Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

19 komentar untuk “Peretasan di Livin Mandiri, Mereka Tidak Bertanggung Jawab, Keamanan Livin Mandiri Patut Dipertanyakan

  • 7 Februari 2026 - (14:26 WIB)
    Permalink

    Ngeri banget dah masa saldo bisa kurang begitu dan gak ada tanggung jawabnya. Kalo emang ada salah nasabah ya dibuktikan, bukan malah bilang transaksi sah doang, dimana letak perlindungan kepada kita sebagai nasabah 😢

    • 7 Februari 2026 - (15:01 WIB)
      Permalink

      Hal itulah yang sangat mengecewakan Bu/Pak.

      Padahal hp saya ini ga pernah masuk ke link aneh2. Bahkan kan mbanking Livin sendiri tidak akan bisa kita buka kalau sedang dalam panggilan wa/telp/apapun.
      Tiba-tiba dituduh itu transaksi sah, wah luar biasa mengagetkan.

      • 8 Februari 2026 - (11:14 WIB)
        Permalink

        Sayangnya pw dan usernamenya hanya saya yg tau, hp saya pun tidak pernah berpindah tangan, baik dalam transaksi belanja atau apapun.

      • 9 Februari 2026 - (09:50 WIB)
        Permalink

        Jujur saja emangnya ada bank di Indonesia yg peduli dengan namanya “transaksi di luar kendali customer”? Saya rasa tidak ada, dan mereka lebih banyak menyalahkan customer, karena lalai menjaga pin, password, maupun otp. Meskipun betul salah satu penyebab terjadi “kebobolan” di akibatkan oleh customer, tapi seharusnya setiap transaksi baik menggunakan kartu debit online ataupun OTP muncul di hp pemilik akun. Mau di kata orang nomor hp-nya di forward begana begini, itu bukan hal yg mudah. Masih ada 2 step untuk ngeretas hp kita. Aplikasi livin’ saja 1 user 1 hp. Segala security yg gak masuk logika, terkadang sangat menyeramkan agar kita takut bukan membangun awareness. Intinya, Mandiri terkesan lepas tangan karena kalo tidak akan berdampak buruk terhadap level keamanan e-banking mereka. Sekalipun kita lapor ke OJK, mereka juga akan pilah pilih kasus yg menurut mereka mudah untuk di settlement

    • 9 Februari 2026 - (08:01 WIB)
      Permalink

      Saya tidak membela mandiri, tetapi keamanan sistem digital aplikasi itu sangat ketat, mulai dari pin, password, username, no hp dll itu pasti hanya di ketahui oleh pemilik, namun yg jadi masalah, biasanya ada aplikasi scam di HP yg tidak sengaja terinstall atau kita klik link sembarangan di internet, skarang dg sekali klik link phising, semua data hp kita sudah terbuka, dan tentu transaksi akan dinyatakan sah oleh aplikasi apapun.. Mngkin anda tidak sengaja ada klik link phising atau saat ada orang terdekat pakai HP anda klik link phising, 100% aplikasi apapun tidak akan melakukan transfer dana tanpa ada perintah ke aplikasi tersebut, dan keamanan aplikasi itu sangat ketat.

      • 9 Februari 2026 - (10:07 WIB)
        Permalink

        Saya bukan manusia yang gaptek dan tidak tau cara menjaga keamanan privasi keuangan saya, bahkan saya paham mana aplikasi yg baik mana tidak.
        Dan ini sudah saya datangi KCP Mandiri.
        Dari KCP mandiri bisa apa?? Mereka hanya lempar ke tim investigasi ini untuk di email.

  • 8 Februari 2026 - (08:20 WIB)
    Permalink

    Beberapa case spt ini, setelah di cek ternyata pelakunya orang -2 sekitar kita. Yg tanpa kita sadari mereka tahu user n passw kita, baik sengaja kita share atau tdk ke mereka.

    • 9 Februari 2026 - (08:53 WIB)
      Permalink

      Case kayak gini sdh ratusan kali muncul di media. Hati2 dgn aplikasi apk, otp dll. Saran saya, coba hp buat mobile banking tuh disendirikan aja. artinya tuh hp tdk terhubung dgn WA, email e banking anda, game online, marketplace dll. Dan tuh hp gak diutak atik sama anggota keluarga… Keluarin duit buat beli hp khusus lbh baik daripada nyalahin pihak bank terus

  • 8 Februari 2026 - (14:57 WIB)
    Permalink

    Saya pernah mengalami hal serupa ini akgir tahun lalu, saya tidak melapor ke mandiri, tapi saya langsung melapor ke OJK melalui media pelaporan online di website OJK, dalam waktu 14 hari ketja laporan saya langsung mendapat tanggapan dan tanpa basa basi mandiri mengembalikan dana saya tersebut

  • 9 Februari 2026 - (03:29 WIB)
    Permalink

    Bank sebenarnya agak sulit kalau melacak hal akibat social engineering atau peretasan lewat jalur lain, seperti saat menggunakan wifi publik tanpa password, wifi gratis hotel, dan lainnya. Sekelas BCA juga, dari pengalaman saya di bank, akan sama.

    • 9 Februari 2026 - (07:35 WIB)
      Permalink

      Jd ada baiknya harusnya Livin Mandiri ini tidak mengeluarkan statemen yang “mengada-ada” kan Pak.

      Keamanan mereka yang buruk, malah nasabah yang dirugikan.

      Selama ini pun sambungan data internet saya hanya 2, wifi rumah dan kuota internet kartu.

      • 9 Februari 2026 - (08:19 WIB)
        Permalink

        Jujur, pengalamanku pernah kayak gini di BCA dan BNI dan mereka punya statement yang sama. Bahkan kemarin Gopay juga sama, walau akhirnya yang Gopay misunderstanding gw.

        Saran saya, ke cabang. Jangan lewat email atau CS call

  • 9 Februari 2026 - (13:17 WIB)
    Permalink

    Terus kalau bank tidak ketat enak dong, saya tinggal transfer saja ke rekening lain atau buat topup shopi, terus habis itu ngaku akun saya dihack, terus bank ganti uangnya, wow enak sekali
    kesalahan itu terjadi karena user, bocornya keamanan di hp user, bukan karena livin tidak aman, anda yg tidak aman, katanya gak gaptek lha nyatanya anda kecolongan
    Sekelas orang IT saja pernah kecolongan apalagi anda

    • 9 Februari 2026 - (18:46 WIB)
      Permalink

      Kasian sekali anda.

      Baca biar paham.

      Ini bukan permasalan Individu IT. Ini permasalan keamanan nasabah dari perusahaan keuangan bernama BANK Mandiri.

      Sampai sini paham?

      Konteks ga paham, kok ngejawab

    • 16 Februari 2026 - (08:38 WIB)
      Permalink

      Benar…., dan setahu saya waktu kita buka rekening ada pernyataan yg intinya bahwa user dan pasw menjadi tanggung jawab nasabah. Kecuali klo dari hasil investigasi team IT, ada bukti peretasan, bank akan mengganti. Krn terkait keamanan sistem menjadi tanggung jawab pihak bank. Tapi kalau krn kelalaian nasabah, akan menjadi tanggung jawab nasabah sesuai pernyataan yg di ttd nasabah waktu buka rek.

      • 16 Februari 2026 - (10:28 WIB)
        Permalink

        Ya betul
        Tapi disini mereka juga ga bisa kasih bukti ke nasabah kalau transaksi dari saya atau bukan.

    • 10 Februari 2026 - (11:00 WIB)
      Permalink

      Saya lakukan begitu sekarang Pak.

      Kalau urusan ini selesai baru saya akan non aktifkan

 Apa Komentar Anda?

Ada 19 komentar sampai saat ini..

Peretasan di Livin Mandiri, Mereka Tidak Bertanggung Jawab, Keamanan L…

oleh afril dibaca dalam: 1 menit
19