu bedanya.

    Pesan untuk AXIS, pulang lah anda, pergilah dari XL, thn 2011-12 kan kamu merger, sejak itu sinyal dan layanan terbaikmu hancur oleh XL. Jika ada kabar sy auto pindah AXIS lagi

 Apa Komentar Anda?

Ada 21 komentar sampai saat ini..

Surat Terbuka untuk Provider Terbesar XL

oleh Ferdiansyah dibaca dalam: 2 menit
21