Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Refund Tiket Agoda Bertele-tele, Nominal Berubah-ubah dan Tak Sesuai Perhitungan 14 April 2026 Eva 1 Komentar Agoda, Alasan pembatalan, booking online, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Firefly Airlines Malaysia, Kode Booking, Kondisi layanan tidak sesuai informasi, Maskapai Penerbangan, Online Booking, PayPal Hyperwallet, Pembatalan penerbangan, Pemesanan tiket online, Pengembalian dana, Perjalanan ke luar negeri, Refund, Reschedule jadwal penerbangan, Sistem bermasalah, SLA, Syarat dan Ketentuan, Tiket Pesawat, Travel agent online, Travel voucher Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya mengajukan refund kepada Agoda Flight karena tiket saya dijadwalkan ulang (reschedule) oleh maskapai Firefly Airlines Malaysia. Rutenya adalah KUL ke SAI dan SAI ke KUL, dengan satu kode booking Agoda: 1960485286, dan kode booking maskapai: D2EGWL / K9F7UG / L4J5XV. Segmen pertama: KUL – SAI Awalnya, rute pertama KUL–SAI di-reschedule oleh maskapai hingga lebih dari 14 jam, dan saya mengajukan refund ke Agoda. Tapi saya disuruh langsung ke maskapai. Saya bilang tidak bisa—saya harus proses refund ke Agoda karena saya membelinya di sana. Proses refund-nya sangat bertele-tele, dan nominal yang ditawarkan tidak sesuai. Seharusnya saya mendapatkan RM502,9 × kurs 3 Februari sebesar Rp4.262 = Rp2.143.831. Tapi yang mau di-refund hanya Rp1.765.107. Eh, yang dikirimkan via Hyperwallet malah hanya Rp1.019.280. Tentu saya tidak mau klaim. Saya email lagi ke Agoda, dan mereka membalas bahwa saya hanya eligible untuk Rp1.365.573—lalu dikirimkan link Hyperwallet sejumlah itu. Saya protes lagi: kenapa terus berubah-ubah? Awalnya bilang Rp1,7 juta, yang seharusnya Rp2,1 juta, tapi yang diberikan jauh dari itu. Sebagai informasi, proses refund ini sudah diajukan sejak 20 Desember 2025 dan baru dikirimkan link klaim di awal Februari. Wajar saya marah—sudah lama, tidak sesuai pula. Akhirnya saya dikirimkan link klaim sebesar Rp1,7 juta. Saya merasa sangat dirugikan sekitar Rp400.000 dari yang seharusnya saya terima sebesar Rp2,1 juta. Segmen kedua: SAI – KUL Untuk rute kembali SAI–KUL, maskapai men-reschedule penerbangan dengan keterlambatan 1 jam, dari pukul 11.00 menjadi pukul 12.00. Saya mengajukan refund, namun ditolak dengan alasan Agoda tidak menerima notifikasi dari maskapai—dan lagi-lagi saya disuruh langsung ke maskapai. Saya kemudian membuka website maskapai, dan di sana tertulis bahwa flight disruption 1–3 jam masih bisa diklaim refund dalam bentuk credit account. Saya kirimkan bukti screenshot tersebut ke Agoda, tapi malah disuruh mencari surat otorisasi dari maskapai yang menyatakan maskapai bersedia melakukan refund. Saya pun menghubungi maskapai via chat, dan mendapat email dari maskapai yang menyetujui refund ke credit account. Saya kirimkan email tersebut ke Agoda, tapi Agoda beralasan lagi—tidak bisa menggunakan email, harus berupa surat resmi yang mencantumkan nomor penerbangan dan kode booking. Ini sudah resmi dari maskapai, dan mereka bersedia mengembalikan uang dalam bentuk credit account. Proses ini harus dilakukan oleh travel agent ke maskapai, karena sekali lagi, saya membelinya melalui Agoda. Kenapa masih bertele-tele? Nomor case maskapai FLC01049 02/2026 sudah saya informasikan, nomor Firefly saya pun sudah saya berikan, dan saya sudah meminta Agoda untuk menyebutkan nomor case tersebut kepada Firefly. Disuruh klaim dulu , sisanya masih cek, enak aja lu! Terus setelah dicek jadinya Rp1.3 jutaan! Dikirim link klaim refund Rp1.019.218 Dibilangnya email maskapai tidak resmi Disuruhnya lagi langsung proses ke maskapai Bukti chat saya dgn maskapai refund sudah diberikan ke agent (1) Bukti chat saya dgn maskapai refund sudah diberikan ke agent (2) Pada 10 Februari, Agoda sempat menghubungi maskapai, tapi tidak menyebutkan nomor case-nya. Akibatnya, CS maskapai salah memberikan informasi bahwa saya hanya eligible untuk tax refund. Saya protes lagi—kenapa tidak menyebutkan nomor case yang sudah resmi itu? Saya kemudian menghubungi pihak maskapai, dan mereka mengakui bahwa anggota mereka keliru memberikan informasi kepada travel agent soal tax refund tersebut. Mereka meminta saya agar travel agent menghubungi mereka kembali dengan menyebutkan nomor case tersebut. Saya pun segera email Agoda dan meminta mereka mencantumkan nomor case itu kepada maskapai. Setelah itu, tidak ada perkembangan sama sekali dari Agoda. Proses refund ini sudah saya email sejak 3 Februari, dan hingga saya mengirimkan surat ini ke Media Konsumen, tidak ada perkembangan apa pun. Setiap kali saya tanya, jawabannya selalu “belum ada info.” Padahal saya sudah chat lagi dengan maskapai, dan pihak maskapai menyatakan bahwa mereka sudah memberikan credit account ke pihak travel agent sejak 18 Februari—dan credit account tersebut hanya berlaku hingga 20 Mei untuk digunakan kembali! Saya berharap ada perkembangan dan Agoda segera meneruskan credit travel voucher tersebut kepada saya. Eva Medan, Sumatera Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.