Berat Paket Ditulis 300 KG, Saldo Penjualan Perdana Lazada Bukannya Bertambah, Malah Minus 89 Juta Rupiah

Dear Tim Lazada,

Saya Rosi Akbar, seller Toko Firza Grosir di Lazada dengan ID: IDJ2RB0J. Saya mendapatkan penjualan perdana di Lazada pada tanggal 28 Mei 2022, dengan nomor pesanan: 880480918868123 (7 pcs gamis, dibagi menjadi 5 paket) dengan total nominal Rp985.000:

1. Paket berisi 3 pcs gamis, nomor resi: JNAC-0028699427 (ONGKIR NORMAL)
2. Paket berisi 1 pcs gamis Jiran set, nomor resi: JNAC-0028699021 (ongkir 300 Kg)
3. Paket berisi 1 pcs gamis Kaliva set, nomor resi: JNAC-0028699119 (ongkir 300 Kg)
4. Paket berisi 1 pcs gamis Wenda set, nomor resi: JNAC-0028699297 (ongkir 300 Kg)
5. Paket berisi 1 pcs gamis Melia set, nomor resi: JNAC-0028699375 (ongkir 300 Kg)

Setelah paket diterima pembeli, saldo penjualan bukannya bertambah menjadi Rp985.000, tapi malah minus Rp-89.257.934.

Detail nominal pesanan

Setelah saya cek, ternyata berat produk yang saya jual tertera 300 Kg. Lalu saya menghubungi pihak Lazada dan disarankan mengisi form klaim ongkir salah input berat paket untuk menyelesaikan kasus tersebut. Saya sudah mengirimkan total 4x form klaim ongkir yang diberikan Lazada dengan mengisikan foto Tinggi, Lebar, Panjang dan Berat produk yang sesuai.

Ternyata dapat balasan email pengajuan klaim ongkir belum disetujui, karena alasan 1 SKU salah. Alasan kedua, foto lebar tidak sesuai. Alasan ketiga, foto berat tidak sesuai. Alasan keempat, toko diblokir. Jadi tidak disetujui proses klaim ongkir-nya.

Untuk pengajuan klaim ongkir ke-3 kalinya, saya mengisi form klaim ongkir kepada Lazada dan ternyata saya mendapatkan balasan email bahwa toko saya melakukan pelanggaran 48 poin dan toko akan diblokir. Saya sudah mengajukan banding kepada pihak Lazada, tetapi ditolak tanpa alasan. Pengajuan banding kedua juga sudah dikirimkan, tapi belum ada jawaban juga.

Apakah pengajuan klaim ongkir karena ingin meminta hak kita hasil penjualan merupakan pelanggaran 48 ??? Saya merasa dizalimi oleh pihak Lazada, karena proses pengajuan klaim bukannya dibantu, malah dipersulit.

Melalui Media Konsumen ini saya berharap agar Lazada dapat menyelesaikan kasus klaim ongkir dan membuka blokir kembali toko saya. Dari kelima paket, ternyata 4 paket yang selisih ongkir-nya sampai puluhan juta. Padahal beratnya 1 Kg dan logikanya paket isi gamis 1 pcs 1 Kg, bukannya 300 Kg.

Berat paket

Saya sudah meminta bantuan kepada JNE agar mengirimkan email perihal selisih/salah input paket yang harusnya 1 kg menjadi 300 Kg. Bukti berat paket hasil pengecekan ulang dari JNE sudah saya kirimkan ke Lazada. Namun pihak Lazada tidak ada tanggapan apa pun. Koordinasi via telepon dengan CS Lazada sangat sulit.

Bukti berat paket dari JNE

Saya berharap melalui Media Konsumen ini pihak Lazada dapat terbuka dan membantu menyelesaikan kasus saya ini. Kalaupun toko saya tetap ingin diblokir, saya memohon kepada Lazada agar saldo penjualan saya dikembalikan. Kalau tidak bisa dikembalikan, saya ikhlaskan dan saldo penjualan saya jangan sampai minus karena saya sudah rugi.

Saya penjual kecil di Lazada, yang baru mendapatkan orderan penjualan, tapi bukannya untung, malah rugi. Semoga Manajemen Lazada bisa membantu saya untuk menyelesaikan kasus klaim ongkir yang tidak sesuai dengan cepat dan baik sehingga terjalin kerja sama yang semakin baik antara Lazada dan penjual.

Rosi Akbar
Kota Cirebon, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Jualan online di Lazada:
[Total:263    Rata-Rata: 1.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

62 komentar untuk “Berat Paket Ditulis 300 KG, Saldo Penjualan Perdana Lazada Bukannya Bertambah, Malah Minus 89 Juta Rupiah

    • 11 Juni 2022 - (08:53 WIB)
      Permalink

      Kesalahan input berat paket dari seller,pas paket dalam perjalanan pihak ekspedisi JNE konfirmasi bahwa berat paket tertera 300 kg bukan 1kg dan sudah diganti menjadi 1 kg oleh JNE dibuktikan dengan adanya resi. Biasa klo di marketplace lain menggunakan satuan gram klo dilazada menggunakan satuan Kilogram. Kasus seperti ini sudah sering terjadi karena seller salah input paket. Begitu dapat info saldo minus,langsung menghubungi pihak Lazada dan disarankan mengisi form master klaim ongkir karena salah input berat paket. Tapi proses klaim ongkir ini selalu ditolak karena berbagai alasan sampai toko diblokir dianggap melakukan pelanggaran 48 poin. Mudah2n bisa menjadi pelajaran buat seller lain agar lebih teliti pada saat input berat paket produk di Lazada ? Karena satuannya Kilogram,beda dengan market place lain yg menggunakan gram. Kasus seperti saya,di media konsumen juga sudah pernah ada dan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Lazada. Semoga kasus saya juga bisa diselesaikan dengan baik dan cepat oleh Lazada. CS lazada sulit dihubungi,tidak seperti market place lain yang ada layanan CS via telpon. Melalui media konsumen ini semoga pihak Lazada bisa terbuka dan membantu menyelesaikan kasus saya ini dengan cepat.

      28
      1
      • 11 Juni 2022 - (18:19 WIB)
        Permalink

        Biadab kali…300kg setiap item jelas kesalahan dan sampai minus.

        Sudah begitu customer servis nya hina kali. Saya mau buka toko di lapak lazada jd berpikir 3x. Mending di lapak yang jelas saja deh. Drpd ada masalah tidak dibantu

        24
        • 12 Juni 2022 - (22:38 WIB)
          Permalink

          Biarpun penjual input berat 300kg
          Penjual sebenarnya tdk perlu nanggung ongkir,itu harus kita pahami jgn di akalin dari e-commerce, cuma tdk ada yg mau beli karena ongkir nya terlalu mahal, ini kasus nya aneh kenapa pembeli bisa cekout dengan ongkir normal

      • 12 Juni 2022 - (16:00 WIB)
        Permalink

        Dari pengalaman saya percuma hubungi cs lazada karena mereka gak bisa apa² cuma jawab chat doank gak bisa bertindak, gak akan ada penyelesaian kalo cuma lewat cs lazada.

      • 12 Juni 2022 - (22:19 WIB)
        Permalink

        Saya penjual dari Lazada juga bg
        Ini kasus nya aneh kalau salah input lebih berat itu pembeli yang bayar secara logika, kecuali penjual yg input berat lebih kecil tapi paket nya lebih berat dari yg di input,itu penjual yg nanggung selesih berat, kalau pun di timbang dan di ukur dari jasa pengiriman, kalau tdk di ukur atau di timbang jasa pengiriman penjual pun aman aman aja, kalau berat di input 300kg sebenarnya udah tertera ongkir yg di tanggung pembeli, otomatis pembeli pun tidak jadi, saya heran kenapa bisa berhasil pembeli cek out dengan ongkir yg normal, ini harus di tanyakan kepada psc Lazada, cuma psc Lazada kebanyakkan tdk propesional, apa yang di tanyakan jawaban nya tdk klop

      • 13 Juni 2022 - (11:54 WIB)
        Permalink

        Makanya jangan jualan di lazada dll deh kecuali tokped, tokped ud paling aman, dr segi penjual sampe pembeli pun aman, saya penjual di tokped dan sampe detik ini ga prnh ada masalah, PUJI TUHAN, dan sbg pembeli pun ga prnh ada masalah, walopun tokped harga lebih mahal ya dibanding lazada dll tp lebih baik mahal dikit tp puas drpd murah tp bermasalah

      • 19 Juni 2022 - (03:51 WIB)
        Permalink

        kalo udah kena 48 poin ga akan di aktifkan kembalia akun nya dan uang jadi punya lazada

    • 11 Juni 2022 - (13:29 WIB)
      Permalink

      Lazada seller semakin meresahkan , dana saya di tahan dari 1bln lalu tidak di bayarkan total saldo 5,871,000 .. laporan cs percuma seperti ngomong sama robot

      12
    • 11 Juni 2022 - (15:06 WIB)
      Permalink

      WKWKWK
      Bukan untung tapi buntung ini namanya
      Org jualan buat nambah saldo, om jualan buat minusin saldo
      Mending gak usah jualan ja bos, drpd jualan malah rugi 🤣🤣🤣

      6
      7
    • 11 Juni 2022 - (18:55 WIB)
      Permalink

      Lazada… Memang banyak error nya kalau berduet dengan JNE. JNE juga super bego alias karyawan nya. Mereka digaji dari hasil persenan yg sangat minim. Jadi biasalah kalau otak nya rada minus.

      2
      11
      • 11 Juni 2022 - (23:50 WIB)
        Permalink

        sdh di jelaskan oleh si penulis sendiri kalo dia yg salah input berat, knpa malah anda menyalahkan JNE!!! Kalo mau komen, pahami dl isi berita, jgn asal nulis. ID**T

      • 12 Juni 2022 - (11:50 WIB)
        Permalink

        Menjadi pelajaran buat semua seller, agar hati2 menginput semua data barang jualan. Kalau tidak yakin lebih baik tanya dulu.
        Karena pihak marketplace nya juga akan ditagih oleh pihak ekspedisi, bisa jadi dalam kasus ini proses penyesuaian tagihan ongkir dari ekspedisi ke mrketplace nya belum kelar, sehingga marketplace nya ndak mau menanggung kerugian itu karena memang bukan kesalahan mereka.

    • 11 Juni 2022 - (19:10 WIB)
      Permalink

      Komentar anda

      Mencerminkan isi otak anda.
      Apa hubungan nya.

      Salah input sama sekolah ?

      Kita salah dalam menginput data,
      Itu manusiawi boss..apa anda tidak pernah melakukan kesalahan selama hidup ?

      Yang penting semua informasi dan bukti2
      yang mengenai kesalahan input berat produk saat pengiriman semua nya sudah valid dan di publish.

      Saller juga melampirkan bukti data dari sistem internal expedisi yg bersangkutan,

      Data yg masuk ke sistem pihak expedisi
      1 kg, kenapa saller harus menanggung 300kg ?

      Yg perlu di waspadai justru pihak expedisi dan marketplace yg bersangkutan,

      Apa sedang
      Memanfaatkan keadaan dengan adanya kendala tsb ???

      • 11 Juni 2022 - (20:15 WIB)
        Permalink

        Sama seperti saya kasus seperti begini 2 tahun lalu karena seller baru dan kurang teliti dalam input berat barang seharus nya 100 gram terinput 100 kg / pc terus promo.free ongkir sehingga kena ongkir 45juta dan toko di blokir…tpi setelah kirim surat melalui media konsumen sebanyak 3 x akhir nya di tanggapin sama manager lazada dan di selesaikan dengan baik…penjualan di lazada di kembalikan…toko di aktifkan kembali dan ongkir di hapus….terima kasih semoga media konsumen semakin maju

      • 12 Juni 2022 - (18:17 WIB)
        Permalink

        Kan dari bukti penulis terlihat kalau ekspedisi sudah melakukan koreksi terhadap berat paket….. Jadi komentar anda : “Yg perlu di waspadai justru pihak expedisi dan marketplace yg bersangkutan,
        Apa sedang
        Memanfaatkan keadaan dengan adanya kendala tsb ???”
        Tidaklah tepat

        Memang benar kata anda….
        Komentar anda

        Mencerminkan isi otak anda.

    • 11 Juni 2022 - (19:35 WIB)
      Permalink

      Coba sy ikut jelaskan ya. sy sdh terjun dilazada hampir 5 tahun ini.

      Point pertama :
      Lazada menggunakan satuan kg contoh jika 300grm maka harus ditulis 0.3 kg
      ( Ini kesalahan seller, kurang teliti saat membuat SKU )

      Point kedua
      Lazada menyediakan promo bagi seller yg ingin membuat freeshipping / gratis ongkir. ada dua jenis Subsidi dan non subsidi perbedaanya.
      – Subsidi maka seller dapat membatasi total freeongkir yg dibebankan oleh seller
      Contoh : Beli 50rb freeongkir maksimal 7000
      – Non-subsidi maka seller menanggung semua ongkir yg dibebankan.
      Contoh : Beli 50rb freeongkir semua wilayah tanpa batasan / tanpa maksimal
      ( Kesalahan seller tidak menggunakan bats subsisi / motede pertama )

      Point ketiga
      Ongkir bisa membengkak
      Karena seller membuat promo freeongkir Non-subsidi / tanpa batasan, maka pihak csmtr tidak akan melihat ongkir itu. dan sya kira Cstemrnya juga masih awam / emang gak punya perasaan hehehe.

      Terahir – Nilai ongkir
      300kg x Item Produk x Kota tujuan
      Totalnya sperti diatas

      Jika melihat dari screnshot diatas, seller kurang teliti disaat membuat SKU / upload produk.

      Saran saya hub terus pihak PSC dan jgn melalukan transaksi apapun ditoko tersebt seblm semua klaim berhasil.

      12
      1
      • 11 Juni 2022 - (22:26 WIB)
        Permalink

        Sebagai Buyer saya pernah mengalami seperti point’ 3, karena merasa ada yg aneh dg potongan ongkir nya, kemudian saya konfirmasi langsung ke penjualnya.

  • 11 Juni 2022 - (10:56 WIB)
    Permalink

    Mungkin di lazada berat satuannya kilogram, sedang di marketplace lain satuannya gram, sehingga di marketplace lain berat 300gram, di lazada jadi 300kg, modar. Tp omong2 itu tetap salah dr seller yg kurang teliti. Coba tunggu komentar mardi.

    5
    2
  • 11 Juni 2022 - (11:53 WIB)
    Permalink

    LAIN KALI SEKOLAH YANG BENER, NGITUNG GITU AJA NGGAK BISA, KELIHATAN KALAU PERTAMA KALI JUALAN ONLINE

    1
    78
    • 11 Juni 2022 - (17:41 WIB)
      Permalink

      Yang ada anda yang tambah miskin dan mereka semakin kaya. Btw Lazada milik Alibaba perusahaan China sama seperti Tokopedia sahamnya juga dimiliki Alibaba dari China loh. Gak ada yang 100% Indonesia.

      3
      4
      • 11 Juni 2022 - (21:40 WIB)
        Permalink

        Ada mas. Blibli dia marketplace lokal yang 100 persen sahamnya warga indonesia dan belum campur tangan inveestor asing beda sama Tokopedia, Shopee, lazada. Karena di belakang blibli orang gudang garam dan bca. Pak Hartono. Makanya riset lagi 😁

        2
        4
        • 12 Juni 2022 - (18:19 WIB)
          Permalink

          Setau saya blibli bukan dimiliki grup gudang garam, tapi grup Djarum, BCA juga dimiliki bos grup Djarum

          • 12 Juni 2022 - (18:32 WIB)
            Permalink

            Iya itu maksud saya. Djarum. Bukan gudang garam. Maksudnya marketplace lokal yang dananya masih murni lokal belum campur investor asing kayak sebelah Shopee, tokped, Bukalapak, lazada.

      • 12 Juni 2022 - (06:38 WIB)
        Permalink

        Ngapain bawa2 China,aneh ini orang,
        Orang kl gagal move on,ya kayak gini
        Posting apa,loe komentar apa

  • 11 Juni 2022 - (12:18 WIB)
    Permalink

    Alhamdulillah sudah pensiun dari Lazada
    Jadi seller atau buyer udah ndk lagi.
    Pas jadi seller pasti ada aja jebakan Batman nya
    Kalo jadi buyer ada aja barang kualitas busuk nya dan semua ndk bisa di resolusikan via CS
    Goodby lazada

    17
    2
  • 11 Juni 2022 - (12:19 WIB)
    Permalink

    Manusia tak ada yang sempurna tapi kalo udah di klarifikasi dan banding yaa mbok dipikirkan ulang masak kirim 7 baju gamis ongkos kirimnya sampai 80jt!!!??? MIKIR 🤣

    14
  • 11 Juni 2022 - (12:36 WIB)
    Permalink

    Wkwkwkwk. Makanya pake si ijo punya karya anak bangsa. Togo. Klo ada masalah cepat ditangani. Si itu mah payah . Sengaja nahanin uang seller buat perputaran bisnis. . ketahuan mana perusahaan yg lagi masalah keuangan.

    3
    5
  • 11 Juni 2022 - (13:38 WIB)
    Permalink

    Saran jangan jualan di Lazada Kapok, gara2 Lazada saya kebelit hutang. Duit 80an jt balikinya di cicil . Mana modal hutang semua.
    6 bulan baru balik 5 jt.
    Kata PIC tunggu add On terus.
    Jualan disebelah saja tokped / shopee jelas

    16
    • 11 Juni 2022 - (16:29 WIB)
      Permalink

      Konyol sih klo banding salah ongkir ditolak .. Sudah jelas ada resi jne .. Artinya tagihan jne ke lazada ya sesuai berat real expedisi ..

      Buat seller .. Klo ditolak terus .. Sudah ikhlaskan saja .. Segera tutup toko .. Daripada nanti ada penjualan lagi malah dikredit buat nutupin minus mpe 89jt ..

      Asli parah tim pusat resolusi lazada..

    • 12 Juni 2022 - (07:29 WIB)
      Permalink

      ga jg mas … semua marketplace online rata2 hampir sama, mereka pnya sistem yg terus d update utk meminimalkan kenakalan seller dan buyer …. cara penanganan tiap masalah oleh CS tidak sama sehingga pasti akan memunculkan ketidakpuasan dan kepuasan karena CS tidak semuanya cepat memahami permasalahan yg disampaikan (jd sabar2 aja). CS dan teamnya kadang terbentur dg aturan2 yg ada sehingga perlu penanganan dr pihak management di atasnya dan itu hampir smua toko online menerapkan spt itu.
      Yg penting para seller lebih teliti dan berhati-hati utk tiap transaksi yg masuk. utk buyer pun hrs cermat dan waspada dg seller2 yg ada (lihat review2nya). Sy jg seller dan sy jg suka belanja d toko online dan pernah mengalami hal2 yg tidak mengenakan bahkan hampir tertipu, di blibli, d tokped, d shopee (baru2 ini).

  • 11 Juni 2022 - (15:00 WIB)
    Permalink

    @LazadaID
    Permudahlah seller, itu keterlaluan 4 artikel total 1.2 ton yang benar saja? Cepat revisi jangan mempersulit seller.

    • 11 Juni 2022 - (16:50 WIB)
      Permalink

      Yg masih tanda tanya adl terus pembeli tsb bayar ongkos kirim nya berapa itu?
      Biasanya kan di hitung per -kg juga kan

      • 11 Juni 2022 - (18:22 WIB)
        Permalink

        Seller ikut program gratis ongkir full ditanggung seller keliatan dari bukti fotonya, terus salah input (lihat aja total biaya pengiriman)
        Jadi udh salah input, eh sialnya ditanggung oleh seller sepenuhnya ongkir

  • 11 Juni 2022 - (19:13 WIB)
    Permalink

    SOP jasa krm max brp? setau sy 50kg. bukti dari jasa krm d perkuat lagi. jika masih tetap masuk 300kg dipastikan modus baru lazada tuk ambil uang seller. apalagi akun akan d blokir.

    • 11 Juni 2022 - (21:40 WIB)
      Permalink

      bukan modus tapi kelemahan sistem dilazada. berat berapapun sampe 1 ton juga tetap diterima sistem, dan CS lazada harusnya lebih bijak menanggapi komplenan si penjual

  • 11 Juni 2022 - (19:14 WIB)
    Permalink

    Kalau begini mikir seratus juta kali buat buka toko di Lazadut, bukannya bantu UMKM tapi malah mematikan UMKM, buat bapak2 disana, tutup saja izin Lazadut ini, bikin modar aja ini

  • 12 Juni 2022 - (05:03 WIB)
    Permalink

    Dilihat dari komentarnya malah pada ribut. Budaya lokal memang ga pernah ilang dari kehidupan nyata maupun dunia maya.
    Buat seller semoga menjadi pelajaran dan masalah cepat terselsaikan.

  • 12 Juni 2022 - (07:06 WIB)
    Permalink

    Harusnya lebih teliti lihat satuan berat dan juga jgn main pilih subsidi ongkir ditanggung penjual semua. Kalau kirim ke Papua/kalimantan apalagi di daerah pelosok apa gak habis dipotong ongkir

  • 12 Juni 2022 - (08:40 WIB)
    Permalink

    ya ini mah salah seller nya lah haha makanya teliti pas upload produk. di lazada satuan berat nya bukan gram tp kg. mungkin anda niatnya setting 1 gamis 300gr tp anda ga cek lg padahal satuan nya kg bukan gram. jd ya salah anda sih hahaha

  • 12 Juni 2022 - (12:14 WIB)
    Permalink

    Kok aneh, trus pembelinya bayar berapa?
    Ketentuan voucher gratis ongkir pun ada limitnya kan.
    Dari sudut pandang pembeli harusnya pasti harga pembelian akan tidak masuk akal kan? 🙂

  • 12 Juni 2022 - (15:00 WIB)
    Permalink

    Trus gmn kak solusinya, pihak lazada, masih belum ada tanggapan ?
    Bobrok kali sistem lazada ya…

    Spam up terus kak,,
    Perjuangkan hak nya kaka

  • 19 Juni 2022 - (03:49 WIB)
    Permalink

    awas bro kena penahanan dana di artikel di atas bro kena tahan dana padahal barang dia yang ilanh wkwwkwkwk

 Apa Komentar Anda mengenai Jualan online di Lazada?

Ada 62 komentar sampai saat ini..

Berat Paket Ditulis 300 KG, Saldo Penjualan Perdana Lazada Bukannya Be…

oleh Rosi dibaca dalam: 2 menit
62