Shopee Menyetujui Pengembalian Kue Kering dan Produk Dikembalikan dalam Keadaan Rusak Parah

Saya penjual di Shopee dengan akun susantovivi. Pada 2 Maret 2025, saya menerima pesanan 3 toples kue senilai Rp705.000 yang dikirim via jasa reguler SPX. Di toko saya, sudah jelas tercantum syarat: “Kue yang dikirim dengan reguler berisiko hancur, dan pembeli dilarang komplain/retur.”

Masalahnya diimulai ketika pada tanggal 5 Maret 2025, pembeli marah karena paket belum sampai, padahal saat itu sedang terjadi banjir di banyak lokasi.

Tanggal 6 Maret 2025, pembeli mengajukan pengembalian dana (refund) di Shopee. Saya sebagai penjual tidak diberi hak menolak—hanya disuruh menunggu. Tanpa proses klarifikasi, pengajuan itu langsung disetujui Shopee.

Saya langsung protes dengan menghubungi CS Shopee dan menyertakan bukti bahwa kue termasuk produk yang tidak boleh dikembalikan (rentan rusak). Shopee sendiri memiliki aturan bahwa makanan tidak eligible untuk retur. Hasilnya? Paket dikembalikan ke saya dalam kondisi hancur.

Saya mengajukan komplain, tapi Shopee hanya menawarkan voucher kompensasi Rp75.000—sangat tidak pantas dibanding nilai barang (Rp705.000).

Yang saya persoalkan di sini, Shopee secara jelas melanggar syarat dan ketentuan yang mereka tetapkan sendiri, yang menyatakan bahwa makanan tidak dapat dikembalikan. Namun, kenyataannya, Shopee justru menyetujui permintaan konsumen untuk pengembalian dana, meskipun saya sebagai penjual telah mengirimkan produk yang sesuai.

Hingga saat saya menuliskan masalah ini ke Media Konsumen, saya belum menemukan solusi dengan pihak Shopee. Saya berharap Media Konsumen dapat menayangkan surat saya. Terima kasih.

Viyanty
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

50 komentar untuk “Shopee Menyetujui Pengembalian Kue Kering dan Produk Dikembalikan dalam Keadaan Rusak Parah

    • 28 Maret 2025 - (18:01 WIB)
      Permalink

      Lebih profesional Tokopedia dalam menanggapi komplain dibanding Shopiiiiiiiii, baik menanggapi komplain pembeli maupun penjual, kalau shopiiii dalam kasus memang rada-rada botol sih Otaknya…!
      Termasuk pembeli diatas, rasanya mau bilang basar assiyu…!

      • 28 Maret 2025 - (19:32 WIB)
        Permalink

        Iya betul. Kalau tokopedia, mereka memberikan waktu buat penjual kirimkan bukti atau sanggahan. Lalu di cari titik temu. Dana di tahan toped sampai ada keputusan final. Aku juga setuju kalau penanganan complain di toped lebih bagus karena aku pun dagang di toped juga.

        • 30 Maret 2025 - (19:30 WIB)
          Permalink

          Ce Vivi, coba jangan di blur username di oren nya dia itu apa coba kasih liat kami para pemirsa ayo, AYO, AYO, WOI

          • 30 Maret 2025 - (21:47 WIB)
            Permalink

            Udah ku share di chat shopee kamu.

        • 31 Maret 2025 - (12:04 WIB)
          Permalink

          Menurut saya shoppe udh bener….
          Lu aja penjual harusnya pke pikiran jgn aktif kn kurir reguler,

          Bravo shoppe dalam membela hak konsumen

          • 31 Maret 2025 - (12:08 WIB)
            Permalink

            Yang saya persoalkan disini: shopee ada syarat dan ketentuan yang melarang makanan dan minuman itu di kembalikan. Baca lagi surat saya dari awal dan sudah saya sertakan screenshoot nya. Budayakan membaca sebelum berkomentar.

  • 28 Maret 2025 - (12:50 WIB)
    Permalink

    pembelinya manusia botol

    sial ketemu pembeli T 0 l o l spt ini, ptmuliamarkmura…….
    dilihat dr bukti chat sih, ini pembelinya tidak punya pendidikan, pembeli kampungan yg ga bisa membedalan produk yg sudah ada di tangan kurir

    • 28 Maret 2025 - (17:05 WIB)
      Permalink

      Itulah.. malah marah marah katanya saya janji tanggal 5 sampe. Setelah saya tanya siapa yg janji, katanya di shopee ada tulisannya kalau garansi pasti sampai tgl 5. Saya kasih penjelasan kalau itu dari pihak shopee bukan janji saya sebagai penjual.

      • 28 Maret 2025 - (17:36 WIB)
        Permalink

        Padahal dia jual di shopee jg ya bu? Harus nya tau ya mana janji shopee dan janji seller 😁

        • 28 Maret 2025 - (20:19 WIB)
          Permalink

          wah jualan juga si pembelinya di ecommerce? artinya T 0 1 O L dan JAHAT, hati2 saja artinya dengan ptmukiamakmura… manusia jahat

      • 28 Maret 2025 - (18:40 WIB)
        Permalink

        Gak juga sich kak. Aku pernah ngajuin pengembalian dana karna barang yang dijual kurang. Hrs nunggu konfirmasi penjual dulu baru di acc. Pernah juga beli beli biscuit kalengan sampe rumah hancur gak aku masalahin c karna dah resiko di kurir pasti rusak. Pernah terima paket salah barang belinya sabun dikirim pencuci mulut. Aku ajuin pengembalian dana sepenuhnya tnpa kirim barang, seller nya chat minta maaf dan nawarin kalo barangnya dibayar separuh aja. Yaudah akhirnya aku ubah jadi pengembalian dana sebagian, sampe sekarang tu pencuci mulut belum kepake. Intinya penjual dan pembeli saling komunikasi.

        • 28 Maret 2025 - (18:46 WIB)
          Permalink

          Masalahnya pembeli sama sekali tidak mau balas chat. Kalau pembeli sudah gak mau tau dan tidak bisa membedakan mana urusan seller, mana urusan ekspedisi tetap gak bakal bisa di bilangin. Gak semua pembeli itu smart. Apalagi mereka merasa di atas angin dan selalu di menangkan shopee.

      • 28 Maret 2025 - (21:11 WIB)
        Permalink

        Iya betul bang,
        1. sekarang retur tidak bisa banding diawal dah gitu ongkir pp ditanggung seller.
        2. Barang belum sampai bisa di retur

        Aneh emang

    • 28 Maret 2025 - (17:23 WIB)
      Permalink

      Pembelinya norak dan kampungan plus tim penindakan Shopee dah terkenal botolnya. Apes bner dapat pembeli kayak gitu. Musti hati2 dagang di Shopee krn tim penindakan Shopee mafia semua, kayaknya mreka juga bermain dgn buka toko sendiri di Shopee dan matiin rating toko pesaing yg udah bagus.

  • 28 Maret 2025 - (15:51 WIB)
    Permalink

    Shopee pun ngeselin, selalu ngeselin. Pembeli sering semena mena balikin barang, sudah kalah, bisa balikin lagi.
    Sya pernah 2x dibalikin pada 1 kasus yg sama. Kan aneh banget.

    Sudah yerlihat jelas tim shopee gak mumpuni dalam menelaah tiap masalah, ngasal doang yg penting pembeli senang, pedagang mampus.

    Harus narik urat dan ngotot ngadepin mereka untuk menang. Buang wKtu gaj sedikit.
    Bahkan shopee seringkali minta video pengemazan. Bayangin, 100lebih paket harus kita bikin video pengemazan???????
    Shopee gak terima kalo video dari cctv dengan jarak 1 meteran. Harus dari dekat. Bodoh sekali. Sungguh bodoh.
    1 paket dengan video close up butuh 10 menit, kalau 100 paket berapa lama??
    Gilak kan shopee. Selalu ngasal demi membela pembeli.

    • 28 Maret 2025 - (17:08 WIB)
      Permalink

      Yang saya sesalkan di sini padahal mereka punya ketentuan kalau makanan tidak boleh di kembalikan, tapi mereka langgar sendiri. Apakah setiap ada pengajuan, mereka langsung setujui tanpa telaah masalah terlebih dahulu. Soalnya dalam hitungan menit, tiba tiba pengajuan pengembalian pembeli di setujui langsung

  • 28 Maret 2025 - (16:12 WIB)
    Permalink

    Tiktokshop dan shopee sama sama seperti itu.
    Jualan online di markerplace saat ini sudah meresahkan. Semua nya gitu karna ikut 1 peraturan, yg lain ngikut jg.

    Biasanya yg lgs setujui dari pihak shopee dilakukan oleh SDM karyawannya shopee yg tidak memahami produk knowledge shopee sendiri atau shopee sekarang apakah menggunakan autobot yg langsung otomatis claim komplen pasti disetujui dengan cepat menit itu juga kah???

    Marketplace saat ini berlomba lomba mengesampingkan penjual. Yg penting pembeli happy . Agak kesel sih emang. Soalnya marketplace bisa besar sekarang karena besarnya konsumtif org indonesia. Dan animo penjual yg berpartisipasi di shopee. Tanpa seller mana mungkin sebuah marletplace akan besar? Variasi banyak dan beragamnya pilihan seller itu justru tg menarii pembeli untuk datang.

    Peraturan yg dibuat akhir akhir ini banyak yg bikin seller sakit hati apalagi seller yg sudah mengikuti marketplace shopee dari masih baru netes sampe sekarang. Pasti sakit hati.

    17
    1
    • 28 Maret 2025 - (17:10 WIB)
      Permalink

      Nah makanya. Sepertinya setiap pengajuan pembeli langsung mereka setujui tanpa di telaah dulu masalahnya. Langsung main approve aja. Padahal setelah pembeli ajukan pengembalian, saya langsung telp cs shopee untuk menyatakan kalau produk tsb makanan dan seharusnya tidak boleh pengajuan pengembalian.

      10
    • 29 Maret 2025 - (02:02 WIB)
      Permalink

      Dan sejak jadi seller itu 100persen mengabdi pada marketplace. Lebih para org ketja kantoran atau usaha sendiri.
      Lebaran ini pun kacau. Gak bisa libur lama lama. Kalo kelamaan, visibility ilang.
      Shopee menentukan jumat setelah lebaran wajib kirim. Gilak banget.
      Harap manusiawi lah, seller udah pada gila ngadepin Mp.
      Sudah sgt menyiksa jadi seller. Diperbudak.

      • 30 Maret 2025 - (09:48 WIB)
        Permalink

        Saya juga merasa sangat kecewa dengan perlakuan tim Shopee dan tiktokshop yang skrg suka semena-mena terhadap seller walaupun pihak pembeli yg salah tetap kita penjual di rugikan. Apakah karena Shopee sebagai e-commerce terbesar di Indonesia bisa seenaknya menekan seller habis habisan ,bener2 parah sekarang berjualan di marketplace ,seller di perbudak oleh marketplace

  • 28 Maret 2025 - (16:44 WIB)
    Permalink

    Saya gak pernah pake shopee, jadi blum tau karakter onlineshop satu ini. penjual sdh melakukan kewajibannya, namun pembeli gak sabar untuk menerima barang. Kalo barang sdh di kurir kok shopee malah menyetujui pembatalan kiriman?? Bknnya kurir yg harus dipermasalahkan? Terus Barang ( kue)retur dalam kondisi hancur.. coba tanggapan shopee di media ini gimana?

    • 28 Maret 2025 - (17:14 WIB)
      Permalink

      Nah… apalagi itu terhitung baru kirim dan sedang ada banjir besar di mana mana. Tgl 3 di ekspedisi, tanggal 5 sudah ngomel. Sudah saya jelaskan itu dari kurirnya dan di luar kendali seller. Tapi seperti biasa, pembeli seperti ini pasti menghilang dr chat

  • 28 Maret 2025 - (16:59 WIB)
    Permalink

    kalo emang sesuai ketentuan coba aja ajukan banding biar dapet penjelasan dari Shopeenya. Bisa jadi pembelajaran kedepannya untuk mempertimbangkan pengiriman selain Sameday sama Instant. Jadi pembeli, mau ga mau harus pakai pengiriman Sameday/ Instant, tapi minusnya jadi makin terbatas marketnya karna ga bisa kirim jarak jauh.

    • 28 Maret 2025 - (17:15 WIB)
      Permalink

      Sudah ajukan banding. Tapi cuma di tawarkan kompensasi voucher yg sangat tidak sesuai. Saya jualan kue in sudah ratusan toples. Sudah kirim ke luar pulau juga. Baru kali ini ketemu pembeli seperti ini. Padahal orangnya jualan juga di shopee.

  • 28 Maret 2025 - (17:26 WIB)
    Permalink

    Seharusnya dishare aja itu nama dan alamat pembelinya biar kita aware kalo wong ndeso kayak dia mau beli di toko kita

    2
    3
  • 28 Maret 2025 - (17:33 WIB)
    Permalink

    @suzuki

    Ga boleh share di mari. Nanti seller nya kena masalah malah dari marketplace nya.
    Ada uu ite utk penyebaran alamat dan no hp sembarangan gitu

    15
    1
    • 28 Maret 2025 - (17:50 WIB)
      Permalink

      Nah benar. Makanya kan sekarang nomor telp pembeli tidak di share di form pemesanan

      12
    • 28 Maret 2025 - (20:49 WIB)
      Permalink

      Wah sayang banget ya gak boleh dishare ..celakanya shope skrg larang seller tuk blokir pembeli kurang ajar kayak gini. Shopeiii nih bner2 jahat sama seller yg ada di otak mreka cuma cari cuan aja sbyak mungkin ga peduli meski harus menindas seller . Setuju pendapat yg bilang tim penindakan shopi isinya mafia semua Krn mreka memang sering matiin rating toko yg bagus , terutama kalo toko itu brani komplain kebijakan mreka yg terkenal botol akut

      • 28 Maret 2025 - (21:11 WIB)
        Permalink

        @paijo

        Ga bisa blokir pembeli kah sekarang? Saya liat fitur blokir dah hilang ya di shopee?

        • 29 Maret 2025 - (12:23 WIB)
          Permalink

          dihapus shopee per maret 2025
          sudah tidak biaa blokir

          ya tau lah, shopee bth pembeli, dpt fee banyak soalnya, pembeli tidak pakai vocer bebas ongkir pun si penjual kena fee utk ongkir, ke depannya vocer bebas ongkirnya akan menjadi lbh sedikit

  • 28 Maret 2025 - (18:03 WIB)
    Permalink

    Shopee udh makin ga jelas ganti aja, CS nya cm tenangin doang,gada action.dari tahun lalu sm ga jelas shopee

    • 28 Maret 2025 - (18:42 WIB)
      Permalink

      Aku gak main tiktok. Aku makanya menuntut itu dari shopee. Aturan yg mereka buat tapi mereka langgar sendiri. Sepertinya tiap ada pengajuan, mereka langsung setujui tanpa di pelajari kasusnya. Maklum cs shopee banyak yang kurang paham dengan aturan mereka sendiri

      • 28 Maret 2025 - (20:51 WIB)
        Permalink

        Bukan salah cs itu bos tapi tim penindakan nya. Cs cuma trima laporan doang, tim penindakan shopee yg jahat

      • 28 Maret 2025 - (23:28 WIB)
        Permalink

        Sama ka. Aku juga jualan makanan minuman kemasan di syopi bisa diretur dalam hitungan detik. Barang apapun jenis kategorinya, apapun alasannya, tanpa debat dulu, sekarang bisa langsung diretur

      • 28 Maret 2025 - (23:41 WIB)
        Permalink

        Saranku sih penjualan kue toplesan lebih dibatasi lagi, misalkan hanya bisa driver instan. Kalo keluar luar kota, kuantitinya hanya bisa menerima sedikit. Saya cuma berani terima order sampai 2 toples saja keluar kota, itupun isi toplesnya harus padat, supaya ga terguncang hancur di jalan

        1
        1
  • 28 Maret 2025 - (19:06 WIB)
    Permalink

    Para seller pastinya menyadari bahwa saat ini semua MP termasuk Shopee memang memprioritaskan pembelinya, karena trafik adalah target utama mereka. Maka seller adalah korbannya, dimulai dari fee yg gak ngotak, persetujuan retur yg sembarangan, sampai kurir yg kurang amanah. Saran saya adalah para seller memulai utk membuka secara mandiri tokonya, misal melalui web sendiri, ribet memang tapi ini sebagai antisipasi jika numpang jualan di MP sudah tidak menguntungkan lagi. Jadi apabila saat itu tiba, maka toko online pribadi anda sudah berkembang . Kapan saat terbuka utk mulai? Segera saja.

  • 29 Maret 2025 - (03:07 WIB)
    Permalink

    Yang saya tangkap dari aturan shopeenya adalah bahwa makanan tidak dikembalikan, bukan tidak bisa dikembalikan dana nya lho. Artinya pembeli bisa mendapatkan uang kembali PLUS barang nya bisa saja tidak dikembalikan ke penjual. Alias pembeli bisa dapat barang dan uang kembali juga. Ini aturan kok sampah banget ya.. Aturan super bajingan.. Untung saya nggak jualan makanan.. Nelangsa banget yang jual makanan di shopee..

    • 29 Maret 2025 - (12:51 WIB)
      Permalink

      Loh… itu tulisan di ketentuan shopee pengembalian dana loh. Coba deh klik gambar yg saya posting di atas. Cermati lagi.

  • 29 Maret 2025 - (05:26 WIB)
    Permalink

    Segudang masalah SDM shopee. Tinggal tunggu waktu bubar… Yg bertahan yang mencoba bijak.

  • 29 Maret 2025 - (11:42 WIB)
    Permalink

    Sekarang banyak pembeli penipu berkeliaran di Shopee. Memanfaatkan pengembalian barang / dana yang mudah. Barang yang dikirim sudah sesuai, tapi pembeli ajukan pengembalian dana tanpa video unboxing langsung disetujui otomatis. Jadi pembeli dapat barang gratis. Saran untuk seller, persiapan buka toko di market place lain. Kalau semakin menindas seller, rame2 tinggalin Shopee. Biar tidak bisa seenaknya buat aturan. Aturan pengembalian yang sebelumnya sudah bagus malah diubah seperti sekarang.

    • 29 Maret 2025 - (12:52 WIB)
      Permalink

      Sdm masyarakat indonesia belum siap dengan kebijakan pengembalian barang. Malah menjadi celah untuk berbuat nakal dan mencari kesempatan.

  • 30 Maret 2025 - (00:18 WIB)
    Permalink

    Kenapa sih egoisme customer ga pernah ada obatnya?? Pada hobi banget nyusahin orang, padahal ini bulan Ramadhan?? Untuk makanan keperluan lebaran kan bisa bikin sendiri, senengnya dapat puasnya dapat. Kalau nggak belilah offline di toko tetangga atau toko terdekat di daerah domisili, bisa membantu sesama itungan sedekah. Ayo kita sosialisasikan belanja offline untuk barang2 dengan resiko rusak yg tinggi. ✊

 Apa Komentar Anda?

Ada 50 komentar sampai saat ini..

Shopee Menyetujui Pengembalian Kue Kering dan Produk Dikembalikan dala…

oleh Vivisusanto dibaca dalam: 1 menit
50