Keluhan Surat Pembaca Peretasan di Livin Mandiri, Mereka Tidak Bertanggung Jawab, Keamanan Livin Mandiri Patut Dipertanyakan 7 Februari 20268 Februari 2026 afril 19 Komentar Akun Pengguna, Bank Mandiri, Customer complaint handling, Customer Service, Dompet Digital, e-Commerce, Fraud, Keamanan akun, Livin Bank Mandiri, One Time Password, OTP, OVO, Payment Gateway, Pembobolan akun, Pencucian Uang, Personal Identification Number, Saldo Hilang, Shopee, Validasi Pembayaran, Verifikasi Pembayaran, Virtual account Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Selamat sore Livin Mandiri dan para pengguna Livin Mandiri. Pada tanggal 19 Desember, saya mengalami transaksi yang tidak saya lakukan. Kemudian pada tanggal 20, saya melaporkan kejadian tersebut melalui telepon ke 14000, lalu dilakukan pemblokiran aplikasi Livin dan kartu ATM. Selanjutnya, saya diberikan nomor pelaporan C-251220-99103-2314316 dan diminta menunggu sampai tanggal 6 Januari 2026 untuk dilakukan investigasi. Namun, sampai melewati tanggal yang ditetapkan, tidak ada kabar. Lalu saya menghubungi kembali 14000, dan hal ini terus berulang berkali-kali. Saya juga mengirim email dan hanya mendapatkan jawaban template. Bahkan sampai hari kemarin, saya harus berinisiatif menghubungi Livin lebih dulu baru mendapatkan jawaban, padahal saat dalam telepon dengan customer service Livin, mereka mengatakan akan memberikan kabar dengan meminta nomor telepon saya yang bisa dihubungi. Lalu jawaban Livin Mandiri hari ini adalah mereka tidak bertanggung jawab atas kehilangan dana saya, di mana mereka melakukan fitnah dengan mengatakan transaksi yang dilakukan adalah transaksi yang sah dengan menggunakan perangkat saya, sistem login dengan user, PIN, dan password milik saya. Ini sungguh kelalaian keamanan bank Anda. Bisa-bisanya Livin mengatakan bahwa saya yang melakukan transaksi tanpa ada bukti. Lalu jika saya tidak bertanya terlebih dahulu, Anda lalai memberitahukan hasil investigasi yang sangat mengecewakan. Dari sini saya sadar, ternyata benar kata banyak orang, perlindungan konsumen dan keamanan bank Livin Mandiri ini patut dipertanyakan, begitu pun dengan tim investigasi dan tim customer service yang terkesan cuek dan tidak menganggap keluhan customer. Buktikan jika itu transaksi milik saya. Bahkan Anda tidak mampu melindungi uang nasabah. Sedikit, tapi bagi saya berarti. Afrilia Tangerang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Jaka7 Februari 2026 - (14:26 WIB)Permalink Ngeri banget dah masa saldo bisa kurang begitu dan gak ada tanggung jawabnya. Kalo emang ada salah nasabah ya dibuktikan, bukan malah bilang transaksi sah doang, dimana letak perlindungan kepada kita sebagai nasabah 😢 Login untuk Membalas
afrilPenulis artikel7 Februari 2026 - (15:01 WIB)Permalink Hal itulah yang sangat mengecewakan Bu/Pak. Padahal hp saya ini ga pernah masuk ke link aneh2. Bahkan kan mbanking Livin sendiri tidak akan bisa kita buka kalau sedang dalam panggilan wa/telp/apapun. Tiba-tiba dituduh itu transaksi sah, wah luar biasa mengagetkan. Login untuk Membalas
afrilPenulis artikel8 Februari 2026 - (11:14 WIB)Permalink Sayangnya pw dan usernamenya hanya saya yg tau, hp saya pun tidak pernah berpindah tangan, baik dalam transaksi belanja atau apapun. Login untuk Membalas
Iwanda9 Februari 2026 - (09:50 WIB)Permalink Jujur saja emangnya ada bank di Indonesia yg peduli dengan namanya “transaksi di luar kendali customer”? Saya rasa tidak ada, dan mereka lebih banyak menyalahkan customer, karena lalai menjaga pin, password, maupun otp. Meskipun betul salah satu penyebab terjadi “kebobolan” di akibatkan oleh customer, tapi seharusnya setiap transaksi baik menggunakan kartu debit online ataupun OTP muncul di hp pemilik akun. Mau di kata orang nomor hp-nya di forward begana begini, itu bukan hal yg mudah. Masih ada 2 step untuk ngeretas hp kita. Aplikasi livin’ saja 1 user 1 hp. Segala security yg gak masuk logika, terkadang sangat menyeramkan agar kita takut bukan membangun awareness. Intinya, Mandiri terkesan lepas tangan karena kalo tidak akan berdampak buruk terhadap level keamanan e-banking mereka. Sekalipun kita lapor ke OJK, mereka juga akan pilah pilih kasus yg menurut mereka mudah untuk di settlement Login untuk Membalas
Wise9 Februari 2026 - (08:01 WIB)Permalink Saya tidak membela mandiri, tetapi keamanan sistem digital aplikasi itu sangat ketat, mulai dari pin, password, username, no hp dll itu pasti hanya di ketahui oleh pemilik, namun yg jadi masalah, biasanya ada aplikasi scam di HP yg tidak sengaja terinstall atau kita klik link sembarangan di internet, skarang dg sekali klik link phising, semua data hp kita sudah terbuka, dan tentu transaksi akan dinyatakan sah oleh aplikasi apapun.. Mngkin anda tidak sengaja ada klik link phising atau saat ada orang terdekat pakai HP anda klik link phising, 100% aplikasi apapun tidak akan melakukan transfer dana tanpa ada perintah ke aplikasi tersebut, dan keamanan aplikasi itu sangat ketat. Login untuk Membalas
afrilPenulis artikel9 Februari 2026 - (10:07 WIB)Permalink Saya bukan manusia yang gaptek dan tidak tau cara menjaga keamanan privasi keuangan saya, bahkan saya paham mana aplikasi yg baik mana tidak. Dan ini sudah saya datangi KCP Mandiri. Dari KCP mandiri bisa apa?? Mereka hanya lempar ke tim investigasi ini untuk di email. Login untuk Membalas
Pandang8 Februari 2026 - (08:20 WIB)Permalink Beberapa case spt ini, setelah di cek ternyata pelakunya orang -2 sekitar kita. Yg tanpa kita sadari mereka tahu user n passw kita, baik sengaja kita share atau tdk ke mereka. Login untuk Membalas
Dedy9 Februari 2026 - (08:53 WIB)Permalink Case kayak gini sdh ratusan kali muncul di media. Hati2 dgn aplikasi apk, otp dll. Saran saya, coba hp buat mobile banking tuh disendirikan aja. artinya tuh hp tdk terhubung dgn WA, email e banking anda, game online, marketplace dll. Dan tuh hp gak diutak atik sama anggota keluarga… Keluarin duit buat beli hp khusus lbh baik daripada nyalahin pihak bank terus Login untuk Membalas
Anni8 Februari 2026 - (14:57 WIB)Permalink Saya pernah mengalami hal serupa ini akgir tahun lalu, saya tidak melapor ke mandiri, tapi saya langsung melapor ke OJK melalui media pelaporan online di website OJK, dalam waktu 14 hari ketja laporan saya langsung mendapat tanggapan dan tanpa basa basi mandiri mengembalikan dana saya tersebut Login untuk Membalas
afrilPenulis artikel8 Februari 2026 - (16:18 WIB)Permalink Terima kasih sarannya Pak/Bu Saya akan coba laporkan ke ojk Login untuk Membalas
Arie9 Februari 2026 - (03:29 WIB)Permalink Bank sebenarnya agak sulit kalau melacak hal akibat social engineering atau peretasan lewat jalur lain, seperti saat menggunakan wifi publik tanpa password, wifi gratis hotel, dan lainnya. Sekelas BCA juga, dari pengalaman saya di bank, akan sama. Login untuk Membalas
afrilPenulis artikel9 Februari 2026 - (07:35 WIB)Permalink Jd ada baiknya harusnya Livin Mandiri ini tidak mengeluarkan statemen yang “mengada-ada” kan Pak. Keamanan mereka yang buruk, malah nasabah yang dirugikan. Selama ini pun sambungan data internet saya hanya 2, wifi rumah dan kuota internet kartu. Login untuk Membalas
Arie9 Februari 2026 - (08:19 WIB)Permalink Jujur, pengalamanku pernah kayak gini di BCA dan BNI dan mereka punya statement yang sama. Bahkan kemarin Gopay juga sama, walau akhirnya yang Gopay misunderstanding gw. Saran saya, ke cabang. Jangan lewat email atau CS call Login untuk Membalas
Kusakabe9 Februari 2026 - (13:17 WIB)Permalink Terus kalau bank tidak ketat enak dong, saya tinggal transfer saja ke rekening lain atau buat topup shopi, terus habis itu ngaku akun saya dihack, terus bank ganti uangnya, wow enak sekali kesalahan itu terjadi karena user, bocornya keamanan di hp user, bukan karena livin tidak aman, anda yg tidak aman, katanya gak gaptek lha nyatanya anda kecolongan Sekelas orang IT saja pernah kecolongan apalagi anda Login untuk Membalas
afrilPenulis artikel9 Februari 2026 - (18:46 WIB)Permalink Kasian sekali anda. Baca biar paham. Ini bukan permasalan Individu IT. Ini permasalan keamanan nasabah dari perusahaan keuangan bernama BANK Mandiri. Sampai sini paham? Konteks ga paham, kok ngejawab Login untuk Membalas
Pandang16 Februari 2026 - (08:38 WIB)Permalink Benar…., dan setahu saya waktu kita buka rekening ada pernyataan yg intinya bahwa user dan pasw menjadi tanggung jawab nasabah. Kecuali klo dari hasil investigasi team IT, ada bukti peretasan, bank akan mengganti. Krn terkait keamanan sistem menjadi tanggung jawab pihak bank. Tapi kalau krn kelalaian nasabah, akan menjadi tanggung jawab nasabah sesuai pernyataan yg di ttd nasabah waktu buka rek. Login untuk Membalas
afrilPenulis artikel16 Februari 2026 - (10:28 WIB)Permalink Ya betul Tapi disini mereka juga ga bisa kasih bukti ke nasabah kalau transaksi dari saya atau bukan. Login untuk Membalas
Andri Haryono10 Februari 2026 - (10:00 WIB)Permalink Selalu kosongin saldonya biar aman Login untuk Membalas
afrilPenulis artikel10 Februari 2026 - (11:00 WIB)Permalink Saya lakukan begitu sekarang Pak. Kalau urusan ini selesai baru saya akan non aktifkan Login untuk Membalas