Penipuan Modus Preorder Harga Subsidi Motor Listrik di Tokopedia?

Saya melakukan transaksi preorder untuk membeli sepeda motor listrik merek Golda pada tanggal 6 Mei 2023 dari penjual Gudang Sepeda Official melalui Tokopedia, dengan estimasi pengiriman produk setelah 9 bulan. Nomor invoice saya adalah: INV/20230506/MPL/3217669986.

Hingga saat ini, sudah berlalu 1 tahun dan 5 bulan sejak tanggal 6 Mei 2023, tapi saya belum menerima konfirmasi apapun dari Gudang Sepeda Official di Tokopedia. Saya memutuskan untuk membatalkan pesanan ini karena sudah melewati batas waktu yang dijanjikan, yaitu 9 bulan, dan kini sudah melampaui hingga 1 tahun dan 5 bulan.

Saya juga telah mengajukan permohonan pengembalian dana melalui chat dengan admin toko di Tokopedia sejak tanggal 8 Agustus 2024, dan dijanjikan akan ada pengembalian dalam waktu 3 bulan. Saya mencurigai bahwa toko ini melakukan manipulasi transaksi untuk mengambil keuntungan dari pengguna Tokopedia dengan cara yang tidak etis.

Saya berharap Tokopedia dapat meninjau kembali transaksi yang merugikan seperti ini, karena sangat merugikan konsumen:

  1. Tindakan ini terindikasi sebagai pengumpulan dana dari pengguna Tokopedia, seolah-olah sebagai pinjaman tanpa bunga (jika uang saya dikembalikan).
  2. Modus ini berpotensi menipu banyak orang, karena saya hampir lupa bahwa saya memiliki pesanan di Tokopedia dengan nomor INV/20230506/MPL/3217669986, yang belum pernah saya terima barangnya.

Saya mohon bantuan Tokopedia untuk mengembalikan uang saya dari pesanan dengan nomor invoice INV/20230506/MPL/3217669986 tersebut.

Terima kasih.

Tevan
Jakarta Utara


Catatan redaksi (diperbarui 14/10/2024): Penulis menyatakan masalah di atas telah diselesaikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

22 komentar untuk “Penipuan Modus Preorder Harga Subsidi Motor Listrik di Tokopedia?

  • 8 Oktober 2024 - (11:17 WIB)
    Permalink

    Setahu saya Tokopedia tidak mencairkan dana sebelum transaksi selesai, dan prosedur komplain pengembalian dana tidak hanya melalui chat namun pembeli harus menekan dulu tombol komplain dan menguraikan alasannya baru penjual bisa menyetujui atau meminta pihak Tokopedia untuk mediasi.

  • 8 Oktober 2024 - (11:25 WIB)
    Permalink

    Mana ada motor sejuta, selis aja gak dpt segitu. Kalo menurut sy ada benar kumpulin uang terus diinves lagi lumayan 7% bunga selama setahun kalo 500jt aja sdh berapa itu. Hehee

    • 10 Oktober 2024 - (03:19 WIB)
      Permalink

      Saya juga penjual di Toped, klo barang pre order seharusnya klo dibatalkan harusnya dana langsung kembali, cuma klo dilihat dari statusnya order sudah selesai bukan masih proses, berarti barang sudah dikirim pembeli terus pembeli sudah klik Terima dan tidak komplain barang belum diterima selama 2 hari… Terus batas pre-order Tokopedia maksimal 30 hari.. Jadi ini kelalaian pembeli jadi besar kemungkinan uang tidak dapat kembali,

      • 10 Oktober 2024 - (09:07 WIB)
        Permalink

        Modusnya adalah :

        1 Penjual menawarkan sepeda listrik subsidi harga 8 juta
        2 Bisa dapat harga 1 juta dengan subsidi dari pemerintah (katanya 7 juta)
        3 Bisa dapat harga sejuta dengan harus rela menunggu 9 bulan

        Saya terjebak disini:

        Tindakan ini terindikasi sebagai pengumpulan dana dari pengguna Tokopedia, seolah-olah sebagai pinjaman tanpa bunga (jika uang saya dikembalikan).

        Modus ini berpotensi menipu banyak orang, karena saya hampir lupa bahwa saya memiliki pesanan di Tokopedia dengan nomor INV/20230506/MPL/3217669986, yang belum pernah saya terima barangnya.

        • 10 Oktober 2024 - (22:22 WIB)
          Permalink

          Kok aneh ya, surat permohonan pembatalan kop surat sama yg tertuju sama aja, trus ada kesan editan. Mohon pencerahan…

  • 8 Oktober 2024 - (11:32 WIB)
    Permalink

    Sebelum transaksi saya berusaha memastikan ada tokonya, dan jumlah order berhasil di produk yang saya beli tanggal 6 mei tersebut diatas 200 unit , karena hanya 1 juta ya saya “seperti iseng aja” siapa tahu dapat molis (padahal tidak perlu2 banget)

    Transaksi ini sudah lebih dari 1 tahun, tepatnya lebih 5 bulan. Tokopedia hanya bisa menyarankan solusi penyelesaian mandiri.

    Walaupun 1 juta, kalau ditipu ya kesel kalau kena tipu juga.

    Dengan dimuatnya surat terbuka ini saya beraharap orang lain jangan terjebak seperti saya.

    • 8 Oktober 2024 - (20:12 WIB)
      Permalink

      Wkwkw
      Pertama mana ada motor listrik 1 jutaan
      Kedua percaya sama harga harga diluar nurul
      Ketiga percaya aja sama rating toko dan ulasan yang bisa di edit sedemikiam rupa pake sistem bot, mainnya kurang jauh, ada unsur kelalaian pribadi kalau ini

      • 9 Oktober 2024 - (21:09 WIB)
        Permalink

        Gimana caranya bikin rating bintang 5 sebanyak 5000-an dengan cara fiktif/pake bot? mungkin bisa kasi pencerahan ?

          • 9 Oktober 2024 - (22:24 WIB)
            Permalink

            Kirain anda tahu caranya.. hihihhi

          • 9 Oktober 2024 - (23:10 WIB)
            Permalink

            Bahasa anda itu meremehkan orang yang tidak tahu menahu, berbicara dengan orang tidak tahu itu ada adabnya, jgn merasa anda Orang yang paling tahu, walaupun anda sebenarnya juga Tahu, bicara dengan baik dan penuh adab dan etika

            Bukan nya adab itu diatas ilmu ???

      • 10 Oktober 2024 - (09:08 WIB)
        Permalink

        Modusnya adalah :

        1 Penjual menawarkan sepeda listrik subsidi harga 8 juta
        2 Bisa dapat harga 1 juta dengan subsidi dari pemerintah (katanya 7 juta)
        3 Bisa dapat harga sejuta dengan harus rela menunggu 9 bulan

        Saya terjebak disini:

        Tindakan ini terindikasi sebagai pengumpulan dana dari pengguna Tokopedia, seolah-olah sebagai pinjaman tanpa bunga (jika uang saya dikembalikan).

        Modus ini berpotensi menipu banyak orang, karena saya hampir lupa bahwa saya memiliki pesanan di Tokopedia dengan nomor INV/20230506/MPL/3217669986, yang belum pernah saya terima barangnya.

        • 10 Oktober 2024 - (09:16 WIB)
          Permalink

          Saya setuju posting Anda. Kasus seperti ini kalau tidak salah sudah sering dikeluhkan melalui Medkom. Tokopedia harus lebih serius menanganinya. Bila perlu, penjualan Motor Listrik subsidi melalui online dilarang saja, berpotensi dijadikan penipuan.

  • 9 Oktober 2024 - (12:04 WIB)
    Permalink

    Wah kayanya pindahan dr lapak oren nih?
    Atau nanti ganti nama lagi trus ke lapak oren.
    Jangan pernah percaya 100% ulasan yg ada, soalnya udh biasa permainan spt itu, toko yg pesan sendiri, barang yg dikirim ketujuan oleh kurir kosongan, istilahnya didunia ojol itu bawa angin.
    Tujuannya ya salah satunya untuk bikin ulasan positif. (Kebetulan saya ojol dan kadang bawa pesanan spt ini, bahkan semalam pun saya bawa pesanan spt ini).
    Ga ada yg salah sih, pihak marketplace pun memperbolehkan, cuma jd dimanfaatkan oleh para oknum seller nakal atau yg memang punya niat ga baik dan pada akhirnya pembeli yg dirugikan.
    Dan ga semua yg spt itu penipu, soalnya saya 2minggu yg lalu pernah beli atap upvc sistemnya pre-order 2-3 hari, tapi malamnya pesan, siangnya barang udh nyampe, bahkan saya cek resinya pun belum dipickup oleh kurir (pengiriman menggunakan armada seller).

  • 9 Oktober 2024 - (20:21 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah tuh di tawari buat bikin rating fiktif, cuma saya tolak dengan alasan ga ada waktu di janjiin duit lagi, cuma saya juga sama sebagai buyer, mana enak di tipu,
    Sekarang bnyak toko yg membeli rating hati2 aj.

    • 10 Oktober 2024 - (08:41 WIB)
      Permalink

      Mungkin mirip yang pernah saya alami.
      Ditawari untuk bikin fake order di Tokped/Shopee. Kemudian kirim screenshot (SC) keranjang belanja, setelah itu akan dapat komisi.
      Tidak perlu belanja hanya order sampe keranjang saja.

      Kebetulan sering baca modus penipuan seperti ini, yang saya kirim bukan
      SC keranjang belanja, tapi SC artikel Media konsumen lengkap dengan link-nya 🙂

      Setahu saya (khususnya Tokped yang saya ambil contoh), sulit untuk bikin rating palsu.
      Kalo jumlah rating puluhan masih mungkin, tapi kalo ribuan atau puluhan ribu??

      Untuk menaikkan rating seperti snackVideo, Insta, YT, FB masih mungkin
      melalui jasa Click. Karena klik posting bisa dilakukan hanya melalui akun.
      Banyak jasa click seperti ini. Sudah jadi “industri” click/view (semacam pabrik saja)…

      Sedangkan e-commerce (seperti Tokped), rating dan ulasan bisa diberikan hanya
      melalui transaksi yang valid. Fake rating bisa dibikin dengan jalan menembus sistemnya (hacking).
      Saya rasa sulit ya (setidaknya saya yang belum tahu caranya).

  • 14 Oktober 2024 - (11:11 WIB)
    Permalink

    Itu yg sy rasakan bli motor listrik GODA DI oren tokony mlah di blok, blajar iklas jadi plajaran ka

    • 14 Oktober 2024 - (16:23 WIB)
      Permalink

      Benar saya juga pernah baca, saya sempat berpikir menyalahkan konsumen orange karena ga baca rules tokonya, eh sekarang beneran kejadian, tokonya sangat susah dihubungi padahal online. Dan hari ini alhamdulillah tokopedia membantu saya mengembalikan dana tersebut. Saya rasanya sangat senang

  • 14 Oktober 2024 - (14:37 WIB)
    Permalink

    Alhamdulillah uang saya sudah dikembalikan oleh tokopedia langsung, bukan oleh Toko, karena saya sangat tidak nyaman chat dengan toko yang sangat slow respon

  • 15 Oktober 2024 - (12:18 WIB)
    Permalink

    Sejak awal preorder motor subsidi di tokopedia saya sudah post di fb saya ngasih warning klo ini indikasi penipuan..
    Karena dijanjikan 9 bulan, dan harga terlalu murah meskipun subsidi itu di luar nalar..

 Apa Komentar Anda?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Penipuan Modus Preorder Harga Subsidi Motor Listrik di Tokopedia?

oleh Tevan dibaca dalam: 1 menit
22