Ketidakprofesionalan Tim TikTok Shop, Tim Unilever Indonesia, dan Tim Ultrasakti

Terima kasih buat Media Konsumen yang sudah mengizinkan surat ini diterbitkan. Dalam surat ini akan saya beberkan 3 macam ketidakprofesionalan tim komplain TikTok Shop, tim Unilever, dan tim Ultrasakti.

Kasus 1: Order ID 580002050539816626
Saya membeli paketan sabun Lifebuoy di live TikTok. Saat datang dan di video unboxing ternyata 2 kemasan pecah karena pengemasan tidak menggunakan bubble wrap. Untungnya setiap belanja online saya selalu video unboxing dari awal sampai akhir tanpa jeda.

Kami ajukan komplain ke seller dan ditolak dengan alasan kesalahan ekspedisi. Akhirnya dimediasi oleh TikTok Shop setelah 3x ditolak komplain oleh seller. Saya mengajukan kirim yang rusak, tapi oleh tim TikTok Shop disuruh kembalikan semua. Sebelumnya diminta foto dan lain-lain.

Di sinilah keanehan, kenapa harus retur semua? Bukti sudah lengkap, sisa kirim yang pecah. Akhirnya kami kirim balik yang diminta dan sudah diterima tanggal 21 Agustus 2025. Sampai hari ini saya tanya ke CS Unilever, jawabannya masih proses. Sudah 5 hari masih proses, dan TikTok Shop pun santai saja. Karena semakin lama kasus, kan lumayan dana mengendapnya. Tolong buat tim Unilever segera mengirim barang yang rusak tersebut beserta sisanya.

Kasus 2: Order ID 580039100659959474
Saya melakukan pembelian paket Freshcare Smash dan Freshcare Vapobalm, di mana ditulis di judul, deskripsi, dan varian ada hadiah tali/lanyard sejumlah 7 pcs. Bukti video ada dari awal sampai akhir.

Kami ajukan komplain dan akhirnya 3x ditolak dengan alasan bukti tidak lengkap. Apa gunanya video unboxing? Pihak TikTok Shop bisa kan minta video packing ke seller supaya menguatkan bukti. Yang saya ajukan adalah free tali tersebut dikirim.

Hari ini, tanggal 26 sore, saya ditelpon dari +62 858-7316-49** yang mengaku dari customer care TikTok Shop. Mereka menyarankan supaya barang yang salah diretur semua. Saya jawab semua barang tersebut sudah laku terjual. Saya hanya minta hadiah dikirim.

Kami berdebat, dan dengan santainya dia jawab karena tidak ada titik temu, telepon diputus oleh CS tersebut. Luar biasa handling komplainnya TikTok Shop. Seakan-akan customer harus ikuti maunya dia. Tolong tim TikTok Shop bisa melatih ulang tim CS tersebut, dan tim Ultrasakti bisa mengirim kekurangan bonus tali tersebut.

Kasus 3: Order ID 579926020416242867
Di sini saya sebagai penjual. Customer order dan kami sudah kirim sesuai pesanan. Tapi customer tidak membaca detail judul dan deskripsi atau memang sengaja mengakali sistem retur TikTok Shop.

Bukti yang dilampirkan hanya foto saja tanpa video unboxing, dan tetap di-approve oleh tim. Kami langsung banding, tapi tetap customer dapat barang dan dapat uang kembali. Lucunya tanpa video unboxing. Sampai sekarang saya tidak mendapatkan uang penjualan tersebut karena alasannya pembeli belum input metode refund. Tidak ada timeline sampai kapan bisa cair. Kalau sampai akhir zaman belum diinput, ya tidak cair-cair. Kalau dikomplain selalu jawabannya template.

Tolong buat tim TikTok Shop bisa segera proses pencairan dana tersebut.

Jadi, kesimpulannya ada standar ganda yang diterapkan oleh TikTok Shop.

Buat mall dan toko yang diendorse TikTok Shop, segala komplain dari customer harus lengkap dari foto, video unboxing, dan lain-lain. Kalau tidak lengkap mereka menolak komplain tersebut.

Buat toko biasa, komplain customer tidak butuh video unboxing. Mereka malah minta ke seller video packing barang. Kalau tidak ada, siap-siap dipotong.

Demikian surat ini dibuat, kiranya dapat diterbitkan.

Hormat saya,

Daniel
Semarang, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

2 komentar untuk “Ketidakprofesionalan Tim TikTok Shop, Tim Unilever Indonesia, dan Tim Ultrasakti

  • 28 Agustus 2025 - (11:51 WIB)
    Permalink

    Jadi kaya Shopee yah. Ada hirarki kastanya. CS TikTok Shop > toko TikTok Mall > Pembeli > toko biasa. Kalau ngelawan yang kastanya di atas susah kayanya. Kalau Shopee masih mending, mereka kayanya masih awasi surat2 yang terbit di sini. Kalau Tokopedia / TikTok Shop? Kayanya sebodo amet mau ditulis apa aja di sini ataupun di media sosial lainnya. Ngak peduli viral ngak viral.

    Yah bisa aja sih selama ini Tokped / TikTok Shop juga respon baik2 surat2 di sini, tapi para penulis ngak update aja.

    • 28 Agustus 2025 - (12:16 WIB)
      Permalink

      Tiktok sekarang cs nya kaya shopee dulu. Shopee skrg sdh agak mending. Mungkin karena mau irit biaya. Makanya pake cs pihak ke 3 yg dak ngerti penyelesaian komplain. Lagi seru debat di telp malah tiba tiba ditutup. Kan lucu. Tim komplain itu kan mediasi. Bukan maksain kehendaknya

 Apa Komentar Anda?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Ketidakprofesionalan Tim TikTok Shop, Tim Unilever Indonesia, dan Tim …

oleh Daniel dibaca dalam: 2 menit
2