Keluhan Surat Pembaca Laporan Penyalahgunaan NIK yang Dianggap Sepele dan Tidak Pernah Terselesaikan Hingga Saat Ini 6 Maret 202520 Maret 2025 Alwi Samah 8 Komentar By.U Indonesia, Customer complaint handling, Customer Service, data pelanggan, GraPari, Kartu Telepon Prabayar, Layanan Pelanggan, Migrasi kartu SIM seluler, Migrasi layanan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor telepon pengguna, Operator telepon seluler, Penghapusan Data, perlindungan data pribadi, registrasi kartu telepon prabayar, Registrasi kartu telepon seluler, Telkomsel, Transparansi Informasi, Unreg Kartu Telkomsel, Verifikasi Data Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kasus Pertama (Baru Saja Dialami) Saya sangat kecewa dengan pelayanan Telkomsel terkait kasus penyalahgunaan NIK. Saya baru mengetahui masalah ini saat ingin melakukan migrasi data NIK untuk kartu by.U (karena ada sedikit kendala di by.U). Namun, proses tersebut terhambat akibat penyalahgunaan NIK tersebut. Saya sudah mencoba menghubungi Customer Service (CS) Telkomsel melalui aplikasi MyTelkomsel, tetapi diarahkan untuk datang ke GraPARI. Keesokan harinya, saya mendatangi GraPARI ITC Depok. Di sana, saya dilayani seperti customer pada umumnya. Saya menjelaskan kronologi penyalahgunaan NIK dan mengisi formulir un-registrasi kartu. Setelah selesai, CS GraPARI hanya menyuruh saya pulang tanpa menjelaskan apakah proses unregistrasi berhasil atau tidak. Kemudian, saya mencoba mengonfirmasi kembali ke by.U untuk melanjutkan migrasi data NIK. Namun, lagi-lagi terkendala penyalahgunaan NIK tersebut. Ternyata, proses un-registrasi gagal, dan pihak GraPARI tidak menginformasikan hal ini kepada saya. Saya sangat kecewa karena masalah belum selesai, tetapi CS sudah menyuruh saya pulang seolah-olah semuanya beres. Hari kedua, saya kembali mendatangi GraPARI ITC Depok. Saya dilayani oleh CS yang sama. Awalnya, CS tidak mengakui bahwa proses un-registrasi gagal. Setelah saya menunjukkan bukti pengecekan melalui website dan dial *444#, barulah CS tersebut menjelaskan bahwa unregistrasi memang gagal. CS hanya membuatkan laporan, dan hingga saat ini masalah belum terselesaikan. Sebelum pulang, CS menyarankan saya untuk pergi ke GraPARI lain. Akhirnya, saya mencoba mendatangi GraPARI Central Park. Sayangnya, respons CS di sana sangat tidak membantu, bahkan cenderung buruk. CS hanya menyuruh saya menunggu tanpa melakukan tindakan apa pun. Setelah saya memaksa dan menjelaskan ulang, barulah mereka membuatkan laporan. Pelayanan CS di GraPARI ini sangat tidak profesional. Kasus Kedua (Kasus Lama yang Belum Terselesaikan Hingga Saat Ini) Kasus ini melibatkan dua pihak, yaitu by.U dan Telkomsel. Kejadiannya terjadi pada Oktober 2022 dan belum terselesaikan hingga sekarang. Awalnya, saya mendapatkan penawaran migrasi kartu Telkomsel ke by.U. Namun, setelah proses migrasi, kartu saya tidak bisa menerima/mengirim SMS atau menerima telepon. Saya sudah menghubungi by.U, dan mereka mengarahkan saya ke GraPARI. Di GraPARI, CS melakukan un-registrasi kartu tanpa sepengetahuan saya. Akibatnya, kartu tidak dapat diaktifkan kembali karena kebijakan by.U yang melarang aktivasi ulang nomor yang sudah di-unregistrasi. Saya berusaha mengaktifkan kembali nomor saya, tetapi respons dari by.U dan Telkomsel selalu saling lempar tanggung jawab. Setiap saya menghubungi Telkomsel, mereka mengarahkan saya ke by.U, dan sebaliknya. Padahal, nomor tersebut sangat penting dan sudah lama saya gunakan. Hanya karena kesalahan CS GraPARI, saya sebagai customer yang harus menanggung akibatnya. Pihak by.U dan Telkomsel sama sekali tidak profesional! Alwi Samah Kab. Bogor, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Alwi SamahPenulis artikel6 Maret 2025 - (13:52 WIB)Permalink Kasus pertama, masalah penyalahgunaan NIK telah selesai dan telah dihubungi oleh 188 pada pukul 11:36. Setelah dilakukan pengecekan melalui dial *444#, kedua nomor sudah berhasil diunreg sekitar pukul 10-11 siang (pada pukul 09:38, saya cek kedua nomor masih belum diunreg). Dan dari pihak byu juga sudah merespon masalah ini pada pukul 13:24. Sekarang tinggal menunggu kelanjutan kasus kedua. Waktu pihak telkomsel menelepon tadi, mereka menjelaskan akan membantu permasalahan ini. Saya berharap, nomor saya dapat diaktifkan kembali Login untuk Membalas
ichan_yusup766 Maret 2025 - (21:34 WIB)Permalink hati-hati, sekarang operator plat merah mengoplos/blending nomor 90 untuk menjadi nomor 92 Login untuk Membalas
Bajang6 Maret 2025 - (23:36 WIB)Permalink Kasus pertama salah mereka, kasus kedua salah anda tidak memahami apa yg anda lakukan.. itu sudah SOPnya, kartu byU memang gak bisa dipake nelpon dan SMS, kalo balik lagi ke Telkomsel juga gak bisa, masak perusahaan harus merubah aturan hanya untuk anda sendiri. 1 Login untuk Membalas
Alwi SamahPenulis artikel7 Maret 2025 - (09:14 WIB)Permalink Kata siapa gak bisa telepon dan sms, mas? Kartu byu adikku bisa kok telepon dan sms. Kartu temanku yang hasil migrasi juga bisa telepon dan sms. Klo misalkan cs di grapari, unreg kartu dengan minta izin ke saya, okelah saya akui itu kesalahan saya sendiri. Tapi kan permasalahannya, cs grapari melakukan unreg tanpa sepengetahuan saya. Lagipula, jika cs meminta izin sebelum melakukan unreg, maka tidak akan saya berikan izin, karena saya sudah tahu ketentuan pihak byu. Satu hal lagi, saya datang ke grapari juga sebenarnya salah, karena byu itu bukan ranah mereka. Tapi dari pihak byu sendiri yang menyarankan saya ke grapari untuk melakukan perbaikan ketiga masalah tersebut. Login untuk Membalas
Alwi SamahPenulis artikel10 Maret 2025 - (16:03 WIB)Permalink Kasus kedua saya anggap selesai, karena dari pihak telkomsel dan byu telah bertanggungjawab atas kejadian yang terjadi. Nomor memang tidak dapat diaktifkan kembali, tetapi mereka memberikan saya opsi penggantian nomor cantik secara gratis (diberikan 4 opsi dan saya memilih salah satunya). Untuk kasus kedua sendiri, saya memberikan apresiasi kepada telkomsel, yang sudah membantu dan secara aktif menghubungi saya dalam mengurus permasalahan ini. Dengan ini, saya menutup permasalahan ini dan dianggap masalah sudah terselesaikan. Terimakasih kepada tim redaksi mediakonsumen yang sudah membantu menjembatani keluhan saya kepada perusahaan yang bersangkutan Login untuk Membalas
Naga12 Maret 2025 - (07:15 WIB)Permalink Namanya juga indonesia, data negara bocor kemana mana, saya aja masih ada tuh data nik ratusan juta orang yg kasus bjorka dulu Login untuk Membalas
Alwi SamahPenulis artikel13 Maret 2025 - (15:39 WIB)Permalink Betul. Klo itu aku udah paham. Cuma masalahnya kan jadi ribet, klo ada masalah kyak punyaku Login untuk Membalas
abdillah21 Maret 2025 - (19:44 WIB)Permalink Kalau gak viral gak bisa di tanggapi Login untuk Membalas