Tokopedia Seenaknya Potong Biaya Akibat Kesalahan Pembeli yang Salah Beli, Penjual yang Rugi

Saya penjual merasa keberatan Tokopedia TikTok Seller yang membebankan biaya ongkir ke penjual akibat kesalahan pembeli salah beli. Bukan kesalahan penjual salah kirim atau rusak.

Kronologi: Pembeli membeli baterai tanpa chat kita dulu dan kita sudah kirim sesuai pesanan. Ternyata, barang sampai pembeli mengajukan pengembalian dengan alasan di Tokopedia “salah kirim”. Saya langsung tanya pembeli, kita sudah kirim sesuai pesanan, kenapa mau return “salah kirim”? Ternyata pembeli beralasan ukuran salah.

Lah, salah siapa coba? Pembeli saja tidak bertanya dulu, asal beli. Lalu saya chat dengan CS Tokopedia, saya keberatan kalau ini alasan return “salah kirim” karena nantinya saya kena biaya ongkir bolak-balik yang dibebankan ke penjual.

Lalu kata CS Tokopedia, katanya tidak kena biaya karena salah pembeli. Eh, ternyata benar-benar saya dikenakan biaya:

  • Ongkos kirim Rp9.500
  • Ongkos kirim return Rp8.500
  • Komisi dinamis Rp8.394

Total Rp26.000, dan saat ini saya juga sedang banding karena barang return saya belum saya terima. Saya chat CS Tokopedia lagi, katanya sesuai alasan pengembalian pembeli, ongkir ditanggung penjual. Gila, ini sih pemalakan yang merugikan penjual.

CS menyuruh saya menunggu banding barang return yang belum saya terima. Padahal ini bukan masalah banding (saya banding karena barang belum terima, bukan banding biaya yang dibebankan ke penjual dengan alasan penjual salah kirim).

Yang saya pertanyakan, biaya ongkir Rp26.000 ini kenapa dibebankan ke penjual? Kalau banding barang saya terima, saya tetap kena biaya Rp26.000 itu, dan jelas saya rugi.

Padahal jelas di bagian pengembalian Tokopedia tidak ada pilihan “saya salah beli” atau “ukuran salah pembeli”. Yang ada hanya pilihan salah kirim, barang rusak, tidak sesuai, atau tidak diperlukan lagi. Jelas ini merugikan seller.

Silakan para seller menilai, Tokopedia TikTok Seller ini makin memberatkan dan kebijakannya menurut saya aneh.

Dedi
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

27 komentar untuk “Tokopedia Seenaknya Potong Biaya Akibat Kesalahan Pembeli yang Salah Beli, Penjual yang Rugi

  • 16 Agustus 2025 - (14:14 WIB)
    Permalink

    Yah begitulah. Memang TikTok Shop ngak niat berbisnis dengan penjual online di Indonesia. Ini marketplace TikTok Shop tujuannya cuma dumping produk pabrik Tiongkok ke Indonesia karena situasi politik global, tarif, dll. Mending kalau melalui importer lokal. Ngak, dari perusahan ampai pegawai yang import dan jualan yah orang Tiongkok juga dan TikTok Shop sendiri. Penjual lokal kecil2an (dan yang gede) yah cuma dipelorotin dan dikerjain habis2an. Sekarang aja malah ditawarin pinjaman ngak jelas melulu, bukannya dibenerin websitenya.

    Terus mereka bingung kenapa ngak bisa sukses, kenapa ngak bisa langsung profit kaya pas TikTok Shop buka di Vietnam dan di negara Asia lain, langsung untung. Orang Indonesia lagi susah, mereka datang merusak pasar. Dikira yang bisa belanja online siapa? Dikira jual barang2 merek ngak jelas bakal laku asal murah? Ngak mikir panjang. Yah kelihatannya orang Tiongkok yang disuruh urus TikTok Shop Indonesia, orang Tiongkok buangan yang ngak kompeten. Ngak bisa mikir panjang. Cuma jago menindas karyawan lokal di Tiktok Shop dan ex-Tokopedia kalau baca2 komplain di online.

    Udah aturan dan sistem bobrok ngak jelas. Dari segi teknis, website dan aplikasi TikTok Shop juga cacat. Kelihatan banget pelit ngak mau bayar server dan programmer yang kompeten. Pas nanti Tokopedia ditutup 100%, saya ngak yakin mereka bakal fokus perbaiki TikTok Shop.

    Terus solusinya? Pada bilang pindah Shopee. Padahal jelas2 sama aja. Sistem dan website sangat mirip, bisa dibilang sama. Itu Singapur di atas kertas doang, Tiongkok juga. Yang waktu itu pemecatan Shopee Indonesia besar2an juga bikin pelayanan yang udah ngak bagus makin kacau. Aturan yang dulu cacat juga makin cacat.

    7
    140
    • 17 Agustus 2025 - (11:48 WIB)
      Permalink

      Ini yang dislike siapa sih? Buzzer china gak kira2 ya? Gw aja yang orang keturunan bisa liat kalo ini bener semua kok. Kalian otak ngga dipake apa gimana?

      7
      100
      • 17 Agustus 2025 - (20:24 WIB)
        Permalink

        buzer cina,, gk beda di sosmed, propaganda kesuksesan (& keramahaj) tiongkok masif bgt

        64
      • 18 Agustus 2025 - (10:30 WIB)
        Permalink

        Tergantung nama saya bilang. Ada yang pakai nama Bob padahal bukan saya, komentar baik2 juga kena imbasnya, dapat jempol bawah banyak haha. Lumayan banyak username yang ditarget begitu: Hery Mulyanto, Tjahya, dll. Ngak peduli yang ditulis apa. Yah sudah lah, mereka pakai ilmu komputer buat kasih jempol bawah banyak, saya bisa apa?

        1
        61
      • 18 Agustus 2025 - (13:43 WIB)
        Permalink

        Kemungkinan bot, tujuannya agar gak keangkat ke permukaan.. ada mafianya berarti.. tapi ya bisa kita simpulkan e-commerce tersebut buruk parah.. bahkan sampai main kotor seperti ini.. saya sarankan lanjut serang di aplikasi Playstore.. mungkin bakal ada usaha juga mengimbangi dengan rate positif, tapi bakal berakhir seimbang dan ini bisa membantu orang lain. Karena saya pribadi lebih suka baca ulasan kritis bintang 1 biasanya lebih jujur.. kecuali buzzer pesaing dan org yg salah paham. Jadi intinya rate negatif aja di aplikasinya.

        20
      • 18 Agustus 2025 - (22:05 WIB)
        Permalink

        Dulu saya pelanggan setia Tokopedia, mohon maaf saya sudah nggk respek lagi sama E-COMERR satu ini, makin lama aturannya makin nggk jelas aja

        1
        1
        • 19 Agustus 2025 - (06:05 WIB)
          Permalink

          iya benar..TIKTOK ITU SANGAT PARAH SOAL ATURAN, MAKANYA SAYA PELAN2 MENINGGALKAN TIKTOK.. JADI KALAU SELLER MAU COBA JUALAN DI TIKTOK NGAK USAH..MENDING DI SHOPEE..MASIH BISA DIAJAK DISKUSI DULU..KALAU TIKTOK 90% PENJUAL BERSALAH.. 5% keberuntungan 5% menang karena usaha kita..ATURAN2 TIKTOK ITU SEMUA KEARAH PEMBELI..ATURAN PENILAIAN JUGA NGAK MASUK AKAL,.SISTEM Keuangan nya JUGA NGAK JELAS..APALAGI TOKPED SKRG MASUK TIKTOK.. AKHIRNYA SAYA RELAKAN AJAK TOKPED SAYA MESKIPUN UDAH 15TAHUN.. DARIPADA TERJEBAK KERUGIAN YG SAMA DI TIKTOK

          1
          1
    • 18 Agustus 2025 - (00:17 WIB)
      Permalink

      Emang paling parah sih tokopedia tiktok skarang. Retur pembeli yang salah yang dikenain biaya penjual.

      Biaya yang ditanggung juga bukan main-main. Selain ongkir juga harus nanggung biaya komisi dinamis yang dimana barangnya aja ga jadi laku tapi tetap dihitung terjual.

      Jauh lebih parah dari shopee bahkan, saat ini shopee masih lebih manusiawi karena banding masih bisa diterima dan diganti biaya packing 5k

      7
      1
      • 19 Agustus 2025 - (06:09 WIB)
        Permalink

        Banyak banyak yg dislike itu aneh..apalagi tanpa komentar bisa jadi itu robot semua… krn TIKTOK TIDAK PERNAH BERANI MENANGGAPI KELUHAN2 DI MEDIA KONSUMEN INDONESIA, 1X PUN TIDAK PERNAH.. NGAK BERANI KENAPA?? ARTINYA MEREKA TAHU MEREKA SALAH..JADI NGAK BERANI.. MEREKA NGAK PERDULI SAMA SELLER… BEDA SAMA SHOPEE

        1
        1
  • 16 Agustus 2025 - (17:04 WIB)
    Permalink

    Wkkkk tiktokopedia, ga usah ribet2 banding atau media konsumen. tugas mereka itu makan duit sebisa mungkin, termasuk asuransi jg. Jadi ga mungkin bandingnya diapprove.

    Ya kali kena retur alasan ga jelas, ga ada penjualan Masih dikenain komisi. Retur ga balik, Barang hilang jg kena komisi kok ama mereka. marketplace paling jokes, mental bandot.

    50
    1
  • 17 Agustus 2025 - (06:01 WIB)
    Permalink

    Pembeli di market place manapun memanfaatkan kelemahan market place yg memperbolehkan retur dgn memakai alasan palsu seolah-olah penjual yg salah kirim. Di Shopee masih mending penjual tdk dikenakan ongkir dan masih dibayar 5000. Di Tik Tok? Penjual benar2 boncos, dapat pembeli tolol yg beli gak pakai mikir dulu, kemudian market place yg cuma mau untung dan kerugian market place dibebankan ke penjual semua. Biarpun penjual sdh benar kirim barang, tetap harus menanggung biaya ongkir krn pembeli yg memilih alasan palsu buat retur barang. Pembeli macam begini blokir langsung. Gak ada gunanya melayani pembeli tolol yg cuma buat rugi penjual. Di market place Tik Tok bisa naikkan harga sedikit buat membayar biaya2 “tidak terduga”.

    23
    1
  • 17 Agustus 2025 - (14:08 WIB)
    Permalink

    Sama dengan case saya dulu, ikhlasin saja om , ga bakalan di ganti sama tiktokshop
    Memang ke sini aturan makin ga jelas, potongan makin gede
    Tapi CS di chat yg balas bot semua

    17
    1
  • 17 Agustus 2025 - (15:16 WIB)
    Permalink

    Ga ada gunanya di up ke media konsumen. Tokopedia udah bobrok sejak merger sama ol shop kebun binatang. Saya sebagai buyer pun udah lama unistall itu online shope yg jadi sampah sekarang. Dlu semenjak merger sama goto bagus sekarang bobrok

    22
    1
    • 17 Agustus 2025 - (16:36 WIB)
      Permalink

      Jadi ngebayang yah dulu saya denger namanya aja “tokopedia” dah gemetar saking kerennya. Jadi ngebayang kalo aja kaga ada merger dengan gojek dan tiktok pastinya dah jadi nomer wahid dah tu OLshop. Uang memang menghancurkan ya

      22
      1
  • 17 Agustus 2025 - (23:21 WIB)
    Permalink

    Pemerintah tolong larang tikt0k menjadi marketplace di negri ini, tokopedia jadi ancur ditangan tit0k, n4jissss

    18
    1
    • 20 Agustus 2025 - (23:42 WIB)
      Permalink

      Tokopedia juga dari dulu sudah ancur, heran sama buzzer Tokopedia. Bedanya waktu dulu setiap ada komplain Tokopedia di MK buzzer pada keluar untuk membela Tokopedia.

  • 17 Agustus 2025 - (23:41 WIB)
    Permalink

    Sesuai yg sudah disampaikan di komentar diatas sih percuma nge UP problem ke media konsumen… Saya ada 2 case dgn tiktokshop ga ada tanggapannya sampe sekarang. Ini baru yg masuk mediakonsumen ya… Ada 2 case lg mirip seperti case diatas awalnya ongkir pp ditanggung seller, banding ditolak krn barangnya baik dan benar jumlahnya, akhirnya chat cs dibalikin ongkirnya tapi cuma ongkir baliknya doang, ongkir kirim dan komisi tetap dipotong ke seller tanpa ada kompensasi.

    Asli meng-CAPEK jualan di tiktokshop… Mana jasa kirimnya HARUS J&T dan potensi retur COD nya gede bgt… Asli sangat disayangkan Tokopedia yg asli indonesia sampe dijual ke tiktokshop sama sekali ga ada benefitnya buat seller asli indo

    14
    1
  • 18 Agustus 2025 - (07:02 WIB)
    Permalink

    Gila ya tokped dan tiktod nih gak buyer gak seller dibikin ngamuk semua. Saya sebagai buyer juga ada kasus refund disuruh bayar sendiri. Mau complain ke cs gak pernah online. Kasih rating jelek malah error app nya. Eh ini buyer dikenakan biaya 26 ribu karena refund. Barang gak jadi kejual tapi duit tetep keluar. Boikot aja lah tiktod shop dan tokped. Udah bener di shopee masih manusiawi. Di tokped & TikTod isinya setan semua. Lintah darat

    9
    1
  • 18 Agustus 2025 - (20:19 WIB)
    Permalink

    Tiktokshop dibangun untuk market place barang barang China, Bukan untuk UMKM, Dan Pasti pemerintah dapat Cuan Dari pemberian izin Tiktokshop ini. Secara tidak sadar sudah menghancurkan JUTAAN UMKM, Dan Membunuh para UMKM. Dan dampaknya akan luar biasa karena secara diam diam di Jajah dengan konsep ekonomi market place.

    3
    1
    • 18 Agustus 2025 - (21:08 WIB)
      Permalink

      SABAR SABAR Kawan2 SELLER
      AYO dong KOMPAK
      Kita BUAT yg namanya GROUP SELLER
      Nanti Kita SUSUN PERLAWANAN
      Kalau Tidak ada PERLAWANAN
      Mereka SANTAI2 Saja

      • 20 Agustus 2025 - (14:29 WIB)
        Permalink

        Seller harus konfirmasi ulang untuk memastikan konsumen yakin dengan barang yang dipesannya, sebelum benar-benar dikirim. Sebutkan ulang spesifikasi barang itu

        • 20 Agustus 2025 - (14:36 WIB)
          Permalink

          Ini agak naif. Pengalaman saya, banyak pembeli abis klik “bayar”, langsung ilang aja. Yang paling parah pas mereka ada permintaan khusus aneh2, sebodo amet langsung ilang. Yah, memang mereka pembeli ngak diwajibkan balas chat penjual. Jadi ngak bisa apa2.

          Mereka pembeli responsif pun, banyak yang sepertinya ngak punya pengaris dan ngak tau 1cm itu berapa panjang. Ujung2nya salah beli lagi.

  • 20 Agustus 2025 - (14:40 WIB)
    Permalink

    Seller harus konfirmasi ulang ???
    Kalau yg beli cuma 5 orang mungkin bisa dalam 1 hari ,
    Kalau Pembelinya Ratusan per hari
    Harus konfirmasi ulang setiap produk yg dibeli.
    Perorang aja bisa beli lebih dari 1 barang terus gimana harus jelasinnya saru per satu?
    Justru itu ada yg namanya GAMBAR dan DESKRIPSI juga Ada ULASAN Pembeli.
    Jadi pembeli haeys Lebih SENSITIF dan TELITI Kalau beli Online.

  • 20 Agustus 2025 - (23:38 WIB)
    Permalink

    Buzzer diatas pada blow on apa ya, woy di Tokopedia itu ongkir retur sejak dulu ditanggung penjual. SDM IQ78 memang konyol pada nyalahin TikTok.

  • 20 Agustus 2025 - (23:40 WIB)
    Permalink

    Dari dulu juga Tokopedia sudah bobrok kok, cuma dulu tuh banyak buzzer yg sibuk belain Tokopedia.

 Apa Komentar Anda?

Ada 27 komentar sampai saat ini..

Tokopedia Seenaknya Potong Biaya Akibat Kesalahan Pembeli yang Salah B…

oleh jfd sentral collection dibaca dalam: 1 menit
27