Keluhan Surat Pembaca Jualan di Lazada Bukannya Untung, Malah Minus 22 Juta Rupiah 22 Oktober 202530 Oktober 2025 ridho hariyadi sardi 10 Komentar Alasan penolakan, berat paket kurir, Customer complaint handling, Customer Service, Dana hasil penjualan, e-Commerce, Jualan Online, Kurir, Layanan kurir, Lazada, Lazada Indonesia, Lazada Partner Support, Lazada Seller Center, Marketplace, ongkir, Ongkos kirim, Pengajuan banding, Potongan hasil penjualan, Salah input, Saldo minus, Selisih ongkos kirim, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Salam untuk Tim Lazada, Saya Ridho, penjual dari Toko Otsukafabricid di Lazada dengan ID: ID67XB3DJ1. Pada tanggal 10 Agustus 2025, saya menerima penjualan di Lazada dengan nomor pemesanan: 2732230899345253. Setelah beberapa bulan, saya memeriksa laporan penghasilan dan menemukan selisih minus sebesar Rp22.260.000. Setelah ditelusuri, selisih ini disebabkan oleh kesalahan input pada salah satu produk, di mana berat pengirimannya tercatat 250 Kg, padahal seharusnya hanya 250 gram. Saya sudah hampir menjadi penjual di Lazada selama 6 tahun dan kini harus menutup toko karena kerugian ini. Alih-alih mendapatkan keuntungan, saya malah merugi saat berjualan di Lazada. Saya mengerti ini adalah kesalahan input dari admin saya, tetapi apakah Lazada tidak bisa memeriksa kembali pengiriman saya yang baru saja menerima pesanan dari pelanggan? Di kategori sudah jelas bahwa itu adalah pakaian dengan panjang 20 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 3 cm. Pakaian apa yang memiliki berat 250 kg? Sudah saya tanyakan kepada agen Lazada, tetapi mereka menjawab bahwa tidak bisa ditinjau dan bersifat mutlak. Saya ingin mengingatkan seller lainnya untuk berhati-hati dengan kebijakan gratis ongkir Lazada yang ditanggung oleh penjual dalam program tersebut. Karena tidak ada batasan gratis ongkir, sehingga jika terjadi kesalahan, ini menjadi momen bagi Lazada untuk meraup keuntungan dari penjual. Saya berharap pihak Manajemen Lazada dapat segera meninjau kebijakan ongkir dari penjual tersebut, dan mengapa saat memasukkan berat produk harus berawalan dengan Kg, bukan gr? Seolah-olah menjebak seller-seller Lazada. Terima kasih kepada teman-teman seller, hati-hati dengan program Lazada ini. Ridho Hariyadi Bandung, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Abo Cah22 Oktober 2025 - (13:47 WIB)Permalink yg cuan banyak dr masalah ini adalah jasa kirimnya, coba dilihat aturan jasa kirimnya, apa bisa terima kiriman seberat 250kg 1 Login untuk Membalas
Hadi27 Oktober 2025 - (01:45 WIB)Permalink Sedikit bingung juga itukan bulan Agustus minus 22 juta lebih, setau saya kalo ada minus, saldo hasil penjualan berikutnya akan dipotong terus sampai hutang lunas. Trus selama bulan Agustus sampai Oktober ga jualan gitu?, kalo jualan apa iya 2 bulan ga kepikir WD saldo penjualan? Login untuk Membalas
Keranjang Belanja22 Oktober 2025 - (15:06 WIB)Permalink Yg untung itu jasa kirimnya kak 1 Login untuk Membalas
ridho hariyadi sardiPenulis artikel23 Oktober 2025 - (22:51 WIB)Permalink jasa kirim lazada express juga kak Login untuk Membalas
madman22 Oktober 2025 - (18:17 WIB)Permalink Minta selisih kelebihan ongkir ke ekspedisi. Ups, udah kelewat beberapa bulan ya? Ambil hikmahnya, mungkin kini saatnya selalu periksa transaksi harian setelah toko tutup. Pegawai ceroboh lebih mudah dijadikan kambing hitam ketimbang boss lalai. Login untuk Membalas
ridho hariyadi sardiPenulis artikel23 Oktober 2025 - (22:55 WIB)Permalink pesanan jam setengah 3 malam,udah ga cek traksaksi harian karna di potong pas di terima barang,dan ini bukan satu satunya ecommerce yang saya jualan,dan cuma lazada yg awalannya pasti kg bukan gr 1 Login untuk Membalas
Tjahya22 Oktober 2025 - (18:48 WIB)Permalink Kurir emang gitu kalo berat lbh ringan ongkir tdk dikembalikan kalo lbh berat minta tambah ongkir harus bener teliti 0 Login untuk Membalas
ridho hariyadi sardiPenulis artikel23 Oktober 2025 - (22:56 WIB)Permalink sebelum lewat udah chat sama am nya tapi dilempar juga Login untuk Membalas
Hadi27 Oktober 2025 - (01:41 WIB)Permalink Setau saya hampir semua aplikasi apapun tidak bertanggung jawab atas kelalaian pengguna itu sendiri. Paling hanya berusaha dibantu, tp jgn banyak berharap, apalagi kasus 2 bulan lalu itu Login untuk Membalas