54 Juta Rupiah Dana SPinjam Dicairkan oleh Penipu yang Mengatasnamakan Shopee

Saya Dian Apiyanti, pemilik akun Shopee zn_collection13. Hampir 1,5 tahun saya jualan di Shopee dan memiliki 15 ribu pengikut di akun Shopee jualan saya. Suatu hari ada whatsapp yang mengatasnamakan Shopee dan memberitahu saya, bahwa saya memenangkan cashback SPayLater sebesar 2 juta rupiah.

Awalnya saya tidak percaya, tapi si penipu sudah mengetahui data-data alamat toko saya di Shopee dan rekening mana saja yang saya hubungkan ke Shopee. Entah karena saya juga posisi lagi sendiri dan lagi hamil besar pula, saya menanggapi chat si pelaku. Kemudian dia memberikan link, yang pas saya klik berupa link menyerupai Shopee dan saya harus isi data agar cashback-nya cair otomatis, ujar pelaku.

Dari Shopee memang ada SMS OTP. Saya kira benar-benar real dari Shopee, karena sebelumnya memang ada recent SMS OTP juga yang memang real dari nomor Shopee. Entah karena lelah ataupun setengah sadar, si pelaku tiba-tiba telepon dan saya isi data di link yang dia kasih.

Kemudian tiba-tiba m-banking BCA saya tidak bisa diakses. Saya tadinya tidak khawatir pelaku membahas nomor rekening saya yang terhubung di Shopee, karena saya pikir di ATM tidak ada saldo. Namun tiba-tiba setelah saya tutup telepon si pelaku dan saya buka aplikasi Shopee, saya kaget karena ada transaksi berhasil di Shopee SPinjam saya sebesar 54 juta rupiah, masuk ke rekening saya yang saya hubungkan di Shopee.

Saya sudah curiga karena tiba-tiba m-banking saya tidak bisa diakses. Saya telepon call center BCA-nya juga tiba-tiba tidak bisa dan tidak tersambung. Tadinya saya berpikir sebelum dananya diambil si pelaku, saya minta diblokir rekening saya. Namun waktu itu nomor saya benar-benar gak bisa tersambung. Saya telepon suami, suruh suami cepat-cepat pulang, baru saya bisa hubungi call center BCA lewat nomor HP suami saya.

Suami langsung syok, pikirnya saya kenapa-kenapa karena kebetulan saya di rumah sendiri dan sedang hamil 8 bulan. Saya benar-benar panik dan lemas banget rasanya, badan menggigil sambil tidak bisa menahan air mata. Lalu si pelaku tiba-tiba memblokir WA saya.

Saya menghubungi pihak Shopee. Dari pihak Shopee cuma bilang akunnya dinonaktifkan dulu sementara. Katanya sekitar 2-3 hari kerja nanti dikabari lagi lewat email. Namun sampai sekrang, sudah 3 minggu belum ada kabar sama sekali, dan akun saya masih terblokir.

Alhasil semua customer saya yang 15 ribu pengikut hilang. Saya tidak bisa jualan, transaksi yang masih berjalan juga entahlah. Padahal masih ada transaksi penjualan saya yang masih berjalan dan belum cair dananya sekitar Rp2 juta lebih.

Saya langsung lapor ke Polres Cimahi, saya lapor juga ke pihak bank terkait. Dari pihak bank cuma bisa bantu sampai mengetahui memang ada transaksi sebesar Rp54 juta ke rekening pelaku dan dibantu diblokir. Namun karena penanganannya yang lelet, yah si pelaku pasti lebih cerdik lah, uangnya sudah diambil dan rekening pelaku 0 rupiah.

Dari kepolisian saya dikasih surat tanda lapor. Polisi bilang kalau ada penagihan ke rumah, kasih saja surat itu, tapi belum ada kabar apa-apa lagi. Pihak kepolisian bilang nanti dihubungi, tapi sampai sekarang tidak ada.

Saya yang sedang mengandung 8 bulan mesti bolak-balik ke Polres dan ke bank buat ngurusin ini. Setiap hari saya tidak tenang, apalagi terakhir ada SMS dari Shopee bahwa ada penagihan paling lambat sampai tanggal 5 Mei 2021. Apa tidak depresi saya? Belum lagi cemas mikirin sebentar lagi persalinan anak pertama.

Dengan adanya masalah ini bikin saya stress, saya cuma bisa nangis dan nangis. Keadaan corona kaya gini suami diberhentikan kerja, sekarang penghasilan saya satu-satunya dagang di Shopee juga diretas akunnya dan dinonaktifkan, dan sekarang harus bayar tagihan Rp54 juta. Tolong bagaimana caranya agar mendapatkan titik terang?

Dian Apiyanti
Padalarang, Bandung Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Sistem Pencairan Dana SPinjam:
[Total:78    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

124 komentar untuk “54 Juta Rupiah Dana SPinjam Dicairkan oleh Penipu yang Mengatasnamakan Shopee

  • 30 April 2021 - (15:29 WIB)
    Permalink

    Astaga mbak,mending langsung lacar pemilik rekening pelaku segera dicari kalau shopee asli itu ada centang nya mbak mungkin mbak harus nya udah paham kalau sudah lama menggunakan shopee tapi btw semoga cepat beres deh itu besar sekali uang nya semoga pelaku nya cepat ditangkap

    • 30 April 2021 - (15:40 WIB)
      Permalink

      Ia ka kita sudah lapor ke kepolisian, pas kejadian kita langsung ke polres lapor, tapi sampai skrang belum ada kabar apa2

      3
      1
      • 1 Mei 2021 - (01:21 WIB)
        Permalink

        Sabar kk mungkin ini ujian dan juga untuk pengalaman juga agar kedepanya kakak lebih hati2 ya dengan modus penipuan seperti ini,dan mengenai kepolisian atas kasus ini kakak harus kembali ke kantor polisi dan terus menanyakan kasus ini berkali kali agar pihak kepolisian serius dalam menangani kasus ini🙏

      • 1 Mei 2021 - (04:37 WIB)
        Permalink

        Sabar ya teteh,,semoga cepat selesai teteh itu limit saldo spinjam 85jt di bobol semua apa sama penipu?

    • 3 Mei 2021 - (23:12 WIB)
      Permalink

      Kalo sudah buat laporan kepolisian dan simpen bukti2 kuat nanti bila ada penagihan tinggal kasih itu aja mbak…. Karena dari bukti transaksi pun sudah jelas

  • 30 April 2021 - (15:35 WIB)
    Permalink

    Turun prihatin atas musibah nya ya Ibu. Ngeri bacanya bisa dibobol sebanyak itu. Semoga dari pihak Shopee ada peraturan baru agar Spinjam tidak sebegitu mudahnya dicairkan.Entah menunggu 1X24 jam untuk pencairan atau apa gitu. Sudah banyak kasus seperti ini dan semoga Shopee bisa berbenah untuk mencegah kejadian seperti ini lagi.
    Buat yang mau komen2 , mohon kiranya menyadari bahwa ibu ini sedang hamil dan sedang mendapat musibah.

    17
    1
    • 30 April 2021 - (15:44 WIB)
      Permalink

      Iya ka trimkasih.. ia sedihnya sedang hamil tidak boleh stress tidak boleh nangis, ini malah dapat ujian seperti ini apa gk bisa gk kepikiran, tiap hari slalu tidak tenang 😭

      4
      2
      • 30 April 2021 - (16:32 WIB)
        Permalink

        @dian

        Anda mengatakan,
        “ ini malah dapat ujian seperti ini “

        Anda merasa kasus ini ujian. Itu keliru. Itu Karena anda menganggap tidak ada yang salah pada diri anda. Anda merasa semua yang anda lakukan sah sah saja.

        Faktanya, status anda di shopee adalah pengguna Shopepaylater. Shoppepaylater adalah Haram karena mengandung Riba’. Anda sudah bermain main dengan yang di Haramkan agama.

        Riba’ adalah perbuatan terkutuk yang diLaknat Tuhan. Kasus ini adalah Azab bukan ujian. Semoga anda lebih menyadari itu.

        7
        51
        • 30 April 2021 - (16:41 WIB)
          Permalink

          Tdinya saya pake shopee cuman karna bnyak komsumen yg ingin order lewat shopee, kalaupun ada tawaran shopee pinjam dri shopee saya juga tidak pernah mamakainya.. bahkan saya takut dan tidak brani untuk mminjam buat modal usaha juga meskipun lgi butuh tpi itu tidak pernah dilakukan, saya cuman berjualan dishopee saya hnya mendapatkan uang dgn sgimana harga baju yg saya tawarkan kpada konsumen, haramnya dmna ka ????

          17
          2
        • 1 Mei 2021 - (00:54 WIB)
          Permalink

          @umur

          Anda gak usah sok pinter, bahas2 masalah riba. Sekarang sy tanya apa arti RIBA menurut BAHASA & ISTILAH ??? Kenapa riba bisa menjadi haram itu ada dasarny. Coba jelaskan !!!, Orng sprti anda itu cm bisa ngomong doank tnpa tau ilmu. Orng lg dpet musibah bukanny ksh support malah nyukurin.

          Ni sy jelaskan, Riba mnrut bahasa artiny KELEBIHAN / TAMBAHAN. Kelebihan sprti apa yg bisa jd haram???

          Klw orng pinjem uang ke bank 1jt, cicil 6 bulan dg total 1,2jt. Trus yg makan kelebihannya itu yg pinjam uang apa yg minjemin uang??? Pakai logika sehat mknya, jgn cm ikut2an, kan ketara bner bod*hny.

          Utk teman2 lain mari kita doakan orng ini @ umur, semoga orng ini dpet teguran dari Allah SWT.

          Untuk mbak @ dian

          Semoga diberi kemudahan utk solusiny ya mbak, terus berdoa ya mbak, jgn smpai terlalu dipikirin hingga buat stress ya mbak, ada hal yg lbh pnting yaitu kandunganny mbak. Mnta bantuan orng2 terdekat utk menemani & memberi solusi, serta menguatkan hati anda. Sy doakan semoga nt ada penyelesaian dr masalahny, amiin.

          Dan untuk penipu yg membaca tulisan sy ini, semoga anda mendapatkan balasan yg berkali2 lipat dr Allah SWT, hingga membuat hidup anda tak ada artiny sama sekali, amiin.

          27
          • 2 Mei 2021 - (16:00 WIB)
            Permalink

            Pelaku Riba itu semua diuntungkan.

            1. Peminjam

            Diuntungkan karena dana cepat cair tanpa perlu pusing mencari pinjaman dengan teman atau saudara. Bisa di ajukan sambil ongkang ongkang kaki di WC.

            2. Yang meminjamkan,

            DiUntungkan karena Bunga

            3. Yang mencatat dan menagih

            Dibayar oleh Bunga.

            Fintech sejahtera karena banyak orang orang hobi hutang seperti anda. Tobatlah.

        • 1 Mei 2021 - (21:38 WIB)
          Permalink

          GOBL*K!!! BOD*H amat sih kalau komentar. Baca dulu dengan teliti artikelnya, baru kasih komentar. Yg jadi masalah disini Spinjam bukan Shopeepaylater. Dan penipu bisa dengan mudah membobol Spinjam. Buktinya udah banyak kasus pembobolan Spinjam. Dan mbak Dian hanyalah seller dishopee, bukan pengguna Shopeepaylater/Spinjam. Jadi RIBANYA DI MANAAAA???? Buat mbak Dian, ini semua adalah cobaan dan ujian, semoga tetap tabah dan sabar. Semoga masalahnya cepat selesai

          • 2 Mei 2021 - (16:04 WIB)
            Permalink

            @Leo

            Shoppepaylater aktif, artinya pengguna shoppe itu sudah pernah Riba’.

            Apakah orang yang mengaktifkan Shoppepaylater tidak pernah menggunakan Paylaternya?

            Tentu sangat jarang terjadi. Dan itu lucu.

            Shoppepaylater di daftar dengan banyak syarat, dan agak repot, foto selfi sambil pegang ktp, lalu sudah terdaftar tidak dimanfaatkan, kan lucu.

            Semua Pengguna Shopee yang Paylaternya Aktif, tunggu saja Azab seperti itu.

        • 2 Mei 2021 - (10:39 WIB)
          Permalink

          Beda hal bos.

          Ini penipuan.
          Bukan masalah keagamaan.

          Kalo ujian memang ujian.
          Karena kita diajak untuk berpikir cara penyelesaiannya.

          Kalo masalah riba nya dimana?

          dia kaga ngutang ke sapa2.
          Yang ada penipunya ambil lahan utang dia yang ga dia pake.

          Perkara utang orang kenapa situ yang nyalah2in?
          Emang situ bayarin utangnya?
          Emang situ ngerasain perasaan orang yang lagi butuh buat bayar utang?

          Kalo situ kaya harta sih saya rasa beda yang dirasain.
          Ga semua orang sama kaya situ bos.

          Makna dari penulis menceritakan disini uda jelas apa yang bisa kita ambil.
          Ati2 dengan akun online shop kita.
          Bisa dibobol orang karena salah ketik dan membuka data keuangan pribadi kita.

          Bukan masalah hukum agama yang kita jadikan alasan dan berbuah apesnya kita saat tertipu.

          Mikirlah..
          Selama situ suci bolehlah ngomong agama tapi di majelis

      • 1 Mei 2021 - (02:36 WIB)
        Permalink

        Tidak semua orang tahu bahwa kode OTP itu adalah privasi, OTP itu adalh kunci rumah. Begitu jatuh ketangan orang lain yang mengetahui aplikasi apa yg berjalan, ibarat kita menyerahkan kunci kepada orang lain.
        selain itu jangan pernah mengklik link yang di berikan.
        saat mengklik link ada beberapa kemungkinan, bisa di arahkan ke web, bisa download aplikasi yng berbahaya.
        sebaiknya jika anda berbisnis di shopee, atau tokopedia atau apapun itu, anda harus punya media penghubung yg bisa 24 jam, yang tercepat, misalnya Tweeter, saya misalnya mengikuti CS tokopedia, smartfren, kalau ada apa2 sy selalu ke mereka, entah tanya, entah minta tolong unreg sms berbayar yg gara” buka link langsung regristrasi, mereka sangat membantu, gak sampai 5 menit sdh balas dm, 15 menit sudah ada solusi.
        Yang jelas anda tertipu sesuai laporan kepolisian, jadi menurut saya anda tidak perlu membayar hutang yg tidak anda buat dan uang yang tidak anda ambil.
        relakan bisnis anda, relakan shopee, hapus semua akun anda di google, ganti nomer anda buat akun baru, bisnis lagi di tempat yang lain.
        Semoga Kelahiran nanti bisa berjalan lancar ibu dan bayi nya selamat dan sehat.
        cheers.

        18
    • 30 April 2021 - (22:37 WIB)
      Permalink

      Mestinya dari rekening pelaku bisa dilacak dan datanya itu lengkap ada di bank, pelaku pasti bisa ketemu klo udh ketemu kita hajar rame2

      6
      2
  • 30 April 2021 - (15:35 WIB)
    Permalink

    Ngerih ya .. tapi ini kesalahan mbak sendiri mengisi link memeberi otp .. padahal dah jualan lama di shope ya , masih gak paham juga sistem mereka .. nomer wa shope biaya otomatis nama shope bukan akan ..

    Saya doakan aja mbak kasih jalan terbaik ..

    • 30 April 2021 - (15:42 WIB)
      Permalink

      Iya tdinya saya kira si penipu cuman bahas rekening saya, karna dia bilang dananya dicairkan ke rekening, dan dia juga tau rekening saya yg mana saja yg di hubungkan ke shopee, sampe tau ujung rekening saya 22 nya, saya pikir di atm tidak ada saldo ini, memang ya allah gk tau ujuan saat hamil, dagangan lagi sepi, suami diberhentikan kerja, dan skrang kena tipu sbesar itu 😭

      2
      5
      • 2 Mei 2021 - (07:33 WIB)
        Permalink

        Keamanan akun shopee ko mudah di retas,mohon untuk pihak shopee supaya di perketat lagi keamanan nya kasian ibu ini mendapat tagihan hutang yg g pernah di lakukannnya

  • 30 April 2021 - (15:42 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin mbak. Kalau boleh saran, selain mbak buat laporan. Coba minta alamat dan data2 si Hadi (pelaku) ke bank mbak dengan menunjukkan surat laporan polisi. Setelah itu lgsg aja buat laporan lagi ke polisi untuk menciduk pelaku di alamat nya mbak.

    3
    1
    • 30 April 2021 - (15:58 WIB)
      Permalink

      Iya kmarin juga sudah, pas kejadian saya langsung kirim bukti2 kronologisnya ke BCA beserta surat tanda bukti lapor dari kepolisian, tpi pihak BCA cuman bisa mncarikan no rekening si pelaku dan memblokirnya, ktanya sudah tidak ada uang di rekeningnya, untuk data2 si pelaku, tidak bisa memberikan data orang lain sembarangn karna bersifat pribadi, mungkin saya harus ke polres lagi, kalau saya tidak sedang hamil 8 bulan, sya juga berani datangin buat urus ini ke kantor shopeenya langsung ke jakarta, tpi terbatas tenaga juga, ya Allah bener2 ujian 😭😭

      5
      1
  • 30 April 2021 - (15:47 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin, semoga mbak mendapat ganti rezeki yg berlipat ganda atas kejadian ini. 🙏

    Yg lebih memprihatinkan lagi adalah tidak berdayanya sistem dan aparat hukum kita. Jejak pelaku berupa nomor telepon, nomor rekening bank dll, sudah begitu jelas, sudah dilaporkan jg ke aparat yg berwenang, tapi pesimis bakal ditindaklanjuti dengan serius. ☹️

    Yg paling memprihatinkan, tidak ada tindakan korektif dari pihak Shopee, OJK, dll, terhadap celah yg sebenarnya bisa ditutupi dengan langkah sederhana, yaitu memberikan jeda waktu (misalkan 3×24 jam) untuk pencairan dana SPinjam. Selama pencairannya masih real time seperti ini, si penipu bakal terus mencari mangsa baru lainnya. 😈

    18
    1
    • 30 April 2021 - (16:01 WIB)
      Permalink

      Iya ka aminnn terimakasih .. iya pas kejadian saya langsung tlpn shopee, dan menjelaskan smua kronologisnya, shopee malah membekukan akun sementara dan bilang tunggu 1-3 hari kerja nnti di kabarin lewat email, tpi nyatanya tidak ada kabar kembali dan tiba2 tagihan tetep masuk .. saya bener2 pusing, mau bayar pake apa uang sebanyak itu, nikah baru setahun, tinggal masih di rumah mertua, suami diberhentikan kerja dri pas kejadian corona, dan skrang harusnya mikirin tentang persalinan anak pertama, malah dapat masalah seperti ini ya Allah

      6
      1
      • 30 April 2021 - (23:46 WIB)
        Permalink

        Turut prihatin mbak, semoga digantikan oleh Allah yang berlipat ganda.
        Jadi Saya beberapa waktu lalu juga mengalami kejadian serupa dan sebelumnya permasalahan saya juga sudah dipublish dimedia konsumen. Namun sampai saat ini saya juga masih kebingungan untuk dapat mengembalikannya karena tentunya sangat tidak sedikit sementara saya belum bekerja dan uang masih minta orang tua, sedangkan saya dituntut untuk mengembalikan itu semua padahal saya tidak menggunakan Shopee Pinjam tersebut walau hanya Rp 1 pun. Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa kejadian yang menimpa saya juga tidak terlepas dari kesalahan saya. Dan tentu ini menjadi salah satu pelajaran yang sangat berharga dalam hidup saya sekaligus menjadi sinyal agar saya kedepannya dapat lebih berhati-hati dan waspada terhadap segala kejahatan dinegeri ini yang semakin merajalela dan membabi buta.

        4
        1
      • 2 Mei 2021 - (10:47 WIB)
        Permalink

        Mencoba lebih obbjektif ya mba dian.

        Dari sisi mbaknya ada kesalahan karena otp yang anda sebar.

        Dari sisi shopee cara pemberian shopeepinjamnya sudah sesuai prosedur.
        Tidak ada kesalahan dalam sistemnya

        Dari pihak kepolisian dan bank.
        Harus menyelidiki juga apakah si penipu ini bener2 penipu atau malah ada kerjasama dengan mbak dian.
        Karena kalo cara seperti ini sudah terbongkar bisa aja saya kerjasama dengan pemilik akun dan membuat skenario supaya saya terlihat penipu dan mba dian sebagai korban.

        Masih harus ditelusuri.

        Mba nya yang kuat.
        Semoga yang salah dapet ganjarannya.

        Amin

  • 30 April 2021 - (17:29 WIB)
    Permalink

    nggk usah di bayar dan jangan pernah bayar, biarin aja.
    kalo dibayar nanti dari pihak sope nya tidak akan pernah melakukan perbaikan di sistem mereka. seolah-olah ada pembiaran dari sope atas kejadian2 penipuan yang terjadi selama ini di sope.
    kalo dc nya datang kasih surat laporan polisi aja. siapkan mental kalo berhadapan dengan DC.
    kalo bisa update dan jemput terus laporan ke pihak polisinya, agar polisinya gerak.
    kalo didiamkan, polisi nya juga nggk peduli.

    25
    2
    • 30 April 2021 - (19:28 WIB)
      Permalink

      Iya pikirnya harusnya pihak terkait seperti shopee dan BCA membantu atau ikut andil menindak/memfasilitasi kasus ini, mereka kan perusahaan2 besar, team2 IT mereka pasti gk sembarangan, soalnya kalau saya kan terbatas pengetahuan, tenaga juga, kesana kemari harus mngeluarkan uang, tpi kasusnya tetep aja tidak ada titik terang. Ia dan ini juga mencegah si penipu buat terus2an beraksi, kalau tidak di tindak lanjuti dri pihak terkait, maka pasti akan terus2an banyak korban lagi.

      4
      3
    • 30 April 2021 - (19:28 WIB)
      Permalink

      Shopee sudah memberikan larangan memberikan kode otp kepada siapapun.

      Korban sudah mengaku memberikan kode otp sehingga korban harus bertanggung jawab.

      Lari dari tanggung jawab adalah dosa besar.

      3
      16
      • 30 April 2021 - (21:10 WIB)
        Permalink

        ini masalahnya Ketika transaksi apapun yang perlu OTP kita mesti masukan kode itu. Si Mbak ini nggak merasa ngasih ke pelaku cuman masukan OTP aj, itu yang biasa buat orang linglung di situ jadi bener-bener kasihan nih embak. Kalau saya punya uang segitu mau tuh saya talangin kasihan dedek bayinya

        5
        2
        • 30 April 2021 - (21:40 WIB)
          Permalink

          Iya betul ka, soalnya kode otp juga tiba2 masuk dri no shopee yg dimna sbelumnya sudah ada recent chat juga dri shopee sbelumnya, saya pikir kan tdinya shopee gk akn mungkin kirim kode otp klau tidak di request .. dan tambah si pelaku bilang jgn kasih tau pada siapapun, langsung masukan aja buat di klaim .. saya juga bodoh, sperti terhipnotis aja pas si pelakunya tlpn 😭😭

          1
          1
      • 1 Mei 2021 - (02:43 WIB)
        Permalink

        Elu orang shopee apa Debt collector?
        eh bukan, gw salah elu orang yg gak punya dosa!!!

        elu gak main bank! gak main riba!

        Selamat y, anda pasti masuk surga!!!

        SURGA yang mana?

        note:
        kalo mau kesurga duluan monggo, tp jangan bawa orang lain ya?!

        • 1 Mei 2021 - (16:51 WIB)
          Permalink

          Turut prihatin ya ka, semoga ada jalan keluar Dan yang penting baby Dan ibu sehat selalu. Sekarang penipu udah Pada Pinter, terlebih zaman serba digital sekarang, penipu malah memiliki celah baru. Menurut aku pintu awal Kita bisa terjerumus dalam penipuan adalah
          1. Mengangkat telpon Tak dikenal
          2. Klik link sembarangan
          3. ngasih OTP secara langsung Atau Tidak langsung
          4. Masih ada pikiran Dalam diri kalau di dunia ini masih “ada sesuatu yg bisa didapat secara cuma cuma”..
          Karena sudah terlanjur terjadi,sekarang Tidak usah stress dengan penyesalan penyesalan Masa lalu Dan menyalahkan diri sendiri, fokus buat solusi, Semoga’ dimudahkan ya ka, Salam sehat buat baby nya

      • 1 Mei 2021 - (08:49 WIB)
        Permalink

        Bisa bisanya ada orang tanpa empati seperti anda ya. Berdoalah semoga anda / saudara anda semua cukup pintar untuk tidak pernah ketipu.

        1
        1
    • 30 April 2021 - (20:20 WIB)
      Permalink

      Mba banyak” cari info tentang dunia Shopee di grup” FB biar wawasannya bertambah. Biar ga gampang percaya yang kaya gitu.

      2
      1
    • 30 April 2021 - (21:34 WIB)
      Permalink

      kalau tidak dibayar terus kalau di BI checking bgmn? kasih saran jangan menyesatkan ya, kualitas kredit penting, mengingat keadaan ibu ini, hamil, suaminya blm bekerja kembali, terus persalinan anaknya dapat uang darimana? jangan ngaco km

      km blg gini enak aja “supaya sope melakukan perbaikan”, lah terus nasib ibu ini dan keluarganya nanti kamu pikirkan tidak?

      4
      3
      • 30 April 2021 - (22:06 WIB)
        Permalink

        Iya ka .. itu yg jdi beban pikiran saya, uang sgitu sangatlah besar, dulu ada kepikiran buat pinjam brapa juta aja niatnya buat buka usaha buat modal tpi gak jadi karna gk berani, ehh ya Allah skrang dgn nominal sgitu malah di tipu orang, dan harus saya yg ganti, uang dari mana, buat bertahan hidup aja saya sampe ngejual2in stock baju yg masih sisa dgn di obral harga modal bahkan harga rugi yg penting ada buat sehari2 makan .. suami ngelamar kerja ksna kesini masih blum ada panggilan, dan skrang shopee saya di bekukan alhasil tidak bisa jualan.. buat bersalin aja saya masih kelabakan sama suami 😭😭

        1
        1
      • 1 Mei 2021 - (02:53 WIB)
        Permalink

        @ivan BI cheking bisa di urus, ibu dian sudah punya laporan polisi. Data transaksi juga bisa di cek oleh BI ( BI Check)

        2
        1
  • 30 April 2021 - (18:48 WIB)
    Permalink

    Mbak Dian,

    Untuk menghindari DC, coba mbak Dian ganti no HP dan mengungsi hingga mbak melahirkan. Selagi mengungsi, mbak Dian tenangkan pikirkan dahulu. Hingga melahirkan baru mbak Dian melakukan “serangan balik”. Saya khawatir sama bayi mbak Dian. Semoga mbak Dian dan bayinya sehat selalu.

    3
    1
    • 30 April 2021 - (19:02 WIB)
      Permalink

      Ia mksih ka, ia benar sedihnya saya terbatas tenaga, pikiran juga.. mana ini kehamilan anak pertama yg sangat didamba2kan.. ia sebentar lagi lahiran, minta do’anya aja supaya smuanya lancar yah ka .. amin ya robal alamin ka, trimakasih banyak 😇

      2
      1
    • 1 Mei 2021 - (08:52 WIB)
      Permalink

      Kok malah kabur dari DC? Kan ada surat kepolisian. Jelaskan saja kronologinya. Mbak Dian disini tertipu. Kalau dibayar malah makin rutin datang tagihannya.

      2
      1
  • 30 April 2021 - (18:59 WIB)
    Permalink

    Iya pikirnya harusnya pihak terkait seperti shopee dan BCA membantu atau ikut andil menindak/memfasilitasi kasus ini, mereka kan perusahaan2 besar, team2 IT mereka pasti gk sembarangan, soalnya kalau saya kan terbatas pengetahuan, tenaga juga, kesana kemari harus mngeluarkan uang, tpi kasusnya tetep aja tidak ada titik terang. Ia dan ini juga mencegah si penipu buat terus2an beraksi, kalau tidak di tindak lanjuti dri pihak terkait, maka pasti akan terus2an banyak korban lagi.

    • 30 April 2021 - (19:43 WIB)
      Permalink

      @dian

      Anda percaya tidak, ShoppePaylater Haram karena Riba’ ?

      Percaya/Tidak ?

      Atau anda sama sekali belum paham dengan Prinsip Ribawi?

      1
      16
      • 30 April 2021 - (20:37 WIB)
        Permalink

        @umur ngakak2. baca dulu tong ceritanya dengan seksama, itu yg pk paylaterny si malingny. Lu mala jelasiin riba ke korbanny yg ga gunain paylater. Belajar baca dulu sono, dan blajar menyimak isi bacaan, baru dah u kasi nasihat

        20
        1
      • 30 April 2021 - (22:15 WIB)
        Permalink

        Nyampah doang manusia ini, loe ajah hidup di negara yg hasil hutang, loe nasehatin tuh pemerintah, atau loe bantu jni korban, biar jauh dr riba, orang kena tipu, bahasnya apa..

        9
        1
      • 1 Mei 2021 - (17:02 WIB)
        Permalink

        Saya setuju sekali shopeepay later Atau shopeepinjam Tidak diperkenankan Oleh Agama (islam). Namun ka Umur, ka Dian tadi udah bilang kalau dia sama sekali ga ada minat buat make shopeepay later Atau shopeepinjam. dia sama sekali Tidak ingin Dan Tidak pernah menggunakannya. Silakan dibaca lagi komen ka Dian 🙏

  • 30 April 2021 - (21:22 WIB)
    Permalink

    Saya juga kena seperti itu,saya kena saldo shopeepay sekitar 2jt ditambah ada pinjaman spinjam 1,5jt sudah lapor ke kepolisian juga,cuma saya ditagih terus tapi saya ga mau bayar karna pencairan dana bukan ke rekening saya,jadi saya tetep ga mau bayar,saya minta info rekening penerima dana tersebut kpd shopee tapi sampe sekarang ga dikasih,malah yg ada saya dipaksa untuk tetep membayar pinjaman tidak saya terima,saya tetep ga mau bayar karena kalo saya bayar sama saja saya mengakui kalo itu bener saya yang pinjam

    13
    2
  • 30 April 2021 - (21:41 WIB)
    Permalink

    Saran aku mbak ;

    Buat laporan polisi adalah tindakan yg benar, kemudian minta kepada polisi agar dilacak yg bersangkutan… Dari IP komputer yg dipakai pelaku baik dari HP ataupun dari Laptop.

    Biasanya polisi tahu karena jejak digital pasti akan tertinggal…

    Mbak sabar saja… Anggap aja ini sekolah kehidupan…

    3
    1
  • 30 April 2021 - (22:24 WIB)
    Permalink

    Semoga si pelaku bisa ke tangkap dan uangnya dapat kembali ya mbak, Tetap sabar dan Ikhtiar aja.

    1
    1
  • 30 April 2021 - (23:11 WIB)
    Permalink

    Itu termasuk dampak negatif dari hukum yang matre di negeri kita ini… padahal kalau polisi mau bekerja sebentar pasti tuntas.. secara data pemilik rekening Bank pasti lengkap lha wong sampai nama nenek jg dicantumkan… belum lagi data di nomor HP yg baru bisa aktif jika ngisi NIK.. tapi ya mo gimana.. polisinya baru mau kerja jika ada 2 D..duit dan deking

    2
    2
    • 1 Mei 2021 - (07:36 WIB)
      Permalink

      Astaga…dan terjadi lagi.ikut prihatin untuk korban,semoga segera ketemu jalan keluar nya.dan pelajaran untuk yang lain hati hati dengan penawaran voucher, hadiah naik limit atau apapun udah gak jaman nya di arah2in sama Cs.sekarang aplikasi sudah canggih. Semua bisa di akses sendiri sama pengguna aplikasi, jadi kalau ada tawaran hadiah voucher naik limit dan sejenisnya yang sibuk ngurus yg ngaku2 CS waspadalah minimal tanya kanan kiri dulu

  • 30 April 2021 - (23:43 WIB)
    Permalink

    Pas saya cari di getcontact dapat klo pemilik nomer namanya Febri.
    Buat ka dian, semoga rezekinya segera diganti dan dd bayi lahir baik2 aja

    2
    1
  • 1 Mei 2021 - (00:20 WIB)
    Permalink

    Saya ikut prihatin mbak…
    Besar juga ya bisa pinjam di SPinjam, sampai puluhan juta begitu.
    Hikmah yang bisa diambil:
    1. Celah yg dimanfaatkan penipu adalah Spinjam sudah diaktifkan. Buat pengguna Shopee lain, gunakan fasilitas aplikasi ini hanya untuk belanja saja, jangan aneh2 punya pikiran mengaktifkan SPinjam/SpayLater.
    2. Saya bisa merasakan kebingungan Anda mbak, saya aja yg sekarang punya kerjaan kalau istri saya mengalami kejadian serupa, juga bingung harus bagaimana menyelesaikannya mengingat besarnya tagihan tersebut.
    3. Saya pikir pekerjaan melacak rekening penipu tersebut akan sulit (bukan berarti tidak mungkin, tapi ekstra kerja keras). Saya pernah lihat iklan di marketpace Facebook, ada yang jual buku rekening tabungan lengkap dengan ATM nya seharga 250 Ribu. Tentunya kalaupun ketemu si Hadi tersebut, kemungkinan dia tidak tahu apa-apa. Namun dia bisa saja d tuntut mengembalikan uang kerugian. Tapi biasanya orang yang jual rekening tersebut, rata-rata juga mempunyai finansial terbatas, ibaratkata, walau diperas, paling yang keluar hanya sebutir beras.
    4. Supaya tidak kontradiktif pernyataan Mbak untuk kedua kali, karena beberapa kali diulang kalimat “Seharusnya dimasa hamil tua ini fokus pada kehamilan saja”, maka untuk saat ini bijaknya anda harus menerima keadaan, sejenak lepaskan dulu masalah yg ada ini. Fokuslah kepada kehamilan Anda, jangan sampai kesalahan terulang kedua kali (Kesalahan pertama “Yang seharusnya Anda fokus dengan kehamilan, malah tergiur dengan iming-iming penipu dan mengikuti arahan penipu”.
    Jangan sampai terjadi kontradiktif yg kedua kalinya, yang seharusnya Anda fokus ke kehamilan Anda, malah fokus untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai “blunder” lagi…sehingga menyebabkan sesuatu hal pada Anak Pertama Anda, pdahal sudah diidam idamkan.
    5. Bicarakan baik2 dengan suami, biarkan untuk sementara musibah ini dipikulnya selama proses persalinan Anda. Ingatkan suami, jangan berbuat yang aneh2 dengan berhutang kepada rentenir. Coba jalan mediasi terlebih dahulu.

    Akhir kata, semoga Anda sabar dan dapat digantikan rezeki yang berlimpah. Minimal anak yang sehat dan membanggakan orangtua.

  • 1 Mei 2021 - (01:50 WIB)
    Permalink

    Saya coba analisa dari screenshoot yang dilampirkan ya.

    1. Website Shopee Indonesia adalah Shopee.co.id, bukan Shopee.id.
    2. Tidak ada itu yang namanya Bonus Cashback Saldo ShopeePay, semua jenis cashback adanya di aplikasi resmi yang mana itu sangat mudah diklaim jika memang tersedia, semua cashback Shopee berbasis transaksi dan berupa persentase dari nilai transaksi, itu pun dibatasi lagi maksimalnya, bukan ujuk-ujuk dapat saldo 2jt.
    3. Mengenai penipu tahu alamat korbannya, saya sering melihat penjual di Shopee dengan gampangnya menulis no hp/wa, dan alamat lengkap di Bio/Info Toko, mengenai ini pihak korban kurang detail penjelasannya, ada banyak cara hacker mencari data pribadi korban, bisa lewat sosmed, dsb
    4. Hati-hati dengan URL Shorter seperti bit.ly, dsb, penipuan seringkali mudah sekali gagal ketika kita jeli mengenai alamat website yg diberikan, dan enkripsi SSL pada alamat website yg diberikan.
    5. Pada website yg disebut formulir itu adalah hacking berjenis Phising, disitu janggal karena ada form isian PIN Shopee dan Kode SMS Verifikasi Shopee. Ironisnya korban malah bertanya kode verifikasinya apa ?, ini modus paling umum dan paling lemah jika kita jeli.
    6. Pada titik ini Anda sudah kena hack, sehingga dia sudah punya akses pada kun Anda.

    Jadikan pelajaran, korban ini murni gaptek tidak tau prosedur keamanan bertransaksi online, ini penting untuk diketahui semua orang, karena modus hacking seperti ini sebenarnya sangatlah lemah, bisa langsung dicegah jika kita tau ciri-cirinya. Perbanyaklah literasi/baca mengenai hal ini, karena kita di Internet sudah masuk level urusan duit.

    Tips utama menghindari penipuan adalah: Jangan pernah percaya apa pun hadiah yg Anda tidak pernah merasa mendaftar, ikut undian, di luar sistem yg resmi, dsb. Seperti kasus ini, kok tiba-tiba dapat cashback 2jt ?, sebagai pengguna Shopee apalagi dalam waktu yang lama pasti tau betul prosedur cashback di Shopee itu bagaimana (tidak perlu saya jelaskan lagi), semua full dilakukan di aplikasi, tidak melalui jalur pribadi via WA, telpon, SMS, dsb

    Hati-Hati di kondisi ekonomi sulit seperti sekarang ini penipu gencar beraksi, korban umumnya tergiur karena kebetulan sedang mengalami kesulitan ekonomi, dan ternyata benar korban memang lagi kesulitan ekonomi.

    Aplikasi marketplace saat ini menjadi mengerikan karena sudah jadi aplikasi Fintech, Pinjol, Dompet Digital, kita harus extra hati-hati mengamankan akun kita, tidak masalah jika pernah mengaktifkan SPayLater atau SPinjam yg tidak bisa dinonaktifkan itu, hanya saja kita harus extra hati-hati jangan sampai kena hack.

    15
    • 1 Mei 2021 - (04:23 WIB)
      Permalink

      Yup bener, lebih parah lagi akun Bank korban juga bisa diambil alih. Sepertinya korban belum begitu paham dengan sistem pengaman akun baik itu akun Shopee maupun BCA. Shopee diamankan pakai OTP, BCA pakai SMS verifikasi. Login keduanya hanya bisa dikendalikan oleh orang yg memiliki nomor telepon terdaftar (yg dimiliki si pemilik akun). Tapi sayang pemilik akun dengan mudahnya dikendalikan oleh penipu yg berusaha login ke akunnya. Satu-satunya jalan keluar untuk korban adalah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menangkap si pelaku, nominal penipuan ini udah cukup besar. Kalau pelaku tidak tertangkap akan membahayakan orang lain juga, karena mayoritas orang Indonesia masih bisa ditipu dengan cara seperti yg dilakukan pelaku. Pelakunya benar-benar kejam.

      • 1 Mei 2021 - (19:12 WIB)
        Permalink

        Kalau saya menganalisa kronologis dan modus dan metodenya, sayangnya memang ini murni kesalahan dan kelalaian/keteledoran korban yg secara psikologis dipengaruhi kesulitan ekonomi keluarga akibat pandemi COVID-19 (memang butuh duit), bukan celah atau kelemahan sistem keamanan Shopee dan Bank BCA terkait akses login akun. Inilah yg disebut Phising, silahkan googling bagi yg belum tau, metode ini benar-benar memanipulasi korban untuk menyerahkan segala bentuk lapisan verifikasi keamanan, mulai dari PIN sampai OTP (2-Step Verification).

        Inilah yg membuat pihak Shopee dan BCA tidak bisa berbuat banyak selain membekukan/blokir akun/rekening si hacker. Satu-satunya harapan korban hanya pihak kepolisian saja, hmm good luck with that 🙁

        Dengan nominal yg sudah termasuk besar, korban terpaksa harus menyelesaikan ini secara hukum, sebaiknya didampingi kuasa hukum, tapi masalahnya itu perlu biaya, kemungkinan uang kembali juga kecil, malah bisa lebih besar biaya untuk memenjarakan si hacker dengan hukuman yg ringan pula. Yah memang pesimistik, karena itulah kenyataanya.

        Semoga korban diberikan ketabahan, kerugiannya digantikan oleh Allah berkali-kali lipat, dan kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Karena zaman now ini semua orang online, menggunakan teknologi, tapi tidak semua orang melek teknologi karena tidak semua orang adalah orang IT.

        • 1 Mei 2021 - (19:27 WIB)
          Permalink

          Kalo dilihat kasus per kasus, dimana korban secara sadar/tidak sadar ngasih OTP, ya pihak Shopee memang bisa lepas tangan. Tapi dari sisi lain, pihak Shopee jg punya tanggung jawab moral karena terkesan membiarkan “celah” yg sudah berulang kali dimanfaatkan pelaku, yaitu pencairan SPinjam secara real time tanpa ada jeda waktu untuk proses verifikasi n konfirmasi ulang. Sebagai bahan perbandingan, sy punya beberapa kartu kredit dari beberapa bank yg menawarkan pencairan limit kartu kredit ke rekening tabungan, dan itu waktu prosesnya antara 1-3 hari.

          Di lain pihak OJK sebagai regulator dan pengawas jg harusnya segera membuat regulasi terkait pinjaman online seperti SPinjam dan SPayLater ini. Contohnya regulasi kartu kredit itu mengatur mekanisme sanggahan transaksi fraud, dll. Bagaimana dengan pinjol n PayLater?

          • 1 Mei 2021 - (22:19 WIB)
            Permalink

            Kalau soal login, Shopee dan BCA sudah sesuai standard international menerapkan 2-Step Verification menggunakan OTP (One-time Password), masalahnya korban teledor kenapa mau memasukkan PIN dan OTP pada website formulir phising pelaku, ironisnya pelaku mewanti-wanti korban agar tidak menginformasikan informasi tersebut kepada siapa pun, korban tidak tau bahwa formulir itu secara tidak langsung memberitahukan informasi itu kepada pelaku, ini bahayanya jadi end user yg cuma bisa pakai aplikasi tapi tidak tau bagaimana cara pengamanan/security akun, umumnya memang pengguna wanita lebih rawan masalah ini, banyak yg prihatin mengingat korban adalah pedagang besar di Shopee yang sudah bertahun-tahun berjualan di Shopee.

            Ini positif adalah korban Phising, sangat umum terjadi dari dulu pada pengguna Online Market Place dengan berbagai modus. Maka, korban tidak bisa memprotes atau menuntut pihak Shopee maupun BCA, karena ini murni kelalaian korban, agak kurang relevan memang jika konteks SP ini adalah komplain kepada pihak Shopee dan BCA, tapi sharing masalah ini bisa untuk pelajaran kepada semua orang mengenai pentingnya tau apa itu Phising dan cara menghindarinya.

            Mengenai SOP Pinjol/Fintech yg dipermasalahkan karena instant, nah itulah Pinjol, itulah Fintech, selling point mereka adalah itu, instant dan persyaratan mudah, dengan konsekuensi bunga yg lebih besar, dan konsekuensi penyalahgunaan, justru itulah bahaya dan ngerinya Fintech atau Pinjol tersebut yg kita sebagai user tidak bisa berbuat apa-apa selain sebisa mungkin mencegah praktek Phising terjadi pada kita.

            Saya pribadi terlanjur mengaktifkan SPayLater, sayangnya tidak bisa dinonaktifkan lagi, tapi tidak pernah mengaktifkan SPinjam, karena masalah semacam ini saya mulai berfikir untuk membuat akun baru yg hanya digunakan untuk belanja dan berjualan, tanpa mengaktifkan fitur Fintech dan tanpa verifikasi identitas apa pun jika memungkinkan, karena ada potensi bahaya lain selain Phising yakni server pihak Shopee yg dihack sehingga data akun penggunanya diketahui hacker, wah ini sangat bahaya, saya parno dengan yg namanya Fintech !

          • 2 Mei 2021 - (03:45 WIB)
            Permalink

            Nah itu dia, berarti tidak ada unsur “prudent”/kehati-hatian dalam dunia pinjol/PayLater, karena tidak ada regulasi yg mengaturnya. Coba Anda datang ke sebuah bank, apakah ada yg mau ngasih pinjaman dana 54 juta yg cair seketika hanya modal foto KTP?

            Makanya kasus2 seperti ini harusnya jadi masukan buat pihak regulator dan pelaku usaha buat memperbaikinya. Apa yg salah dengan memberikan waktu 1-3 hari untuk pencairan dana?

            Sy setuju kalo masalah phishing itu disebabkan oleh kelalaian korban. Pertanyaannya, kenapa penipu menargetkan pengguna Shopee, bukan pengguna marketplace lainnya? Karena ada “celah” dan reward yg besar buat para penipu tsb kalo berhasil melancarkan aksinya. Apakah “celah” ini dibiarin terus sampai korban2 lainnya berjatuhan?

          • 4 Mei 2021 - (03:42 WIB)
            Permalink

            Untuk sekarang, saya menyebutnya “Itulah Fintech/Pinjol” terima gk terima, mau gk mau,,, asumsi mereka urusan security sudah top notch, jika kebobolan menggunakan metode phising maka itu 1000% salah pengguna, makanya dalam kasus seperti ini saya tega gk tega menyampaikan fakta itu dengan bahasa sebaik mungkin bahwa ini salah korban, sedih ya ?, memang, tapi karena saya sayang agar kedepannya instrospeksi diri, bukan menyalahkan semua pihak lain.

            Korban-korban yg sadar kesalahan sendiri dan nominal kecil umumnya diam, terima, iklhas, kapok, belajar,, tapi korban-korban yg menyalahkan sistem mereka pasti tulis SP seperti ini, tapi saran saya narasinya sebaiknya meminta tolong, bukan menyalahkan/kecewa, karena ini kesalahan korban, jika bahasanya kurang mengenakkan bisa saja pihak terkait tidak semangat menolong korban.

            Phising ini unik, celah keamanannya justru ada pada human error si pengguna, si korban, dan ini berlaku pada semua akun online apa pun.

            Itulah sebabnya dari pihak pengguna harus menutup celah itu dengan cara mempelajari apa itu phising dan bagaimana mengenali dan mencegahnya.

            Fintech itu mengerikan disatu sisi, memudahkan disatu sisi, itulah Fintech, instant, mudah, mahal, bahaya. Jadi harus disadar dulu soal itu, dan kemudian belajar dan mensiasati gimana caranya mengamankan akun kita dari metode phising agar tidak tejerat pinjaman Fintech tak diinginkan.

          • 4 Mei 2021 - (04:18 WIB)
            Permalink

            Lha kok yg disuruh introspeksi cuman usernya aja? Itu penyedia platform dan regulator gak disuruh introspeksi gan? 😅 Justru dengan banyaknya kejadian ini harusnya jadi trigger buat penyedia platform n regulator buat memperbaiki kekurangannya, jangan hanya lepas tangan n bodo amat korban terus berjatuhan sementara si penipu bebas berkeliaran.

            Kasus2 seperti ini kan baru muncul 1-2 bulan ini semenjak ada SPinjam. Sebelum2nya gak ada tuh di MK yg komplain masalah phishing/OTP/pembajakan akun Shopee di MK. Kenapa? Karena gak ada celah keuntungan buat penipu melancarkan aksinya.

            Sy pengguna Shopee udah lama, sering belanja n member udah Gold. Tapi sy cek gak ada tuh fitur SPinjam di akun sy. Setelah sy baca2, ternyata fitur SPinjam ini selektif, hanya muncul buat pengguna2 tertentu aja. Coba agan sebagai ahli IT analisis, dari mana si pelaku bisa tau nomor telepon dan data transaksi pengguna yg SPinjamnya aktif, dsb? Si pelaku ini selektif memilih user yg punya fitur SPinjam dan m-BCA. Artinya mereka punya data2 awal dari calon korbannya.

            1
            2
  • 1 Mei 2021 - (03:08 WIB)
    Permalink

    Hanya tim terkait shopee lah yang tau semua data rekan bisnisnya klw pembeli ataupun orang lain mustahil bisa

  • 1 Mei 2021 - (07:08 WIB)
    Permalink

    Dilihat dr kronologinya… Mbak jg terlalu teledor… Tapi dr yg demikian itu jg memang ada perlu perbaikan layanan dr pihak shopee, bank & kepolisian dlm menangani kasus2 cybercrime.

    – Dari SPinjam, untuk uang pinjaman nominal besar harusnya diperketat lg..
    jangan langsung lolos, tapi di pending minimal 1×24 jam & kalau perlu sebelum pencairan dilakukan konfirmasi ke pemilik akun dahulu.
    Satu lg untuk pihak shopee. Jangan mudah mengoper data2 user ke DC… Karena km tak akan bisa menjamin kalau tak ada orang dlm yg bisa menggunakan data2 tersebut untuk melakukan penipuan.
    – Dr pihak bank, nah ini biasanya yg agak lelet (mungkin karena nasabah dpt pelayanan dr cs yg kaku br lulus kuliah)… Akhinya malah lebih cepetan malingnya buat rampok lalu kabur ketimbang penanganan bank.
    – Untuk pihak kepolisian, sy yakin sangat bs mengatasi permasalahan cybercrime selama penipu msh menggunakan bank konvensional. Tapi kebiasaan kalau korbannya dr masyarakat biasa pasti penangannya slow. Beda kalau yg dialamai para pejabat/orang berduit, apalagi kalau sudah berhubungan dgn kepentingan politk. Gercep banget.
    Padahal sudah jelas bahwa meloloskan satu penipu, pastinya akan memunculkan korban yg lebih banyak lg kedepannya

    2
    1
    • 1 Mei 2021 - (13:59 WIB)
      Permalink

      Iya ka.. kadang buat mencairkan hasil penjualan saya aja yg nominalnya sedikit cuman rutasan ribu, dri shopee suka lama di prosesnya.. ini dicairkan jm 16.24, dan 16.24 juga langsung berhasil, benar2 gk ada jeda .. klau sama dikasih jeda pasti kan masih bisa di cegah 😭.

    • 1 Mei 2021 - (22:35 WIB)
      Permalink

      Sayangnya, memang itulah selling point dari Fintech/Pinjol, yakni prosesnya instant (seketika) dengan persyaratan yg sangat mudah, serta tanpa anggunan, dengan konsekuensi bunga lebih tinggi dan data privasi diri menjadi jaminan (ini biasanya dipakai oleh DC ketika peminjam menunggak pembayaran), seluruh kontak kita disimpan Pinjol !, bahkan kita patut waspada ketika aplikasi Fintech meminta akses pada Storage, Kamera, dsb, takut data di smartphone saya digunakan sebagai “Jaminan”.

      Tidak ada yg bisa kita lakukan mengenai hal itu, karena itulah Fintech, itulah Pinjol, itulah betapa mengerikannya Fintech/Pinjol tersebut.

      Amankan akun kalian, ganti Password dan PIN secara berkala, pastikan OTP hanya Anda yg tau dan tidak diinput pada formulir apa pun selain pada aplikasi dan website resmi Shopee, pastikan URL di browser Anda sudah benar shopee.co.id atau seller.shopee.co.id. Pastikan email yg terdaftar selalu aktif dan Passwordnya juga diganti secara berkala.

      Pelajari apa itu Phising dan seluk beluknya, serta cara menghindarinya.

      Saran saya berhentilah menyalahkan pihak Shopee, Bank BCA, dan POLRI (Kelopisian), hati-hati saja, bahkan SP ini tidak relevan jika konteksnya adalah menyalahkan pihak Shopee, BCA, apalagi Polisi,,, karena ini murni kesalahan korban, maaf jika saya menyalahkan korban, karena memang korban yg teledor dan tidak tau apa-apa mengenai Phising, padahal beliau sudah lama bertransaksi finansial secara online.

      Ini jadikan pengalaman dan pelajaran berharga dan mahal sekali untuk pribadi dan untuk semua orang. Fintech itu bahaya, selain ngeRIBAnget, juga sistemnya riskan mengalami fraud karena selling point Fintech yg sudah saya sebut di atas.

      Kepada korban, semoga rejekinya digantikan Allah berkali-kali lipat, rejeki tidak akan tertukar, penipu itu akan kehilangan hartanya yg didapatkan dari jalan yg haram, dan korban Insya Allah akan Allah mudahkan untuk mendapatkan penggantinya yang lebih banyak,, saran saya jangan menyalahkan pihak Shopee dan BCA, apalagi Polisi, hati-hati, berpotensi menyebabkan masalah hukum yg baru !

  • 1 Mei 2021 - (10:23 WIB)
    Permalink

    Wah saya juga pernah malam2 di wa kemudian di call pake WA yg ngomong dari shopee dpt hadiah 2 juta, trus saya minta transfer ke bank BCA saya. kemudian dia minta OTP yg dikirim dari shopee, kemudian minta isi form di autoreplay chat di shopee. saya udah nogmong sih sama mereka kalo ini penipuan tp gpp lah kita ikut alur dlu kata saya. trus pas mau ke nomor kartu BCA saya kasih, nah pas dia mau ambil alih mobile bca disini sya males nya. saya udah kosongin semua isi rek operasional sebelumnya. tapi karena dia minta kirim sms aktivasi sms mobile bca, saya bilang gak ada pulsa untuk sms. eh orang nya mau kirim saya pulsa untuk bisa sms ( mana ada mau kasih hadiah bela2in isi pulsa kan). saya bilang aja udah lah mas, hari udah malem males saya dikirimkan pulsa, intinya saya udah tau kamu mau nipu dan kamu juga udah tau saya udah waspada. tp saya pikir modus nya cuma ambil alih mobile bca saja, setelah baca kasus ini saya baru faham, dengan ambil alih mobile bca dalam beberapa jam, mereka bisa mengajukan spinjam, spaylater. Jadi hati2 bagi yg ngalamin kedepan, intinya kalo saya lihat, mereka mau ambil alih mobile bca kita entah ada isi atau gak ada isi. tujuan nya kalo sudah di pegang sama mereka, mereka ajukan pinjaman atau apapun yg di cairkan ke rek kita kemudian mereka pindahkan ke rek lain yg pasti data nya aspal juga. dan sepertinya waktu mereka melancarkan itu diatas jam 9 malam, karena kan bca biasanya maintenance transaksi malam2, jadi kita gak sadar, waktu kita tidur pulas, jam 1 an transaksi berjalan. jadi hati2lah, intinya apapaun hadiah dari shopee, gak ada rumusnya si pemberi hadiah mau tau info mengenai rekening bank kita, nomor kartu bank kita apalagi sampe suruh kirim kode aktivasi mobile bankking. kalo mau kasih hadiah ya kasih aja gak pake syarat minta data2 rekening.

    • 1 Mei 2021 - (23:38 WIB)
      Permalink

      @Teranex Menurut anda, bgmna proses pengambilalihan akun Mobile BCA oleh orang yg tidak bertanggung jawab ? Karena saya tertarik dg topik ini. Sehingga para pemilik akun mobile BCA bisa lebih berhati hati lagi dalam menjaga akun mbanking nya.

      • 2 Mei 2021 - (05:39 WIB)
        Permalink

        mbca pake sms verifikasi ke nomor yg terdaftar kan? apa itu dikasihkan juga smsnya ke penipu? apa bisa dikirim dari nomor yg tidak terdaftar?

      • 2 Mei 2021 - (13:14 WIB)
        Permalink

        Setau ane si mbanking bca ga akan bisa dipake di hp lain kalo nomer hp yang kepasang di hp beda sama yang didaftarin di bca

  • 1 Mei 2021 - (11:18 WIB)
    Permalink

    Nasi udh jadi bubur, semoga cepat selesai..
    Untuk mbak Dian tolong sehat2, jaga kondisi janinnya dan kurangi stress biar nanti semua baik2 aja sampe anaknya lahir, aamin..
    Untuk masalah yang di hadapi, cerita ke orang tua mbak Dian, setidaknya bisa sedikit lega dan ada bantuan kepala untuk berfikir lebih jernih..

    Jika kondisi terburuk datang dimana debt kolektor menagih dan mulai mengancam. Perlunya peran suami mbak Dian untuk lebih aktif dan berkomunikasi dengan shoope tentang apa yang terjadi dan mencari jalan tengahnya..
    Mbak Dian juga jangan pegang handphone dulu, kurangi stress dan istrhat yang cukup. Tolong ini di lakukan ya, jangan nunggu DC nelvon atau wa karena DC biasanya kurang beretika dan berpendidikan, walau tidak semuanya.

    Sekali lagi tolong mbak diqn sehat2 terus, kurangi stress, jangan pegang hp dan ngumpul dengan orang tua mbak Dian..
    Saya menunggu kabar baik kelahiran anak mbak Dian yang akan jadi anak yang kuat dan hebat

  • 1 Mei 2021 - (11:55 WIB)
    Permalink

    Ktp + rekening + alamat, itu semua palsu gan.
    Penipu itu lebih pintar, gak mungkin kasih data asli.
    Noh, banyak yang jual rekening aspal + ktp, yg main orang dalam bank atau gimana, tapi banyak kok dijual rekening aspal.
    Sia2 mau nanya ktp alamat ma rekening, jatuhnya alamat fiktif atau paling banter jatuhnya ke orang yg datanya dipakai disalahgunain penipu.

    Satunya jalan ya kasus harus viral agar polisi gercep, kalo endak polsek polres saya rasa kurang cepat soal cybercrime gini. Karena njlimet, kasat mata.

    Harus viral, agar bisa dilacak pencucian uangnya sampai mana, dr rekening itupun saya yakin masih diputar ke beberapa rekening kemudian dibelanjakan / dialihkan ke aset macam crypto yang belum kesentuh.

    Percayalah, kalo cuma polsek ma polres kasus kaya gini mungkin susah terungkap.

  • 1 Mei 2021 - (13:17 WIB)
    Permalink

    Pencairan dana lu dr shopee udh berhasil di TF ke rekening lu yg terdaftar di akun shopee. Dari mutasi rekening bank lu jg udh tertera nominal segitu berhasil masuk ke rekening bank lu.

    Nah yg gw bingung knpa dr pihak bank langsung memproses transaksi ke rekening tanpa adanya proses konfirmasi dr pengguna nya.

    Mnrt gw dr pihak shopee ga salah karena pencairan dana udh berhasil di TF ke rekening bank lu. Kecuali kl pencairan dana itu bukan di TF ke rekening bank lu..

    Makanya jgn percaya dan tergiur sm undian atau hadiah yg ga jelas..

    3
    4
    • 1 Mei 2021 - (18:31 WIB)
      Permalink

      Iya itu akun baru, tdinya akun adik saya, yg di retas akun sya yg shopee.co.id/ziandianalleva ka .

  • 1 Mei 2021 - (13:46 WIB)
    Permalink

    turut prihatin ya kak. kedepannya bisa lebih hati hati aja si modus penipuan gini jg sering aku dpt ga cuma dari Shopee aja. cuma ya dari kitanya juga mesti aware aja si zaman skrg mana ada bagi bagi hadiah cuma cuma. tiap ada SMS otp ga cuma dari Shopee aja sih pasti ada tulisan “jgn beritahu siapapun” harusnya ya ga diinfoin ke siapapun kodenya, tp ya namanya musibah ya kak bs lebih hati hati aja kedepannya. semoga persalinannya lancar ya kak.

  • 1 Mei 2021 - (17:40 WIB)
    Permalink

    Pihak shopee sudah mengabari, tapi tetap membebankan tagihan kepada pemilik akun. Akun shopee saya sudah di aktifkan, tpi percuma, tidak gampang untuk menaikan lagi rating dan kepercayaan custamer, apalagi akun saya sempat tidak aktif hampir 1 bulan, 1K followers sudah mengunfollow, dan lagi jualan juga memang sudah sangat sepi, malah saya ngeri liat tagihan2 yg membeludak, bingungnya di bebankan kpda saya, trus si penipu dibiarkan suruh beraksi lagi dan memakan korban2 berikutnya, trus aja mungkin sperti itu .. sudah tidak ada yg bisa di jual, rumah bukan milik pribadi, milik mertua, tabungan bahkan sudah habis dipakai kebutuhan sehari2 dan rutin periksa kedokter, klaupun mengupayakan meminjan kpada siapa, mungkin saya lebih pentingkan buat biaya persalinan saya dlu ketimbang bayar hutang si penipu 😭 cuman bisa pasrah aja klau disuruh melunasi uang yg raib sama penipu sebesar 54 juta itu.

    2
    4
    • 1 Mei 2021 - (18:27 WIB)
      Permalink

      Kalau saya lihat akun zn_collection13 pengikut 1,5RIBU artinya 1.500 bukan 15.000. Kemudian Anda bilang 1K (1.000) yg unfollow? Berarti sisa 500 dong? Tapi saya lihat masih tetap 1,5RB. Follower begitu banyak tapi hanya 40 penilaian? Apakah wajar? Saya sarankan hati2 kepada para pembaca MK. Jangan sampai seperti dulu ada yg nulis di MK minta talangin bayar pinjol. Sekali lagi HATI-HATI ya.

      10
      1
      • 1 Mei 2021 - (19:37 WIB)
        Permalink

        Kayaknya akun zncollection13 beli follower deh, karena ga mungkin bisa dapet real followers sebanyak itu dari sekitar 40 penilaian.

        • 1 Mei 2021 - (22:01 WIB)
          Permalink

          Bukan akun yg itu ka yg di retas, tpi yg shopee.co.id/ziandianalleva, tpi pihak shopee tdi bru mengaktifkan lgi

      • 2 Mei 2021 - (03:22 WIB)
        Permalink

        Sempat terpikir di pikiran saya untuk ngadain penggalangan dana korban pinjol, apalagi model phising/hacking gini, eh ternyata ada modus cari duit dari playing victim pinjol ?, wah baru tau.

        • 2 Mei 2021 - (09:49 WIB)
          Permalink

          Iya betul Kak, buat yang memang punya niat baik untuk membantu korban supaya hati-hati.

    • 1 Mei 2021 - (21:45 WIB)
      Permalink

      “sudah tidak ada yg bisa di jual” tapi iphone nya masih ada kan Kak?
      Bukannya awal tahun baru nikahnya Kak? Koq udah hamil 8 bulan lagi?

      6
      1
        • 1 Mei 2021 - (22:44 WIB)
          Permalink

          Iya betul langsung di private. Saya cek sebelum di private postingan nikahnya awal tahun 2021.

        • 2 Mei 2021 - (08:54 WIB)
          Permalink

          Iya betul Kak. Buat pembaca MK hati-hati. Sebelumnya juga sudah pernah ada yg tulis di MK terjerat pinjol ternyata setelah ditanya-tanya tujuannya cari pembaca MK yg berbaik hati yg mau nalangin ga pake bunga.

      • 2 Mei 2021 - (09:15 WIB)
        Permalink

        Hadeuh kok malah doxing korban sih gan? Ini namanya blaming the victim. Mencari2 kesalahan korban, sampai ke urusan pribadinya. Masalah urusan pribadi ya urusan dia sendiri lah. Kalo mau menjual rasa iba gak bakal posting di sini kali, mendingan di kitabisa.

        Kalo mau doxing, tuh telepon penipunya udah jelas nomornya.

        1
        5
    • 1 Mei 2021 - (22:51 WIB)
      Permalink

      Menurut saya hati-hati kak jangan menyalahkan pihak Shopee, BCA, apalagi Polisi dalam kasus ini murni kesalahan kakak yg tidak tau mengenai Phising. Modus hacking ini tidak cuma bisa terjadi pada Shopee, dan BCA saja, tapi pada semua akun online.

      Mau berkilah bagaimana pun itu justru mempertegas kelalaian kakak, hati-hati SP ini menurut saya tidak relevan jika konteksnya menyalahkan pihak Shopee, BCA, apalagi Polisi.

      Takutnya akan berpotensi menyebabkan masalah hukum lagi kak.

      6
      1
  • 1 Mei 2021 - (21:48 WIB)
    Permalink

    Sorry ya,saya lihat mbak ini gak lagi hamil kalau saya cek dan kalau pun sudah lama berjualan mesti nya sudah fasih mana shopee asli mereka punya centang dan khusus untuk shopee menambahkan fitur seperti verifikasi wajah misal nya dan konfirmasi dari pihak shopee untuk memastikan agar kejadian seperti ini tidak terus terulang pada akhir nya saling rugi juga

    6
    2
    • 1 Mei 2021 - (21:59 WIB)
      Permalink

      Liatnya dmna ka, emang pernah ktemu, jpenjualan saya udah 6 bulan ini sangatlah menurun, memang saya teledor dan tidak pernah membaca info2 di shopee, sayapun jualan sudah sepi, karna terbatas tenaga juga jdi saya jualan kadang dropship2 dan jual2in punya orang lain dlu, dan habisin stock yg ada aja, kadang minta tolong adik saya juga, dlu sebelum hamil saya review sendiri untuk produk2 saya, tapi karna hamil jdi tidak memungkinkan dan akhirnya saya minta tolong adik suami saya untuk review, ia saya kurang hati2 tpi karna pelaku langsung menelpn dan kasih data2 yg benar tentang saya di shopee lalu tiba2 dapat sms otp juga dri shopee saya kira benar ..
      Sipelaku juga bahkan bilang “jangan beri tahu kode otp pda siapapun, termasuk kepada saya” selama ini saya juga di shopee cuman taunya transaksi jual beli saja, tidak pernah sedetail apa ngubek2 shopee. Yah minta do’a yg terbaik aja ka 😇

      2
      5
  • 1 Mei 2021 - (22:29 WIB)
    Permalink

    Hallo Temen2 mau share.Ada yg pernah Hitung Spaylater dan Spinjam Ngak.Ilustrasi Ya.Limit Spinjam 2 juta.Tagihan kita bulan ini dan bulan selanjutnya 1 juta.Bulan ini Kita Sudah Bayar tagihan pertama 1 juta.limit Spinjam kita sisa 0 rupiah.Kan tagihan bulan ini anggap kita ada bunga 200ribu.Menurut logika klu kita bayar 1 juta di kurangi bunga sisa 800ribu kan seharusnya limit yg kembali ke Spinjam kita.Tpi coba temen2 coba hitung2 lagi pembayaran SPAYLATER SPINJAM kita.Perhitungan ngak sesuai.Emang kita ngak pernah Perhatian soal pembayaran dan sisa limit.Saya Ada curiga.Karna Perhitungan kita Beda.limit saya yg masuk menurut perhitungan saya seharuanya emang 800ribu tapi malah 650ribu.Yg 150 kemana?Coba temen2 yg punya fasilitas SPINJAM atau SPAYLATER shopee.Di Hitung Baik2. Lihat sisa limit.Hitung Bunga bulan pembayaran Bulan ini.Dan Jumlah pembayaran Bulan Ini.Mohon di Perhatikan.Saya Kok Lihat ada Hal Perhitungan Yg janggal.Terima kasih.

    • 1 Mei 2021 - (22:47 WIB)
      Permalink

      Saya pernah hitung, tidak ada perhitungan yg janggal, karena data perhitungan sangat transparan dan sangat rinci, memang perlu waktu untuk mempelajari menu-menunya, dan awalnya memang cukup membingungkan.

      • 2 Mei 2021 - (06:00 WIB)
        Permalink

        nah ini yg mau sy tanyakan.. saya pikir spaylater dan spinjam itu mirip2 buat belanja aja trnyt yg spinjam bisa buat utang lwt bank.. spaylater jg cm 5jt, spinjam smp 85jt? untuk mengaktifkan jg perlu ktp dan foto selfie dg ktp.. haduh trnyt ga bisa dinonaktifkan jg ya.. ini perlu diubah kebijakannya kl emg niat ditutup stlh semua lunas harusnya bisa lah ditutup.

        • 4 Mei 2021 - (03:51 WIB)
          Permalink

          Fitnech itu bahaya, hati-hati !

          Saya biasanya menggunakan SPayLater sesuai namanya PayLater, jadi 1x bayar saja, misal order hari ini pakai PayLater, bulan depan bayar full, dengan biaya admin murah dan tidak beresiko, masih termasuk beli sesuai kemampuan.

          Kalau sudah cicilan 3x, 6x, 12x, itu beresiko tinggi dan mulai agak mahal biaya adminya.

          Kalau SPinjam saya tidak berani karena itu Pinjem Duit Bayar Duit, saya lebih mentoleransi Kredit Barang Bayar Duit meskipun sedikit lebih mahal, yg penting tidak duit ketemu duit, tapi barang ketemu duit.

          Kalau cuma belanja doang di Shopee bisa lah dengan mudah tutup akun Shopee lalu bikin akun baru, nah yg bermasalah soal ini adalah yg berjualan di Shopee, tidak semudah itu hapus akun karena ada pencapaian akun yg itu harganya mahal.

          Semoga kedepannya OJK meregulasikan Fintech bisa dinonaktifkan, untuk sementara ini jaga akun kita, jangan sampai kena phising.

  • 1 Mei 2021 - (23:00 WIB)
    Permalink

    SP ini menurut saya tidak relevan jika konteksnya korban dan sebagian komentator menyalahkan pihak Shopee, BCA, apalagi Kepolisian.

    Hati-Hati, takutnya akan muncul masalah hukum yg baru, karena kasus ini murni kesalahan korban yang dengan mudahnya bisa dihack menggunakan modus/metode Phising oleh si penipu. Ini pelajaran yg mahal sekali, saran saya untuk semuanya sebaiknya pelajari apa itu Phising, saya sebagai praktisi IT disini merasa pelu ngasih edukasi soal ini, agar tidak terjadi lagi masalah serupa.

    Memang korban tetaplah korban, tapi beliau adalah korban Phising yg dilakukan penipu/hacker tersebut, bukan korban sistem keamanan Shopee, dan BCA, bukan korban Fintech karena aktivasi dan pencairan yang Instant dengan persyaratan yg mudah, bukan juga korban kinerja kepolisian karena berbagai alasan pesimistik.

    Itulah sebabnya kenapa Shopee dan SPinjam tetap melakukan penagihan, dan ini menurut saya tidak bisa dicegah, karena ini kesalahan dan kelalaian korban sendiri.

    Untuk korban saya selalu kasih do’a terbaik, tapi saya harus netral dan bijak juga, bahwa SP ini tidak relevan ditujukan kepada Shopee dan BCA, apalagi merembet jadi menyalahkan kinerja Kepolisian, takutnya akan jadi masalah hukum baru loh ya.

  • 1 Mei 2021 - (23:04 WIB)
    Permalink

    Ini efek berantai dari lemahnya perlindungan data konsumen, terlihat itu pelaku sampai bisa nyebutin data2 pribadi korban.

    OJK juga payah, pengawasan buat hal yg konvensional kaya bank dll gitu udah oke, tapi sayang buat fintech dan layanan keuangan digital lainnya keliatan sangat lemah dan malah lebih sering bertindak setelah ada kasus.

    Proses verifikasi SPinjam yg terlalu mudah ini harus di evaluasi, apalagi itu pelaku mengajukan pinjaman dgn nominal sampai 54 juta kok bisa se-instant itu.

    • 2 Mei 2021 - (01:06 WIB)
      Permalink

      Mau diprotes gimana pun, itulah selling point fintech/pinjol, instant, gk ribet, syarat mudah,,, makanya mengerikan kalau akun kena hack, hati-hati.

  • 1 Mei 2021 - (23:59 WIB)
    Permalink

    Tidak masuk akal sudah spinjam limit 85 di kena tipu 54 berarti ada sisa ini limit 0,spinjam di cair kan ke saldo penjual dan pencairan saldo penjual pakai PIN yang tidak ada seorang pun tau

  • 2 Mei 2021 - (00:00 WIB)
    Permalink

    Coba di Cek ulang Pak Lukman.Ini saya Masih menunggu proses dari shopee.Di tunggu Hasil
    investigasiNya.Nanti saya Kabari.Mungkin teman2 bisa Di perhatikan.Sebelum Melakukan pembayar an spinjam.Lihat sisa limit.Jumlah pembayaran di potong BungaNya.Di tambah sisa limit apakan sesuai.

    • 2 Mei 2021 - (01:09 WIB)
      Permalink

      Saya tidak pakai SPinjam karena gk mau pinjam uang bayar uang, saya cuma menggunakan SPayLater yakni kredit beli barang, kadang semacam talangan misal bulan depan dibayar full tanpa cicilan (PayLater).

      Saya tidak berani pinjang uang berbunga di mana pun, tapi kalau kredit barang masih saya toleransi, karena barang dibayar uang, meski harga jadi lebih mahal, bukan uang dibayar uang.

      • 2 Mei 2021 - (15:56 WIB)
        Permalink

        @Lukmanul Hakim

        Anda perlu membaca lebih dalam lagi mengenai ShoppePaylater.

        ShoppePaylater pasti untuk beli barang bukan untuk beli uang.

        Dan banyak ustad ustad yang berkata terang terangan dan sangat jelas bahwa ShopeePaylater itu Riba’.

        Semoga anda tidak menipu diri pada pengetahuan anda yang jadul itu.

        • 4 Mei 2021 - (04:00 WIB)
          Permalink

          Saya memilih untuk tidak mendengarkan bacot Anda, karena Anda ini ngawur dari kemaren-kemaren, mudah memvonis orang lain, seandainya mediakonsumen punya fitur blacklist biar komentar seseorang tidak terbaca oleh saya.

          Kalau mau bawa-bawa ustadz, maka ustadz saya pendapatnya beda, kamu bisa apa ?, ustadz saya bilang barang ketemu duit tidak riba, meskipun harganya lebih mahal, karena itu menganut sistem dua harga, jika bayar kontan/cash harganya sekian, jika kredit lebih mahal. Berbeda dengan uang ketemu uang tapi ada lebihnya, atau padi/beras ketemu beras tapi ada lebihnya, itulah riba.

          Ini sama ketika kamu melihat orang sholat, lalu berbeda dengan kamu, maka tidak lantas langsung memvonis salah, misal kamu menganut pendapat sholat subuh tidak pakai qunut, lalu saya menganut pendapat sholat subuh pakai qunut, lalu kamu memvonis saya ahlul bid’ah.

          SPayLater itu ada dua fitur, yakni PayLater sesuai namanya, dan Kredit Barang dengan cicilan umumnya 3x, 6x, dan 12x. Saya menggunakan fitur PayLater, yakni 1x, beli hari ini, bayar bulan depan full lunas, itulah sistem dua harga, jika kontan sejak awal lebih murah, jika ngutang lebih mahal. Saya tidak pakai fitu kedua yakni cicilan kredit barang.

          Saya menghindari SPinjam dan apa pun yg modelnya minjemin duit berbunga, seumur hidup saya tidak pernah berhutang uang ribawi, saya merintis usaha wiraswasta dari nol pakai modal duit sendiri tidak berhutang kesana kemari apalagi berhutang di bank dan koperasi.

          Instrospeksi diri saja, jangan mudah memvonis orang lain, budayakan membaca, jangan terlalu cepat memvonis dan mengambil kesimpulan.

          • 8 Mei 2021 - (12:59 WIB)
            Permalink

            @Lukmanul Hakim

            Apa yang anda jelaskan memang terkesan ada benarnya, tapi itu menurut pandangan orang yang pengetahuannya jadul.

            ShoppePaylater Riba’ karena ada Bunga jika telat bayar.

            Contoh:

            1. Anda bisa Minum minuman keras tapi selalu berhati hati agar tidak mabuk.

            2. Anda bisa main Judi dan selalu berhati hati jangan sampai kalah dan jangan sampai merugikan banyak orang.

            3. Anda bisa selingkuh tapi jangan sampai ketahuan dan jangan sampai ada yang tidak senang dengan perbuatan anda.

            Semua itu bisa anda akal akali.

            4. Sama halnya saat ini, anda bisa bertransaksi dengan ShoppePaylater yang penting dibayar tetap murah karena pilih 1x bayar. Seolah tidak ada bunga dan seolah tidak merugikan siapapun termasuk anda.

            Semua yang Haram akan menjadi sah sah saja jika bisa di akal akali seperti itu.

            Tapi tahukah anda.
            Seharusnya anda bisa menjadi Contoh. Jangan sampai teman teman atau keluarga anda mencontoh perbuatan anda tapi mereka tidak bisa ‘berakal’ seperti anda itu.

            Meskipun anda bisa menghindari Riba’ dari sumber Riba’. Meskipun anda bisa menghalalkan dari apa yang aslinya Haram. Yang jadi penilaian adalah anda tetaplah sebagai bagian darinya.

            Contoh:

            1. Orang melihat anda alim tapi suka Miras, tidak ada gunanya anda memiliki skil untuk menghindari agar tidak mabuk, anda tetaplah kotor. Teman teman dekat anda pun akan ikut ikutan menganggap Miras Halal karena anda minum.

            2. Begitupun ShoppePaylater, orang yang kenal baik dengan anda dan menjadikan anda panutan bagi mereka, ketika anda terlihat memakai Paylater, mereka semua akan menganggap itu baik, dan mereka pun melakukannya.

            Tapi ya itu…. , mereka tidak berakal seperti anda dan mereka menjadi pe Riba’.

  • 2 Mei 2021 - (09:33 WIB)
    Permalink

    Disini saya hnya mngutarakan kejadian yg dimna ini menimpa saya. Saya lihat bnyak juga korban2 sbelumnya yg mendapatkan kasus sperti ini, cuman nominalnya tidak sbesar saya, sya tidak pernah mnjual iba, apa yg di tulis real bgitu adanya, memang sya tidak bisa meng ss pas transaksi berhasil sbesar 54 juta rupiahnya karna wktu itu akun shopee saya langsung dibekukan dlu oleh pihak shopee, tpi disitu ada mutasi lain dri bank BCA yg saya lampirkan, pda hari yg sama jam yg sama uang itu sama sipelaku langsung di tf kan lagi, pasti dgn nominal sgitu besar klaupun di ambil di atm pasti ada limit kan, klaupun di ambil ke bank psti ada mutasi, klau di tf kan lagi pasti beruntun kan kmna2nya, kalaupun pake data bodong/palsu, tetep aja pasti ada historynya uannya kmna .. cuman yg saya syangkan, dri pihak shopee, bank, dan kepolisian sangat lambat bahkan sama sekali gk di gubris, hnya2 iya2 dan saya menunggu kabar dgn sangat berharap kabar baik tpi tidak ada, dan malah mngulur2 wktu yg dmna kasus smakin lama di proses .. bayangin aj kalian harus membayar hutang 54 juta yg dmna kalian sama sekali gk pake uangnya, jangankan orang gak punya kaya saya, orang yg bnyak uangpun tidak akan terima dong, apalagi dgn uang sbanyak itu.
    Memang kelalayan saya, tpi tiba2 ada yg menelpn terus penlpn mnyampaikan data2 kita dgn sangat lengkap, bahkan mngetahui sedetail mungkin progres saya di shopee bahkan suami saya aja gk tau yg sehari2 sama saya, apa gk jdi terpicu .

    • 2 Mei 2021 - (15:49 WIB)
      Permalink

      @dian

      Uang 54 juta itu sudah dimakan Penipu.

      Mau tidak mau, uang itu harus diganti.
      Siapa yang harus menggantinya?

      1. Apakah Shopee?
      Shopee sudah melarang jangan kasih OTP
      2. Apakah Fintech yang menyediakan SPinjam?
      Fintech SPinjam sudah yakin bahwa anda yang minjam karena kode OTP sudah masuk.

      3. Yang Anda dong yang bertanggung jawab.
      Saat kejadian pemilik shopee sedang tidur lelap karena puasa, pemilik Fintech pun sama sedang tidur lelap.

      Anda tidak tidur, malah anda sendiri yang matanya melotot di tawari iming iming Cashback oleh Penipu. Dan memberikan kode OTP dari Penipu.

      Anda bingung, kode OTP yang masuk adalah dari Shopee asli karena ada riwayat kode OTP lainnya. Ya iyalah,,,Semua Kode OTP yang masuk pada hp anda itu ya memang dari Shopee asli, bukan dari penipu. Kode itu muncul ketika ada HP lain yang login ke akun anda.

      Jadi saat itu ada 2 HP yang login ke akun anda, HP penipu dan HP anda, makanya shopee kirim kode OTP agar anda tahu.

  • 2 Mei 2021 - (12:57 WIB)
    Permalink

    Laporannya langsung ke polda mba biar langsung dialihin ke bagian cyber crime dengan bawa bawa bukti chat dan bukti account shopeenya di print semua buat mempermudah

    • 4 Mei 2021 - (13:08 WIB)
      Permalink

      sabar y ka,saya jg mengalami hal yg sama…semoga Allah akan menggantikan dg rezeki yg lbh baik lagi.

  • 2 Mei 2021 - (13:30 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin kpd Mbak Dian. Maaf sebelumnya ya, yg jd penasaran saya bagaimana caranya si penipu bisa mengambil alih akun BCA mobile Mbak Dian ? Bukankah kode OTP yg Mbak berikan itu utk mengakses akun shopee,

  • 3 Mei 2021 - (19:12 WIB)
    Permalink

    Kalo saya perhatiin kayaknya yg kena tipu selalu yg mengaktifkan spinjam atau spaylater deh. Lebih baik di nonaktifkan aja, bisa jadi data pengguna bocor dari fintechnya.

 Apa Komentar Anda mengenai Sistem Pencairan Dana SPinjam?

Ada 124 komentar sampai saat ini..

54 Juta Rupiah Dana SPinjam Dicairkan oleh Penipu yang Mengatasnamakan…

oleh dian dibaca dalam: 2 min
124