Refund Hanya Rp820 Ribu dari Tiket Rp20 Juta, Tidak Sesuai Janji Easy Reschedule Traveloka

Traveloka menjanjikan kemudahan dengan iklan Easy Reschedule, namun kenyataannya tidak semudah itu. Biaya reschedule mencapai dua kali lipat dari harga awal. Tidak ada kesepakatan antara Traveloka dan Malindo Air (Batik Air Malaysia) mengenai fasilitas Easy Reschedule, tetapi tetap saja diiklankan.

Begitu juga dengan Malindo Air, yang sangat keterlaluan dengan menerapkan biaya reschedule dua kali lipat dari harga awal. Hentikan praktik maskapai yang seenaknya menetapkan harga kepada penumpang. Saya mohon agar permohonan reschedule saya dipenuhi dengan harga yang wajar.

Kronologi

Pada tanggal 5 Mei 2024, saya membeli tiket Jakarta-Osaka untuk keberangkatan pada 22 Mei dan Tokyo-Jakarta untuk kepulangan pada 26 Mei dengan total harga lebih dari Rp20 juta. Saya memilih tiket yang memiliki fasilitas reschedule, bukan refund.

Saya membayar dengan sistem PayLater, dengan harapan jika terjadi wanprestasi dari Traveloka terhadap pengajuan saya, saya memiliki kekuatan untuk bernegosiasi. Ternyata, Traveloka memang membuat masalah dengan over promise. Iklan Easy Reschedule ternyata hanya tipu daya untuk mengambil uang dari konsumen.

Karena masalah visa yang belum terbit, saya mengajukan reschedule. Namun, luar biasa, saya harus membayar tambahan Rp20 juta karena harga tiket yang naik. Saya mencari selama setahun ke depan, semua harga dibandrol per tiket antara Rp10-15 juta (dari sebelumnya Rp4-5 juta).

Bukti reschedule tidak terlampir karena harga mencapai tiga kali lipat dan komunikasi dengan Traveloka dilakukan melalui telepon. Namun, saya memiliki bukti percakapan dengan Traveloka pada tanggal 25 Mei 2024, yang menyatakan bahwa alasan meminta refund adalah harga reschedule yang tidak masuk akal, yaitu hampir tiga kali lipat dari harga yang harus saya bayar, yaitu tambahan Rp22 juta dari harga Rp20 juta yang sudah saya bayar (total Rp26 juta termasuk biaya PayLater).

Saya telah berusaha bernegosiasi dengan Traveloka sejak awal, tetapi tidak ada penyelesaian. Hingga saya dijanjikan untuk membayar tagihan terlebih dahulu, nanti akan dibantu reschedule atau uang saya akan dikembalikan. Saya akhirnya mengajukan refund (karena perlu waktu untuk pengajuan visa kembali setelah visa penumpang ditolak), dengan estimasi yang diberikan oleh Traveloka sebesar Rp9 juta untuk one way.

Setelah saya membayar tagihan PayLater dengan bunga sekitar 30%, ternyata saya kembali dibohongi. Nominal refund yang saya terima hanya Rp820.627. Nilai tersebut diberikan tanpa pemberitahuan dan persetujuan dari saya. Padahal biasanya setiap refund akan dikonfirmasi.

Nominal pembelian tiket Rp20 juta, ditambah bunga dan biaya PayLater sehingga totalnya sekitar Rp26 juta lebih, tapi refund hanya Rp820.627! Ini jelas meremehkan! Uang Rp26 juta dianggap sepele oleh Traveloka dan Malindo Air. Keduanya saling lempar tanggung jawab, Traveloka mengatakan klaim ada pada Malindo Air, sementara Malindo Air menyalahkan Traveloka. Belakangan saya mendapat informasi dari Malindo Air, bahwa Traveloka menggunakan pihak ketiga, yaitu agen di luar Traveloka.

Saya meminta agar dikembalikan ke fasilitas awal saja, yaitu reschedule dengan harga yang wajar. Namun, Traveloka malah inisiatif sendiri dengan me-refund tiket yang belum ter-refund hanya sebesar Rp158.136. Sangat jelas bahwa Traveloka tidak mau bertanggung jawab.

Saya sudah dua kali mendatangi perwakilan Lion Air di Gajah Mada, Jakarta Pusat, pada tahun 2024 dan terakhir minggu lalu. Dari informasi yang saya dapatkan dari Lion, saya menyimpulkan bahwa Malindo Air tidak memiliki kebijakan reschedule. Customer Service Lion Air menyampaikan bahwa lebih baik membeli tiket baru daripada reschedule karena harganya lebih mahal. Ini menunjukkan bahwa Traveloka dengan berani mengiklankan Easy Reschedule, No Worry, tetapi kenyataannya menjebak konsumen untuk merasa aman saat reschedule, padahal harus membayar berkali lipat. Tidak ada kemudahan seperti yang dijanjikan!

Saya merasa dipermainkan oleh Traveloka dan Malindo Air yang saling menyalahkan dalam penyelesaian. Saya bingung, hingga masa pengajuan reschedule kedaluwarsa, masalah ini belum juga terpecahkan.

Linda
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Refund Hanya Rp820 Ribu dari Tiket Rp20 Juta, Tidak Sesuai Janji Easy Reschedule Traveloka”

Kepada Yth., Bapak/Ibu Linda, Terima kasih telah menjadi pengguna setia Traveloka. Menanggapi surat terbuka yang Bapak/Ibu Linda tujukan kepada Traveloka...
Baca selengkapnya

8 komentar untuk “Refund Hanya Rp820 Ribu dari Tiket Rp20 Juta, Tidak Sesuai Janji Easy Reschedule Traveloka

  • 10 Desember 2025 - (12:47 WIB)
    Permalink

    Sub-Class tiket-nya apa? Anyway, setahu saya LCC memang ga ada kebijakan refund. CMIIW.

    Semoga ada jalan keluarnya.

  • 10 Desember 2025 - (14:34 WIB)
    Permalink

    Dugaan saya sepertinya penulis sudah tau bakalan keberangkatannya akan tertunda karna masih mengurus visa yg masih bermasalah. sehinga sengaja membeli tiket yg di bisa di reschudle. Kalau memang rasa2 visa di rijected untuk terbang kenapa tdk diselesaikan dulu urusan visanya, baru beli tiket. Jangan terpengaruh slogan eazy reschudle/refund dari pihak travel agen. Gak seindah yg diiklankan.

    • 10 Desember 2025 - (16:06 WIB)
      Permalink

      Terima kasih komentarnya. Sebelumnya saya tidak mengetahui visa akan di-reject namun saya berjaga-jaga bilamana di reject, maka saya memilih tiket yang dapat di-reschedule. Sesuai iklan kemudahan waktu itu, maka saya merasa sedikit aman. Saya lupa yang ini berbiaya atau tidak. Namun sebelumnya saya pernah beli tiket refundable dan itu berbiaya (bayar asuransi). Kemudian untuk permohonan visa Jepang memang diminta tiket sudah dibeli terlebih dahulu. Negara lain sebelumnya ada yang cukup bukti pemesanan.
      Visa telah diajukan ulang dan disetujui.

      Yang disayangkan di sini, konsumen seperti beli kucing dalam karung. Tidak tahu yang dibeli kedepan ternyata sama dengan beli tiket baru. Apa fungsinya memilih easy reschedule? Dan terkait refund, pengalaman dengan Garuda saat itu refund nominalnya material. Batik Air Malaysia (Malindo Air) sangat kecil (tidak material).
      Saya tidak ingin kedepannya kerugian puluhan juta disepelekan oleh Maskapai. Maskapai sudah kaya dan masyarakat menjadi toleran terhadap hak-haknya, ya sudahlah. Sedangkan diantara kita yg mau ke luar negeri harus menabung berbulan-bulan bahkan tahunan. Kecuali permintaan refund atau reschedule mendadak. Ini masih beberapa hari dari schedule.

      • 10 Desember 2025 - (16:17 WIB)
        Permalink

        Ya ka, yang disayangkan kenapa ada fasilitas tsb. Jika tidak ada, ya clear saja tidak ada, tidak bisa refund dan tidak bisa reschedule. Jadi pasti pikir-pikir jika beli. Seharusnya seperti The Northern Face. Iklan jaket anti air ternyata rembes, langsung diganti. Ini tiktokan terus setahun lebih.

  • 11 Desember 2025 - (08:26 WIB)
    Permalink

    Turut berduka cita dengan penulis, iya kalau gitu travelokanya dengan programnya ini yang mengarah ketidak mampuan, dan penipuan, dilaporkan ke polisi juga coba, dan masukkan nama direksi pemasarannya?

  • 11 Desember 2025 - (13:17 WIB)
    Permalink

    Bukan biaya reschedule, tapi itu selisih harga tiket, dari harga tiket pas beli di periode promo dengan harga tiket normal. Itu berlaku di semua maskapai & OTA.
    Pegang visa dulu, baru beli tiket.
    Easy reschedule bukan free reschedule.

    • 12 Desember 2025 - (08:02 WIB)
      Permalink

      Ya betul selisih harga. Tapi cek di tempat lain sampai saat ini, harga tiket itu sekitar 4-5 juta untuk Batik Air Malaysia. Ada apa ini harga baru jadi naik di atas 10 juta?

      Lalu easynya di mana? Lebih easy pesan baru. Harganya lebih rendah di tempat lain. Prosesnya pun sama.

      Tapi kalau yang seperti ini dinormalkan oleh para penumpang, ya sayang sih, tidak menghargai uang.

  • 12 Desember 2025 - (01:12 WIB)
    Permalink

    Fix laporkan traveloka ke hukum, viralkan dulu buat video pelaporan dan nanti tanpa biaya kalau sudah viral. Kalau tidak viral laporan di kepolisian tidak akan di proses pasti kalau tanpa uang banyak.

 Apa Komentar Anda?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Refund Hanya Rp820 Ribu dari Tiket Rp20 Juta, Tidak Sesuai Janji Easy …

oleh Linda dibaca dalam: 2 menit
8