Hati-Hati Headline Keluhan Surat Pembaca Sanggahan Transaksi Asing Rp251 Juta di Kartu Kredit Mandiri, Investigasi Terus Diperpanjang dan Nasabah Terus Ditagih 11 Maret 202611 Maret 2026 Agus 9 Komentar Bank Mandiri, Billing Statement, Billing System, Bunga kartu kredit, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Debt Collector, Estimasi waktu, Fitur contactless kartu kredit, Fraud, Fraud Kartu Kredit, Investigasi transaksi, Kartu Kredit Bank Mandiri, Kartu Kredit Mandiri, kartu kredit Mandiri Visa Signature, kartu kredit VISA, Keamanan kartu kredit, One Time Password, OTP, Pemblokiran kartu kredit, pembobolan kartu kredit, Penagihan, Penagihan Kartu Kredit, Pencucian Uang, Pengajuan banding, sanggahan transaksi, Sanggahan Transaksi Kartu Kredit, SLA, SOP, Standard Operating Procedures, Tagihan kartu kredit, Transaksi di luar negeri, Validasi Transaksi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya adalah pemegang kartu kredit Bank Mandiri, yang merasa dirugikan karena kartu saya telah digunakan untuk transaksi di luar negeri oleh pihak yang tidak dikenal dan tidak bertanggung jawab. Saya telah mengajukan sanggahan transaksi melalui WhatsApp pada tanggal 20 September 2025 terkait transaksi yang tidak dikenal yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut, dengan jumlah sebesar: VND (Vietnam Dong) 48.560.000, VND 49.360.000, VND 48.870.000, dan VND 49.650.000. Selain itu, terdapat transaksi lain yang tidak dikenal sebesar USD3.000 pada tanggal yang sama, yang terjadi dua kali, serta sebesar USD500. Transaksi tersebut dilakukan di Vietnam, di merchant Dang Thuy Laptop, dan Portman Hauliers LTD, sementara saya berada di Indonesia sesuai dengan bukti paspor yang saya kirimkan ke pihak Bank Mandiri. Saya juga telah melakukan pemblokiran kartu melalui call center Mandiri, dan sebelum pemblokiran tersebut, saya sudah mengajukan sanggahan melalui WhatsApp. Pada tanggal 08 Desember 2025, saya menerima email dari mandiricare@bankmandiri.co.id dengan nomor laporan pengaduan: 22755139, mengenai tindak lanjut penyanggahan transaksi di atas yang tidak pernah saya lakukan. Saya juga telah memberikan bukti konkret berupa paspor yang menunjukkan bahwa saya tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri, apalagi bertransaksi di luar negeri. Namun, pada tanggal 16 Desember 2025, melalui email, pihak Bank Mandiri mengonfirmasi bahwa tagihan tersebut tetap dibebankan kepada saya sebagai pemegang kartu kredit, dengan alasan bahwa hal tersebut dianggap sebagai kelalaian saya sebagai nasabah. Ketika bagian collection menghubungi saya untuk melakukan penagihan, saya selalu mengangkat telepon dan menjelaskan sesuai dengan kronologis yang terjadi. Ini menunjukkan bahwa saya tidak pernah menghindar saat upaya penagihan dilakukan oleh bagian penagihan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 mengenai Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.07/2018 Tahun 2018 mengenai Layanan Pengaduan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan, sangat jelas bahwa saya merasa dirugikan. Apabila terjadi transaksi yang tidak dikenal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, seharusnya Bank Mandiri melakukan pengamanan terhadap data kartu kredit saya, karena transaksi tersebut sudah saya sanggah melalui WhatsApp, dan saya tidak pernah memberikan OTP kepada siapapun. Sebagai informasi tambahan, saya sebagai pemegang kartu kredit tidak pernah mengajukan atau meminta untuk mengaktifkan fitur tap (contactless), sehingga selama ini saya hanya menggunakan PIN untuk bertransaksi dengan kartu kredit. Hal ini sangat mengecewakan karena fitur tap (contactless) dapat terbuka tanpa persetujuan saya. Di mana letak sistem pengamanan Bank Mandiri untuk hal yang sangat penting seperti ini? Melalui data paspor yang diminta oleh Bank Mandiri, dapat dibuktikan bahwa saya tidak berada di luar negeri saat transaksi yang tidak dikenal tersebut terjadi. Dengan sanggahan yang saya lakukan melalui WhatsApp dan Bank Mandiri yang telah meminta serta menerima bukti-bukti yang menunjukkan bahwa saya tidak pernah berada di luar negeri pada saat transaksi tersebut, lalu apa lagi yang harus saya lakukan? Saat ini, saya merasa sangat terganggu dengan telepon dari bagian penagihan yang terus-menerus menghubungi saya setiap hari. Jika masalah ini tidak segera mendapatkan solusi atau keputusan dari pihak bank, saya berisiko mengalami kerugian besar yang dapat menurunkan skor kredit saya di SLIK OJK. Sebagai korban dari kerugian ini, saya telah berusaha dengan mendatangi cabang Bank Mandiri Mandala Wanabakti, tempat saya pertama kali melaporkan masalah ini. Saya juga telah mengunjungi Bank Mandiri Pusat dan berkonfirmasi dengan pihak collections. Namun, hingga saat ini, masalah ini belum juga teratasi. Lalu, apa solusinya? Saat ini, saya hanya menerima informasi bahwa investigasi terhadap masalah ini sedang berlangsung, yang sudah berlangsung selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Pihak Bank Mandiri telah meminta perpanjangan investigasi sebanyak empat kali, yaitu yang pertama pada 31 Desember 2025, yang kedua pada 15 Januari 2026, yang ketiga pada 30 Januari 2026, dan yang terakhir pada 13 Februari 2026. Perlu dicatat bahwa hingga surat ini ditulis, belum ada pemberitahuan mengenai hasil investigasi. Dengan adanya perpanjangan waktu investigasi yang tidak menentu, saya sangat khawatir akan potensi kerugian yang dapat saya alami, terutama yang dapat menurunkan skor kredit saya di SLIK OJK. Dengan ditulisnya surat pembaca ini, saya berharap pihak Bank Mandiri dapat memberikan solusi terbaik. Sebagai pengguna kartu kredit yang selalu tertib dan bijak dalam penggunaannya, saya juga memohon tanggung jawab dan bantuan dari pihak Bank Mandiri. Saya percaya bahwa Bank Mandiri adalah bank yang memiliki kredibilitas baik sebagai bank milik pemerintah. Oleh karena itu, saya menunggu solusi terbaik dari pihak Bank Mandiri. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. R. Agus Tangerang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
masya11 Maret 2026 - (12:34 WIB)Permalink Wah bulan lalu saya ditawarin cc mandiri ternyata ada kasus ini berarti keputusanku benar dong nolak tawarannya Semoga ada keadilan ya om 1 1 Login untuk Membalas
Firman12 Maret 2026 - (00:36 WIB)Permalink Buzzernya B*I sok2 ikut komen. Padahal bank junjungannya juga tidak lebih baik. Login untuk Membalas
Donny G11 Maret 2026 - (16:31 WIB)Permalink Ngeri juga sistem keamanan Bank Madiri, transaksi fraud 250 juta bisa lolos gitu aja. 😱 Pengalaman saya pake kartu kredit bank lain buat transaksi online di merchant luar negeri, begitu selesai transaksi langsung ditelepon oleh pihak bank buat konfirmasi apakah benar saya yg melakukan transaksi tersebut. Padahal transaksinya cuman $300 dan pake OTP 3D Secure. Artinya ada sistem dan orang yang memantau transaksi-transaksi yang mencurigakan. Pertanyaannya, apakah di Bank Mandiri tidak ada tim preventif untuk mendeteksi dan mencegah transaksi fraud? 🤔 1 Login untuk Membalas
Muhibbun13 Maret 2026 - (00:06 WIB)Permalink Bank ini emang sedang “Lucu-lucunya” di Media Konsumen, Sales Marketing Kartu Kredit nya diminta untuk mencari Nasabah Kartu Kredit Mandiri sebanyak-banyaknya untuk dijadikan “Korban” selanjutnya. Transaksi ini menunjukkan Mandiri tidak memiliki sistem proteksi keamanan nasabah dan Fraud Detection 1 Login untuk Membalas
r_lita15 Maret 2026 - (13:27 WIB)Permalink Aneh juga, gak melakukan transaksi tapi suruh bayar apalagi nominal 250 juta. Itu kayaknya CC-nya dibobol. Apa tidak sebaiknya lapor ke kantor polisi? Mungkin bisa dilacak siapa yang melakukan itu di luar negeri agar bebas dari tuduhan. Syukur-syukur kalau pelakunya di luar negeri bisa ditangkap lewat jaringan polisi internasional. Kalau memang tidak pernah melakukan pembayaran, sebaiknya tak perlu bayar apapun sepersen pun meski ditagih seperti apa. Bisa minta perlindungan ke pihak ang berwenang kalau terus dipaksa apalagi sampai eskalasinya meningkat Login untuk Membalas
Pendi19 Maret 2026 - (19:32 WIB)Permalink Mandiri ini memang payah opsi perlindungan kartu kreditnya, lihat aja opsi pengaturan keamanan kartu di aplikasinya cuma ada opsi blokir sementara dan blokir permanen bandingkan di bank lain bisa nonaktifkan tap to pay, transaksi luar negeri, tarik tunai dll. dulu awalnya Livin terlihat transformasi yang akan terus maju sekarang stuck dan ketinggalan dibandingkan bank-bank lain. Login untuk Membalas
Dunia Gozali30 Maret 2026 - (10:18 WIB)Permalink update kasusnya gimana om TS??? semoga ada solusi terbaik buat om TS Login untuk Membalas
Putri Handayani7 April 2026 - (17:03 WIB)Permalink Nah, ini lah yg saya takut kan… Ketika masalah kecil seperti saya yg tidak diberikan welcome bonus oleh bank mandiri padahal bukti sudah sangat jelas bahwa saya akan mendapatkan welcome bonus tersebut pada tgl 1 bukan berikut (1 des 2025) bank mandiri tidak bertanggung jawab apalagi jika masalah besar seperti ini… Ngeri banget ya bank mandiri tanggungjawabnya dimana nih???? Login untuk Membalas