Keluhan Surat Pembaca Betapa Buruknya Sekarang Migrasi IndiHome 28 Agustus 202529 Agustus 2025 Muh Nasrullah 1 Komentar Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Estimasi pengerjaan, Estimasi waktu, IndiHome, Internet Service Provider, Migrasi layanan, MyIndiHome, MyTelkomsel, Paket Berlangganan, SLA, SOP, Standard Operating Procedures, Telkomsel, Telkomsel Indihome, Upgrade layanan Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya ingin menyampaikan kekecewaan terhadap layanan IndiHome terkait permohonan upgrade paket internet. Pada tanggal 21 Agustus malam, kami mengajukan upgrade dari paket 30 Mbps ke 50 Mbps untuk nomor internet 172823217150 atas nama Muh. Nasrullah (area Sengkang, Sulawesi Selatan). Saat itu, pihak Telkom menyampaikan bahwa proses upgrade akan selesai dalam waktu maksimal 1×24 jam. Namun kenyataannya, hingga surat ini dibuat sudah lebih dari seminggu, layanan internet kami tetap tidak berubah. Selama menunggu, kami sudah berulang kali menghubungi 188 maupun CS Telkom, tetapi jawabannya hanya berputar-putar tanpa kepastian dan tidak ada tindak lanjut nyata. Hal ini tentu sangat merugikan pelanggan yang sudah membayar sesuai kewajiban, tetapi tidak mendapatkan hak sesuai janji. Lebih mengecewakan lagi, kasus seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, kami juga pernah mengalami keterlambatan migrasi, dan baru ditindaklanjuti setelah mengadu ke Media Konsumen. Apakah setiap pelanggan harus menulis keluhan di Media Konsumen terlebih dahulu baru Telkom mau bergerak? Kami berharap Telkom segera menyelesaikan proses upgrade ini tanpa menunda-nunda lagi, serta memperbaiki kualitas layanannya agar tidak terus mengulang masalah yang sama. Hormat kami, Muh. Nasrullah No. Internet: 172823217150 Sengkang, Sulawesi Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Samiadji10 Desember 2025 - (15:04 WIB)Permalink Benar Pak, sama nasib bapak dengan saya, Sekarnag Indihome sejak habung Telkomsel jadi pemalas, CS ditanya muter muter jawabannya, bukan salah CS-nya tapi sistemnya memang “tidak smart”, bos bosnya pada bingung mempertahankan jabatannya setelah ada penggabungan, jadi gak sempet mikir pelanggan puas atau tidak. Sabar pak Login untuk Membalas