Penjual di Tokopedia Menolak Retur Produk karena Tidak Rela Bayar Ongkir

Pada tanggal 25 Oktober 2021, saya beli keyboard komputer mini merk “Mikuso” di Tokopedia, dengan nomor invoice: 1700633334 dan penjual mmcroxy.onlineshop.

Tanggal 26 Oktober 2021, produk diterima dalam balutan plastik bubble ala kadarnya, dengan tulisan besar instruksi video unboxing terhadap produk sebelum dibuka sampai dioperasikan. Ternyata sebagian besar huruf pada keyboard tidak berfungsi.

Saya melakukan komplain di Tokopedia untuk pengembalian dana, tanpa mencentang opsi penukaran produk karena terbukti produk tidak memiliki QC baik dari pabrik maupun penjual. Namun ajaib, solusinya malah menjadi penukaran produk.

Tanggal 27 Oktober 2021, produk dikirim balik dan dikemas dengan plastik bubble yang lebih tebal.  Dikirim sesuai petunjuk ke PT. TRI SINKA SEJAHTERA Ruko Roxy Jakarta dengan sistem DFOD. Karena bisa dipastikan setiap penukaran barang bermasalah seperti ini, maka pembeli pasti dikenakan paket dengan DFOD juga dari penjual (ini salah satu alasan mengapa saya lebih memilih pengembalian dana saja).

Tanggal 28 Oktober 2021, paket semestinya sudah sampai. Namun ternyata ditolak oleh penjual, karena tidak mau membayar biaya paket sebesar sembilan ribu rupiah. Akibatnya paket ditahan pihak ekspedisi sampai saat tulisan ini dibuat. Semestinya, secara logika paket semestinya segera dikembalikan ke pengirim. Penjual yaitu mmcroxy.onlineshop menolak penerimaan dengan alasan bahwa segala biaya pengiriman PP harus ditanggung pembeli.

Kemudian saya meminta bantuan Tim Admin Tokopedia karena status transaksi “menunggu pengiriman barang pengganti”. Sementara paket sudah jelas tertahan di ekspedisi dari tracking pengiriman. Namun pihak admin Tokopedia yang bernama Vegas mengatakan sesuai hasil pengecekan barang masih dalam pengiriman.

Dua kali dia menyatakan hal yang sama, sampai saya harus memberitahu dia bahwa barang ditolak penjual. Sehingga akhirnya keputusan admin Tokopedia tersebut, saya disuruh menebus barang dari ekspedisi dan mengirimkan kembali ke penjual.

Saya menolak, karena saya harus membayar ongkos kirim ke alamat penjual lagi dan biaya tebusan ke ekspedisi 2 x PP untuk sebuah barang rusak. Meskipun dijanjikan dana pengganti 1 kali ongkir transaksi dari Tokopedia (untuk ini disyaratkan pengiriman KTP dan akan diteruskan ke pihak Asuransi).

Tanggal 8 November 2021, komplain saya dinyatakan selesai oleh Tokopedia, dana saya diteruskan ke penjual yaitu mmcroxy.onlineshop. Saya tidak rela dan tidak menerima keputusan Admin Tokopedia tersebut. Karena sudah banyak terjadi kasus seperti ini dimana pembeli dipaksa tidak berdaya dalam lilitan prosedur yang panjang dan menekan, untuk memaksa pembeli menyerah dan berhenti menuntut pertanggungjawaban penjual.

Kepada pihak penjual, yaitu mmcroxy.onlineshop, kami sebagai pembeli diharuskan membuat video berdurasi cukup panjang untuk menguji coba produk yang ternyata tidak baik. Kami sebagai pembeli selalu membayar biaya DFOD, karena mengingat jerih payah kurir membawa ratusan paket sampai tujuan meski kami tidak tahu bagaimana kondisi barang pengganti.

Kami sudah menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya dari awal sampai datang ke tempat ekspedisi untuk mengirimkan kembali. Begitupun kalian tidak rela membayar kurir yang hanya sebesar sembilan ribu rupiah saja untuk kelalaian yang sudah seharusnya kalian tanggung. Sebuah perusahaan berbadan hukum yang tidak memiliki etika bisnis dan moral terhadap konsumen.

Kepada Pihak Tokopedia, sebagai e-commerce yang katanya besar, tapi terbukti memihak penjual. Penyelesaian terhadap kasus tanpa menguasai materi maupun logika yang berujung kerugian pembeli. Meski nilai transaksinya kecil sebagai pembeli kami punya hak menuntut dana kami dikembalikan karena kecurangan penjual yang tidak mampu bertanggungjawab atas tidak berfungsinya produk yang kami terima.

Kejadian ini mempertunjukkan bagaimana sebuah kelalaian dari pihak penjual saja telah menuntun pihak ekspedisi sampai Tokopedia secara bersama-sama merugikan pembeli. Sebuah sistem transaksi yang dirancang dengan mahal dari setiap pihak runtuh dan gagal hanya oleh tindakan remeh dari SDM Penjual bahkan mampu menyeret SDM-SDM pihak lainnya turun ke tingkat bawah.

Muk Men
Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Kebijakan pengembalian barang Tokopedia:
[Total:88    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

64 komentar untuk “Penjual di Tokopedia Menolak Retur Produk karena Tidak Rela Bayar Ongkir

  • 11 November 2021 - (13:40 WIB)
    Permalink

    buset dah tinggal bayar ongkir paling 10rb jabotabek aja jadi masalah, akhirnya malah buntungkan
    jadiin pelajaran deh jangan terlalu perhitungan dan mau untung terus

    6
    16
    • 11 November 2021 - (22:33 WIB)
      Permalink

      Betul. Cuma bayar 9 rb aja bikin buntung. Berarti pembeli gak rela 9 rb dan mau terima barang rusak, dibanding bayar 9 rb dapat barang bagus

      7
      5
    • 12 November 2021 - (13:15 WIB)
      Permalink

      Kamu tau gak proses bongkar paket dengan video itu sudah merupakan sebuah pekerjaan ?. semntara produk yang diterima tidak berfungsi sudah menghabiskan banyak waktu ?, Mengapa pembeli harus mengeluarkan uang ekspedisi lagi untuk membayar kelalaian penjual , perhitungan !, kedudukan pembeli tidak lebih rendah dari Penjual, sehingga Penjual harus berlaku seperti raja, Penjual menyuruh Pembeli bekerja namun tidak mau bertanggungjawab atas produknya, kalo kamu mau tunduk & menjadi budak penjual seperti itu silahkan, tapi nama yang diberikan orangtuamu terlalu bagus untuk menjadi budak.

      10
      8
      • 12 November 2021 - (13:50 WIB)
        Permalink

        Lu kalau mau sempurna, ya datang ke tokonya. Belanja online ada aturannya. Jika penjual salah, ada aturannya. Nah disini aturannya lu disuruh bayar 9 rb, tapi lu gak mau. Itu lah masalahnya, lu gak tunduk aturan. GOVLOK

        4
        9
        • 12 November 2021 - (23:47 WIB)
          Permalink

          Saya pernah beli TWS xiaomi yg ternyata mati sebelah, minta tukar bisa tu Ongkir PP gk tau siapa yg tanggung
          Yang pasti saya kasih barang rusak ke abang kurir yg jemput ke rumah saya trus gk bayar sepeserpun dua hari kemudian TWS pengganti sampe

        • 14 November 2021 - (07:10 WIB)
          Permalink

          Pembeli wajib bayar ongkir returnya, karena nanti pembeli bisa klaim ongkir lewat tokopedia. Sering kasus pembeli nakal sudah retur COD, klaim juga ongkir dari tokopedia. Pembeli ga mau bayar uang retur ini uda salah pembeli karena ga paham alur sistem retur tokopedia.

          • 14 November 2021 - (10:40 WIB)
            Permalink

            Betul. Pembeli udah salah dengan kebodohannya, malah koar koar di MK.

      • 12 November 2021 - (14:56 WIB)
        Permalink

        Setau gua emang di tanggung pembeli dah..
        Soalnya selama ini gua return selalu gua yang nanggung.. Dan nanti uang di balikin dari tokped via asuransi yang lu centang.. Klo lu gak centang ya tanggung sendiri setau gua itu udah kebijakan tokped bro

      • 13 November 2021 - (16:42 WIB)
        Permalink

        Saya juga sebagai penjual di Tokopedia. Sebelum transaksi online ada baiknya pembeli baca catatan toko terlebih dahulu mengenai kebijakan komplain atau retur barang. Bila sudah transaksi, dianggap pembeli setuju syarat dan ketentuan yg tercantum di catatan toko tersebut. Mengenai ongkir retur, pernah beberapa kali saya alami pembeli retur dengan sistem cod di penerima, kemudian claim ongkir penggantian di form komplain, jadi double claim. Pihak Tokopedia tidak mengijinkan retur barang dengan sistem ongkir cod, karena ongkir retur bisa di klaim di form komplain pada saat pengisian No Resi retur ke penjual. Ini sekedar pemberitahuan kepada pembeli yg gak mengerti sistem ongkir retur barang.

      • 14 November 2021 - (05:51 WIB)
        Permalink

        gak seheboh alasanmu bro. Dimana-mana buyer bayar ongkir jika mau tukar barang. Lalu penjual juga keluar duit buat kirim barang kembali.

        Mending situ bikin marketplace sendiri kalau maunya menang sendiri.

        • 14 November 2021 - (10:43 WIB)
          Permalink

          Kalau dia bikin marketplace sendiri, penjualnya MUKMEN, pembelinya keluarga MUKMEN sendiri. Pembayaran bisa cicilan kekeluargaan dengan tenor sesuka hati.

          • 14 November 2021 - (12:04 WIB)
            Permalink

            Bikin marketplace STEPEN ENAK KALI YA STUPID

    • 14 November 2021 - (05:52 WIB)
      Permalink

      Cukup Sudah menggunakan fasilitas belanja online. Supaya Perusahaan perusahaan yang memfasilitasi segera bangkrut. Negeri ini belum bisa masuk era digital, banyak penipuan yang terjadi, kepercayaan pembeli terhadap penjual di belanja online dirusak oleh penjual yang tidak bertanggung jawab akan tetapi penjual tetap mendapat nilai lebih. INGATLAH PEMBELI ADALAH RAJA, PEMBELI yang keluar duit agar Penjual dapet untung dan bisa Makan. JANGAN Makan Uang Haram dengan Cara Menipu Pembeli.

  • 11 November 2021 - (14:29 WIB)
    Permalink

    Bukannya tinggal bayar ongkir 9rb tersebut ya?

    Ketika retur barang memang pembeli yang menanggung pengiriman barang yang rusaknya ke penjual. Kecuali di marketplace yang lain, ada yang menggratiskan biaya pengembalian barang yang rusak itu.

    Kalau menurut saya sih seharusnya tinggal dibayar saja biaya pengirimannya. Setelah itu penjual akan mengirim barang yang lain. Kalau begini, pada akhirnya kamu dapat barang yang rusak karena tidak mau menanggung ongkos kirim yang hanya 9rb itu.

    9
    12
    • 12 November 2021 - (13:22 WIB)
      Permalink

      Kelihatannya sangat sederhana ya ?, sembilan ribu saja tidak mau bayar, pembeli terlalu perhitungan !, coba kamu lihat dari sisi Pembeli, kamu diharuskan bekerja membuat video dari paket terbungkus sampai pengujian produk, apakah ini bukan sebuah pekerjaan ?, seorang pekerja berhak mendapatkan upahnya, tapi barang yang dikirimkan itu barang rusak, kamu pikir penjualnya kios pinggir jalan ?, Penjualnya Perusahaan berbadan hukum yang kemungkinan besar importir, mengapa kamu tidak bertanya mengapa perusahaan sebesar itu tidak rela membayar sembilan ribu rupiah untuk menerima produk mereka sendiri ?.

      2
      11
      • 12 November 2021 - (13:53 WIB)
        Permalink

        Tipe orang yang gak tunduk aturan kayak gini nih. Bebal…. ya lu kalo berat, belanja langsung di tokonya. Kali ini gak kasi komentar GOVLOK deh. Kasian. Ckckck….

        7
        6
      • 14 November 2021 - (05:55 WIB)
        Permalink

        itu bukan pekerjaan sulit, bukan pekerjaan yang menguras pikiran. Toh seller juga sudah terima komplainnya. Yang sulit itu buyernya, cuma disuruh kirim balik barang untuk ditukar malah gak mau, dengan alasan harus keluar duit. Lah emang dipikir seller gak keluar duit juga kali ya untuk kirim barang kembali.

    • 12 November 2021 - (07:04 WIB)
      Permalink

      EHH…. ADA DIA LG SI PASUKAN NASI BUNGKUS YG PAKE WIGI GRATISAN DI ROOM KELUHAN SI IJO. INI MAH BNR2 POSITIF DEH BHW LO PELIHARAANNYA SI IJO. PAKE NGELES SEGALA BILANG BKN KARYAWAN SI IJO. HAYO…. NGAKU AZA.. wkwkwk

      2
      3
    • 12 November 2021 - (13:24 WIB)
      Permalink

      Penjualnya adalah official store yang juga importir produk merek tersebut.

      1
      1
  • 11 November 2021 - (21:10 WIB)
    Permalink

    Meni pa tugreng2 gak mau bayar ongkos kirim yg hanya sebesar 9 ribu perak. Jadinya dpt barang rusak..

    3
    4
  • 11 November 2021 - (21:36 WIB)
    Permalink

    (ini salah satu alasan mengapa saya lebih memilih pengembalian dana saja).

    apa??? ya dibalikin barangnya dongggggg masa cuma enak pembeli dapet barang dapat pengembalian dana hahahaha curang

    4
    9
        • 12 November 2021 - (09:47 WIB)
          Permalink

          Iya kalau lo lebih cocoknya JAKA SEMBUNG MAKAN KORNET, GAK NYAMBUNG MONYET….. wkwkwk

          3
          1
        • 12 November 2021 - (09:49 WIB)
          Permalink

          Makanya jgn makan nasi bungkus sama tempe orek doank lo tongg…. makanya otak lo jadi dongo & mental lo mental tempe. Nama doank ke barat2an, makannya cuma nasi bungkus isi tempe orek apa jgn2 cuma nasi kucing doank makanan lo tiap hari tong. Wlwkkwk

          3
          1
    • 12 November 2021 - (13:28 WIB)
      Permalink

      Sekolah saja tidak cukup untuk membuat orang lebih pintar, bagaimana kamu dapat pengembalian dana kalo kamu tidak mengembalikan barang ?

      2
      2
    • 12 November 2021 - (19:45 WIB)
      Permalink

      Baca lg dech, pengembalian dana maksudnya paket dikirim balik ke penjual, klu paket sdh diterima si penjual baru dananya bisa balik! Pas balikin paket ke penjual ntar ada petunjuk dikirim kemana pake ekspedisi apa, nmr resi brp! tp di kasus ini systemnya bukan pengembalian dana tp tukar produk itu yg bikin timbul ongkos kirim baru, mana bisa dana balik klu paketnya ditahan pembeli, aneh2 aja

      • 12 November 2021 - (20:40 WIB)
        Permalink

        Paketnya ditahan Pembeli ?, kasus sesederhana ini saja tidak bisa dicerna, entah apa yang mereka makan sehari-hari, tidak heran banyak Penjual barang palsu dapet ribuan bintang lima tapi cuma puluhan yang bintang satu.

    • 14 November 2021 - (06:03 WIB)
      Permalink

      Baca yang lengkap neng..barangnya dibalikin tapi ngk mau diterima sama penjual, karena ngk mau bayar ongkir jadi ditahan sma kurirnya…seharusnya kan ikut aturan, kalo emang harus dibayar penjual harusnya dibayar dan diterima barangnya oleh penjual.dan kalau aturannya barang diganti harusnya pembeli menerima barang pengganti dan tidak meminta pengmbalian dana kecuali barang pengganti ngk ada yang sejenis baru bisa minta pengembalian dana.

    • 12 November 2021 - (13:29 WIB)
      Permalink

      Itu diLazada & Shopee, diToped kamu harus kirim KTP, paling cepat dua minggu baru diganti.

  • 11 November 2021 - (22:37 WIB)
    Permalink

    Pingin pengembalian dana saja. Woi tuh barang harga jutaan, dan lu dikasi barang rusak free? Hellow… otak dimana otak. Mana bayar 9 rb pelit pula.

    gw suka sama orang dengan IQ kayak gini. Gak rela bayar 9 rb, tp berharap barang dapat bagus. Wkwkwkk…. tau gitu lu bayar 9 rb, dan mungkin bisa dapat barang yg bagus gak rusak.

    Jika IQ orang tua kayak gini, maka IQ anaknya bisa lebih rendah dari ortunya

    2
    8
    • 12 November 2021 - (06:31 WIB)
      Permalink

      EMANGNYE IQ LO BRP TONG? PALING2 MENTOK GOCAP (alias iq jongkok) wkakakaka….

      2
      1
    • 12 November 2021 - (09:25 WIB)
      Permalink

      *****..!!
      Pengembalian dana itu syaratnya barang dikembalikan ke toko, dana yg tertahan di Tokopedia baru bisa dikembalikan ke pembeli jika barang sudah diterima oleh toko (penjual).
      Belanja di pasar loak aja lu kalo ga paham hahahaha *****

      2
      1
      • 12 November 2021 - (09:40 WIB)
        Permalink

        Gw sih paham. Kan penulis yg gak mau bayar 9rb buat balikin barang. Akibat nya penulis kena batu nya.

        • 12 November 2021 - (09:52 WIB)
          Permalink

          NGOMONG APAAN SIH NIH SI DUNGU…. GAK NGERTI GW…!! UDEH MENDINGAN LO DIEM AJA DEH TONG. NIKMATIN TUH NASI KUCING ISI TEMPE OREK LO AJA SONO. MUMPUNG MSH ADA WIFI GRATISANNYA. CUMA MODAL KOPI SERIBU PERAK DOANK UDAH BANYAKAN LAGA LO TONG.

          2
          2
      • 12 November 2021 - (20:32 WIB)
        Permalink

        Barang sudah jelas-jelas dikembalikan keToko (Penjual), Penjual yang tidak mau menerima, mencerna kasus sesederhana ini aja gak sanggup. Mulut berada didepan tetapi tidak berarti harus jalan duluan, lain kali minta persetujuan otak.

        1
        1
    • 12 November 2021 - (13:37 WIB)
      Permalink

      Apakah Bapak bisa dapet pengembalian dana kalo bapak tidak mengembalikan barang ?, Bapak bicara tentang IQ, berapa nilai uji IQ Bapak sehingga bisa secerdas ini?, kalo bapak beli barang Bapak sama sekali tidak mengharapkan mendapat barang bagus atau setidaknya berfungsi ?, semoga Bapak segera sembuh .

      2
      1
      • 12 November 2021 - (13:43 WIB)
        Permalink

        Lah kan masalah lu, lu gak mau bayar 9 rb kan? Ya klo lu gak mau barang 9rb, mana bisa kurir kirim ke penerima? Lu pikir semua gratis gitu?

        kalo kurir gak kirim ke penerima, ya itu berarti lu gak balikin barang. Sampai disini otak lu sanggup berpikir gak?

        pelit nya minta ampun 9rb aja gak mau bayar. Lu kalo mau sempurna, lu datengin tokonya. Lu lihat barang nya. Gak usah belanja online kalo berharap sempurna.

        • 12 November 2021 - (17:21 WIB)
          Permalink

          @STEVAN woiii dungguuu…. Nasi bungkus / Nasi kucing lo udah habis lom? Kopi serebuan lo jg udah habis lom? Udeh buruan minggat deh… sebelum lo di usir sama pemilik warkopnya gara2 wifi gratisan dr pagi cuma buat mantenging kolom komentar di mk?. Cari kerja tuh yg halal dungguuu…. jgn mau kalau di gaji cuma buat di suruh bully org yg lg puyeng krn punya mslh dgn perusahaan yg lo bela.
          Jgn Diem2 bae gw kata2in jg lo dungu…. Goblok lo ye diem aje di kata2in sama gw jg!! Apa jgn2 nyali lo kaya ayam (yg kecil doank) wkwkwkkk…..

          1
          2
  • 12 November 2021 - (09:30 WIB)
    Permalink

    Biasanya retur itu ada free ongkir dari topednya…Ngak tau sekarang yah, tapi tahun lalu saya gratis ongkirnya, retur ke bogr dari jakarta.

    • 12 November 2021 - (12:20 WIB)
      Permalink

      Masih kok pak, bulan kmrin saya rwtur di tokped. Memang benar di awal kita yang bayar, tapi ntr dibalikin lewat saldo bersama uang ongkir pembelian awal,prosesnya 3-4 hri kerja. Jadi ga rugi sama sekali kalau mau bayarin diawal ongkir retur.

    • 12 November 2021 - (13:45 WIB)
      Permalink

      Itu adanya dilazada & Shopee, kalo diToped harus kirim KTP & itupun paling cepat dua minggu. kalau barang pengganti dikirim Penjual akan melakukan hal yang sama membebankan lagi kePembeli.
      Dalam setiap kasus dimana Pembeli menerima barang yang rusak, itu sudah pasti rugi pembelinya, mengherankan buat orang yang bilang gak rugi, kamu harus kerja buat video, nulisin komplain, upload, bungkus barang lagi, pergi ketempat ekspedisi, waktu & biaya yang dikeluarkan ini gak dihitung sebagai kerugian ?, semoga orang-orang yg begitu tidak ada yang bekerja dibidang keuangan.

      2
      2
      • 14 November 2021 - (06:20 WIB)
        Permalink

        Bemar sekali Pembeli yang dirugikan.Pembeli yang seharusnya mendapatkan kemudahan karena pembeli yang mengeluarkan duitnya untuk belanja, malah dibikin susah dengan niat penjual yang menjual barang yang tidak berfungsi. PEMBELI adalah RAJA, Karena Duit Pembeli makanya Penjual dapat untung dan bisa makan. Jangan makan uang Haram dengan menyusahkan dan menipu Pembeli.

  • 12 November 2021 - (12:29 WIB)
    Permalink

    Kalau di Tokped ongkir retur di awal emank pembeli yang nanggung, tapi jangan khawatir ntr dibalikin kok ke saldo kita setelah barang diterima penjual kembali. Kalau ikut asuransi malah dibalikin ongkir awal pas kita beli, jadi ga rugi kok.
    Ini masalahnya TS kepingin pengembalian dana yang itu tidak apa2 terserah pembeli, tapi katanya ajaib berubah jadi penukaran barang, yang mohon masf tidak berburuk sangka ,bisa saja TS ini lupa klik box penukaran barang. Namanya orang lupa, soalnya itu klik manual boxnya. Saya udah belasan kali retur di Tokped aman sih. Mungkin dibayar aja itu ongkir ntr setelah diterima pembeli terus pesanan minta dibatalkan, sebelum barang yang baru dikirim lagi. Belum pernah coba cara ini sih, jadi ga tau bisa apa ga cancel order retur.

    • 12 November 2021 - (13:02 WIB)
      Permalink

      Kalo klik box, itu artinya mengajukan penukaran barang.
      Kalo bayar ekspedisi diawal pada saat barang pengganti dikirim pembeli dikirimin lagi paket bayar ditempat sama penjual.
      Tokopedia memang membayar satu kali biaya paket pengiriman yg membutuhkan waktu setengah bulan paling cepat itupun dengan syarat kirim KTP.

      • 12 November 2021 - (13:39 WIB)
        Permalink

        Saya member Diamond, gabung Tokped dari thn 2010 yang waktu itu masih di web dan tiap transaksi ada biaya layanan yang disamarkan sebagai kode unik sebesar Rp.200-800. Selama ini kalau retur saya selalu minta pengembalian dana, kalau dulu langsung diganti tapi kalau sekarang nunggu beberapa hari aja. Kalau pengalaman Bapak berbeda dengan saya ya tidak tahu lagi.
        Tapi terakhir saya retur pengembalian dana bulan kemarin, itu berupa sepeda rakitan. Penjual sangat tidak kooperatif, mengancam akan menolak returan dan saya harus bayar biaya ongkir dll. Saya sih tenang aja karena tahu sistemnya gimana, dan akhirnya mau tidak mau dia harus terima. Akhirnya beres, ongkir awal pembelian dan retur sebesar 165rbu juga balik ke saldo saya setelah 4 hari. Itu saya asuransikan juga barangnya ya.
        Untuk Bapak semoga jadi pelajaran aja, dan semoga diganti dengan rejeki yang melimpah. Terima kasih

        6
        2
        • 12 November 2021 - (13:52 WIB)
          Permalink

          Terimakasih atas tanggapannya, nilai transaksi saya sangat kecil, namun sudah banyak kejadian yang menimpa pembeli lainnya, mereka diam karena banyak prosedur yang harus dilalui, mendiamkan kasus seperti ini hanya akan mebuat pembeli sebagai konsumen menjadi rendah dimata Penjual .

          1
          2
  • 12 November 2021 - (14:40 WIB)
    Permalink

    nanti bisa dicharge 9ribu nya meski harus verifikasi ktp.. kadang harus sedikit mengalah demi kebaikan sendiri… jadikan pelajaran dan kasih review jelek saja ke si penjual

  • 12 November 2021 - (16:34 WIB)
    Permalink

    Sy setuju dgn @SminLisianto meski sy belum prnah return di tokped (smg gk prnah) seringny d shopee, ttapi apapun ecommerceny jika kita paham sistemny/cara mereka bkerja, maka jalur buyer dlm return/refund bakal aman saja. Makany sy sering heran mlihat bnyk komplain di mk terkait return/refund yg isunya hmpir sama yaitu kurang memahami aturan main. Itu sj

    • 12 November 2021 - (20:26 WIB)
      Permalink

      Sebagai Pembeli kita bukan tidak tau aturan main, satu opsi pengembalian barang untuk pengembalian dana, satu lagi opsi penukaran barang, saya memilih opsi yang pertama tapi malah solusinya jadi penukaran barang,
      Mengapa saya tidak mau membayar ongkir ke Penjual karena penjual menganggap setiap komplain harus ditanggung Pembeli, Penjual tidak boleh rugi, memangnya membuat bukti & melakukan komplain itu sendiri hal yang tidak menguras waktu & tenaga, coba lihat dari sudut Pandang berbeda, masa Perusahaan Importir yang statusnya official store seperti itu tidak mau bayar tanggungjawab yang hanya sembilan ribu rupiah ?, sejatinya barang elektronik itu apalagi dari importir ada garansi pakai satu bulan sekurangnya, lha ini rusak dari pabrik aja gak mau tanggung jawab apalagi garansi user 1 bulan.

      1
      2
  • 12 November 2021 - (17:47 WIB)
    Permalink

    Masalh retur ongkir barang kalau mau murah pakai buka send aja cuma 1 rupiah simple ga rugii Sana sini

  • 12 November 2021 - (20:24 WIB)
    Permalink

    Kalau belanja offline aja semisal mau tukar barang, tetap keluar bensin utk pergi lagi ke toko nya dan kadang uang parkir.

    Belanja di tokped pdhl nanti di ganti tokped ongkos nya. Ini malah retur pakai sistem DFOD,
    Mau irit tapi jadi nya memperumit hidup sendiri

  • 12 November 2021 - (21:56 WIB)
    Permalink

    Halo, saya penjual di tokopedia dan pembeli juga di tokopedia. Jadi gini, CS Tokopedia adalah pihak selaku penengah dalam hal terjadi perselisihan antara penjual dan pembeli. Dan segala nya akan berjalan lancar jika kedua belah pihak menuruti anjuran CS. Jika salah satu pihak tidak mengikuti anjuran CS, maka tokopedia selaku penengah biasanya akan memihak yg sudah memenuhi. Untuk ongkir retur kembali baik krn kerusakan barang atau lainnya, saya blm menemukan klausul bahwa ongkir PP ditanggung pihak mana (sehingga ini merupakan kesepakatan kedua belah pihak). Kalau saya selaku pembeli, pernah balikin barang ke penjual krn rusak, ongkir mau gak mau saya tanggung supaya bola panas nya biar ke penjual. Nah nanti ongkir barang pengganti nya biar penjual yg nanggung. Mengenai masalah video, memang disarankan semua produk itu pada saat unboxing di dokumentasikan supaya pembeli memiliki bukti kuat bahwa produk rusak/tidak berfungsi (video ini untuk kepentingan pembeli, klo gak ada video biasanya akan sangat mudah ditolak oleh CS tokopedia krn beberapa pembeli yg nakal kadang menukar produk tersebut dengan produk lain yg rusak). Jadi di sini kuat kuatan bukti ya kak, nanti hasil apapun diserahkan ke CS tokopedia selaku penengah. Kalo hasil akhir pembeli kalah, pembeli masih bisa kok kasij rating jelek. Saya pernah saya kasih rating 1,langsung di sms penjual nya dan diganti rugi sehingga saya ubah menjadi rating 5 setelah diganti rugi. Demikian semoga membantu

  • 12 November 2021 - (22:48 WIB)
    Permalink

    Saya bru 1 x ini retur lcd laptop.. Ongkir saya yg tanggung bolak balik retur byk nya total 100rb an.. Retur pertama , terus balik dr toko Cod , kaget dong saya 🤣 , tp pasrah, rusak lagi, kirim lagi, ongkir lagi.. Caphek rasanya ..
    Dr certa diatas cuma 1 yg saia heran, itu dibatalkan jd pengembalian dana ya, kok malah dikirimnya barang, bukan pengembalian dana ?

  • 13 November 2021 - (07:58 WIB)
    Permalink

    Hmm…..mmcroxy.onlineshop jadi masukan aja daftar toko online yg bermasalah……tokopedianya juga kok malah ga bisa baca situasi sih….apa kurang paham situasinya……harus diubah pola kerja di tokped biar jadi penengah yang baik.

  • 13 November 2021 - (14:08 WIB)
    Permalink

    Kalo retur memang pembeli yang nalangin ongkir dulu baru nanti diganti pake asuransi, nanti penjual kirim balik pake ongkir penjual harusnya gitu

  • 14 November 2021 - (10:26 WIB)
    Permalink

    Saya baru aja kejadian. Beli kelambu dan yg diantar karpet.. jadi barang saya kembalikan dengan biaya pengiriman 15rb. Dengan janji kembali kelambu akan dikirimkan..
    Dan tokopedia pun jelas. Bahwa untuk retur kita harus bayar dulu uang pengiriman, nanti akan diganti biaya nya setelah barang sampai, dengan klaim asuransi atau upload ktp..
    Penjual pun jelas menyatakan uang pengiriman akan diganti.. jdi menurut saya fair kok. Walaupun harus rugi waktu menunggu.. semoga membantu

 Apa Komentar Anda mengenai Kebijakan pengembalian barang Tokopedia?

Ada 64 komentar sampai saat ini..

Penjual di Tokopedia Menolak Retur Produk karena Tidak Rela Bayar Ongk…

oleh Muk Men dibaca dalam: 2 menit
64