Keluhan Surat Pembaca Kerugian Besar Karena Kelalaian Pihak Ekspedisi 9 Maret 2025 Pedagang Bermimpi Besar 17 Komentar Anteraja, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Estimasi Kerugian, J&T Cargo, JNT Cargo, Jualan Online, Keterlambatan kiriman paket, Klaim Kehilangan, Kompensasi kerugian, Kurir, Layanan kurir, Marketplace, Nomor resi pengiriman, paket hilang, Paket kiriman hilang, Pusat Resolusi Shopee, Retur paket, Shopee, SOP, Standard Operating Procedures, Status kiriman barang pesanan, Status kiriman paket, Status kiriman paket kurir Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya sebagai penjual di salah satu marketplace (toko oren) dengan nama toko: Pedagang Bermimpi Besar. Saya merasa sangat dirugikan oleh pihak ekspedisi J&T Cargo dan Anteraja. Masalah Pertama: J&T Cargo Paket kami dengan nomor resi: 200815443617 (nilai Rp2.325.000, nomor pesanan: 250128N6CGT13J) tidak sampai ke pembeli. Barang ini tidak bergerak sejak tanggal 19 Februari 2025 di Surabaya. Sampai saat ini, tidak ada pergerakan sama sekali. J&T Cargo Kami berulang kali menghubungi CS toko oren untuk menindaklanjuti, tetapi selalu diabaikan. Sudah berminggu-minggu kami menunggu, tapi tidak ada kejelasan. Bahkan, ketika kami mengancam akan melaporkan masalah ini ke Media Konsumen dengan bukti yang ada, pihak toko oren malah menutup laporan kami. Ini sangat merugikan kami sebagai seller yang hanya ingin berjualan dengan tenang. Jika ada kendala di perjalanan, seharusnya itu menjadi tanggung jawab ekspedisi, bukan kami sebagai penjual. Masalah Kedua: Anteraja Lagi-lagi, kami mengalami masalah dengan Anteraja. Sudah berkali-kali kami berurusan dengan mereka, dan selalu ada alasan yang sama: “packing tidak proper”. Padahal, kami sebagai seller sudah tahu standar packing seperti apa, dan kami memiliki SOP yang ketat untuk bagian packing. Barang ini juga bukan barang pecah belah. Sebelumnya, kami pernah mengalami masalah serupa, dan klaim kami akhirnya cair. Namun, kali ini, masalah diabaikan begitu saja. Kami sudah menunggu berminggu-minggu, tapi tidak ada kejelasan. Saran kami untuk Anteraja: harus jujur! Jika barang hilang, tanggung jawablah, jangan selalu menyalahkan packing. Ini terjadi pada paket dengan nomor resi: 11001303544499 (nilai Rp103.000, nomor pesanan: 250128N62HA662). Kami sebagai seller hanya ingin berjualan dengan lancar. Keuntungan kami sudah kecil, apalagi dengan biaya administrasi yang terus naik. Kami harap pihak ekspedisi dan marketplace bisa memperbaiki pelayanan mereka agar tidak merugikan seller seperti kami. Komala Sari Jakarta Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Cullen9 Maret 2025 - (11:25 WIB)Permalink Knp tidak pakai kurir spx, itu lebih terpercaya karena kurir shoppe. 3 Login untuk Membalas
ichan_yusup769 Maret 2025 - (16:49 WIB)Permalink kenapa masih mau memakai anteraja, apakah bisa dinonaktifkan? Login untuk Membalas
maolianling32111 Maret 2025 - (08:18 WIB)Permalink Spx juga parah sekarang, 3 paket saya tidak diantar2, saya di chat katanya paket terlalu banyak jadi hari ini tidak sempat diantar. Tapi di app shopeenya ia memakai alasan saya 1 pembeli mengatur ulang waktu pengiriman, 2 pembeli mengatur ulang waktu pengiriman, 3 pembeli tidak berada di rumah dan tidak dapat dihubungi. Padahal saya ada di rumah 24 jam. Akhirnya paket ke 1 saya dibatalkan shopee karena lewat batas waktu pengiriman. Yg ke 2 dan 3 masih tidak bergerak sama sekali. 1 Login untuk Membalas
Pedagang Bermimpi BesarPenulis artikel12 Maret 2025 - (14:34 WIB)Permalink Ekpedisi anteraja dari dulu kami pakai dan biasa jika ada kendala dipengiriman terkait barang hilang dan klaim cair namun bulan bulan ini anteraja selalu pakai alasan packingan tidak propper terus jika ada kendala awal nya dana klaim cair namun yg 1 resi in belum cair , alasan packingan nya padahal itu barang snack ikas yg tipis kita bubble doubel full lakban masih rusak giliran kami seller minta bukti barang rusak tidak ada kan aneh sekali , udah kecewa banget sama anteraja padahal dengan kurir kita kenal baik saat pickup kita juga tidak ingin mematikan rezeki orang , semoga pihak anteraja cek dan memperbaiki kinerja karyawan nya Login untuk Membalas
Andri Haryono12 Maret 2025 - (16:48 WIB)Permalink Saya selalu pakai dus tebal di luar karena kalau cuma pakai bubble wrap memang kurang proper. Saya selalu tambahkan harga dus ke harga barang yang akibatnya harga barang saya agak mahal, tapi gpp asal di pengiriman aman, dan ga ada lagi alasan packaging tidak proper Login untuk Membalas
Pedagang Bermimpi BesarPenulis artikel10 Maret 2025 - (14:03 WIB)Permalink iyah kak cullen kita penjual dishopee dimana ada beberapa ekpedisi, dulu buyer masih bisa pilih sendiri ekpedisi nya, sekarang kan dari pihak shopee yg menentukan mau ke ekpedisi mana saat buyer cek out, dan kita memakai anteraja udah sangat langganan juga sampe kurir nya kenal banget, nah ini dari pihak ekpedisi aneh nya kalau barang hilang mereka bilang nya alasan packingan terus kan aneh ,kita penjual juga engga baru berjualan sudah lama banget paham juga standard packing seperti apa, kurir nya sendiri bilang itu mah hilang barang nya saat dicek juga tidak ada pergerakan Login untuk Membalas
Tjhai11 Maret 2025 - (01:11 WIB)Permalink Kalau menurut pengalaman saya sebagai penjual, untuk pengiriman kargo jnt emang sangat lama, lebih lama dari pada sicepat dan jne. Kalau sicepat dan jne kargonya bisa 1-2mnggu, jnt bisa lebih dari 3 minggu. Saya 1x saja kapok pakai jnt kargo, lebih pilih jne atau sicepat. Login untuk Membalas
Abby10 Maret 2025 - (11:47 WIB)Permalink Kalau anda aktifkan asuransi, kenapa harus pusing kalau barang tidak sampai? Kan bisa di klaim. Kalau masalah anteraja banyak drama, matikan aja anteraja. Saya udah lama matikan, ribet, udah tempatnya jarang, kurirnya lelet, mungkin bayarannya dibawah umr juga. Soalnya saya pernah beberapa kali ke delivery hub nya anteraja, tempatnya sangat berantakan, dan parahnya di temboknya semua ditempelin poster tentang kejujuran, tentang penuntutan dan hukuman untuk maling.. artinya karyawan anteraja banyak malingnya.. Login untuk Membalas
Pedagang Bermimpi BesarPenulis artikel10 Maret 2025 - (14:08 WIB)Permalink iyah kak kita penjual sudah banyak dikenakan biaya adm, dll sebagai seller juga udah berupaya dalam menerapkan SOP packingan di kantor kami , ini sih lebih ke ekpedisi nya kak pakai asuransi atau tidak jika terus terusan merugikan seller jadi nya kita seller ga dipercaya buyer padahal kesalahan ada diekpedisi jika sudah satu bulan tidak ada kejelasan harusnya ambil keputusan pihak shopee harus tegas ke ekpdisi soalnya banyak info juga pihak ekpedisi lalai soalnya Login untuk Membalas
Abby13 Maret 2025 - (11:47 WIB)Permalink Kalo masalah kepercayaan buyer ya mau gak mau matikan aja anteraja, cuma itu solusinya. Toh itu ekspedisi cuci uang, hidup segan mati tak mau. Login untuk Membalas
Mr.10 Maret 2025 - (19:17 WIB)Permalink Pakai ekspedisi yg kira2 gak ad masalah aj kak. Biar tenang jualannya. 42 Login untuk Membalas
Bob11 Maret 2025 - (03:47 WIB)Permalink Yang mana yah? Semua perusahaan pengiriman kan udah ada komplain aneh2 di Media Konsumen. 30 Login untuk Membalas
Dhodhee11 Maret 2025 - (06:33 WIB)Permalink capek klo kena masalah di shopee, cs shopee sama sekali ga ada yg kompeten, ga bs problem solving, semua cuma berdasarkan template, ga humanis, klo ga ada jawabannya yah ga bisa bantu, ga bs jadi decision maker yang baik dan tidak pernah bisa jadi penghubung antara seller, buyer dan kurir bahkan ke shopee-nya sendiri. Kayak lulusan sd/smp terus dijadikan cs, dan kayaknya mereka WFA, jadi ga ada leader/supervisor yang bisa bantu bila ada masalah diluar kebiasaan Login untuk Membalas
tobias_boon11 Maret 2025 - (10:48 WIB)Permalink Kedua paket, sepertinya barang Retur apakah barang COD? ada yng ditolak Pembeli Mengenai TnC paking apakah TS sudah mengikuti ketentuan Shopee? seharusnya masih bisa banding ke Shopee kalau dari Jnt/ Anteraja tidak mau klaim? Login untuk Membalas
Husen13 Maret 2025 - (11:12 WIB)Permalink Saya jg penjual di toko ijo, cuma toko kecil yg dikelola perorangan, awalnya nyaman dan baik2 saja tapi sekarang udah makin banyak aturan yg menurut saya mempersulit, dari awalnya yg bisa request pickup tanpa syarat, sekarang harus minimal 125 pesanan perbulan agar bisa menikmati fitur request pickup, biasanya pake Sicepat atau Anteraja, semenjak fitur request pickup dibatasi, saya beralih ke drop off manual pake kurir JNE, alhamdulillah lancar2 aja sampai sekarang, jarang banget kejadian barang rusak atau hilang, memang sih agak ribet harus drop off manual ke JNE, tp ya mau gmn lagi, g ada pilihan lain. Login untuk Membalas
ilham14 Maret 2025 - (21:53 WIB)Permalink Memang kebijakan shopee selalu memberatkan seller, seller dirugikam sepihak, saya juga banyak problem sama shopee. Problem ini harus di push, agar shopee bisa adil. Sekarang shopee terlalu dzalim ke seller!! Login untuk Membalas
Setiawan14 Maret 2025 - (23:26 WIB)Permalink Sdm karyawan shopee tidak ada yang memadai jika terjadi kendala seperti ini. Itu buktinya Login untuk Membalas