Proses Retur Barang di Shopee Macet, Dana Terus Ditahan Tanpa Kejelasan

Pada tanggal 13 Oktober 2019 pukul 17:52 saya melakukan transaksi pembelian barang dari toko foodpedia atau accpedia (https://shopee.co.id/foodpedia) yang berstatus Star Seller via aplikasi Shopee dengan nomor pesanan: 191013185271S96. Segera setelah paket diterima dilakukan pengecekan dan ternyata barang tersebut sepenuhnya tidak dapat digunakan karena tidak sesuai dengan spesifikasi dan deskripsi yang diberikan oleh pihak penjual (Foodpedia).

Oleh karena itu maka komplain diajukan dengan nomor pengajuan: 191016131772712 untuk permintaan retur dan pengembalian dana. Semua prosedur pengajuan bukti (berupa foto dan video) telah dipenuhi yang membuktikan bahwa memang benar telah terjadi ketidaksesuaian order, murni atas kesalahan penjual.

Pada awalnya penjual mangkir dan menolak, tapi setelah terbukti akhirnya terpaksa menyetujui retur. Namun sayangnya tetap tidak ada itikad baik untuk menanggung ongkos kirim retur walaupun sudah jelas itu semua adalah akibat kesalahannya sendiri.

Sebagai pihak yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa, tentu saja saya sebagai pembeli juga jelas keberatan jika malah ditunjuk jadi pihak yang harus “dihukum” dengan dibebankan ongkos kirim retur tersebut.

Pada intinya antara penjual dan pembeli tidak tercapai kesepakatan tentang siapa yang harus menanggung ongkos kirim retur.

Selain sudah dikecewakan oleh penjual curang yang tidak bertanggungjawab, yang lebih disayangkan adalah pihak Shopee sebagai escrow atau sebagai “hakim” atau pengambil keputusan akhir yang saya nilai tidak tegas dan tidak fair. Terkesan seperti takut-takut untuk mengeksekusi penjual berstatus premium yang berbayar (Star Seller).

Sudah jelas kalau kesalahan bukan pada pihak pembeli jadi sangat masuk akal jika tidak seharusnya pihak pembeli yang “dihukum” dengan menanggung ongkos kirim.

Yang dilakukan oleh Shopee adalah dengan hingga saat ini masih terus menahan dana transaksi tersebut dan membiarkan kasus tersebut berlarut-larut, dengan alasan “penanggung ongkos kirim harus atas kesepakatan penjual-pembeli”. Walaupun sudah jelas hal itu tidak akan mungkin tercapai. Lalu di mana fungsi escrow Shopee sebagai “hakim” yang harus memberi keputusan akhir yang adil?

Nominal transaksi dan ongkos kirim dalam kasus ini memang tidak seberapa. Tapi pada intinya sebenarnya bukan soal nominalnya, tapi lebih pada soal fair tidaknya kebijakan sistem escrow Shopee untuk melindungi korban dari pelaku penipuan. Jika untuk transaksi bernominal kecil saja sudah sulit apalagi untuk yang lebih besar.

Saya sangat sering bertransaksi via Shopee, mulai dari nominal hanya berkisar ribuan hingga jutaan. Kasus ini, yang untungnya hanya bernominal kecil, dapat diambil hikmahnya agar ke depannya lebih berhati-hati dalam bertransaksi. Karena ternyata predikat Star Seller tidak selalu menjamin profesionalisme dan kejujuran penjual, dan juga tidak lagi terlalu mempercayakan Shopee sebagai escrow.

Dengan “kebijakan” seperti itu, dari seluruh transaksi customer di Shopee, ada berapa banyak transaksi yang dikomplain, tidak tercapai kesepakatan dan lalu menggantung? Kemudian dananya ditahan oleh Shopee tidak tahu sampai kapan. Akumulasi dari dana ditahan itu saja jika dibungakan sudah cukup lumayan. Baru di Shopee saya menemukan “kebijakan” unik seperti ini.

Sebagai benchmark (perbandingan demi perbaikan), pada marketplace internasional yang fair, lebih besar dan lebih ter-regulasi seperti eBay, kasus seperti ini tidak akan pernah ada karena sudah jelas aturannya siapa yang harus menanggung ongkos kirim.

Di eBay, untuk kasus ketidaksesuaian order (kesalahan penjual) yang sudah jelas terbukti, maka yang mendapat “penalty” untuk menanggung ongkos kirim adalah pihak yang bersalah yaitu dalam hal ini penjual (tanpa peduli apakah penjual berstatus premium berbayar atau bukan). Jika penjual tidak kooperatif dan tetap tidak bersedia menanggung ongkos kirim, maka eBay sebagai escrow akan turun tangan mengeksekusi kasus dengan memberikan full refund, tanpa pembeli perlu repot mengembalikan barang. Wajar jika proporsi penjual curang di sana tidak sebanyak di sini.

Sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia, Shopee seharusnya memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut berkontribusi menyehatkan iklim e-commerce UKM di Indonesia. Utamanya terkait dengan banyaknya penipuan transaksi online yang memanfaatkan lemahnya perlindungan konsumen.

Saya berharap Shopee dapat segera menyelesaikan berbagai kasus komplain transaksinya dengan semestinya, objektif netral dan fair serta merevisi kebijakannya yang terkesan tidak tegas dan bahkan tampak cenderung mengeksploitasi.

Kasus ini sendiri masih menggantung dan belum final ditutup, sampai dengan waktu yang belum Shopee tentukan. Jika ada perkembangan baru maka artikel ini akan di-update agar masyarakat dapat menilai sendiri tentang fair tidaknya “kebijakan” Shopee dan dapat menyikapinya dengan bijak.

Terima kasih.

Ahmad Fahmi
Kab. Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Kebijakan Retur Barang di Shopee:

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

9 komentar untuk “Proses Retur Barang di Shopee Macet, Dana Terus Ditahan Tanpa Kejelasan

  • 17 November 2019 - (18:49 WIB)
    Tidak sesuainya gimana gan? Salah jenis produk, warna, ukuran atau gimana? 🤔
    • 19 November 2019 - (16:34 WIB)
      Basi, tim terkait2 pala lu pitak….ga akan ada penyelesaian. paling ujung2nya dimakan duitnya sama shopee. kasus kayagini dah banyak. Dan sampai saat ini ga ada penyelesaian.
    • 23 November 2019 - (16:29 WIB)
      Masalah telah terselesaikan dengan baik. Saya memperoleh pengembalian dana penuh tanpa harus mengirimkan kembali barang yang rusak.

      Semoga ke depannya pihak penjual dapat lebih jujur dalam bertransaksi dan pihak Shopee dapat lebih proaktif & tegas dalam menghakimi & mengatasi permasalahan dispute transaksi.

  • 19 November 2019 - (17:17 WIB)
    Gak bakalan bisa seperti ibey, amajon dll selama: marketplace gak mau rugi sepeser pun (saya yakin ibey, amajon punya anggaran untuk menanggung/menalangi transaksi-transaksi yang bermasalah).

    Lihat saja toko di sebelah, begitu ada kasus langsung semua yang terlibat, entah korban, entah pelapor, pokoknya semua dibekukan (baca: dipersulit) dulu demi mengamankan aset perusahaan (pokoknya gak boleh ada duit perusahaan yang ilang, kalau duit pihak lain di luar perusahaan sih terserah).
    Kalau di amajon, mana pernah ada kejadian buyer komplen & akibatnya akun si buyer dibekukan? LOL
    Kecuali kalau sudah berkali-kali & terindikasi beritikad fraud ya, itu lain lagi kejadiannya.

  • 30 November 2019 - (14:00 WIB)
    Persis seperti cerita saya, Gan. Sebagai hakim bukan memberi solusi malah memihak pada seller. Ini persis kayak BL yang jumawa dan bangga terhadap pelapuk nya yang dibiarkan berlaku seenaknya menjamur. Dan akhirnya kita tahu bahwa BL sedang masa sulit. Karena disumpahi orang seperti kita. Shop** sedang naik daun tapi bakar duit, dan sedang mungulang BL, karena memihak kepada Seller, artinya kisahnya akan sama nantinya. Gak ada pohon yang besar gak akan hancur kalau dimakan rayap kecil. Kalau nanti udah waktunya kita liat aja, mereka akan coba perbaiki juga kayak beli bllei. Tapi kalau udah telat dan ditinggalkan ya udah selamat tinggal tinggal uninstall.
  • 5 Desember 2019 - (10:39 WIB)
    Semoga shopee bangkrut karna banyak menahan uang konsumen,demi keuntungan perputaran keuangan mereka. Shopee itu ibarat maling

 Apa Komentar Anda mengenai Kebijakan Retur Barang di Shopee?

Ada 9 komentar sampai saat ini..

Proses Retur Barang di Shopee Macet, Dana Terus Ditahan Tanpa Kejelasa…

oleh Ahmad Fahmi dibaca dalam: 3 min
9