Akun Kredivo Saya Dibobol Orang dan Kredivo Tidak Memberikan Solusi, Tetap Menuntut Pembayaran

Pada tanggal 10 Oktober 2021, saya membuka email saya. Karena saya sudah tidak bekerja, jadi saya jarang buka email. Masuklah banyak email dari Kredivo, ternyata pada tanggal 1 dini hari pukul 3 pagi, ada yang mencoba untuk mengganti PIN Kredivo saya.

Lalu dalam 2 menit di email selanjutnya, PIN sudah terganti. Email yang masuk berikutnya yaitu notifikasi transaksi beberapa kali di Tokopedia menggunakan Kredivo saya. Tentunya saya shock, karena limit Kredivo saya itu sudah setahun lebih tidak saya pakai, dan itu dihabiskan oleh si pembobol, dengan jumlah yang tidak sedikit.

Saya sudah setahun lebih tidak menggunakan Kredivo, aplikasi sudah di-uninstall dan bahkan nomor HP yang digunakan untuk login Kredivo pun sudah hangus. Saat saya install Kredivo lagi, saya bahkan tidak bisa login. Saya mencoba menelepon CS Kredivo, tetapi berujung pada pemaksaan untuk tetap membayar.

Ketika saya bantah, mereka dengan seenaknya menutup telepon. Baru pada telepon saya ke-3 kali ya, CS bilang akan diinvestigasi 30 hari, blokir akun sementara, tetapi tetap saja saya disuruh membayar. Bagaimana saya akan bayar yang bukan transaksi saya sendiri?

Saya juga sudah menghubungi pihak Tokopedia untuk meminta bantuan. Namun pihak Tokopedia hanya bisa memblokir akun si pembobol saja, tanpa bisa memberitahu alamat akun tersebut, harus pihak kepolisian. Saya pun sudah membuat laporan ke Polda Metro Jaya dan sedang tahap menunggu penyidikan.

Melihat banyaknya kasus yang sama, berarti kasus tidak terselesaikan dengan baik, apakah sistem keamanan Kredivo begitu mudah dibobol? Atau ada orang yang membobol akun akun yang lama tidak dipakai, atau bagaimana? Karena untuk permohonan ganti PIN saja ternyata harus memasukkan NIK KTP, berarti si pembobol juga punya data KTP saya. Bagaimana penyelesaiannya? Karena saya tidak akan mau bayar transaksi yang tidak saya lakukan.

Yuni A.
Jakarta Timur


Update (16 Oktober 2021): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan apresiasi atas penyelesaian dari pihak Kredivo sbb:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Sistem Keamanan Kredivo:
[Total:47    Rata-Rata: 1.9/5]
Tanggapan Kredivo atas Surat Ibu Yuni Angelia

Menanggapi surat konsumen yang ditulis oleh Ibu Yuni Angelia di Media Konsumen tanggal 15 Oktober 2021 yang berjudul “Akun Kredivo...
Baca Selengkapnya

66 komentar untuk “Akun Kredivo Saya Dibobol Orang dan Kredivo Tidak Memberikan Solusi, Tetap Menuntut Pembayaran

  • 15 Oktober 2021 - (08:41 WIB)
    Permalink

    Jika akun sudah tidak kita pakai trs kita hapus data diri kita aman ngga ya….???

    Mbaknya gimana…..masih mulai penyelidikan apa sudah ada titik terang???

    4
    1
    • 15 Oktober 2021 - (18:06 WIB)
      Permalink

      nggak aman mbak, buat pelajaran bersama aja, mending tutup permanen,

      untuk penyidikan kasus sudah diselesaikan mbak

      • 16 Oktober 2021 - (02:00 WIB)
        Permalink

        Sama ka.saya juga kebobol 12 jt. Bingung saya .tpi ttep ga akan saya bayar . Baru 2 bln ini ka.

        • 17 Oktober 2021 - (14:53 WIB)
          Permalink

          mbak untuk penyelesaian solusi ke kredivo bagaimana ya..?? saya minggu lalu jg kebobolan mbak limit saya dipakai 5.6jt..kejadian nya jam 1.25 mlm saya dpt sms dr kredivo pinjaman tunai kredivo sudah kami transfer dan benar saja saya dpt sms dr mandiri ada kredit sebesar 5.6kt dan selang 6 menit langsung terdebit mbak sedangkan saya sama sekali tidak mengajukan pinjaman…saya jg tidak dpt sms OTP

      • 16 Oktober 2021 - (22:32 WIB)
        Permalink

        Mba… Saya juga sedang cari solusi utk hal yang sama… Akun saya ada yang ngebobol.. tp pihak kredivo ga mau tau… Apa yang harus saya lakukan.. nominal sama dengan yang mba.. puisng saya

      • 20 Oktober 2021 - (10:18 WIB)
        Permalink

        mba yuni, kasus aku sama banget mba sama mba yuni…namun saya baru tau jika bisa lapor ke media konsumen ini. jadi saya baru buat surat pembaca hari ini. semoga masalah saya teselesaikan seperti mba yuni ya mba.

      • 20 Oktober 2021 - (21:53 WIB)
        Permalink

        Sama mbak barusan td pg akun kredivo saya kebobolan 8juta .dr kredivo tidak ada pertanggung jawaban ..servernya parah kok bisa tahu data diri kita ..di komplain katanya masih perbaikan sistim..di komplain tidak ngasih solusi ..poko.e wani perang kalau di suruh bayar

    • 15 Oktober 2021 - (09:05 WIB)
      Permalink

      Kalo hanya hapus aplikasi di hp kita gak ngaruh kak, karena data kita masih tersimpan di database server mereka. Makanya jangan pernah aktifin akun2 kredit online atau PayLater apa pun, kalo kita gak bermaksud menggunakannya. Kalo udah terlanjur aktif dan gak bakal dipake lagi, segera minta penutupan atau penghapusan akun (disertai buktinya). Kalo dibiarin aja, meskipun kita gak pake, bisa kejadian seperti pengalaman di atas.

      11
  • 15 Oktober 2021 - (08:48 WIB)
    Permalink

    Setau saya ya, nomer telepon kalau udah hangus atau udah tidak terpakai lagi. Bakal di keluarkan lagi oleh pihak operator. Jadi ada kemungkinan kenapa bisa dibobol karena masih ada tersangkut akun anda disitu. Saran saya pribadi sih buat pihak kredivo dan pinjol atau kreditor aplikasi untuk adanya penghapusan akun jika tidak aktif selama 6 bulan atau lebih agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Soalnya yang saya tau mau berapa lamapun akun tidak aktif, selama ada nomer telepon yang terhubung akun. Pasti bisa masuk, karena bukan pakai id. Tapi pakai nomer telepon dan bisa reset password via nomer telepon. Jadi kemungkinan di bobolnya seperti itu.

  • 15 Oktober 2021 - (10:24 WIB)
    Permalink

    Ini berarti akun e-mail-mu sudah berhasil diretas oleh orang lain. Dia berhasil mengganti PIN Kredivo-mu menggunakan fitur ganti PIN yang dikirim ke alamat e-mail.

    Saya bisa tebak kamu pasti pakai password yang sama untuk semua akun-mu di internet. Ini adalah kesalahan fatal yang paling sering dilakukan orang. Karena ketika salah satu akun tersebut berhasil diretas, sangat mudah untuk meretas akun yang lain terutama alamat e-mail.

    Apalagi sekarang banyak data password yang terkuak dan disebar di internet. Jadi, kamu harus lebih hati-hati dan buat password yang berbeda untuk setiap situs, agar jika password yang satu terbongkar tidak bisa digunakan untuk membuka akunmu di situs yang lain.

    Pakai aplikasi password manager yang banyak tersedia di Google Play Store. Ubah password semua akunmu dengan password yang berbeda-beda dan simpan di password manager tersebut. Ini jauh lebih aman dan bisa menghindari peretasan yang sekarang merugikan kamu 22jt ini.

    5
    5
    • 15 Oktober 2021 - (10:41 WIB)
      Permalink

      Sotoy lu om, pertama, email saya tidak di retas, kirim OTP itu tidak lewat email, tp lewat sms atau WA ke nomer saya yg hangus tersebut. Dan sekali lagi untuk ganti PIN diperlukan NIK KTP. Nomer saya yg hangus itu juga sudah bukan atas nama saya, itu sudah di konfirm sama XL center

      Kedua, tebakan lo salah besar, password saya tidak sama di setiap akun sosmed maupun email, anda sok tau sekali..

      Jadi menurut anda saya harus bayar? Jangan harap!

      4
      9
        • 15 Oktober 2021 - (15:13 WIB)
          Permalink

          Untuk sdr @Andri, TS sedang emosi, tak perlu lah dipanasi lagi. Kalau menurut saya masuknya kemungkinan lewat nomer yg hangus kemudian diterbitkan dan dijual ulang oleh pihak XL.

          Untuk TS sdri @Yuni, reply dari @Andri masih tergolong biasa saja dan sopan menurut saya, kalau anda kena reply dari yg namanya @isdebe nih, bisa sakit hati luar biasa bacanya.
          Semoga bisa cepat diselesaikan ya masalahnya. Mungkin juga ada permainan orang dalam Kredivo. Saya sendiri habis baca ini jadi was2, akun saya di Bukalapak dan Blibli juga sudah lama tidak dipakai, jadi takut sendiri kalau tiba-tiba jebol.

          • 15 Oktober 2021 - (15:32 WIB)
            Permalink

            biasa pahlawan kesiangan ya begitu bro, tidak kasi solusi malah menggurui, salah pula tuduhan nya…makasih dukungan nya ya…

            1
            11
          • 16 Oktober 2021 - (06:44 WIB)
            Permalink

            Klopun dia dateng, ga ngaruh jg sih bro.. ajaran dan aliran nya beda,, omongan dia yg biasa bawa2 riba ga bakal masuk ke penulis.. wkwkwk

            Puji Tuhan klo udah beres masalah nya mbak.. GBU…

      • 15 Oktober 2021 - (11:08 WIB)
        Permalink

        Emosi amat jawabnya. Padahal dia cuma nulis pendapat dia. Bahasanya pun biasa2 aja. Lagi kalut kali yah, jadi baperan.

        11
        2
        • 15 Oktober 2021 - (11:35 WIB)
          Permalink

          om, saya hanya klarifikasi ke sok tauan beliau yg pintar itu, bahwa analisa dia salah, saya salah kah? Bahasa saya jg biasa aja, sehari hari, justru yg baper beliau itu tuu…

          1
          11
  • 15 Oktober 2021 - (12:02 WIB)
    Permalink

    harunys kl ga pake lagi kredivonya langsung tutup aja,apalagi nomor yg terdaftar sampai hangus,resiko gede di pake orang lain ketika di terbitin ulang.
    mana limit nya gede banget
    karena kl buat login sama transaksi skg rata2 cukup nomor aktif sama otp aja.
    semoga aja yah cepet selesai masalahnya.

    • 15 Oktober 2021 - (12:04 WIB)
      Permalink

      terimakasih, berarti si pembobol pun tau no NIK KTP saya ya? Mengingat kalo mau ganti PIN harus masukin NIK KTP

      • 15 Oktober 2021 - (18:40 WIB)
        Permalink

        Kalau metode log in nya lupa password atau lupa PIN sepertinya tidak perlu NIK. Karena nanti dikasih link langsung buat reset password. NIK dibutuhkan ketika ganti PIN lewat aplikasi.

        Soalnya saya pernah kejadian lupa password/PIN. Tinggal reset lewat link email dan OTP.

  • 15 Oktober 2021 - (14:24 WIB)
    Permalink

    pihak kredivo ga ada tggapan sekali saya aja di retas dgn jumlah yg lunayn tp tanggapm kredivo cmn klock akun akun tp kiya ttp aja kita suruhembayar..kredivo ga aman dta2 mudah di retas

  • 15 Oktober 2021 - (15:00 WIB)
    Permalink

    Hati2 menerima whatsapp mengatasnamakan Kredivo dari nomor +1 (206) 582-7660.
    Menelepon dengan gaya professional menawarkan penukaran poin dengan hadiah seperti:
    1. TV
    2. Kulkas
    3. HP, dll

    Kemudian, mereka memberikan link berikut untuk mengisi data pribadi, pemilihan hadiah yang diinginkan. Linknya berjudul “Link Resmi InovasiTerbaru Penukaran Poin Kredivo”

    *****://bit.ly/YukTukarkan_PoinKREDIVOmu

    Yang saya curiga, mereka juga minta pin akun kita.

    Dari situ saya bilang.. saya skip aja hadiahnya kasih orang lain.

    So guys berhati2 yah. Semoga bermanfaat

  • 15 Oktober 2021 - (16:09 WIB)
    Permalink

    Saya dulu pernah begitu, bedanya akun masih aktif dan no hp jg aktif walau sehari2 saya airplane mode ( dirumah pk wifi, dan ada tlpon rmh bwt emergency ). Jam 1 mlm tiba2 ada email kalau PIN diganti dan ada transaksi beli pulsa di Lazada @300rb sebanyak 3 X. Yg ketiga transaksi gagal, jadi berkurang cuma 600rb limitnya.
    Untungnya waktu itu limit terpakai hampir semua jadi tinggal sejutaan aja, langsung di blokir dan langsung juga saya lunasi semua, kebetulan saya kalau byr mesti lebih. Jadi saldo Kredivo masih sisa untuk byr transaksi yg tidak jelas tadi. CS juga tidak bisa menjelaskan kenapa bisa ganti PIN dgn no saya yg tidak aktif. Ga mau repot saya bayar semua dan langsung ditutup permanen.
    Tetep aja sakit hati, bukan masalah duit kalau saya. Tapi data saya bisa tersebar walau saya sudah hati2. Akhirnya balas dendam ke pinjol ilegal, ibaratnya kepalang tanggung. Data sudah dimiliki orang lain, mending skalian nyemplung basah sekalian. Setidaknya saya yang dapat duit.
    Semoga ada jln keluar terbaik ya mbak.

  • 15 Oktober 2021 - (18:36 WIB)
    Permalink

    Bukannya ganti PIN harus ada OTP?
    Seharusnya kalau limit gede, harus waspada. Nomor ponsel yang terhubung harus diganti atau tutup akun sekalian jika tidak dipakai dalam jangka waktu lama. Yaahh mudah-mudahan pihak terkait mau membantu melacak si pembohol walaupun kecil kemungkinannya. Karena transaksi tersebut secara sistem dianggap sah. Meskipun bukan pemilik akun asli yang melakukan transaksi.

      • 15 Oktober 2021 - (18:52 WIB)
        Permalink

        Kalau metode log in lupa password atau reset PIN tidak perlu NIK. Hanya perlu email atau nomor terdaftar. Soalnya saya sering lupa PIN. Nanti akan dikirim direct link buat reset PIN dan tinggal log in.

        1
        1
          • 15 Oktober 2021 - (19:03 WIB)
            Permalink

            Bukan diretas maksud saya. Tiap kita mau log in bisa pake metode lupa PIN. Nanti bisa pake metode email atau ponsel. Kemungkinan besar si pembobol pake nomor anda yang sudah hangus itu (nomor hangus biasanya bisa dijual lagi oleh operator ke pelanggan baru). Dari situ nanti dikirimkan link untuk reset PIN. Udah selesai. Bisa masuk lagi tanpa perlu NIK.

            Maka dari itu hal terpenting dari semua pinjol ataupun perbankan adalah OTP. Seringkali pihak otoritas keuangan selalu mengingatkan pentingnya update nomor ponsel dan menjaga kerahasian OTP.

  • 15 Oktober 2021 - (19:32 WIB)
    Permalink

    Ada yang janggal dari laporan anda. Screenshot pertama ada perubahan pin yg dikirim melalui email, padahal akun sudah lama tdk dipakai belanja dan nomer tlp sdh tdk aktif. Dan tidak dijelaskan oleh anda apakah anda berhasil merubah pin melalui tautan link tersebut atau tidak? Lalu tiba2 pin berubah sendiri yang mengakibatkan anda tdk bisa login? Dan muncul tagihan belanja yg tidak anda lakukan. Bisa aja kan anda sendiri yg merubah pin nya dan ngaku klo akun telah di bajak. Klo sistem keamanan kredivo mudah di bajak pasti banyak yg sudah kena juga seperti anda.

    Sepertinya anda membuat skenario anda seolah olah menjadi korban kena bobol padahal anda sendiri yg menjadi pelakunya. Klo anda berpura2 kena bobol segera bertobat dan lunasi hutang2 nya. Karna laporan anda sangat janggal, dan mempublikasikan di MK seolah olah anda menjadi korban.

    5
    6
    • 15 Oktober 2021 - (20:42 WIB)
      Permalink

      oooo gitu ya mas? sejujurnya masalah ini sudah selesai dan kredivo sudah meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa itu memang bukan transaksi saya…

      oke anda mau screenshoot perubahan pin yg berhasil? saya ada, memang saya tidak cantumkan.

      jadi analisa anda salah total, bingung saya anda sok jd detektif atau pansos ya?

      ngapain saya capek2 2 hari antri lapor polisi buat hal seperti ini?

      atau mau selesaikan di meja hukum saja? anda mau tuntut saya atau dibalik nih?

      mau ketemuan aja? ayo, bawa pasukan yang banyak ya haha

      1
      5
    • 15 Oktober 2021 - (20:50 WIB)
      Permalink

      oiya ada yang anda lupa bro yang jenius,

      “Klo sistem keamanan kredivo mudah di bajak pasti banyak yg sudah kena juga seperti anda”

      pernyataan anda itu, anda ga pernah baca ya? banyak broo, yang komen di atas2 juga ada korban nya. mikir dikit lah kalo komeng, siapa sih lo? DC? atau siapa? penting banget lo?

      1
      4
      • 15 Oktober 2021 - (21:28 WIB)
        Permalink

        Puji Tuhan kalau masalah sudah terselesaikan. Langsung ditutup saja akun kredivo nya Kak. Kalau ada akun paylater, tutup juga kak, banyak juga korban dari paylater.

        • 15 Oktober 2021 - (21:34 WIB)
          Permalink

          betul kak, masalah selesai dan ini tinggal tunggu proses penutupan akun permanen 4-5hari kerja.

          betul, akun pylater jg akan ditutup, berbahaya, terimakasih saran nya, semoga sehat selalu 🙏

    • 16 Oktober 2021 - (05:16 WIB)
      Permalink

      Betul. Kalau perubahan pin dilakukan dengan request direct link ke email atau nomor ponsel tidak perlu NIK. Karena ada permintaan OTP.

      NIK baru diperlukan kalau sudah berhasil log in dan ingin mengubah PIN dari dalam aplikasi.

  • 16 Oktober 2021 - (08:23 WIB)
    Permalink

    Waduh terus gimana kelanjutan si pembobol yang sudah berhasil dapat barang senilai 22 jt, enak dong dia. Berarti kredivo ini rentang sekali di bobol hanya modal no hp saja sudah bisa ganti pin dan login akun. Berarti ini bisa di jadikan modus, untuk berpura pura kebobolan akun. Misalnya nomer hp saya hangus, terus saya aktifkan lagi. Lalu membuat skenario bahwa akun saya di bobol dan pakai belanja guna menghindari tagihan paylater.

    Bagaimana klo pelanggan itu lugu dan harus pasrah untuk membayar tagihan yang bukan transaksi dari dia. Kredivo harusnya bisa memperbaiki sistem keamanannya, karna tdk sedikit juga pelanggannya.

    • 16 Oktober 2021 - (12:25 WIB)
      Permalink

      Sudah mas tidak usah dipanjang lebarkan, intinya kesalahan ada pada system Kredivo. Kredivo sendiri sudah kirim email ke TS minta maaf dan dihapus tunggakannya (ada di postingan baru). System database Indonesia yg mana membiarkan akun yg sudah lama tidak aktif, bahkan menjual ulang nomer sim card yg hangus dalam waktu singkat itu sudah salah besar (saya dengar dari teman yg kerja di Telkomsel, sekarang paling lambat 3 bulan sudah dijual kembali nomer yg hangus, bahkan ada yg cuma 3 minggu sudah dijual lagi). Di luar negeri ketentuan penjualan nomer hangus adalah 5-10 tahun, dan perbankan luar negeri akan menghapus akun yg tidak akftif sama sekali dalam rentang 3 tahun.

      Kesalahan ada pada aturan dan system pengelolaan nomer hp yg hangus dan database akun di Indonesia. Sehingga ada celah digunakan untuk tindakan kriminal.
      Contoh lain, akun Elevenia dan Bhineka saya sudah lebih dari 10 tahun tidak dipakai. Bahkan saya sudah lupa. Ternyata sampai sekarang masih aktif, karena kasus TS ini saya mulai mencari-cari kembali akun-akun lama saya yg tidak terpakai dan mulai menutup permanen satu persatu.

    • 16 Oktober 2021 - (13:14 WIB)
      Permalink

      Bukan sepenuhnya kesalahan kredivo. Pelanggan juga harus aktif menjaga data pribadi. Pengelolaan nomor oleh operator harus dikaji ulang. Pernah ada kejadian pembobolan bank karena nomor expired diaktifkan lagi oleh orang lain.

      Maka dari itu sebagai pelanggan juga harus aktif menjaga data nomor ponsel. Jangan sampai expired dan diabaikan gitu aja.

      Apalagi nomor ponsel yang terhubung ke akun keuangan atau perbankan harus dijaga. Jangan anggap sepele. Karena kalau sampe masa aktif hangus ataupun expired, operator bisa menjualnya lagi ke pelanggan lain.

  • 16 Oktober 2021 - (17:14 WIB)
    Permalink

    mbaa maaf mau tanyaa.. aku baru banget kecolongan mbaa.. aku kmkren di tlp sama yg ngaku pihak kredivo. katanya dapet hadiah tuker point.. terus pas lg ditlp aku disuruh ikutin intruksinya aku ikutin mbaa. klik link yg dia kirim ke wa ku.. terus di link nya itu aku pilih hp klw gak salah.. terus isi no tlp isi lg no pin. begonya aku ngikutin mbaaa.. terus aku engeuh nyaa tau tau ada sms. transaksi berhasil senilai 3.5 jt sekian. dengan tenor 12 bulan. ternyata dia beli barang di bukalapak. aku langsung matiin mbaa. syok bgt. terus aku ke kredivo cerita smua nya terus katanya akun ku di blokir sementara. pas nanya apa gak bisa di cancel pesenannya. kata dia gak bisa harus ke bukalapak. ehh aku ke bukalapak katanya gak bisa dibatalin transaksi udah berhasil.. padahal mah itu baru banget kejadiannya. kmren tgl 15 okt 2021 hr itu jg aku lapor.. nah skrg aku bingung itu gmna bayar nyaaaa.. emg perbulannya 380ribuan, tp tetep aja.. boleh minta solusi gak sih dr kalian.. aku gak mau bayar tp takut dc dtg.. makasih

    • 16 Oktober 2021 - (17:43 WIB)
      Permalink

      Sebelum nya aku turut prihatin ya mbak, aku jg sering baca kasus serupa.

      Cuma memang kalo sama kasus ku sedikit berbeda sih mbak, nomerku uda hangus, jd ga ada yg nelpon ngaku kredivo atau minta data, lgsg kebobolan aja akun ku.

      Aku beruntung memang, karena Kredivo nanggepin kasusku dan terselesaikan dengan baik. Mbak mungkin jg bs lapor ke polisi dan tuliskan kronolgis nya di media konsumen.

      Cuma sabar sabar mbak nulis disini, karena pasti ada aja yg malah nyalahin mbak dan ga kasi solusi apa apa.

    • 16 Oktober 2021 - (20:43 WIB)
      Permalink

      @Rumi kalo mbak salah sendiri karna menuruti penipu ksh kode OTP, pin, pasword, dll, dalam hal ini kelalaian dari pengguna memberikan hak akses ke penipu

      • 17 Oktober 2021 - (07:20 WIB)
        Permalink

        @daryoto yahya.. iya mas saya juga tauu,. kan saya juga bilang saya salah.. saya juga gak membenarkan koq.. tapi makasih yaa udah diingetin.. kelalaian saya semoga gak terulang kembali yaa.. buat kalian semua juga.. tengkyu mas

    • 16 Oktober 2021 - (22:11 WIB)
      Permalink

      Sama mba,kejadiannya persis seperti yang saya alami 3 hari kemarin ,waktu itu saya baru bangun tidur masih setengah sadar ,trus kejadiannya sama persis kaya mba,pas saya sadar liat SMS ada transaksi yang berhasil pembelian 2 unit hp dengan cicilan 12 bulan,saya langsung buat laporan ke kredivo tapi tetep harus bayar ,saya buat laporan ke Bukalapak katanya transaksi udah di proses ga bisa di batalin padahal baru satu jam ga masuk akal dan logika ,kaya ada yang janggal ,akun kredivo saya ke bobol hampir 6 juta saya tetep harus bayar,sekarang saya mikirnya Gimana entar aja intinya saya ga mau bayar ,harusnya kejadian seperti ini banyak korban ,harus ada yang berani bikin laporan ke polisi.

      • 17 Oktober 2021 - (07:15 WIB)
        Permalink

        nah iya mas.. ada kontak yg bisa saya hubungi gak mas nya.? biar bisa komunikasi mas. biar saya jg ada temen buat sharing dan bisa bagi” info.. kan hampir sama kita kejadiannya. saya udah laporan ke polres jakarta, di slipi. katanya nanti laporannya klw udah ada kerugian yg keluar. ibaratnya harus tagihan pertama jatuh tempo duluu.. boleh minta kontak yg bisa dihubungi gak mas?

  • 17 Oktober 2021 - (10:13 WIB)
    Permalink

    Kredivo aplikasi sampah….dh lama w blokir nh akun bajingan tengik.,. sistem nya gak beres dan aneh…. ternyata sekarang banyak kejadian…
    Btw…w dlu pake Kredivo dari awal rilis,. dan dh blokir 3tahun lalu.
    Gugat aja sekalian Mbak…. sistem nya yg gembel malah nyusahin orang.

  • 19 Oktober 2021 - (12:42 WIB)
    Permalink

    Jangan” ada oknum kredivo yg bermain lurrr, aku juga pernah di mintai nmr bilange buat upgrade yg tipe premium,..

  • 29 Oktober 2021 - (08:50 WIB)
    Permalink

    Saya juga beberapa hari lalu kebobolan 2,5 juta dengan iming iming tukar poin… Saya sudah lapor ke kredivo tetap saja suruh bayar dan saya juga udah telfon Bukalapak malah tidak bisa dibatalin ke esokan hari nya nomor saya di blokir oleh bukalapak… Jangan jangan ada kerja sama antara kredivo dan bukalapak untuk menipu orang… Lebih baik dilaporkan ke polisi atau viralkan di YouTube saja biar semua pada tau

  • 21 November 2021 - (11:54 WIB)
    Permalink

    Saya juga kebobolan. Ada yang telepon katanya dari kredivo dengan iming iming hadiah dari tukar poin kredivo. Hampir 10juta dengan tenor 12 bulan. Padahal saya tidak pernah transaksi sebesar itu. Tolong solusinya

    • 21 November 2021 - (13:17 WIB)
      Permalink

      lapor aja mba ke polisi. kredivo sama bukalapak mah gak mau tau intinya harus bayar.. yg saya aja itu udah jatuh tempoh dr tgl 14 nov kmren. bodo amat gak saya bayar. udh di tlp nin terus sama kredivonya

 Apa Komentar Anda mengenai Sistem Keamanan Kredivo?

Ada 66 komentar sampai saat ini..

Akun Kredivo Saya Dibobol Orang dan Kredivo Tidak Memberikan Solusi, T…

oleh Yuni dibaca dalam: 1 menit
66