Ilustrasi via Gemini AI Keluhan Surat Pembaca Produk Garnier di Toko Kami di Shopee Dihapus secara Diskriminatif 11 Desember 2025 Hasan 15 Komentar Akun Pengguna, Brand, Customer complaint handling, Customer Service, Distributor Resmi, e-Commerce, Garnier, Hak Atas Kekayaan Intelektual, Jualan Online, Kosmetik, Marketplace, Merek, Penghapusan produk, persaingan usaha, product listing, Reseller, Shopee, Syarat dan Ketentuan, tuduhan pelanggaran Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Terima kasih Media Konsumen atas dimuatnya surat ini. Kami ingin mengonfirmasi bahwa pada tanggal 28 Oktober 2025, kami membuat laporan ke Shopee dan Garnier terkait penghapusan produk Garnier di toko kami. Dari pihak Shopee dijelaskan bahwa penghapusan tersebut dilakukan atas permintaan Garnier. Namun dari pihak Garnier melalui chat justru menyatakan bukan dari mereka. Mana yang benar? Beberapa hari kemudian, ada staf Garnier yang menghubungi kami melalui WhatsApp, tetapi jawabannya berbeda lagi dengan informasi sebelumnya. Bahkan di antara internal Garnier sendiri jawabannya sudah tidak konsisten. Tidak lama setelah chat melalui WhatsApp, nomor kami langsung diblokir. Terlihat pada lampiran bahwa chat hanya centang satu. Selain itu, chat di internal Garnier juga tidak dibalas lagi. Beginikah cara dan etika Garnier dalam berkomunikasi? Di awal mereka mengatakan akan membantu, tetapi tidak lama kemudian tidak ada respons sama sekali. Kami hanya meminta konfirmasi yang jelas. Namun jawaban yang kami terima tidak jelas, tidak konsisten, dan terkesan menghindar dari tanggung jawab. Yang lebih membingungkan, hingga lebih dari satu bulan ini, banyak toko online masih bebas menjual produk Garnier. Bahkan banyak toko berstatus reguler, bukan Star ataupun Star+. Ada pula yang menuliskan bahwa kemasan tidak bagus atau cacat produksi, namun justru toko tersebut tetap dibiarkan oleh Shopee. Apakah toko-toko tersebut memiliki izin edar dari Garnier? Kami sudah berkali-kali membuat laporan mempertanyakan hal tersebut, tetapi tetap tidak ada kejelasan. Produk-produk tersebut juga masih terus dijual di platform. Karena tidak ada kepastian, kami memutuskan untuk beralih menjual facial wash merek lain dan tidak lagi menjual Garnier di Shopee maupun platform lain yang tidak menghapus produk mereka. Lebih baik kami merugi sekitar Rp500.000 untuk sisa produk daripada terus mendistribusikan merek tersebut. Kami mempertanyakan kebijakan pihak mana yang sebenarnya digunakan dan mengapa tampak hanya menarget penjual tertentu saja. Jika memang ada kebijakan resmi, kenapa tidak diberlakukan serentak kepada semua penjual? Silakan ketik “Garnier” di Shopee, pasti muncul ribuan produk yang masih aktif. Hormat saya, Hasan Jakarta Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Eko11 Desember 2025 - (17:27 WIB)Permalink Intinya : jaman sekarang pabrikan maunya jualan langsung ke konsumen akhir. Sehingga semua reseller dihapus, terutama yang penjualannya sudah tinggi. 1 Login untuk Membalas
HasanPenulis artikel14 Desember 2025 - (23:11 WIB)Permalink Benar. Padahal secara tidak langsung kita membantu mereka supaya lebih laku. Karena mereka tidak mau ya beralih ke merk lain Login untuk Membalas
Bob11 Desember 2025 - (19:02 WIB)Permalink Yah begitulah. Bisa saingan, bisa perusahaannya cuma ngak ngaku, bisa AI shopee cuma ngak ngaku. Platform tidak transparan, hukum ngak jelas. Madesu. Dikira setelah semua UMKM dihancurkan begini, siapa yang masih bisa belanja hahaha? 1 Login untuk Membalas
Bob11 Desember 2025 - (21:24 WIB)Permalink Oh lupa, bisa juga perusahaan Brand Protection kaya Corsearch. Dulu lumayan heboh di media sosial karena toko2 pada dihapus barang jualannya. Jadi perusahaan pusat, katakanlah L’Oréal Perancis mereka bayar perusahaan pihak ke-3 buat cek semua marketplace/toko online sedunia buat takedown barang2 merek mereka. Pake bot dan pekerja diupah kecil. Jelas mereka ngak bisa bahasa Indo, dan asal2an takedown nya. Cuma yah ngak bakal tau lah siapa yang sebenarnya laporin. Karena sekali lagi, kurang transparan. Dari pihak Shopee, dan distributor Garnier di Indonesia. Madesu. 1 Login untuk Membalas
HasanPenulis artikel14 Desember 2025 - (23:14 WIB)Permalink Benar merk-merk yang tidak berani bertanggung jawab lebih baik dihindari. Tidak usah membantu mereka jual Login untuk Membalas
Shin Chan11 Desember 2025 - (21:13 WIB)Permalink Semua peraturan diciptakan karena ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Sistem COD diciptakan karena banyak yg nipu barang tidak dikirim. Kemudian sistem COD cek dulu diciptakan karena barang yg dikirim tidak sesuai. Hak ijin edar ini supaya barang yg sampai ke konsumen itu terjamin asli karena banyak barang palsu. Orang awam dapet barang palsu mana ngerti, dikiranya asli dan manfaat / hasil mengecewakan menyebabkan brand tersebut jelek di mata pelanggan. Saya pernah beli shampoo bayi datangnya palsu, terjual sudah ribuan, review negatif paling hanya 10%. Vitamin juga banyak palsu. 3 Login untuk Membalas
HasanPenulis artikel14 Desember 2025 - (23:22 WIB)Permalink Benar. Tetapi kebijakan tidak diterapkan secara efektif. hanya tebang pilih. Sudah kita buat laporan lebih dari 1.5 bulan. Masa masih banyak toko-toko reguler, star dan star plus bahkan mencapai ribuan. Bisa dipastikan lebih dari 95 % tidak ada ijin. Bahkan mungkin setahun lagi juga tetap sama ada ribuan. Login untuk Membalas
Berita13 Desember 2025 - (15:30 WIB)Permalink Emang agak susah jualan produk brand gede sekarang di Shopee. Alasannya: demi melindungi konsumen dr barang palsu. Padahal konsumen yg mau pasti aman, ya beli di mall aja. Yang kena itu kan konsumen yang mau beli harga paling murah. Trus konsumen bilang “saya beli yg paling mahal, juga kena tipu”. Nah konsumen yg bodoh gini juga banyak. Malah lebih banyak lagi konsumen yg anggap asli ama palsu cuma sebatas kemasan doang. Gw dulu pernah bermasalah juga jualan barang yg brand gede ternyata kemasan barunya memiliki warna sedikit lebih pudar dr yg lama. Nah, ini momentum juga buat brand gede ambil alih Ya margin lebih gede juga ya karena bisa direct ke konsumen. Putus rantai distributor. Distributor cukup main di offline aja, online mereka pegang sendiri. 1 Login untuk Membalas
HasanPenulis artikel14 Desember 2025 - (23:26 WIB)Permalink Benar terlihat jelas permainan mereka khususnya online yang tujuannya mematikan pesaing yang padahal jualan produk mereka juga. Login untuk Membalas
Effend13 Desember 2025 - (16:01 WIB)Permalink Ya kebijakan nya begitu, anda ikuti saja prosedurnya mendaftarkan toko anda sebagai autorizhed dealer. Produk seperti itu akan terus muncul ribuan di platform. Kebetulan toko anda yg terkena screening jadi kehapus duluan. Toko2 lain mungkin belum kena screening saja. Login untuk Membalas
HasanPenulis artikel14 Desember 2025 - (23:40 WIB)Permalink Tidak seindah hanya mendaftarkan. Tentunya tujuannya kita mengambil barang dalam partai besar secara kontinue ke mereka. Strategi menjual produk mereka juga. Kalau mengambil partai kecil, apakah mau diantarkan? Kita juga bukan toko khusus menjual produk garnier semata. Bahkan hanya porsi kecil saja sebagai pelengkap. Apalagi permainan menjatuhkan pesaing mereka di online shop tampak jelas. Dengan promosi live voucher dll yang tujuannya hanya mereka yg boleh menjual. Terus barang yg kita ambil secara kontinue harus dijual rugi? Toko lain banyak ada ribuan memang tidak ada niat menghapus. Kalau memang ada niat menerapkan kebihjakan dalam seminggu sdh tampak hasilnya. Dari lampiran kita sudah kita bicarakan. Sudah 1.5 bulan tidak ada hasil yang terlihat. Login untuk Membalas
Andri14 Desember 2025 - (15:45 WIB)Permalink Etika bisnis yang di kesampingkan jangan cuma untung sesaat nama baik hilang kacau garnier 1 Login untuk Membalas
HasanPenulis artikel14 Desember 2025 - (23:41 WIB)Permalink Benar memangkas rantai distribusi langsung ke pembeli akhir Login untuk Membalas
Andri14 Desember 2025 - (23:44 WIB)Permalink Setidaknya berikan hak ganti rugi lah kalau mau putus . U jadi patner tiba2 di putus sepihak dan sudah jatuh bangun mempromosikan etika itu yg hilang . Dan kirimkan secara resmi bahwa mereka mau sistem berbeda . Kalau bisnis perusahaan bgini sih saya mikir ulang kerja sama Login untuk Membalas
HasanPenulis artikel16 Desember 2025 - (22:04 WIB)Permalink Benar. Sudah kita stop semua penjualan garnier termasuk di online shop lain yg tdk dihapus. Juga offline dihentikan semua Login untuk Membalas