Ilustrasi/Gemini Keluhan Surat Pembaca Global Excel Allianz Tidak Peduli Kondisi Pasien yang Sudah Urgent! 26 April 202630 April 2026 Yovita 6 Komentar Alasan penolakan, Allianz, Asuransi, Asuransi Kesehatan, Biaya Rumah Sakit, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Diagnosis penyakit, Global Excel Indonesia, Indikasi Medis, Klaim Asuransi, Penolakan klaim asuransi, polis asuransi, Premi Asuransi, Rawat inap, Rawat Jalan, Reimbursement, SLA, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Tindakan medis Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya seorang penyintas autoimun yang juga sebagai pemegang polis Allianz dengan nomor polis 000072944211. Dikarenakan terapi obat autoimun yang berkepanjangan, hal tersebut dapat mengakibatkan tertekannya sel imun terhadap kanker. Dalam hal ini saya sering merasakan sakit di daerah perut bawah. Saya inisiatif konsultasi dengan dokter SpOG di RS Abdi Waluyo, dari hasil pap smear mengatakan hasilnya kurang bagus, yang artinya terdapat sel yang cukup agresif dan dapat menyebabkan kanker serviks dengan kemungkinan 5%–15%. Sejak saat itu saya tidak boleh minum obat autoimun lagi karena dapat memperparah kondisi di rahim. Lalu saya dianjurkan untuk melakukan biopsi konisasi untuk memastikan apabila memang mau dilakukan tindakan angkat rahim. Tujuan angkat rahim ini adalah untuk dapat melanjutkan konsumsi obat autoimun tanpa takut bermasalah dengan kanker serviks di kemudian hari. Kemudian saya melakukan biopsi konisasi pada 7 April dan dicover dengan prosedur rawat inap di RSU Bunda dan dicover oleh Allianz. Tanggal 8 saya sudah pulang atas izin dokter. Lalu 2–3 hari kemudian terjadi pendarahan, lalu pasien melakukan kontrol balik ke dokter pada 16 April untuk pasang tampon dengan antiseptik di RSU Bunda. Lalu masih terjadi pendarahan halus selama 2–3 hari. Tanggal 20 April saya kontrol lagi di EMC Pulomas untuk pembersihan area bekas biopsi dan dipasangkan tampon baru. Namun satu hari sesudahnya pada 21 April terjadi pendarahan yang menyebabkan saya pusing berat dan dokter menganjurkan untuk langsung ke UGD untuk kondisi urgency untuk diberikan obat penahan pendarahan melalui infus. Saya langsung apply pre-admission untuk tindakan rawat inap. Setelah konsultasi dengan dokter, berdasarkan hasil konisasi sudah tegak CIN1 atau status prakanker, saya bulat memutuskan untuk melakukan operasi angkat rahim. Namun sampai dengan detik ini pihak Global Excel belum approve untuk rawat inapnya. Padahal alasannya jelas… urgency! Sambil menunggu approval penjaminan awal, sudah direncanakan untuk melakukan MRI untuk penunjang melakukan operasi angkat rahim. Pada hari kedua, Global Excel baru minta dokumen dan keterangan laporan medis lanjutan dari dokter untuk rawat inap dan baru direply pada jam 5 sore. Saya berharap sudah ada jawaban penjaminan dari Global Excel. Lalu pada hari ketiga siang Global Excel mengirimkan permintaan dokumen penunjang berupa hasil USG dan langsung saya berikan dan diteruskan oleh pihak RSU Bunda ke pihak Global Excel. Dari sini sudah terlihat bahwa Global Excel mutlak sangat mencari-cari celah untuk tidak mengabulkan penjaminan tertanggung. Parahnya lagi pada jam 5 sore saya mendapat kabar Global Excel meminta hasil MSCT. MSCT adalah mekanisme MRI yang lebih spesifik pada area tertentu. Permintaan persetujuan saya untuk melakukan MRI ketika sudah rawat inap malah dijadikan syarat sebelum masuk rawat inap yang padahal sudah urgent. Di saat bersamaan kondisi saya semakin memburuk, karena tidak ada obat antiinfeksi dan autoimun yang bisa masuk tanpa approval penjaminan. Hanya diberikan infus penahan pendarahan selama 3 hari. Saya berpendapat kebijakan Global Excel sangat membahayakan jiwa pasien. Mereka bermain dengan nyawa orang lain dengan dalih prosedur yang kaku, bahkan ketika dokter sudah mengatakan urgency dan alasan medis yang jelas. Lalu pada malam hari tanggal 23 April pihak Global Excel meminta kelengkapan data medis lanjutan pada rumah sakit untuk penilaian lanjutan, dan dijawab pada pagi hari oleh dokter. Pada tanggal 24 siang ini saya dikabarkan oleh Global Excel bahwa penjaminan awal saya tidak dapat diberikan, walaupun ketika masuk dalam kondisi urgency. Dengan alasan ini tergolong tindakan diagnostik. Sejak kapan tindakan operasi angkat rahim itu tergolong diagnostik? Sejak kapan? Dokter di Global Excel dapat gelar dokternya ijazah nembak ya? Di saat yang bersamaan ada pasien yang operasi angkat miom dicover oleh Global Excel juga. Angkat rahim dan angkat miom itu mana yang lebih besar? Kenapa bisa tindakan kuratif seperti angkat rahim disebut sebagai tindakan diagnostik oleh Global Excel Allianz? Dokter mungut di mana kalian? Akhirnya dari awal saya masuk dalam kondisi pendarahan tetap tidak dijaminkan. Bill berjalan hingga jam 2 siang sudah 14,7 juta+. Apakah Global Excel harus menunggu Hb saya drop di bawah 10 atau sudah terkena kanker baru bisa dijaminkan? Saya sebagai pemegang polis dan pasien tidak diperbolehkan melakukan tindakan medis preventif untuk kesehatan saya. Global Excel Allianz sungguh luar biasa! Pukul 5 sore tanggal 24 April saya sudah check out dengan biaya sendiri dalam kondisi masih pendarahan dan nyeri. Sungguh sebuah kenyamanan tiada tara bermedis dengan Global Excel Allianz. Yovita Jakarta Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
YovitaPenulis artikel26 April 2026 - (10:50 WIB)Permalink Setelah berbicara dengan Dokter spesialis yang menangani saya, ternyata pada tanggal 23 April, Dokter pihak RS telah mengajak pihak GlobalExcel untuk datang melihat langsung dan berdikusi tentang kondisi dan update terkini yang seharusnya dilakukan di lapangan medis via call. Dokter RS sudah sangat terbuka, tidak ada yang ditutupi mengenai kondisi saya sebagai pasien. Nyatanya pihak GlobalExcel tidak acuh dan langsung memutuskan menolak penjaminan untuk semua proses pengobatan sejak saya masuk IGD. Kemungkinan besar pihak GlobalExcel tidak mengerti dan tidak berniat improve knowledge medisnya. Nyusain orang lain aja. Knowledge 👎 tapi tidak mau belajar. Semoga pemegang polis lain tidak mengalami nasib seperti saya. 2 Login untuk Membalas
Moel26 April 2026 - (12:37 WIB)Permalink Sebagai ex banker dan ex agen Allianz, kasus seperti ini uda sering saya temukan terjadi dalam 20 tahun berurusan dgn asuransi, ntah Asuransi nya langsung atau providernya … Sudah seharusnya kedua pihak ini punya dokter2 spesialis bidang lapangannya yang bisa memberikan keputusan bijaksana sesuai bidangnya. Kalau dilihat dari kasus ini, di RS Bunda yang uda terkenal urusan persalinan, bahkan pasiennya rata2 pejabat dan artis, uda pasti dokternya top grade Obgyn Specialist. Sekarang apakah pihak Asuransi atau providernya punya dokter mumpuni dibidang yang sama? Harusnya pihak provider atau asuransi punya tim yang bisa turun ke lapangan atau minimal punya dokter yang capable utk mengerti medis dibidangnya. Kalau pihak provider dokternya abal abal, kalian hanya akan bikin nama asuransinya jadi jelek. Nyusain industri asuransi aja kalo kejadian begini terus terjadi. Shame on you GlobalExcel 👎 3 Login untuk Membalas
Sinz26 April 2026 - (12:45 WIB)Permalink Masalah ini dr sisi penulis.. Lalu kita hrs nunggu penjelasan dr sisi Asuransi biar berimbang.. Semoga Alianz bisa memberikan penjelasan yang detail.. Login untuk Membalas
YovitaPenulis artikel26 April 2026 - (21:03 WIB)Permalink Tadi siang pihak asuransi call saya untuk investigasi masalah ini. Ini hal simple, segala komplikasi lanjutan krn tindakan medis yang sudah di cover biayanya 3 minggu lalu oleh asuransi itu termasuk rawat jalan, dan di polis saya pun tertulis apabila ada komplikasi atau rawat jalan lebih lanjut dalam 90 hari setelah rawat inap itu tetap ditanggung selama masih 1 rantai kejadian lanjutan medis. Tidak ada alasan apapun. Dan yang lebih penting, permasalahan ini terjadi krn decision sinprovidernya (GlobalExcel) , bukan asuransinya. Login untuk Membalas
Munzir Akbarwan26 April 2026 - (15:27 WIB)Permalink Sebelumnya saya turut bersimpati atas penyakit yang anda derita. Semoga penyakitnya lekas sembuh dan tetap semangat berobat. Masalah yg anda hadapi dg pihak asuransi hanya akan memperparah kondisi pasien kanker apabila tertekan stress Apakah tdk bisa pake BPJS pemerintah? 1 Login untuk Membalas
YovitaPenulis artikel26 April 2026 - (21:09 WIB)Permalink Terima kasih atas perhatiannya, memang sampai detik ini saya masih stres krn kejadian ini. Saya tidak ingin berurusan dengan bpjs jika tidak terpaksa, krn saya tau banyak sekali penyakit yang tidak dicover oleh BPJS. Login untuk Membalas