Keluhan Surat Pembaca Data Personal Tersebar Karena Pernah “Sign Up” Traveloka PayLater 11 April 202511 April 2025 Felicia 6 Komentar Akun Pengguna, Customer complaint handling, Customer Service, Email Notifikasi, email pengguna, Fraud, Histori transaksi, Keamanan akun, Kredit online, Notifikasi transaksi, One Time Password, OTP, PayLater, Pembajakan Akun, Pembobolan akun, Pemesanan hotel online, Penagihan, Penyalahgunaan akun, peretasan akun, Peretasan email, sanggahan transaksi, Sistem keamanan, TPayLater, Travel agent online, Traveloka, Traveloka PayLater, Verifikasi Email, Verifikasi Pembayaran, Verifikasi sidik jari, Verifikasi Wajah Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Masalah ini sudah dari tahun 2024 bulan Mei, pas banget setelah saya sign up ke Traveloka PayLater karena tergiur dengan discount-nya (yang akhirnya juga tidak beli). Saya awalnya baru sadar, setelah ada penagihan dari third party. Saya pikir apakah ini penipuan ya? Tapi kok dengan account centang? Saya masih coba respons dan jawaban dari akun tersebut juga terlihat template. Di sini saya pikir saya tidak bertanggung jawab untuk pembayaran ini, masa iya saya harus bayar? Jadi saya cek di email saya dan ternyata benar adanya pemesanan tersebut. Namun yang saya temukan hanya pemesanan hotel dan OYO, tidak ada yang penerbangan. Langsung saat saya sadar, saya delete account & e-mail CS. Di sini jujur saya panik dan baru sadar, apa seharusnya saya nggak hapus account dulu ya supaya ada bukti? Jawaban dari Traveloka juga template. Saya langsung dengan segera balas, lalu disuruh tunggu 3×24 jam. Baik, saya tunggu. Di saat ini jujur saya sudah was-was, karena tidak pernah mengalami hal-hal seperti ini dan sepertinya ini bukan hanya penipuan biasa. Saya mulai bicarakan dengan keluarga juga karena takutnya keluarga saya juga diteror. Dan akhirnya memang terjadi ke ibu saya, yang diteror oleh third party untuk hal ini. Kami berusaha untuk tidak merespons lagi setelah merasa bahwa hal ini sepertinya ada yang tidak beres. Saya coba saja untuk menelepon CS Traveloka, karena saya rasa lebih fast respond. Saat call yang bisa dibilang selama 30 menit itu, saya baru tahu bahwa ini bukan akun saya yang di-hack, tapi nomor HP & e-mail saya. Karena saat CS saya info tentang nomor pemesanan, CS merespons, “Kak, ini kakak dapat dari mana ya nomor pesanannya? Karena di data kami yang pesan ini dari akun kakak.” Saya lanjut terus untuk hubungi CS, tapi jawaban sangat tidak solutif, yang pada akhirnya hanya disuruh menunggu, berikan nomor pesanan, bukti foto dengan KTP. Semua sudah saya lakukan. Namun, di akhir sekali saya hanya diberikan jawaban ini. Jujur saya merasa hopeless saat itu. Nomor HP saya juga sudah sering kali ditelepon orang hingga sehari bisa 20 kali lebih dan akhirnya saya memutuskan untuk memakai call blocker. Sampai akhirnya saya merasa sudah berkurang dan bahkan tidak ada sama sekali. Eh… 1 tahun kemudian saya kena lagi diteror dan sekarang malah meneror tempat kerja baru saya karena baru-baru ini saya update di LinkedIn. Jadi kalau seperti ini, apa yang harus saya lakukan? Saya merasa data diri saya sudah tersebar luas dari saya daftar Traveloka PayLater, namun solusi terbaik yang diberikan hanya delete account. Bagaimana data saya yang sudah tersebar ini? Saya tidak pernah memberikan data pribadi saya di internet sembarangan. Semua saya jaga dengan baik. Felicia Surabaya, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Wisnu11 April 2025 - (12:10 WIB)Permalink harusnya tidak usah pernah ada yang namanya paylater atau pinjol, karena sangat meresahkan. mudah sekali pengajuannya dimanipulasi menggunakan data pribadi orang lain. 1 Login untuk Membalas
kris11 April 2025 - (13:22 WIB)Permalink terlalu implusif sekali daftar paylater demi kejar diskon Sejujurnya saya juga pernah terbesit keinginan daftar gopaylater bayangin aja diskon 90% sd 50k kwkwkwk tapi saya pikir2 lagi dan saya putuskan utk tidak jadi daftar karena enaknya di depan di belakangnya ada resiko ribet 2 Login untuk Membalas
Sobary15 April 2025 - (06:10 WIB)Permalink Bisnis fintech dan sejenisnya adalah benalu karena mereka yang resmi dan tidak resmi sama saja prilaku nya seperti penyebaran data pribadi secara diam-diam, bahkan mereka mencari keuntungan dengan data base yang ada dijual ke pihak lain dengan keuntungan yang menggiurkan Ada lagi fintech dan sejenisnya yang sebar data bisa bekerja sama dengan bisnis hitam, judi online, hecker utk membajak akun dengan teknologi IT sekarang bisa ambil alih akun orang lain ini adalah bentuk pelanggaran UU perlindungan data pribadi yang berdampak kepada penyebaran data pribadi sebenarnya berimplikasi hukum Login untuk Membalas
Dani Albert15 April 2025 - (08:18 WIB)Permalink Ketika transaksi dijalankan pasti selalu ada email masuk. Anda tidak segera di hari yg sama..indikasi sy jika bukan pemilik akun asli karna baru pertama daftar, maka data digunakan oleh mafia2 itu sendiri, terdetect akun anda aktif tidak tapi tidak digunakan. Harusnya ketika mendaftar tapi tidak jadi gunakan, segera hub cs untuk hapus akun permanen. Bukan bermaksud buruk, tidak ada privasi data yg ketat di negara ini, semua di perjual belikan dgn bebas, dan tak jarang pelaku adalah mereka2 sendiri. Login untuk Membalas
Deryan25 April 2025 - (19:47 WIB)Permalink mohon maaf sebelumnya kak mungkin yang chat sama kakak 1 tahun setelahnya itu terkait piutang kakak yang sebelumnya macet, apakah kakak menonaktifkan akun kakak pada tahun 2024 dan masih ada penagihan baru? apakah kakak tidak mengecek email kakak terkait pesanan tersebut di hari yang sama? Login untuk Membalas
F. Kur16 Mei 2025 - (11:21 WIB)Permalink Sebentar lagi bakal ada yg komen pasti emailnya yahoo ya 🤣. Abis itu email yg disalahin. Udh banyak jatuh korban kebobolan ga ad pembenahan dr traveloka, cuma nongolin jubir nyalah2in email. Klo email yg diretas harusnya semua account dibobol. Nanggung amat cuma Traveloka 🤢🤮 Login untuk Membalas