Ilustrasi oleh penulis Keluhan Surat Pembaca Kurir Tidak Pernah Datang atau Menghubungi, tapi Paket Sepeda Rp3,37 Juta di Shopee via JNE Dinyatakan Gagal Kirim 6 Maret 2026 rudi 10 Komentar Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, JNE Express, JNE Trucking, Jualan Online, Kurir, Layanan kurir, Marketplace, Pusat Resolusi Shopee, Retur paket, Shopee, SOP, Standard Operating Procedures, Status kiriman barang pesanan, Status kiriman paket kurir Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Terima kasih kepada tim Media Konsumen yang sudah menerbitkan surat ini. Saya adalah penjual di Shopee yang mengirimkan unit 1 sepeda balap kepada pembeli melalui ekspedisi JNE Trucking (JTR) dengan nomor resi JT01884900342. Nilai barang tersebut adalah Rp3.370.000. Alamat tujuan pengiriman berada di Jalan Kauman, Desa Harjowinangun Wedean, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Berdasarkan riwayat pelacakan pengiriman, paket sempat diproses di lokasi transit Semarang pada 19 Februari 2026. Namun setelah itu paket tidak bergerak selama beberapa hari di hub tersebut. Baru pada tanggal 23 Februari 2026 pukul 17:14 status pengiriman berubah menjadi “pesanan dalam proses pengantaran”. Akan tetapi hanya berselang sekitar 46 menit kemudian, pada pukul 18:00, status berubah menjadi “pengiriman ditunda: pembeli tidak berada di lokasi pengiriman dan akan dilakukan pengiriman ulang besok”. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, menurut keterangan pembeli, tidak ada kurir yang datang ke alamat tersebut dan juga tidak ada telepon dari pihak kurir pada hari itu. Selain itu, meskipun status sistem menyebutkan bahwa pengiriman akan dicoba kembali keesokan harinya, pada pukul 19:38 di hari yang sama justru muncul status bahwa pesanan gagal dikirim dan akan dikembalikan ke penjual. Artinya tidak pernah ada percobaan pengantaran kedua seperti yang disebutkan dalam status sebelumnya. Paket tersebut akhirnya diretur kepada saya sebagai penjual. Saat paket kembali diterima, kondisi kardus pengemasan sudah tidak lagi mulus seperti saat pertama kali dikirim dan mengurangi nilai jualnya. Akibat kejadian ini, transaksi dengan pembeli batal meskipun pembeli menyatakan siap menerima barang. Saya juga mengalami kerugian berupa kehilangan potensi laba penjualan sekitar Rp400.000, termasuk biaya operasional seperti pulsa untuk telepon customer care, packing barang yang rusak akibat lama di pengiriman, serta tidak sedikit biaya promosi produk yang sudah berjalan di platform Shopee untuk mengiklankan barang ini sampai terjual. Saya sudah mencoba mengajukan laporan melalui layanan pelanggan Shopee dengan nomor laporan 2028351288889303121. Namun laporan tersebut ditutup karena barang sudah kembali kepada seller, dan Shopee lepas tanggung jawab dengan mengarahkan untuk menghubungi pihak ekspedisi secara langsung. Dengan kronologi tersebut, saya berharap pihak Shopee maupun JNE dapat memberikan penjelasan di nomor HP saya 089701075** mengenai proses pengiriman ini, khususnya mengenai status pengantaran yang menyatakan pembeli tidak berada di lokasi padahal menurut pembeli tidak ada kurir yang datang maupun menghubungi. Saya juga berharap adanya kompensasi atas kerugian yang saya alami dengan estimasi sekitar Rp400.000 akibat kegagalan proses pengiriman tersebut. Terima kasih. Christian Sidoarjo, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Jack7 Maret 2026 - (15:35 WIB)Permalink Serius itu packingan kardus tempel resi? 🫣 Kenapa banyak jumpa penjual beginian ya. Lebih mewah beli barang 60 ribuan packing extra plastik hitam dan buble dengan lakban fragile. Lah ini barang mahal packingan kismin gitu. Sengaja atau tidak niat jualan? Kurir antar tidak ada yang mau antar karena itu kardus sudah hancur, jika di antar kurir antar namun kurir antar tidak ada bukti video paket saat diterima kurir antar dari gudang untuk menghindari nilai jelek kurir antar atau untuk menghindari potensi barang hilang akibat kardus hancur. 1 Login untuk Membalas
Jack7 Maret 2026 - (15:44 WIB)Permalink Kakwkw potensi laba 400 ribu. Packingan kismin gitu. 🤣🤣🤣 Gini tipikal penjual ambil untung akibat packingan nya sendiri yang abal-abal. Oke packinganmu extra aman, plastik hitam, buble, dan lakban fragile. Kalau sudah extra packinganmu, namun barang rusak. Masuk akal, penjual menuntut ganti rugi. Jika saya pembeli itu sepeda, saya maki dah penjual dengan rating 1. Packingan kagak niat gitu, padahal sudah untung banyak 400 ribu. 🤣🤣 1 Login untuk Membalas
rudiPenulis artikel12 Maret 2026 - (22:33 WIB)Permalink ah elah ini kurir tlol yang suka banting2 barang itu ya? pantesan kismin mulu yang ada diotaknya, pakingan ori pabrik itu standar kirim ekspor tollll, mang otak loe aja kaga sampe, baca lagi bodo, 400rb itu potensi maks kerugian seller, mending loe bayar utang paylater loe dulu baru komen2 postingan orang Login untuk Membalas
Renyta8 Maret 2026 - (10:19 WIB)Permalink Seperti saat saya membeli air fyer. Packingan kardus tebal asli dari produsen. Sepertinya kardus tsb juga sudah disobek?? Biasanya didalam packingan sdh ada pelindung stirofoam tebal yang melindungi produk tsb. Login untuk Membalas
Jack8 Maret 2026 - (12:57 WIB)Permalink Lah Muncul di sini?. 🤣🤣 Sistem tidak membaca itu barang becah belah karena pekerja tidak dibayar untuk membaca kardus tempel resi. Kalau kau buat plastik hitam dan lakban fragile, baru bisa protes jika di acak karena lakban fragile bisa dibaca dan fokus mata ke lakban fragile itu. Kau muncul ngomong ngaur. 🤣🤣 Seakan-akan pembeli. 1 Login untuk Membalas
Jack8 Maret 2026 - (12:59 WIB)Permalink Ada namanya packingan kayu, cairan, dan banyak jenis. Jika itu paket ada lakban fragile maka di satukan dengan paketan fragile. Jika tidak ada maka digabungkan ke packingan kayu, cairan, dan benda keras lain. 1 Login untuk Membalas
rudiPenulis artikel12 Maret 2026 - (22:34 WIB)Permalink kucing loe kasih makan sono, udah kurus kering kebanyakan loe kasih tulang ayam, budak budak Login untuk Membalas
Baihakki9 Maret 2026 - (10:50 WIB)Permalink Kurir biasanya ada target berapa paket yg harus dikirim dalam sehari. paket dengan ukuran besar akan menghabiskan banyak ruang, makanya beberapa kurir lebih memilih mendahulukan paket-paket kecil agar cepat capai targetnya. kemungkinan hal ini jg yg menyebabkan paket sender tertunda pengirimannya. 1 Login untuk Membalas
rudiPenulis artikel12 Maret 2026 - (22:37 WIB)Permalink iya kurir males ngerugiin orang sukanya emang, kalo mang ga bisa kirim barang besar ngapa ada namanya layanan JNE KARGO Login untuk Membalas
Zanuar14 Maret 2026 - (18:35 WIB)Permalink yaudah bang intinya gausah jualan online lagi, soalnya semua jasa kirim juga bakalan sama cara ngirimnya dari pihak marketplace pun udah nyaranin buat packing sesuai ketentuan jasa kirim tinggal kitanya aja mau ngikutin atau engga Login untuk Membalas