Permohonan Surat Pembaca 7 Tahun Jadi Mitra dan Rating 4,9, Akun Driver GoCar Diputus Sepihak Tanpa Kesempatan Klarifikasi 27 Desember 2025 arief 14 Komentar Akun Dibekukan, Akun Pengguna, Alasan pembatalan, Bukti pelanggaran, Customer Service, Driver Gojek, Driver online, Fitur Aplikasi, GoCar, GoJek, Kemitraan bisnis, Kode Etik, Ojek Online, Pembatalan pesanan, pembatasan akun, Pemutusan Kemitraan, Penalti, Pengajuan banding, rating, Rating driver, Suspend Akun, Taksi Online, Transparansi Informasi, Transportasi online, tuduhan pelanggaran Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Surat terbuka untuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) atau PT. Gojek Indonesia. Saya adalah seorang driver GoCar (mitra di Gojek Indonesia) selama kurang lebih 7 tahun (maaf, saya lupa tanggal dan detail pastinya), jauh sebelum pandemi covid-19. Saya memiliki rating 4,9. Pada tanggal 15 Desember 2025 lalu, saya menerima notifikasi pemutusan mitra (foto terlampir) dengan alasan sering menolak order dan mengarahkan pelanggan untuk membatalkan layanan. Saya mencoba mengajukan banding melalui aplikasi GoPartner dan keesokan harinya (Selasa, 16 Desember 2025) saya pergi ke kantor DSU Alam Sutra, namun saya tidak dapat menemui staf di sana. Sebelumnya, saya sempat bertemu dengan petugas keamanan yang tampak bingung dan menyatakan tidak dapat membantu maksud kedatangan saya. Melalui Media Konsumen ini, saya ingin mendapatkan tanggapan dari Gojek Indonesia (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.) terkait sanksi sepihak yang sangat merugikan saya. Karena saya harus menghidupi keluarga dengan 3 orang anak, sementara penghasilan saya hanya berasal dari GoCar. Silakan cek di sistem internal GoCar bahwa saya sering dibatalkan oleh pelanggan (saya bid otomatis). Saya sudah cukup lama bermitra dengan Gojek dan jarang sekali mendapatkan sanksi atau pelanggaran berat, karena saya sangat memahami tata tertib Gojek. Saat ini, saya merasa bingung bagaimana cara memberi nafkah untuk keluarga saya sementara akun saya sudah diputus mitra. Apakah saya benar-benar melakukan pelanggaran seberat itu, atau akun saya memang sudah ditargetkan untuk di-banned mengingat saya sudah cukup lama bergabung sebagai mitra Gojek? Sepertinya sudah tidak ada kesempatan untuk mengklarifikasi dan memberikan kesempatan kepada mitra untuk menjelaskan bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Tolong lihat dari sisi lain bahwa ada 3 anak dan 1 istri yang harus saya beri makan setiap hari, jadi hubungan kemitraan selama bertahun-tahun ini berakhir dengan kesan yang sangat merugikan saya sebagai mitra. Di mana letak keadilan untuk driver atau mitra seperti saya? Terima kasih kepada Media Konsumen atas dimuatnya surat saya ini. Arief Gunawan Tangerang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Eko27 Desember 2025 - (15:09 WIB)Permalink Gak bisa daftar ke aplikasi lain kah ? Login untuk Membalas
ariefPenulis artikel27 Desember 2025 - (15:35 WIB)Permalink Belum mas Eko, fokus ke gojek ini aja..dan pengen tau , apa gojek bs memulihkan akun saya dan saya bisa narik lagi segera..hanya itu harapan saya. Tq ud koment. 1 Login untuk Membalas
tobias_boon29 Desember 2025 - (11:04 WIB)Permalink Statement yang ini valid tidak? “saya menerima notifikasi pemutusan mitra (foto terlampir) dengan alasan sering menolak order dan mengarahkan pelanggan untuk membatalkan layanan.” Jujur, saya salah satu pelanggan yang sangat tidak nyaman dan sangat khwatir ketika istri & anak yang sedang order dan seketika driver meminta hal tsb dengan alasan potongan mahal dll, karena saya tidak bisa track lokasi serta tidak ada perlindungan asuransi jika terjadi kecelakaan dll. 3 Login untuk Membalas
Eko29 Desember 2025 - (13:19 WIB)Permalink Ya, saya pun berpikir demikian. Karena sistem pasti membaca, driver sudah di lokasi, tapi sering sekali tiba-tiba dibatalkan (walaupun dibatalkan oleh konsumen). Pasti oleh sistem terbaca indikasi mengarahkan penumpang untuk membatalkan orderan (demi bayar full offline). 1 Login untuk Membalas
Motega29 Desember 2025 - (13:32 WIB)Permalink betul perilaku tricky cancel order request by driver to passenger adalah fakta adanya, saya sendiri sudah 2x mengalami terutama tarif diatas 100ribu keatas Login untuk Membalas
ariefPenulis artikel29 Desember 2025 - (15:47 WIB)Permalink Biasanya driver juga gak maksa sih utk offline. kalaupun anda sdh 2x mengalami. kenapa anda masih setuju dgn kondisi offline tsb ? Berarti driver pasti nya sdh menjelaskan alasannya dan anda pun setuju toh ? 1 Login untuk Membalas
tobias_boon30 Desember 2025 - (16:00 WIB)Permalink Berarti sudah benar Gojek melakukan pemutusan kepada anda, apakah anda tidak punya etika? dengan melakukan awal “memancing” transaksi di Gojek namun ketika sudah dapat order kemudian minta batal? Gojek ada cost untuk server, aplikasi, pegawai untuk anda bisa login, kemudian bertransaksi dengan pelanggan, dan semua effort itu tiba2 anda tidak perhitungkan? mau untung sendiri? 2x Istri saya dipaksa oleh oknum driver seperti anda ini, dibawa jalan sebentar untuk kemudian diarahkan untuk cancel kemudian bayar secara mandiri, saya SANGAT SETUJU dengan pemutusan mitra dari Gojek kepada anda. Sorry saya emosi, saya pun perlu pelampiasan dan MK ini sebagai wadah edukasi kepada penulis serta pembaca. Anda lihat diberita? transaksi yang dengan menggunakan aplikasi saja bisa dilecehkan, diperkosa, bahkan kehilangan nyawa, apalagi transaksi yang tidak ada riwayat di Aplikasi? berfikirlah secara luas! Login untuk Membalas
ariefPenulis artikel30 Desember 2025 - (17:07 WIB)Permalink Lho..kok jadi anda yg emosi ? Anda menyebut sy oknum ? Bijak lah berkomentar dan jgn menyamakan semua driver utk bisa offline spt yg anda tuduhkan ke saya, anda emosi dgn apa yg sdh anda atau istri anda alami , bagaimana dg kami /driver yg jg sering kali mendapatkan koment atau prilaku yg krg pantas bahkan merendahkan profesi driver ? Perlu sy sebutkan di sini? Saya menulis di MK ini bukan utk mendapatkan koment dari anda, edukasi bagaimana yg anda maksud ? Saya hanya butuh tanggapan dari pihak Gojek Indonesia sbg aplikator yg sdh melakukan pemutusan mitra nya, jangan menggiring opini dan menyamakan semua driver adl oknum dan bs offline, coba anda baca lagi koment saya, kalaupun anda /istri anda tdk setuju utk offline /tdk pakai aplikasi DRIVER TIDAK BERHAK MEMAKSA! Bila driver masih maksa, anda batalkan saja dan cari driver lain yg mau ! clear sampai sini bung ? Saya cuma menyuarakan /mencari media di MK krn belum adanya respons dari Gojek terkait putus mitra saya dan mungkin aja ada banyak driver yg juga mengalami hal spt saya. Ingat bung, kami driver online bukan semua nya oknum spt yg anda tuduhkan ! Saya tau etika dan masih sadar betul bagaimana saya bergantung hidup pada gojek , justru penumpang /customer banyak yg jadi oknum ! Spt juragan yg bs nyuruh nyuruh driver utk cepat cepat/ngebut krn mengejar jadwal nya yg mepet spt rapat/pesawat/kereta api dan urusan” lain yg selalu dianggap paling urgent .., belum lagi suruh suruh driver mampir ke atm, minimarket, tidak mau lewat jalan toll padahal di aplikasi hrs via toll dan masih banyak hal hal yg saya rasa kurang pantas sy sampaikan di MK ini. Intinya gini bung, jangan menggiring opini yg membuat masyarakat /pengguna aplikasi online jadi merasa takut /trauma dgn statement /pernyataan yg anda sampaikan ..driver juga banyak yg tewas jadi korban /kriminal dari penumpang nya! Tiap pekerjaan memang beresiko apalagi driver online. Jadi kalau boleh sy katakan..tetaplah bijak dalam komentar..krn saya yakin dan percaya masih banyak driver online yg punya etika serta bertanggung jawab pada akun nya dan bekerja tulus , semangat utk menghidupi keluarga nya. Meskipun profesi ini sering kali tdk dipandang sebelah mata dan dianggap sbg profesi akhir namun nyatanya ribuan org bergantung di sini. Salam 2 Login untuk Membalas
Eko30 Desember 2025 - (21:03 WIB)Permalink Tidak etis mencari penumpang dari aplikasi, sedangkan saat sudah dapat order, malah penumpang disuruh cancel biar gak kena potongan komisi. Keputusan Gojek sudah tepat untuk memutus mitra dengan Anda. Mau anda tulis di Media Konsumen pun percuma, Gojek tidak akan bergeming. Yang ada malah Anda yang akan dibully oleh para pembaca disini . 2 Login untuk Membalas
ariefPenulis artikel31 Desember 2025 - (09:35 WIB)Permalink Anda dari management gojek ? Hebat sekali memberi statement kalau keputusan gojek memutus mitra kpd saya sudah tepat. Ya pembulian itu sudah dimulai dari anda sendiri bung !!! Anda tdk menyimak dari awal ttg case saya ini. Pikirkan dulu sebelum komentar ! Simak dan bagaimana kalau hal itu terjadi pada diri anda ? Pembaca yg cerdas dan berempati tdk akan koment dan menjudge seseorang di media ini apapun case nya. Mrk menulis di media konsumen ini utk mencari keadilan dan kebenaran ttg apa yg telah terjadi. Itu aja. Jangan sok tau dan memberi statement apapun terkait case saya ini kecuali anda perwakilan dari PT. GOJEK INDONESIA. 2 Login untuk Membalas
tobias_boon31 Desember 2025 - (08:19 WIB)Permalink Sebelum Anda menulis keluhan di MK, apakah Anda sadar bahwa melakukan praktik “menolak order dan mengarahkan pelanggan untuk membatalkan layanan” adalah salah satu kesalahan? Anda bilang sudah menjadi driver selama 7 tahun? dan berpotensi selama kurun waktu tersebut juga Anda lakukan praktik “kecurangan” berulang-ulang yang memberikan merugikan terhadap perusahaan secara material, brand, dan juga kepercayaan pelanggan? serta resiko keselamatan pelanggan? 1 Login untuk Membalas
Abo Cah31 Desember 2025 - (09:52 WIB)Permalink pertanyaan utk TS : apakah ente pernah mengarahkan penumpang untuk membatalkan pesanan? tolong dijawab dengan singkat, pembaca tidak perlu jawaban bertele tele, pernah atau tidak? 2 Login untuk Membalas
Eko3 Januari 2026 - (08:53 WIB)Permalink TS nya udah kabur. Gak bakalan berani jawab. 3 Login untuk Membalas
Setiawan4 Februari 2026 - (18:09 WIB)Permalink Pembatalan berlebih atau mengarahkan penumpang untuk membayar di luar platform. udah bener yang beginian di-suspend. Login untuk Membalas