Ilustrasi oleh Penulis Hati-Hati Keluhan Surat Pembaca Keamanan Gojek Lemah! Akun Dibajak, Transaksi Fiktif Beda Pulau, Konsumen Dipaksa Bayar Tagihan GoPay Later 1 Juta! 27 Februari 202627 Februari 2026 Azis Abdul Ghani 7 Komentar Akun Pengguna, Bukti pembayaran, Cashless Payment, Customer complaint handling, Customer Service, Fintech, Fitur keamanan, Fraud, GoJek, GoJek PayLater, Gojek Shield, GoPay, GoPayLater, Kredit online, Listrik Pra-Bayar, PayLater, Payment Gateway, Pembajakan Akun, Pembayaran Transaksi, Penyalahgunaan akun, PLN, PLN Mobile, produk digital, Sistem keamanan, Token Listrik, Verifikasi Pembayaran Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Yth. Tim Redaksi Media Konsumen & Manajemen GoTo Financial, Melalui surat ini, saya pengguna setia Gojek, merasa sangat dirugikan dan diabaikan oleh sistem keamanan serta customer service Gojek. Pada tanggal 4 Januari 2025, muncul tagihan GoPay Later fiktif sebesar Rp1.006.407 di akun saya (nomor HP: +62819****497) untuk pembelian token listrik yang sama sekali tidak saya lakukan (Nomor Transaksi: 0220250103174533g4ZAvcDuX5ID). bukti no token yg tertera pada tagihan Saya sudah berkali-kali komplain (Nomor Laporan: #236534298), namun balasan dari CS Gojek sangat mengecewakan dan tidak logis. Mereka menolak membatalkan tagihan hanya karena sistem membaca transaksi dilakukan dari perangkat “iPhone XS Max“. Berikut fakta kebobrokan sistem Gojek yang saya temukan: Bukti beda pulau: Saya berdomisili di Serang, Banten. Namun setelah saya telusuri secara mandiri, nomor token listrik yang dibeli oleh pelaku/hacker tersebut beralamat di Bali. Sangat tidak masuk akal saya membeli token listrik untuk orang yang tidak saya kenal di beda pulau! Lemahnya sistem keamanan: Fakta bahwa sistem Gojek membaca “iPhone XS Max” membuktikan adanya celah session hijacking atau device spoofing oleh peretas yang mengambil alih akun saya tanpa mengirimkan notifikasi peringatan atau OTP apa pun ke perangkat asli saya. CS tidak kompeten: CS menolak melihat bukti investigasi mandiri saya terkait kepemilikan meteran listrik di Bali tersebut dan hanya berlindung di balik template “transaksi valid dari perangkat yang sama”. bukti kepemilikan token yang tertera pada tagihan gopaylater laporan terbaru yang saya buat di aplikasi gopay 1/3 ini jaawaban dari laporan yang saya buat Tuntutan saya sebagai konsumen: Melakukan investigasi mendalam terkait IP address dan identitas perangkat yang melakukan transaksi tersebut, bukan sekadar melihat tipe HP! Menghapuskan tagihan fiktif sebesar Rp1.006.407 tersebut dari akun saya karena itu bukan transaksi saya. Melakukan pembersihan nama baik saya di sistem SLIK OJK (BI Checking) agar fasilitas kredit saya yang lain tidak terganggu. Memfasilitasi investigasi terbuka dengan pemilik meteran di Bali: Saya menuntut pihak GoTo Financial dan tim investigasi untuk menghubungi dan memeriksa langsung pemilik meteran listrik di Bali tersebut. Tujuannya untuk mengonfirmasi secara resmi bahwa saya tidak memiliki hubungan apa pun dengan orang tersebut. Selain itu, investigasi ini wajib dilakukan untuk menelusuri dari mana dan bagaimana pemilik meteran tersebut mendapatkan aliran token listriknya. Dengan begitu, jejak pelaku/sindikat kejahatan siber yang meretas akun saya bisa terungkap dan tidak memakan korban lain. Saya menolak keras membayar Rp1 untuk kelalaian keamanan sistem Gojek. Masalah ini sudah merusak nama baik saya di SLIK OJK (BI Checking) dan mengganggu fasilitas kredit saya yang lain seperti SPayLater. Jika dalam 2×24 jam tim investigasi tingkat atas Gojek tidak menyelesaikan masalah ini, menghapus tagihan fiktif, dan membersihkan nama saya di OJK, saya siap membawa bukti kuat ini ke jalur hukum (Kepolisian) dan memviralkan kasus ini secara masif di media sosial. Terima kasih. Azis Abdul Ghani Serang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Jack27 Februari 2026 - (22:40 WIB)Permalink Pelaku disebut peretas atau pernah bekerja sebagai Coding atau bagian Security Aplikasi kah? Atau ada orang dalam yang bekerja sama dengan itu orang? Tiap jenis Paylater : Gopay, Spaylater, dan later lainnya, ada peretas dan kebocoran data. Hanya paylater ya. Login untuk Membalas
Azis Abdul GhaniPenulis artikel28 Februari 2026 - (02:06 WIB)Permalink Kurang tau pastinya tentang pelaku ini Makannya saya meminta tuntutan ke gopaylater untuk di investigasi tentang kejadian ini sampai tuntas Tapi sayang, pihak gopay responsnya kaya chat bot wa Ini bahaya banget, dan kemungkinan korbannya bukan hanya saya Jadi fikir fikir lagi untuk menggunakan gopaylater karna keamanannya kurang maksimal Login untuk Membalas
Jack28 Februari 2026 - (06:43 WIB)Permalink Atau itu pelaku sebagai agen penagih Gopaylater. Paylater di banyak aplikasi selalu ada kebocoran data dan kehilangan. Dan Gopaylater bukan sekali ini kasus rekening listrik PLN. Silakan cari judul ini di mediakonsumen “Tagihan GoPay Later 15 Juta Rupiah Akibat Penyalahgunaan Akun Tokopedia” Login untuk Membalas
Azis Abdul GhaniPenulis artikel28 Februari 2026 - (20:47 WIB)Permalink Kemungkinan kasus 11 12 sama tapi belum ada tanggapan dari pihak appnya Setiap ada balasan dari cs pun bilangnya “tidak ada indikasi hacking” tanpa ada bukti dan investigasi penjelasan dari saya Saya juga pengguna baru media konsumen, jadi saya ga tau ada yg di tanggapi atau ngga dari pihak terkaitnya Login untuk Membalas
Jack1 Maret 2026 - (12:44 WIB)Permalink Tinggal cari judul tersebut di mediakonsumen.com Di baca dulu.
Azis Abdul GhaniPenulis artikel28 Februari 2026 - (20:47 WIB)Permalink Kemungkinan kasus 11 12 sama tapi belum ada tanggapan dari pihak appnya Setiap ada balasan dari cs pun bilangnya “tidak ada indikasi hacking” tanpa ada bukti dan investigasi penjelasan dari saya Saya juga pengguna baru media konsumen, jadi saya ga tau ada yg di tanggapi atau ngga dari pihak terkaitnya Login untuk Membalas
Jack28 Februari 2026 - (20:49 WIB)Permalink Coba buat laporan ke Polda setempat penulis. Kebagian Siber Polri, abang buat laporan. Login untuk Membalas