CS Shopee Memaksa Saya Menerima Barang Palsu

Saya membeli gendongan bekas kado merk Ergobaby di Shopee. Sebelumnya saya tanya kepada penjual, apakah gendongannya asli atau palsu? Melalui chat, penjual menjawab bahwa gendongannya asli. Lalu saya beli gendongan tersebut melalui Shopee. Setelah barang sampai rumah saya, baru ketahuan barang tersebut palsu, bahkan untuk kategori barang palsu, kualitasnya barang yang paling rendah.

Saya komplain ke penjual, tapi karena penjual aji mumpung, dia tidak mau barang dikembalikan dengan berbagai alasan. Akhirnya CS Shopee menyuruh saya buat perbandingan dengan barang asli. Saya sampai beli gendongan Ergobaby yang asli, untuk membuktikan bahwa barang yang saya beli di Shopee palsu. Lalu CS Shopee menyetujui pengembalian barang ke penjual.

Saya tidak apa-apa-kan gendongan itu, hanya buka plastiknya karena disuruh CS Shopee untuk membuat perbandingan barang itu palsu. Selebihnya gendongan tersebut 100% kondisinya. Namun setelah sampai ke penjual, dia mengajukan banding lagi. Dibilang barang diterima acak-acakan. Yah bisa-bisanya penjual supaya dia dapat uang saya. Padahal itu dibuat penjual biar terlihat dramatis.

Yang lucunya, agen Shopee malah menyuruh mengembalikan barang ke saya. Jadi CS Shopee memaksa saya menerima barang palsu tersebut. Harga produk KW mungkin sekitar Rp150.000 dan saya membeli produk tersebut dengan harga Rp525.000.

Untuk nominal kecil saja CS Shopee tidak bisa profesional, bagaimana kalau nominal besar? Shopee tidak bisa memberikan perlindungan ke konsumen. Adik saya yang di luar negeri, kalau beli terus bisa buktikan barang itu palsu platform online-nya pasti langsung mengembalikan dana ke pembeli, karena di sana mereka mendukung hak cipta. Beda dengan Shopee yang mungkin malah memfasilitasi barang palsu dan tidak melindungi pembeli yang terkena penipuan seperti saya . Kode permintaan: 2211190G7AU9WF3.

Chotimah
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Pusat Resolusi Shopee:
[Total:279    Rata-Rata: 1.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

88 komentar untuk “CS Shopee Memaksa Saya Menerima Barang Palsu

  • 5 Desember 2022 - (17:40 WIB)
    Permalink

    Kalau ibu bisa benar2 membuktikan barang tersebut palsu, ibu bisa melaporkan pedagang tsb ke polisi.
    Delik aduannya adalah pemalsuan produk.
    Untuk shopenya ibu bisa adukan delik aduannya perlindungan konsumen.
    Nanti polisi yg ngatur pasalnya.

    86
    9
    • 5 Desember 2022 - (17:52 WIB)
      Permalink

      Ribet urusan sm polisi..wani piro..brg cmn 500rb..paling polisinya bilang ikhlaskan saja🤣🤣🤣

      43
      7
      • 6 Desember 2022 - (16:02 WIB)
        Permalink

        Di tokoed saya beli raket 800rb, pas barang datang saya komplain krn ada cat yg mengelupas, 3 hari kemudian uang saya di ganti (tidak full) oleh asuransi tanpa saya harus mengembalikan barang.

        • 7 Desember 2022 - (09:58 WIB)
          Permalink

          Tokped lebih aman daripada shopee.. di shopee banyak penjual yg menipu dan tetap dilindungi/ dimenangkan sama shopee nya

          10
          1
      • 6 Desember 2022 - (19:11 WIB)
        Permalink

        Ga bisa lapor ke polisi.
        Saya pernah ada kasus dikirimin barang kw. Seller ga ada itikad baik akhirnya coba lapor polisi.
        Pemalsuan produk tidak bisa diproses polisi karena saya bukan produsen atau pemegang merek. Yg berhak melaporkan adalah pemegang merek.
        Penipuan juga tidak bisa karena saya sudah terima barangnya dan membuktikan itu palsu harus ada surat keterangan dari produsennya.
        Aneh? Ya itulah pengalaman saya.
        Saya lapor di Tangerang kota.

        12
      • 9 Desember 2022 - (03:29 WIB)
        Permalink

        Antara ribet sama males beda ya, sebenarnya gak ribet bikin laporan ke polisi, asal buktinya kuat tindak pidananya jelas

    • 5 Desember 2022 - (18:58 WIB)
      Permalink

      Namanya juga online, 90% kebanyakan barang palsu, itulah karena masyarakat tergiur harga murah dan gak tau ternyata kw sekarang bisa mirip dengan yg asli, mau dari barang elektronik, aksesoris, obat, peralatan dapur dan lain nya, jadi lebih baik belanja offline dan akan tau kalau yg dipegang adalah original

      31
      39
        • 6 Desember 2022 - (05:34 WIB)
          Permalink

          Laporkan aja ke BPSK,setiap kabupaten ada bro,,perlindungan konsumen,,lasih efek jera

          9
          3
          • 6 Desember 2022 - (09:03 WIB)
            Permalink

            Beli online… Pilih aplikasi yg tokcer…. Tempat anda belanja sudah banyak komplainnya artinya Abal Abal.

            3
            1
      • 5 Desember 2022 - (22:00 WIB)
        Permalink

        argumenmu ga masuk akal, saya beli online selalu dapat ori kok, pernah beli senar gitar ngaku ori luar negeri, ternyata fake, karena saya bisa buktiin itu fake, jadi refund via tokped.

        5
        3
        • 6 Desember 2022 - (10:11 WIB)
          Permalink

          itu kan kata lo, bukti nya lo ngomong pernah dapat fake trus lu kembalikan dari Tokopedia, dasar anak buah ecoomerce lu!!

          7
          3
          • 6 Desember 2022 - (11:43 WIB)
            Permalink

            Saya ulangi lagi ya… Belanja online dan offline itu sama2 menuntut kejelian karena dari dua model belanja itu sama2 ada penipu dan barang palsunya.

            3
            1
        • 8 Desember 2022 - (06:11 WIB)
          Permalink

          Huh… Mmg di shopee banyak pelapak abal2… Tp ttp aja di save…. Giliran pembeli kena masalah… Yaah malah lebih condong ke seller abal3nya…, Toped kayaknya lbh aman…

      • 6 Desember 2022 - (00:41 WIB)
        Permalink

        ☺ kuno sekali pemikirannya. Online 90% palsu sedangkan offline 100% ori. Saya masuk swalayan yg cukup terkenal di Lumajang, lihat celana jeans Levi’s harga 100 ribuan sedangkan di Surabaya ada gerai Levi’s beli celana jeans milih yg termurah saja masih 500 ribuan. Itu sekedar contoh bahwa yg anda katakn itu absurd sekali karena baik online maupun offline tetap saja ada penjual barang palsu. Belanja online dan offline sama2 menuntut kejelian agar tidak tertipu.

        23
        5
        • 6 Desember 2022 - (04:15 WIB)
          Permalink

          Kalau ketipu barang offline dan gak lu komplain serta kembalikan maka lu yg go…##k , jadi lu bisa menilai diri lu sendiri ! , kecuali lu emang udah tau itu barang palsu trus lu beli, kocak ente!!

          6
          13
          • 6 Desember 2022 - (07:13 WIB)
            Permalink

            Belanja online pun kalau jeli lihat review pembeli lain, lihat reputasi toko, cermat membaca deskripsi barang, berpikir logis soal harga, ya bakal aman. Mau beli online atau offline sama2 harus jeli, sama2 bisa dibalikin (jika sesuai aturan), sama2 ada penipu, sama2 gak bisa dikembalikan kalau pembeli yg salah beli. Kata siapa beli barang offline bisa dikembalikan, gak pernah dapat struk yg ada tulisan ‘barang yg sudah dibeli tidak dapat dikembalikan’? Ya sperti yg anda bilang itu, butuh orang yg tidak bodoh buat belanja offline, pun sama untuk belanja online juga butuh orang pintar. Kalau klaim 90% belanja online itu barangnya palsu, itu baru kurang pintar. ☺

            12
            2
        • 6 Desember 2022 - (10:14 WIB)
          Permalink

          Barang offline bisa dipegang, diraba dan bahkan dicoba, jadi compare jauh sekali anda, kalau gak paham dunia jual beli dan asbun itu gampang sekali, lu beli headset di toko offline pasti dicoba, lu beli headset di online bisa dicoba gak? Dan kalau offline ternyata gak original tentu bisa di tuntut dan gak akan mungkin nipu kecuali toko nya mau di gerebek masyarakat luas, jadi pemikiran itu harus luas, kenyataan di online emang bnyk barang palsu karena betlomba harga murah, jadi pakai otak kalau ngomong!!

          6
          9
          • 6 Desember 2022 - (11:36 WIB)
            Permalink

            Anda pikir saya bocah ingusan yg tak punya uang? Di tokped saya sudah belanjakan ratusan juta jika diakumulasikan sejak pertama buka akun. Beli elektronik rumah tangga berkali2, hp puluhan kali, laptop beberapa kali, pc beberapa kali, dan lain2 ya gak pernah dapat barang palsu kayak klaim anda yg 90% itu. Laptop yg saya beli paling murah 6 jutaan, pc yg pernah saya beli 12jtan, pernah juga beli 3 unit seharga 36 jutaan, semua ori.
            Orang minim pengalaman belanja online macam anda ini saya rasa tidak layak memberi statemen mendiskreditkan belanja online, karena statemen anda tidak valid. ☺

            8
            3
        • 6 Desember 2022 - (12:19 WIB)
          Permalink

          Itukan kata anda, karena anda bukan siapa siapa pada setiap yg belanja di online, bukti banyak yg komplain, jadi anda merasa tua tapi punya statemen seperti bocah umur 10 tahun, itu sangat memalukan, apa hubungan kamu belanja ratusan juta dengan pengalaman orang yg membeli ditoko online dan Terima barang KW, anda bangga banggakan anda belanja banyak dan merasa paling hebaat.. dan itupun klaim anda sepihak yg gak perlu bagi saya, untuk mengatakan kepada setiap yg membaca bahwasanya harus hati hati dalam membeli di toko online karena barang tidak bisa di rasakan secara langsung, jadi tanggung jawab moral itu lebih penting daripada ocehan anak umur 10 tahun yg mikir nya merasa hebat beli banyak di online, itu urusan kamu!! Paham??? Apa mau berdebat secara bertemu kita?

          8
          8
          • 6 Desember 2022 - (12:33 WIB)
            Permalink

            Lha orang beli offline apa juga tidak banyak yg ketipu? Ngelantur anda ini. Mana ada tempat yg bersih 100% di dunia ini? Tempat yg terhormat pun masih ada kebobrokannya.
            Pengalaman saya belanja online itu mematahkan argumen anda yg menyebut belanja online 90% barang palsu. Anda beli barang baru di toko official ya terjamin orinya. Beda cerita kalau anda beli barang bekas. Teman atau kenalan saya pakai barang bemerek tapi palsu ya banyak, beli offline di toko non resmi. Menurut anda mereka gak meraba barangnya? Gak semua barang bisa anda bedakan dengan meraba, ada yg harus dicek via web. Kalau anda tidak punya pengetahuan lebih ya jangan belanja online, gampang kn?

            4
            3
          • 6 Desember 2022 - (12:36 WIB)
            Permalink

            Kalau anda pintar gak mungkin anda brani klaim belanja online 90% barangnya palsu, karena itu murni opini anda dan bukan fakta. ☺

            6
            3
        • 6 Desember 2022 - (12:50 WIB)
          Permalink

          Yg bilang 100 palsu siapa? Ocehan lu recehan banget, sok paham tapi umur 10 tahun lebih paham apa yg dikatakan orang, jadi mending belajar anda lebih banyak tentang jual beli dan makan garam dulu minimal 20 tahun, atau mau debat langsung, kirim WA lu, jadi gak ocehan sok paling paham biar paham beneran, yg bilang 100% siapa coba? Geli gw liat ocehan ocehan lu yg gak masuk akal dan gak masuk pembahasan yg telah ku tuamgkan

          2
          7
          • 6 Desember 2022 - (13:18 WIB)
            Permalink

            Baca lagi yg bener, saya hanya mengutip statemen anda yg bilang ‘belanja online, 90% kebanyakan barangnya palsu’, tidak ada satu pun saya edit statemen anda jadi 100%. Debat di sini saja, kenapa malu? Yg justru receh itu anda, pengalaman belanja online minim atau bahkan tidak ada, baru tahu keluhan MK perihal penipuan belanja online sudah brani memberi statemen tak berdasar. Belum pernah ya ke pasar beli bumbu dapur sekian eh setelah ditimbang ulang di rumah dapatnya tak sesuai? ☺. Saya rasa statemen saya yg menyebut penipu atau barang palsu selalu ada baik di belanja online maupun offline itu lebih valid ketimbang statemen anda yg bilang ‘belanja online, 90% kebanyakan barangnya palsu’.

            6
            3
        • 6 Desember 2022 - (15:44 WIB)
          Permalink

          Lo ngomong ajah udah ngelantur !! Apa hubungan nya belanja di pasar timbangan di curangin ama barang barang barang palsu? emang lo dikasih bumbu palsu gitu terus diam ajah cuma bisa ngegosip? Kocak kocak wkwwk, makanya kubilang belajar dulu yg benar baru komentar, bnyk di offline jual barang palsu sesuai kebutuhan masyarakat, tapi mereka tau kalau itu bukan original branded, dan langsung dicoba atau di pegang, kalau online yg kukatakan lu simak baek baek, di online dikatakan barang oroginal tapi sewaktu nyampai barang palsu, kenapa gak jujur yg jualan? Karena kalau jujur barang nya gak akan laku cuk, makanya paham dulu kenapa jualan di online perang harga, official itu cuma barang barang tertentu boss, persentase nya terlalu sedikit dibanding barang yg dibutuhkan banyak saat ini, dan kenyataan nya sebagian besar masyarakat belanja bukan di toko official, yg jualan di online walaupun punya toko offline dengan barang yg asli tidak akan berani jual barang original di toko online karena untung nya hanya 1,2 ribu rupiah, makanya jauh lebih menguntungkan jual barang barang KW dengan merek yg sama, paham ente!? jadi pahamin apa yg dikatakan orang, ingat gak ada hubungan ama beli bumbu dipasar dan timbangan dikurangi, kecuali barang nya palsu, yg dijual tanah terus dibilang bumbu dapur wkwkwk

          1
          8
          • 6 Desember 2022 - (16:04 WIB)
            Permalink

            😅 payah, perusahaan besar contohnya dell, lenovo, samsung, xiaomi, oppo, dan lain2 itu juga buka lapak online sperti di tokped dan kawan2 bosku. Tapi dijelasin sperti apapun orang sperti anda ini ya sulit mengerti. Pokoknya anda jangan sok2an deh karena pengetahuan anda masih minim perihal market place. 🙏

            5
            3
          • 6 Desember 2022 - (22:38 WIB)
            Permalink

            Betul itu. Saya pun GK pernah belanja di online krna psti kecewa

            2
            2
        • 6 Desember 2022 - (17:58 WIB)
          Permalink

          Lu kira barang barang kekebutuhan masyarakat cuma itu doank? Ini ni yg gak paham seolah olah paling paham, lenovo, samsung, xiaomi itu emang kebutuhan yg di beli oleh puluhan juta orang setiap hari gitu? kocak bener kocak bener, makanya akun suruh belajar lagi, malah ngeless, coba sebutin berapa persentase kebutuhan yg dibeli masyarakat dibanding persentase brand yg kamu bilang tadi, coba sebutin

          5
          6
          • 6 Desember 2022 - (18:23 WIB)
            Permalink

            Kita bicara pembuktian omongan anda tentang 90% barang online itu palsu, toko offline gak akan berani jual barang ori smisal dia punya toko online karena untung 1,2 ribu, eh sekarang ngelantur minta persentase konsumsi masyarakat. 😅
            Anda lihat saja contohnya tokped, sudah diunduh lebih dari 100 juta kali artinya sebanyak itu orang yg sedang atau pernah pakai tokped. Itu baru tokped belum yg lain. Adik saya jualan pakan kucing dan perlengkapan hewan peliharaan, bisa beli rumah, mobil, motor, dll. Yg dijual pun barang ori sperti yg diiklankan. Misal dia ambil merek A dari distributornya, lalu dijual lagi. Kemana saja anda hidup selama ini bosku. Untuk orang yg sehari2 sibuk kerja di kantor, adanya toko online itu sangat membantu. Saya beli coklat, brem, bahkan bakpau saja online bosku, smuanya ori tidak sperti klaim anda itu😅

            5
            2
        • 6 Desember 2022 - (19:12 WIB)
          Permalink

          Ngomong pakai data!! Bukan asumsi anda, kocak lu kira barang barang cuma yg anda beli ajah dijual ditoko online… Wkwkk, dasar byocila, ngawur nya parah, gak guna juga ladenin pemikiran anda yg aneh itu, buatlah gak 90% palsu, tapi omongan anda ngelantur, perbandingan nya data cil

          2
          6
          • 6 Desember 2022 - (19:26 WIB)
            Permalink

            Justru anda yg dari tadi ngomong berdasar asumsi.

            4
            3
          • 6 Desember 2022 - (19:50 WIB)
            Permalink

            Tunjukkan saja bukti barang online itu 90% pasti palsu. Logikanya kalau market place itu barangnya 90% palsu, negara sudah memberangus semua toko online itu. 😁

            6
            3
        • 6 Desember 2022 - (19:24 WIB)
          Permalink

          Dengar ya,konsumen Indonesia itu kebanyakan tidak membaca syarat dan ketentuan yang berlaku di dalam marketplace. Apalagi jika dilihat secara kasat mata soal barang yang ada di marketplace. Barang yang ditawarkan itu wujudnya virtual dan pembeli hanya mengandalkan rekomendasi berdasarkan komentar,
          itu menjadi potensi makanan empuk bagi toko online di marketplace untuk mengakali konsumen konsumen, dan banyak dari mereka hanya ingin membeli dengan harga yang murah karena toko official pasti lah jauh lebih mahal dari toko biasa, hal umum itu pasti terjadi dari beli sparepart, aksesoris, baju, peralatan rumah tangga, peralatan kantor dan jutaan macam barang yg ada di e-commerce, dan itu adalah kenyataan, bukan asumsi seperti anda katakan, paham?

          2
          7
          • 6 Desember 2022 - (19:45 WIB)
            Permalink

            Omongan anda itu tak ada yg relevan dengan dunia belanja online. Wajar sih karena anda tidak pernah tahu apa itu market place, dan anda tidak pernah belanja online. Yg anda bilang itu mayoritas bukan fakta melainkan opini anda dari desas desus di kalangan masyarakat yg tidak bisa atau takut belanja online. Anda tanya keaslian produk yg dijual online, saya jawab, tapi anda menampik dengan mengatakan kebutuhan orang tdk hanya itu. Giliran saya tunjukkn data unduhan tokped anda bilang itu asumsi. Lha anda ini apa tdk punya hp kok masih sangsi, kan tinggal buka play store atau app store kan kliatan tuh jumlah pengguna aplikasi belanja online.
            Untuk harga official store ya memang sedikit lebih mahal dibanding yg tdk official tapi itu pun cuma sedikit sekali selisihnya. Sama halnya di offline itu bengkel resmi dan bengkel biasa, part di bengkel resmi sedikit lebih mahal dari bengkel biasa, tergantung buyer mau beli dimana.
            Sedang kalau di dunia online anda bli dimanapun bebas karena yg penting adalah garansi. Kalau belinya barang bekas seperti penulis itu dimanapun baik online atau offline sama2 beresiko, karena butuh perjanjian di awal jika barang tdk sesuai maka boleh dikembalikn. Masalahnya tidak semua barang bisa diidentifikasi dengan mudah keasliannya hanya dengan diraba seperti yg anda bilang. Di offline pun juga banyak yg ketipu barang palsu krn minimnya pengetahuan. Jadi masalahnya bukan kok antara bisa nyentuh barang dagangan atau tidak tapi pengetahuan tentang produk itu yg terpenting. Dan pengetahuan anda, maaf, sangat minim tentang produk.

            7
            3
          • 6 Desember 2022 - (21:14 WIB)
            Permalink

            Saya sering beli di toko non official, lebih murah dari official, ya hanya terpaut puluhan ribu, tapi barang ya ori. Berapa kali beli hp di non official ya aman semua hp nya hingga hari ini. Tidak cuma 1 atau 2 unit, saya sudah beli puluhan unit, dan tidak ada keluhan perihal tidak ori dari keluarga atau kolega saya. Dari segi harga antara official dan non official itu cuma terpaut maksimal 200 ribuan. Ya tinggal pertimbangan konsumen saja mau beli dimana. Yg jelas online mayoritas lebih murah daripada offline itu fakta. Ini contoh lagi, bulan lalu saya tanya Vivo T1 5G di konter harganya 3,4 juta sedangkan official tokped ada di harga 3,2 juta. Ternyata konter itu masih pakai harga launching dulu, sedangkan Vivo di market place sudah menurunkan harga. Ini Vivo official yg ada di tokped loh, bukan abal2, garansi bisa dicek via web. Karena dua2nya asli maka tinggal pembeli pilih mana, beli di konter harga lebih mahal tapi barang langsung bisa dipakai, sementara beli online barang lebih murah tapi masih nunggu beberapa jam atau beberapa hari tergantung estimasi lama pengiriman kurir yg dipilih.
            Sekedar info nih untuk anda, sekarang vendor penyedia barang itu ada yg lebih memfokuskan satu atau beberapa produknya untuk hanya dipasarkan melalui online. Kalau sperti ini tentu offlinenya akan jadi mahal. Taktik ini digunakan untuk memangkas biaya operasional, umumnya terjadi pada produk2 entry level alias barang yg sangat murah dibanding produk lain yg serupa. Ini sekaligus menyanggah pernyataan anda yg bilang penjual tidak mungkin jual barang ori secara online karena untungnya hanya 1,2 ribu. Vendor besar jual online untuk menekan biaya operasional agar dagangannya bisa dijual semurah mungkin dan laku semaksimal mungkin, apakah mereka profit? Tentu, kalau tidak profit ya gulung tikar mereka.

            7
            4
      • 6 Desember 2022 - (03:59 WIB)
        Permalink

        Klo diya buka toko pisik juga bukanya itu offline juga jadi dia buka toko online dan offline nah loh 🗿
        Emang harus di cermati ulang lebih dalam level dan sebagainya sama tidak sama Poto atau video orinya baru beli dah, jng kata penjual atau tulisan ORI nanti ketipu

      • 6 Desember 2022 - (09:08 WIB)
        Permalink

        Omen, anda ada masalah apa sih? Tiap komen suru orang beli offline, anda hidup seperti dijaman purba saja. Banyak orang yg tidak sempat belanja offline karena berbagai alasan.
        Coba lain kali kalau anda komen pakai narasi yang lain, jangan selalu komen dengan suru orang belanja offline

        10
        • 6 Desember 2022 - (09:10 WIB)
          Permalink

          mungkin toko dia pada di ban kali di online / marketplace 🙂 mungkin yaaaaaaa

          • 6 Desember 2022 - (11:51 WIB)
            Permalink

            Masa sihhh..berarti ANDA..harus lebih BANYAK BACA DESKRIPSI dan Koment pembeli .

            Barang online itu asiknya harga lebih murah dibanding offline..

            3
            1
      • 6 Desember 2022 - (09:23 WIB)
        Permalink

        Anggapan macam itu tidak selamanya benar.
        Buktinya aku sudah puluhan kali belanja online barang sesuai harapan.

        • 6 Desember 2022 - (20:57 WIB)
          Permalink

          Betul pak, Apalagi untuk elektronik (TV, Laptop, HP, Sound system)….. asyik beli online. Browsingnya lewat desktop (bukan HP), bisa browsing sana-sini. Sambil ngopi ngudut bisa cari di media teknologi untuk review tipe produk… reviewnya relatif lebih objektif karena di-review dari sisi fitur teknologinya (bukan dari sisi penjual).

          Cari perbandingan harga di marketplace, pilih tokonya… sambil comot pisang goreng eksekusi dah tu barang…. Apalagi kalo di Jakarta, kurir pilih Instant… Tunggu dah tu barang sambil udut sebat lagi…. 🙂 yang dateng dijamin Brand New In Box… benar2 masih perawan, segel pabrik… tokonya aja belum buka tu barang…. makjos… garansi resmi… lengkap dah… 🙂 🙂

          Beli offline???? muter2 keliling Mall…. pusing….. mumet….. betis gempor….. muter2 cari parkir… pulang kena macet…. 🙂

          3
          1
    • 5 Desember 2022 - (22:06 WIB)
      Permalink

      Yg ribet si penulis artikel, penjual yg nakal aplikasi shopee nya yg disalahkan, lain kali jeli sebelum membeli barang lihat dulu tokonya rating dan ulasan,

      4
      25
      • 6 Desember 2022 - (09:25 WIB)
        Permalink

        Maaf Shopee sebagai yang menaungi seller memang harus ikut bertanggung jawab.
        Tidak bisa lepas tangan dengan masalah yang timbul.

        6
        1
    • 5 Desember 2022 - (23:20 WIB)
      Permalink

      Gak usah dikit2 polisi. Polisi kasus penipuan gede aja gak mau urus kalo blm viral kayak IPB apalagi urus kasus beginian orang biasa. Capek ati dan buang waktu

      8
      1
    • 6 Desember 2022 - (02:24 WIB)
      Permalink

      Aduh motor hilang Aja lapor police wakanda disuruh iklas..emang lagi banyak pencurian jaga barang masing masing lalu dikasih Surat kehilangan …..

      7
      2
    • 6 Desember 2022 - (14:14 WIB)
      Permalink

      Terima kasih untuk semua yang sudah merespon keluhan saya..hari ini pihak shopee telah menghubungi saya dan menjanjikan pengembalian 50%..dan berjanji akan memperbaiki sop tentang pengembalian barang dan barang palsu,semoga kedepannya pihak shopee belajar dari kasus ini dan lebih melindungi konsumen apalagi dengan bukti2 yang kuat, dan semoga tdk terulang lagi. Sehingga meningkatkan celah untuk penjual2 nakal.

      7
      1
    • 7 Desember 2022 - (01:45 WIB)
      Permalink

      Gampang emg bg klo cm lapor2.. Kenyataannnya di lapangan di usut beneran kgk? Itu uang 500rb an klo perlu jd jutaan buat lapor sana sini, saat ini mngkin solusi terbaik di viralkan begini saja.

    • 7 Desember 2022 - (19:44 WIB)
      Permalink

      Saya juga pernah ketipu belanja online di salah satu e-commerce terkenal, saking jengkelnya saya lapor ke pulisi tapi ketika lapor mereka bilang ada UUD baru kalau kasus penipuan min 3jt baru bisa di proses luar biasa sekali jawabannya seakan akan saya ini bodoh, saya gak mau debat sama oknum percumah kemudian saya pulang & saya gak pernah lagi belanja online di e-commerce itu sampai sekarang mungkin udah 3th.

    • 7 Desember 2022 - (20:10 WIB)
      Permalink

      Hari gini percaya Shopee musyrik… Aq 2 kali kena tipu n 2x juga malah akunq yg diblokir…

  • 5 Desember 2022 - (19:14 WIB)
    Permalink

    Sebetulnya agak mencurigakan sih gendongan bayi merek itu kan harganya 2-3 jutaan tapi “cuma” dijual 500 ribuan dengan embel-embel bekas kado. Sebetulnya ada kok produk sejenis seharga 500 ribuan dengan kualitas baik meskipun minim fitur (yang utama bisa buat gendong), apalagi ini barang keperluan bayi yang masa pakainya cuma 2-3 tahun. Tapi kembali ke TS lah wong duit duitnya TS.

    Barang mahal lebih nyaman beli offline. Semoga sih ada tindak lanjut yang jelas dari pihak Sopi, meskipun dari kasus yang sudah-sudah marketplace ini sepertinya kurang tanggap dengan keluhan pelanggan.

    20
    • 5 Desember 2022 - (21:42 WIB)
      Permalink

      Soalnya embel2 bekas kado kak dan lagi bu alias butuh uang dan meyakinkan klo ada pembelian di mothercare..
      Dan saya percaya aja karna transaksi di shopee jadi klo saya ditipu bisa minta perlindungan shopee..eh ternyata boro2 dilindungi banding dengan bukti2 kuat tetap kalah saya kak,

      8
      4
      • 5 Desember 2022 - (23:20 WIB)
        Permalink

        Lebih baik, vidio in saat pengemasan barang retur kak. Mulai dari awal sampai selesai packing.

        Temen ku dulu juga gitu. Difitnah oleh penjal katanya barang yang di retur tidak sesuai. Beda baeang gitu. Cuman temenku menang banding karena dia punya vidio saat packing barangnya. Dari awal masukin barang sampai selesai paketnya tersegel rapi

      • 5 Desember 2022 - (23:23 WIB)
        Permalink

        Sebutuh butuhnya orang butuh uang pastinya gak dijual jauh harganya, dikarenakan mending pinjol dulu baru jual barang buat nutupin utang pinjol.
        Lain kali hati hati aja kalau belanja, apapun embel embelnya kalau udah jauh banget harganya mending jangan.

      • 8 Desember 2022 - (12:49 WIB)
        Permalink

        Terima kasih untuk teman2 yang sudah merespon keluhan saya saat ini permasalahan dengan shopee sudah selesai dan shopee berjanji akan memperbaiki menjadi lebih baik lagi.

    • 6 Desember 2022 - (13:27 WIB)
      Permalink

      Maaf kak gendongan kayak gitu emangnya fiturnya banyak banget ya? Istri saya beli merek cuddle me m-shape atau apalah itu (agak lupa) yg harganya 600 ribuan waktu ya cuma bisa gendong depan atau belakang, ada saku, busanya tebal, gak ada yg spesial. 😅

      • 8 Desember 2022 - (08:31 WIB)
        Permalink

        Maaf sepengetahuan saya untuk gendongan ergo baby itu diatas 2jta untuk kategori ori, saya pernah beli ergo 360 thn 2016 diharga 450rb dan saya tau itu KW tp cukup kokoh dan baik jahitan.

  • 5 Desember 2022 - (21:37 WIB)
    Permalink

    Kalo aku sih d awal udah curiga dengan harganya, meskipun bekas kado juga
    Aku tahu itu barang harganya mantep
    Pernah beli buat kado juga soalnya,

    • 5 Desember 2022 - (21:53 WIB)
      Permalink

      Sudah turun harganya kak..kmrn saya beli di official store blibli cuma 999.000..bahkan saya cek di official store ergobaby malah turun jdi 799.000 di tokped sama shopee 2 hari lalu..

      1
      1
      • 6 Desember 2022 - (00:28 WIB)
        Permalink

        Sudah lumayan terjangkau rupanya ya
        Dulu kira-kira 1 tahunan llu masih 1,5an kalo gk salah yg tipe omny atau apa gt
        Kalo sekarang d Harga 700-900an dan ada yg jual 500k dengan embel-embel bekas kado seperti nya rasa kecurigaan sangat minim..

        4
        1
  • 5 Desember 2022 - (23:04 WIB)
    Permalink

    sulit semua marketplace pada melindungi dan memenangkan seller penipu alias seller KW saya pernah ngalamin kejadian persis seperti anda tapi kebetulan produk yang saya beli adalah obat dan tinta yang obat saya klaim palsu sama saya kasih bukti no BPOMnya gak terdaftar untung bisa menang uang kembali yang tinta saya kasih bukti kalau bukti scannya palsu tapi tetep aja kalah gugatan katanya kardus sudah dibuka la orang mana asli atau palsunya kalau gak dibuka isinya

    8
    1
    • 6 Desember 2022 - (00:12 WIB)
      Permalink

      Saya juga sudah buktikan itu barang palsu dengan scan barcode..tapi penjual menolak dengan alasan saya sudah membuka plastik..inilah celah yang dipakai penjual barang palsu untuk memenangkan gugatan dan anehnya cs shopee mendukung cuma karna buka plastik,jadi cape2 membuktikan barang palsu ga dianggap pokoknya. Penjualan barang palsu tapi dibilang original kan merugikan konsumen. Harusnya YLKI harus awasi platform2 online yang kaya gini. Tdk ada perlindungan untuk pembeli

      8
      2
      • 6 Desember 2022 - (07:00 WIB)
        Permalink

        lucu sekali kalo sekelas shopee terima alasan ngeles penjual menolak dikembalikan karena alasan sudah buka plastik. jadi setiap penjual kalo mau jual barang kw, cukup bungkus plastik rapi, ngaku asli terus kalo dikomplain barang kw, cukup ngeles ga bisa dikembalikan karna sudah buka plastik. apa shopee mau memberi celah bagi pedagang yang mau melakukan penipuan barang kw?

        7
        1
      • 6 Desember 2022 - (08:30 WIB)
        Permalink

        gak ada cara lain satu2xnya cara buat database nama toko yang jual barang kw blokir chat sama tokonya jangan pernah belanja di tokonya lagi | kalau alasannya seperti itu bisa menang terus penipunya

      • 6 Desember 2022 - (09:12 WIB)
        Permalink

        Wah aneh bngt kalo pembeli dipaksa terima barang palsu yg sblmnya diklaim asli. Memang kalo soal jaminan barang asli di blibli lbh oke, kalau misalnya ada indikasi palsu, lapor dan minta retur, nanti dr pihak blibli yg akan cek apa benar sudah sesuai klaim pembeli. Dan setau sy sebagai seller di blibli, ada SPK yg salah satunya mengatur larangan menjual barang tiruan atau palsu, kalau terbukti toko langsung dibekukan.

        • 6 Desember 2022 - (09:15 WIB)
          Permalink

          semua marketplace juga sama kok, jika pihak yg dirugikan bisa membuktikan kerugian nya

          • 6 Desember 2022 - (09:20 WIB)
            Permalink

            Ya, tp setau sy cm di blibli yg pembeli dan seller gak perlu repot membuktikan klaim, karna pihak blibli yg akan cek sendiri. Beberapa kali ada pembeli yg sok tau blg produk yg sy jual KW, trs minta retur, setelah sampai di blibli, klaim ditolak karena produk sudah sesuai.

          • 6 Desember 2022 - (12:13 WIB)
            Permalink

            betul, berdasarkan pengalaman saya, proses pengembalian yang paling tidak ribet itu di blibli, makanya kalo belanja elektronik, saya lebih sering di blibli walau harga emang lebih mahal dibading market place lain.

  • 6 Desember 2022 - (00:42 WIB)
    Permalink

    Haloo shope, mending pake Gestun aja limit nya kalo buat beli barang yg mahal² mikir² dulu deh , pernah kena juga beli hp taunya rusak pengembalian barang ribet cs bukan nya dukung malah bantu penjual yg jelas² nipu ,dah lah

    4
    2
  • 6 Desember 2022 - (00:44 WIB)
    Permalink

    Semoga cepet dapet tanggapan dari shope nya biasanya lebih di perhatikan kalo ada masalah terus di up ke mk

  • 6 Desember 2022 - (01:29 WIB)
    Permalink

    Beberapa hari lalu beli sandal Pakalolo yg biasanya 200an ribu, beli 2 pasang harga 400 ribuan, pas datang, Saya unboxing, dan ternyata yg datang sandal Pakalolo palsu,
    Saya komplain dan kirim balik dan packingnya Saya juga videokan pas dimeja CS JnT (ya membungkus didepan CS JnT) karena banyak Seller Br3n9s3k di E-commerce, penjual tidak berkutik alhasil uang Saya di refund 100% oleh tokopedia….

    6
    1
    • 6 Desember 2022 - (08:30 WIB)
      Permalink

      Ini brand kan ya? Emangnya gak ada toko resminya? Saya di Lazadut kalau barang agak mahal selalu beli di LazMall jaminan ori, karena kalau ada produk palsu dari LazMall pasti langsung ditindak tegas oleh Lazadut, lagi kok bisa sih banding tokonya diterima? Kan sedari awal toko sudah salah ya harus tanggung jawab, udah gitu di awal sopinya kan sudah tahu bahwa produk yang dikirimkan palsu, harusnya opsi banding untuk penjual sudah tidak ada dong apalagi pembeli sudah membuktikan, jadi percuma banget itu disetujui dikembaliinnya wkwkwk tapi saya gak tau sih seperti apa sopi, soalnya gak pake, jadi gak bisa komen lebih lanjut, kalau memang buntu juga dan tetap ingin ditindak lanjuti dan sopi udah gak peduli ya ke polisi

      • 6 Desember 2022 - (08:52 WIB)
        Permalink

        Lazada juga banyak barang2 bajakannya kok.. pernah beli dompet kulit, tulisannya diskon dari 450rb jadi 125rb.
        Yg datang dompet kulit kayak yg dijual di pinggir jalan seharga 25rb an dan gak sesuai dengan foto di halaman produknya

        4
        1
  • 6 Desember 2022 - (08:50 WIB)
    Permalink

    Ini saya bingung.
    Seller bilang barang masih segelan, tapi disuruh liat detailnya di halaman produk. Itu artinya ada foto produknya bukan foto kotak kemasannya aja khan?
    Kalau benar begitu, berarti dia pernah membuka segelnya dong..
    Atau seller asal comot menggunakan foto dari sumber lain ya?

    Entah siapa yg salah apa seller yg gak jujur atau buyer yg kurang teliti.

  • 6 Desember 2022 - (09:03 WIB)
    Permalink

    Lagi lagi si oren, bosen deh. Kebanyakan si oren ngebela seller drpd konsumen. Dapat cuan kan dr seller. 👎👎😅😅

  • 6 Desember 2022 - (11:56 WIB)
    Permalink

    Masih pakai shop##?? Banyak penipu memakai celah dishopxx karna CS nya bod#h semua… sy pernah ngalamin hal yg sama.. dan udah jelas bukti semua ada masih saja memenangkan penipu… akhirnya sekarang sy cuma pakai toko ijo utk cari kebutuhan apapun

    2
    1
  • 7 Desember 2022 - (07:27 WIB)
    Permalink

    Tapi emang kok aplikasi belanja paling busuk diantara yang lain ya shoope ini, seller yg ada disana juga menurut saya gakbener, kejadia. Sama kaya saya beli celana antara gambar sama yg datang gak sama..padahal sebelom cekout udh nanya ama penjualnya ybs bilang di note aja..eh datang beda komplain gak disetujui…fixed delete aplikasi ini

 Apa Komentar Anda mengenai Pusat Resolusi Shopee?

Ada 88 komentar sampai saat ini..

CS Shopee Memaksa Saya Menerima Barang Palsu

oleh Chotimah dibaca dalam: 1 menit
88