Traveloka Ngambek Gara-gara PayLater

Jadi, kayaknya sudah hampir 2 tahun saya menggunakan limit PayLater yang diberikan Traveloka. Awal-awal menggunakan senang sih, nggak ada masalah. Sampai akhirnya pas corona beberapa kali saya terlambat membayar tagihan karena situasi keuangan. Tapi terlambat ya, bukan tidak membayar.

Saat itu, setelah semua tagihan lunas, saya berhenti sementara menggunakan. Sampai akhirnya tiba-tiba Traveloka secara periodik menaikan limit saya hingga Rp15 juta. Namun kemudian turun tanpa sebab menjadi Rp6,6 juta.

Nah pas limit Rp6,6 juta ini, karena ada kebutuhan di rumah saya gunakan lagi PayLater-nya. Sampai akhirnya ada problem di transaksi pembelian saya di Traveloka (bukti-bukti terlampir di akhir ya). Berikut kronologinya:

  • Pada tanggal 22 Agustus 2021, saya melakukan transaksi di merchant Tokopedia. Namun dalam beberapa menit kemudian, transaksi tersebut dibatalkan oleh merchant.
  • Saya mendapat email konfirmasi pembatalan dan konfirmasi akan terjadi proses pengembalian dana dan limit ke PayLater Traveloka saya oleh Tokopedia dalam waktu 1-2 minggu.
  • Pada tanggal 25 Agustus 2021, saya menghubungi CS Traveloka menginfokan perihal ini. Direspon dan diminta cek secara periodik.
  • Hingga 30 Agustus 2021, sudah lewat 2 minggu, limit PayLater saya masih sama dan masih ada list transaksi tersebut yang harus saya bayarkan akhir bulan. Tidak ada perubahan. Bahkan tiba-tiba limit saya malah diturunkan. Komplain ini direspon, percakapan berlangsung hingga 2 September 2021. Namun hasil akhirnya mengecewakan. Respon rata-rata template.
  • Karena kesal, ya sudah saya biarkan. Saya coba diamkan hingga 28 September 2021. Saya bayarkan full tagihan minus transaksi bermasalah itu.
  • Rabu tanggal 30 September 2021, saya kembali menghubungi CS Traveloka melalui telepon untuk menanyakan perihal status ini. Lucunya, saya harus tetap membayarkan tagihan dulu karena proses refund dan billing berjalan sendiri-diri. Menurut saya ini aneh. Transaksi bukan saya yang batalkan, tapi saya tetap harus bayar tanpa ada jaminan apakah kalau refund Tokopedia berhasil, uang saya akan dikembalikan. Sempat berargumen dengan CS hingga akhirnya saya bilang, saya tidak akan bayarkan karena itu bukan tanggung jawab saya.
  • Tanggal 1 Oktober 2021 lalu, saya menerima email dari Traveloka bahwa proses refund berhasil dan dana kembali, tapi tidak full. Jadi masih ada tagihan nyangkut sekitar 12 ribu terkait hal ini. Yang amaze-nya, di hari yang sama saya menerima email pemberitahuan bahwa limit PayLater saya kembali diturunkan.
  • Puncaknya hari ini saya cek, tiba-tiba Pay Later saya “Temporarily Deactive“. Mungkin karena chat yang saya kirim ke CS Jumat malam hehe.

Jadi entah ya, intinya saya ngerasa aneh dan lucu bersamaan dengan Traveloka. Namun saya sarankan karena sistem mereka seperti ini, nggak linier, sebaiknya pikir dua kali untuk menggunakan. Nggak nyaman.

Terima kasih.

Alinda Rimaya
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Traveloka PayLater:
[Total:22    Rata-Rata: 2.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

21 komentar untuk “Traveloka Ngambek Gara-gara PayLater

    • 6 Oktober 2021 - (20:57 WIB)
      Permalink

      Tapi memang aneh , saya pun pernah mengalami kasus yang sama saat menggunakan kredivo

      Kondisi saat itu , saya membeli barang dgn pembayaran kredivo, pesanan dibatalkan oleh merchant, saya disuruh bayar tagihan kredivo nya dulu ,

      Setelah 7 hari , tokopedia infokan jika dana sudah di refund full , namun saya cek pada kredivo terdapat sisa tagihan 24rb

  • 5 Oktober 2021 - (10:47 WIB)
    Permalink

    @Alinda Rimayana

    Wah wah wah nih anak pasti dari generasi tiktok (generasi yang tidak punya urat malu).

    Lo ngasih judul : Traveloka Ngambek Gara-gara PayLater

    Disitu jelas, yang nulis gak Ada Urat Malu.

    Sampai detik ini dimanapun tempatnya, persepsi semua orang pasti sama, orang yang rutin berhutang adalah orang yang SANGAT MISKIN, lebih lebih dari Miskin. (Orang ‘miskin saja’ ada yang tidak punya hutang )

    Anda orang yang Sangat Miskin.

    Trus, Traveloka itu siapa ? Penjual Tiket
    Paylater itu siapa ? PinjoL

    Coba lo bayangin, lo lagi ngumpul ngumpul disuatu tempat terhormat. Atau Lo sedang menghadiri tempat terhormat, disitu tempatnya orang orang yang Lo segani.

    Trus lo curhat ke mereka, seperti ini bunyinya :

    “Penjual Tiket Ngambek gara gara gue Bayar Pakek duit Ngutang di PinjoL.”

    Apa Urat Malu Lo gak Putus tuh.?

    iiihhhh, makin iLfiL aja gue sama generasi Tiktok.

    13
    5
    • 5 Oktober 2021 - (11:11 WIB)
      Permalink

      Hehe, mohon dibaca lagi ya. Jangan asal nyeletuk. Coba di teliti lagi, di baca benar-benar. Dan coba dipikir lagi, atas dasar apa anda bilang saya miskin dll. Cek lagi ya. Nggak nyambung soalnya.

      Oh, dan btw saya nggak rutin main TikTok 🙂

      1
      5
      • 5 Oktober 2021 - (13:01 WIB)
        Permalink

        Tuh kan, lo ngaku deh sebagai Tiktokers.

        “ atas dasar apa anda bilang saya miskin”

        Siapapun yang ngajuin Hutang di PinjoL. Foto selfie sambil pegang KTP, dia itu ya orang yang Sangat Miskin.

        Judul Lo itu harusnya di ubah.

        Traveloka itu Penyedia Tiket. Yang membeli tiket yang berhak komplain dengan Traveloka.

        Sedangkan Lo. Lo beli apa apa di Traveloka yang Bayarin PinjoL.

        Jika ada masalah dengan Limit dan lainnya seharusnya Komplain dengan PinjoLnya.

        Harusnya Judulnya seperti ini:

        “Paylater Traveloka Ngambek menurunkan Limit hutang Nasabah”

        Kalo itu judulnya baru bener.

        Paylater adalah PinjoL. Pinjol itu nyelip dimana.? diaplikasi Traveloka. Jadi nyebutnya Paylater Traveloka. Atau Traveloka Paylater juga boleh.

        Di Aplikasi Traveloka itu ada 4 kepentingan yang berbeda:

        1. Traveloka : Penyedia Tiket
        2. Paylater Traveloka : PinjoL
        3. Pembeli Tiket (membeli dengan kontan)
        4. Nasabah PinjoL (pembeli yang minta bayarin PinjoL)

        Lo itu di posisi paling bawah. Para Ngutangers.

        8
        4
      • 5 Oktober 2021 - (21:54 WIB)
        Permalink

        Enggak usah ditanggapin mbak. Dia emang kayak begitu. Lihat saja komentarnya di surat pembaca yang lain. Kayak begitu semua. Nyampah doang.

        4
        1
    • 5 Oktober 2021 - (19:54 WIB)
      Permalink

      sama mas saya juga pake traveloka paylater trus pembayaran udah lunas sebelum jatuh tempo tetapi pas bulan berikutnya saya cek udah ga aktif lagi… aneh banget traveloka…. gimana yaa padahal konsumen udah bayar full sebelum jatuh tempo tapi di bekukan juga….. wkwkwkw lucu aja sih….

      • 5 Oktober 2021 - (20:15 WIB)
        Permalink

        Iya, bener mas. Kemarin juga saya bayar full, kecuali transaksi yg bermasalah. Terus tiba-tiba limit turun lalu dibekukan. Makanya paling nggak sekarang jadi tahu kalo sistemnya nggak linier. Riskan juga ternyata. Malah jadi konsumen yang dirugikan hehehe

        Makanya ini saya mau selesaikan lalu mau saya uninstall saja. Mereka menawarkan, kita menggunakan, tapi kita malah yang jadi nggak nyaman ya.

        • 5 Oktober 2021 - (21:56 WIB)
          Permalink

          yapss betul… mereka menawarkan kita ambil toh ga rugi juga sih… semua untung klo bisa dibilang.

  • 5 Oktober 2021 - (11:04 WIB)
    Permalink

    Fenomena generasi Tiktok yang sudah gue cap sebagai Generasi yang tidak punya urat malu.

    Ada orang berbondong bondong turun dari bandara, mereka berasal dari negara ……

    Pergerakan mereka direkam memakai sebuah ponsel. Trus dibagikan, di viralkan pakai Aplikasi Tiktok.

    Apa bunyinya.?
    Negara diam diam memperbolehkan tenaga kerja dari…… masuk. Dan disitu para penonton Tiktok banyak yang gelisah, tidak terima, dan sewotnya minta ampun.

    Disitu terlihat nasionalis banget. Tapi aslinya apa.?

    Itu yang merekam adalah Pengguna Tiktok.
    Penonton yang sewot adalah Pengguna Tiktok.
    Orang yang direkam itu adalah orang yang berasal dari Negara Pembuat Tiktok.
    Orang yang direkam itu adalah orang yang Meng- Gaji para Tiktokers.
    Tiktokers menghina orang yang Meng-Gaji mereka.

    Itulah urat Malu yang sudah putus.

    5
    10
  • 5 Oktober 2021 - (13:53 WIB)
    Permalink

    Sepertinya memang limit paylater yang diberikan ini sekehendak yang punya aplikasi. Teman aku juga pengguna paylater Tokopedia, karena lama tidak digunakan akibat pandemi dan karena memang pembatasan di waktu itu, akun paylater tsb di non-aktifkan begitu saja. Kalau limit bisa naik turun seperti itu, akan sangat beresiko dikala ada nasabah yang ada cicilan, bisa-bisa limit diturunkan jadinya kena biaya overlimit. Sepertinya menggunakan kartu kredit masih jauh lebih nyaman ketimbang paylater.

    • 5 Oktober 2021 - (20:16 WIB)
      Permalink

      Iyaa mbak, bener. Saya setuju. Karena begini paling nggak jadi pengalaman dan jadi informasi untuk konsumen lain. Kalau pake CC tagihan jelas dan sistemnya lebih teratur.

    • 5 Oktober 2021 - (21:59 WIB)
      Permalink

      Kalau ada pinjaman, tidak mungkin limitnya diturunkan di bawah nominal pinjaman yang sedang diambil. Pasti di atasnya.

      Jika dibandingkan dengan kartu kredit memang pinjol kalah jauh. Bunga kartu kredit jauh lebih rendah dan sering ada promo cicilan 0%. Jadi langsung dibayar lunas maupun dicicil totalnya sama.

  • 5 Oktober 2021 - (17:47 WIB)
    Permalink

    ribet amat hidup lo mbak, ngadu2 ke media dgn masalah beginian.
    Tinggal hapus aja aplikasinya.

  • 7 Oktober 2021 - (10:20 WIB)
    Permalink

    Kepada Yth.,
    Ibu Alinda Rimaya,

    Terima kasih telah menjadi pengguna setia Traveloka.

    Menanggapi surat terbuka yang Ibu Alinda Rimaya tujukan kepada Traveloka di MediaKonsumen.com pada 5 Oktober 2021, dapat kami sampaikan bahwa Traveloka telah menghubungi Ibu Alinda Rimaya melalui sambungan telepon dan email guna berkoordinasi lebih lanjut serta memberikan solusi terbaik terkait situasi yang Ibu Alinda Rimaya alami. Adapun solusi tersebut telah diterima dengan baik oleh Ibu Alinda Rimaya.

    Demikian pernyataan resmi ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

    Hormat kami,
    Tim Traveloka PayLater

    • 7 Oktober 2021 - (10:49 WIB)
      Permalink

      Kepada Traveloka Indonesia,

      Terima kasih atas respon pada surat terbuka ini. Namun mungkin perlu diluruskan bahwa saya bukan menerima solusi dengan baik, tapi tidak menghiraukan lagi. Karena solusi yang ditawarkan tidak menjawab dan menyelesaikan masalah yang saya alami.

      Tim Traveloka hanya mengirimkan email template, menjelaskan hal-hal sama yang pernah diberikan sebelumnya namun tidak menyelesaikan masalah. Menjalankan SOP saja.

      Tapi terima kasih sekali, dan saya apresiasi respon yang diberikan ini.

 Apa Komentar Anda mengenai Traveloka PayLater?

Ada 21 komentar sampai saat ini..

Traveloka Ngambek Gara-gara PayLater

oleh Alinda Rimaya dibaca dalam: 2 menit
21