Kekecewaan Terhadap Penanganan Kasus Pengembalian Barang oleh Shopee Sudah 2 Bulan Belum Selesai dan Berimbas Pada Pembayaran Shopeepaylater Saya

Salam Hormat,

Tulisan ini adalah lanjutan dari penanganan kasus pengembalian barang oleh Shopee yang belum juga selesai, sebelumnya saya lampirkan tulisan pertama saya mengenai kasus ini:

Saya membeli monitor AOC 16T2 di Shopee, dengan nomor pesanan: 221027GXFVC0FJ di toko DBKlik Indonesia, karena saya lihat ratingnya baik. Akhirnya saya membeli dengan harga Rp3.500.000. Butuh waktu 1 hari agar produk sampai ke rumah, dan produk itu sampai tanggal 29 Oktober 2022 sore hari.

Ternyata barang yang saya beli ternyata ada cacat pada magnet case-nya, dan pada saat dikembalikan oleh pihak penjual dinyatakan bahwa saya merusak segelnya. Lalu pihak Shopee memperbolehkan untuk mengembalikan barangnya kepada saya secara sepihak tanpa adanya konfirmasi dari saya. Padahal yang saya rusak adalah segel kardus dari barang tersebut, bukanlah segel pada produk (yang biasanya berada pada satu bautnya), selengkapnya boleh dibaca pada penulisan pertama.

Setelah itu, pihak Shopee mengkonfirmasi terhadap saya akan memediasi saya dengan penjual dan brand.

Terhitung Shopee melakukan konfirmasi terkait penanganan kasus pengembalian barang lanjutan sebanyak 5x diantara tanggal 23 November – 1 Desember, Kira-Kira inti isi dari percakapan adalah sebagai berikut :

  • 23 November: Meminta untuk menceritakan kembali terkait kronologi dan konfirmasi
  • 24 November: Meminta saya untuk mengirimkan kembali bukti bahwa panel yang digunakan bukanlah IPS melainkan TFT, magnet yang rusak, dan perbandingan antara panel IPS dan TFT (yang ketiga tidak saya penuhi karena bahasanya rancu, pihak Shopee menyatakan “Video perbandingan terkait produk yang serupa namun berbeda” saya tanyakan melalui email maksudnya apa namun tidak dibalas)
  • 25 November: Saya kirim buktinya
  • 27 November: Saya dikirimi email oleh pihak Shopee mengkonfirmasi bahwa saat ini sedang pada mediasi dengan pihak Penjual dan Brand
  • 29 November: Memberikan clue bahwa pihak Penjual dan Brand sudah menyetujui terkait pengembalian dana namun masih menunggu konfirmasi lebih lanjut, disini pun pihak Shopee menyatakan hasil pembicaraan dengan brand bahwa sebetulnya panel yang digunakan adalah IPS namun pixel nya adalah TFT, saya search di google apakah ada panel IPS dengan Pixel TFT ternyata tidak ada.
  • 1 Desember: Mengkonfirmasi bahwa pihak Penjual/Brand sudah menyetujui terkait pengembalian dana, hanya tinggal perlu menunggu intruksi dari pihak Shopee untuk mengembalikan barangnya kepada penjual. (Bukti Shopee Menjanjikan Pengembalian Dana : https://drive.google.com/drive/folders/1WcTOYgqSsmBoFu5gLK380kT42VvfjPLj?usp=share_link)

Ada beberapa catatan, Selain daripada inti pembicaraan, setelah saya dikabarkan terkait persetujuan pengembalian dana saya selalu tanyakan kepada pihak Shopee, bagaimana dengan pembayaran Spaylater yang harus saya lakukan di tanggal 11 Desember (Saya membeli AOC 16T2 dengan Spaylater dan sebagian menggunakan tunai), yang bertujuan untuk mengantisipasi apabila ternyata kasus ini penanganannya melebihi tanggal 11 Desember.

Pihak Shopee selalu menyatakan bahwa hal itu bisa dibicarakan lebih lanjut, dan pihak Shopee mengajak saya untuk fokus terlebih dahulu terhadap penanganan penyelesaian kasus ini terlebih dahulu, karena hal tersebut jadi saya berfikir barangkali Shopee mempunyai kebijakan terkait kasus ini.

Pada tanggal 1 Desember itupun setelah dikonfirmasi bahwa telah disetujuinya pengembalian Dana, sayapun diarahkan untuk segera mengemas dengan beberapa catatan:

  • Saya harus memvideo proses packing
  • Saya harus menggunakan kayu agar barang ini aman dan tidak menjadi delik aduan
    Pada saat saya mengirimkan barang, mohon untuk tidak membebankan pembayaran paket kepada penerima (artinya penjual/brand).

Instruksi pihak Shopee diatas menguatkan saya barangkali memang betul sudah disetujui terkait pengembalian barang, karena dimulai packing harus dengan baik, menggunakan kayu (saya perlu membeli kayu triplek ujungnya dan harus membeli dengan ukuran normal), juga pengiriman barang ditanggung oleh saya sendiri, pikir saya karena shopee menekankan hal diatas harus dilakukan agar tidak terjadinya penolakan.

Tanggal 2 Desember saya menanyakan kembali proses pengembalian barang kepada penjual, lalu langsung disambut ditelepon ulang. Begitupun 3 Desember, yang pada intinya dari pembicaraan tanggal 2 dan 3 Desember itu mengkonfirmasi jangan mengirimkan barangnya terlebih dahulu karena sedang mediasi kepada pihak Penjual dan Brand.

Setelah menunggu cukup lama, tanggal 6 saya telepon bagian Shopee dan meminta untuk dihubungkan dengan tim mediasi Shopee. tanggal 7 saya dikonfirmasi oleh pihak penjual, namun karena sinyal dan suara yang buruk dari pihak Shopee, saya tidak mendengar jelas apa yang disampaikan oleh pihak Shopee, sehingga saya minta kepada pihak Shopee mengirimkannya secara email.

Pada intinya pihak Shopee menginformasikan bahwa pihak penjual telah menyetujui pengembalian barang, dan barang akan diperbaiki dan dikembalikan kepada saya, dan memberikan catatan untuk mengirimkan barang sebelum tanggal 8 Desember pukul 15.

Dari sini saya spontan langsung mempertanyakan melalui email mengapa menjadi perbaikan barang, padahal sebelumnya saya dikonfirmasi bahwa pihak penjual dan brand telah setuju untuk mengembalikan dana. Sedikit informasi pada penanganan kasus pengembalian barang ini sudah ada sekitar 6/7 Orang yang bergantian untuk menangani kasus saya, begitupun yang mengkonfirmasi pengembalian dana telah disetujui (panggil saja fajar) dan hasil akhirnya adalah perbaikan barang (panggil saja ani) adalah orang yang berbeda.

Tanggal 8 Sebelum jam 15, saya kirimkan barang agar tidak terjadi cuci tangan pada kasus ini karena dinilai tidak kooperatif dengan pihak Shopee, lalu tanggal 9 Desember saya ditelfon oleh Tamin yang mengkonfirmasi tentang pengembalian barang. Di sana dia menyatakan bahwa saat itu dia sudah mengintruksikan kepada saya untuk tidak mengirimkan barang sebelum ada intruksi darinya, dari situ saya pun menyampaikan beberapa hal:

Bahwa saya melihat saudara Tamin hanya sebagai personal, tetapi tim Mediasi Shopee secara kolektif yang saya lihat, meskipun adanya pergantian perorangan dalam menangani kasus saya bukan berarti saya tidak mengindahkan apa yang disampaikan saudari Kristy, dan itu menjadi urusan internal Shopee terkait pergantian pemain ataupun miskomunikasi di internal Shopee

Apabila memang betul hasil akhirnya perbaikan lalu pengembalian barang, bagi saya adalah pembuangan waktu karena secara tidak langsung pihak Shopee tidak menyanggupi dan sebagai marketplace tidak mempunyai kuasa untuk menangani kasus ini.

Logikanya apabila berakhir untuk perbaikan barang, dari awal sudah saja sampaikan bahwa pihak Shopee tidak bisa menangani untuk dikembalikannya dana, dan hanya dapat memberikan alternatif perbaikan barang, selesai ini perkara diawal tidak perlu menunggu sampai sejauh ini, urusan saya menerima atau tidaknya itu urusan belakangan saya bisa langsung ke service centre atau mengambil langkah lainnya.

Lalu saya menyampaikan mengalami kerugian bukan hanya secara materiil saja namun juga secara imateriil (Yaitu kerugian atas manfaat yang kemungkinan akan diterima oleh pemohon di kemudian hari atau kerugian dari kehilangan keuntungan yang mungkin diterima oleh pemohon di kemudian hari).

Hal ini sering disepelekan dalam permasalahan jual beli sehari-hari, padahal dalam pandangan hukum bukan hanya kerugian materiil yang diakui ketika terjadinya wanprestasi (pristiwa dimana pihak tidak melaksankana Prestasinya)

Karena hal tersebut pihak Shopee memberikan 2 opsi kepada saya:

  1. Mengembalikan barang yang sudah diperbaiki
  2. Memberikan sebuah kompensasi

Atas apa yang saya sampaikan saya tentu memilih untuk adanya sebuah kompensasi atas segala kerugian yang saya terima, saya meminta pengembalian barang dan dana, dan dana yang saya terima berupa pengurangan biaya pada Spaylater pada pembelian AOC 16T2 sebanyak 50%. setelah itu akhirnya percakapan ditutup.

11 Desember 2022, saya ditelfon oleh pihak Shopee mengenai tagihan saya yang harus segera dilunasi, 11 Desember juga saya ditelfon oleh pihak Shopee menanyakan “apakah saya bisa membawa barang langsung ke service centre atau tidak?” sontak terjadi kelucuan di sini:

  • Saya menyampaikan kepada penelfon pertama bahwa saya diajak untuk fokus menangani kasus ini, khawatir saya ketika segera saya lunasi barang, maka akan terjadi wanprestasi lebih lanjut atau terjadi kelalaian.
  • Saya menyampaikan kepada penelfon kedua bahwa sangat tidak mungkin saya membawa barang di service centre yang berada di Jakarta karena kondisi saya berada di Bandung.

Tentu ini hal yang sungguh membingungkan, saya perlu mengemas dengan baik, sampai pengiriman dibebankan kepada saya, dan saya harus secara langsung membawa barangnya ke service centre. Ini tentu sangat membingungkan saya sebagai konsumen dengan kasus ini.

Dan karena telah lebih dari tanggal 11 Desember 2022, pihak Shopee mengnonaktifkan Spaylater saya, begitupun memberikan denda kepada saya sebesar 5% dari total tagihan, serta buruknya terhadap track record BI Checking Saya.

Alasan saya tidak membayar tagihan karena barang belum diterima oleh saya, pengembalian dana pun belum dilakukan, sehingga malah jadi Aneh Shopee jadi mediator jual beli tapi memaksa saya harus melunasi barang sebelum saya terima barangnya/hasil keputusannya. Shopee Menyuruh saya untuk menunggu barang diperbaiki.

Barang katanya akan dikirim tanggal 21.

Bukti penerimaan barang yang telah diperbaiki.

Shopee meminta saya untuk mengirimkan bukti tagihan saya.

Saya kirimkan tagihan saya,

Lalu saya lunasi.

Setelah saya lunasi pihak Shopee masih menagih terhadap saya, bahwa ada sekitar 100rb lebih yang belum saya bayar. Saya sangat heran maksud tujuan Shopee ini dari awal sungguh menjengkelkan.

Saya heran saja, dari aplikasi sudah dilihatkan bahwa saya sudah melunasi semua tagihan beserta tagihan lainnya diluar Denda. toh saya didenda pun karena Shopee sangat lama dalam menyelesaikan kasus ini.

Selama periode 11 Desember sampai hari ini saya hanya ditelfoni oleh nomor tidak jelas bukan oleh Pihak Shopee langsung, wajar tidak saya gubris. toh tiap saya angkat telfonnya pun tidak ada suaranya.

Kerugian yang saya Alami dari penanganan pengembalian barang oleh Shopee:

  • Barang yang saya beli, tidak bisa saya gunakan dalam kurun waktu 29 Oktober – 22 Desember karena lamanya penanganan pengembalian barang yang awalnya dijanjikan pengembalian Dana berujung perbaikan barang.
  • Saya harus mengirimkan paket dengan biaya ditanggung oleh saya sendiri beserta bubble wrap, triplek, dll.
  • Diberikannya sebuah denda keterlambatan, penangguhan akun, dan barangkali BI Checking saya terhitung dari tanggal 11 Desember – 27 Desember.

Saya sudah mencoba sabar untuk menangani kasus Pengembalian Barang oleh Shopee ini, emosi saya memuncak ketika saya ditagih lagi uang 100rb lebih agar denda saya dapat dihapuskan.

Terima kasih atas perhatiannya, Salam hormat.

Fatih Seida
Bandung

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:33    Rata-Rata: 2.9/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

22 komentar untuk “Kekecewaan Terhadap Penanganan Kasus Pengembalian Barang oleh Shopee Sudah 2 Bulan Belum Selesai dan Berimbas Pada Pembayaran Shopeepaylater Saya

  • 28 Desember 2022 - (20:41 WIB)
    Permalink

    Resiko belanja online Dan memakai paylater..
    Ts pusing y…tapi kronologi dirugikan material Dan immaterial..bahasa2 hukum ini..Mao d Bawa pengadilan klo bahasa2 begini bisa tambah pusing ts ntar..

    • 28 Desember 2022 - (21:00 WIB)
      Permalink

      Hahahaha ya mas, lucu aja bagaimana marketplace bekerjasama buat selesain masalah, bukannya menyelesaikan masalah tapi malah nambah-nambah masalah. Saya kembaliin barang itu karena dijanjiin bakalan dikembaliin dana, eh setelah saya kirim bahasanya berubah jadi perbaikan, kalau tau gitu kan saya bisa bawa sendiri ke service centre.

      Saya dari bulan november nanya, ini masalah bisa selesai sebelum tanggal 11 desember ga, malah dialihin untuk fokus ke kasus. Saya bahasakan tentang kerugian secara materiil dan imateriil supaya konsumen juga tahu, kerugian bukan cuma tentang nominal dan pihak marketplace juga mesti memperhatikan.

      Terakhir tadi sore saya saling berkirim email dengan pihak shopee, tiba-tiba saya dikenakan biaya tambahan 100rb harus dibayar padahal saya sudah lunasi semua tagihan diluar denda. Saya tanya darimana asal muasal biaya tersebut, saya gapernah dikasih tau tuh sebelum tanggal 11 desember apabila saya belum lunasi tagihan dalam kondisi sedang dalam masalah pengembalian barang. Masa uang udah dikasih ke shopee, barang belum saya terima, logika jualannya dimana coba.

  • 28 Desember 2022 - (21:49 WIB)
    Permalink

    Sopi lagi berulah.. kemarin baru ada konsumen yg dana ditahan kemudian bikin klarifikasi (sepertinya disuruh si sopi).
    Heran ni marketplace ga ada kapok kapoknya.

    • 29 Desember 2022 - (08:08 WIB)
      Permalink

      Kita belanja online pun bukan hanya sekedar ingin aman, tapi ingin pasti. Bukannya diberi kepastian, tapi malah diundur-undur terus. Kapok saya berbelanja di Shopee.

    • 29 Desember 2022 - (13:24 WIB)
      Permalink

      Shopee skr bermasalah dan semena2, paylater skr mahal dengan 2X bayar yaitu biaya admin dan biaya transaksi, itu pun tdk transparan,pas check out gk ada, pas bayar tau2 muncul dengan bunga tinggi. gratis ongkir tetap bayar, pokok nya udh beda dengan dulu. Mending cari apk lain yg bersahabat dan terpercaya, kecewa sama shopee skr…

      10
  • 29 Desember 2022 - (09:32 WIB)
    Permalink

    Udah tinggalin aja marketplace kyak gini…
    Saya sudah tinggalin marketplace ini.

    • 29 Desember 2022 - (10:01 WIB)
      Permalink

      Pelajaran Berharga saya berbelanjar di Marketplace ini :
      1. Ternyata penanganan kasus pengembalian barang itu tidak dilakukan one person for one case (intinya ente untung-untungan, bisa lagi apes bisa lagi beruntung pengembalian barang sesuai sama diharapkan)
      2. Pihak marketplace yang cari aman buat selesain kasus dan gamau rugi 1% sekalipun (ane disuruh kirim paket dan packing pake biaya sendiri, mestinya pihak yang memediasi yang bertanggung jawab, malah nyuruh ane bayar seluruh operasional pengiriman tau gitu ane bawa sendiri ke service centre, apa jangan-jangan uang 100rb buat ganti pengiriman paket dari seller ke ane wkwkwk)
      3. Selalu konfirmasi apa yang diminta, diberikan, dan bukti dari permintaan dan pemberian (untuk kelanjutannya kalau ada masalah apa-apa).
      4. Spaylater boleh jadi ngebikin transaksi lebih mudah dan alternatif ketika kepengen sebuah barang, tapi lebih baik fikir-fikir lagi daripada apes dapet barang cacat, waktu urusan retur jadi ribet.
      5. Shopee sama sekali gapeduli sama konsumen, kalau seumpama memang peduli sama konsumen, penanganan kasus juga gabakalan sampe selama ini sampe 2 bulan lamanya terhitung dari tanggal 29 Oktober – Sampai Hari ini pun belum selesai.

  • 29 Desember 2022 - (10:02 WIB)
    Permalink

    Belum sampai seminggu itu terakhir belanja online dengan si orange, barang yang pesan tidak sampai ditunggu kurang lebih 2 minggu, untungnya setelah diurus setiap hari akhirnya ada hasil yg baik, namun beberapa kasus sebelumnya barang saya hilang dan uang melayang, intinya saya jera beli online dan kurirnya j_t, apa adanya saja sekarang, offline aja walapun nambah dikit.
    Semoga mendapatkan hasil yg baik..upayakan terus mas bro

    • 29 Desember 2022 - (10:08 WIB)
      Permalink

      Masih gaterima ane, ane telat bayar Shopee bukan salah ane, ane bisa bayar dari sebelum tanggal 11 juga, tapi ngeliat penanganan kasus yang lelet, ane khawatir aja setelah ane bayar malah makin lelet penanganan kasusnya. logika jual beli di marketplace juga kan pihak ketiga itu menahan uang sampai barang telah diterima oleh pembeli dari penjual. kalau barang belum ane terima, ngga salah dana ane ga lunasi dulu.

      Kalau ane memang salah dalam logika ane, pihak Shopee pun ngga payah dalam memberikan pelayanan, ngga ada tuh ane disuruh atau dimediasi terkait pembayaran baiknya seperti apa, ane sama tim mediasi nya malah suruh fokus ke penanganan kasus pengembalian barang, jelas ane geram udah ane bayar semua tagihan diluar denda masih aja minta tambahan 100rb. gedek banget, bukan masalah duitnya bisa ane bayar sisa dendanya juga. tapi cara Shopee ngambil kebijakan dan memberikan keputusan yang bikin “Ya Tuhan BU banget apa ini marketplace segala diduitin”, ngga ramah customer.

      • 29 Desember 2022 - (10:19 WIB)
        Permalink

        betul sih yang mas bro katakan, soalnya kt rugi barang nggak dapat apalagi digunakan malah sudah lunasin bayaran, kebijakan macam apa pula itu, harusnya mas bro dpt hak/barang yg dibeli, baru deh kewajiban kt sebagai customer pasti akan jalankan dengan baik.
        Intinya shpe dan seller ky nggak mau ngurusin.
        Urus terus sampai kelar mas bro..gasss

  • 29 Desember 2022 - (15:04 WIB)
    Permalink

    Sangat persis dengan apa yang saya alami, stop berbelanja di shopee, karena shopee menjebak pengguna spaylater, dimana untuk biaya penanganan adalah sebesar 3.5% dan biaya admin sebesar 2%, pembodohan jika kalian masih menggunakan spaylater shopee, spaylater shopee adalah sampul yang menjebak. ditambah ini akhir tahun dimana tim shopee sedang berupaya mengejar target, dan jika sudah target, mereka semua yang mendapatkan bonus, dan kalian yang sengsara. berikut kejadian yang menimpa saya:
    Tim Mediasi Shopee menjebak, menipu, dan sangat merugikan pembeli

    Selamat pagi,

    Perkenalkan saya Aditya Nataprawira, selaku pemilik akun member Platinum Shopee.

    Disini saya ingin membuat laporan terutama kepada pihak Shopee beserta dengan Tim Mediasi Shopee, terkait permasalahan terhadap pesanan saya yang hingga saat ini belum dan tidak menemukan titik terang!

    Kasus ke – 1:

    Saya mengajukan pengembalian barang dan dana dikarenakan produk tersebut tidak berfungsi dengan baik.

    Tim Mediasi shopee telah menyetujui untuk pengembalian Barang dan Dana yang saya ajukan.

    Ketika barang sudah diterima kembali oleh penjual, tiba-tiba penjual mengirimkan kembali barang kepada saya tanpa persetujuan maupun konfirmasi dari saya, dan secara sepihak Tim Mediasi Shopee langsung menutup pengembalian Barang dan Dana yang saya ajukan serta dengan sepihak langsung melepaskan Dana saya kepada Penjual tanpa melakukan konfirmasi untuk persetujuan pelepasan dana kepada Saya!

    Nomor Permintaan pengembalian barang dan dana: 22111608MH1UQUE

    Total Kerugian: Rp. 720.000,-

     

    Kasus ke – 2:

    Sama seperti kasus sebelumnya, saya telah mengajukan pengembalian barang dan dana karena produk yang dikirimkan tidak berfungsi dengan baik, dan setiap saya lakukan pengembalian barang dan dana selalu berjalan dengan baik, jadi saya tidak kepikiran untuk melakukan video saat proses packing barang tersebut, saya mengembalikan barang sesuai dengan jumlah produk yang dikirimkan yaitu 5pcs, tetapi penjual beralasan yang diterima hanya 3pcs.

    Nomor Permintaan pengembalian barang dan dana: 2211290CKYKXFEFE

    Total Kerugian: Rp. 17.000,-

     

    Kasus ke – 3:

    Fokus untuk Notifikasi pesanan Batterai, disini saya melakukan pengajuan pengembalian barang dan dana karena jika belanja di shopee mall akan garansi 7 hari untuk pengembalian, lalu saya mengajukan pengembalian barang dan dana karena barang tersebut tidak berfungsi dengan baik (low battery/cepat habis), disini saya ingin mengajukan pengembalian dana saya bukan retur barang produk serupa, dan sudah disetujui tanpa harus dilakukan pengembalian barang, dana tetap akan dikembalikan, karena saya tidak ingin merugikan pihak toko penjual, maka tetap saya kembalikan kepada penjual sesuai produk yang dikirimkan penjual. Lalu saya pesan kembali dengan produk yang sama kepada penjual karena saya sangat butuh produk tersebut, jadi saya membuat 2 pesanan dengan 2 produk yang sama tetapi berbeda pesanan.

    Dan secara tiba-tiba Pesanan saya tersebut diselesaikan, tanpa adanya konfirmasi kepada Saya!

    Dan saya sudah membuatkan laporan kepada CS Shopee, karena ini kelalaian dari Warehouse Shopee.

    Dan penjual pun tidak ada konfirmasi dari saya sama sekali hanya Broadcast produk saja.

    Dan pesan saya pun tidak dibalas oleh penjual.

    Nomor Permintaan pengembalian barang dan dana: 221250Q6ASWF3W

    Total Kerugian: Rp. 206.737,-

     

    Saya tidak ingin membayar tagihan tersebut, dikarenakan ini kelalaian oleh Tim Mediasi Shopee dan Warehouse karena tidak adanya konfirmasi dari saya terkait pelepasan dana saya, ini kan dana saya bukan dana kalian, saya ingin meminta pertanggung jawaban dari kalian!.

     

    Keseluruhan Total Kerugian: Rp. 943.737,-

    • 29 Desember 2022 - (16:05 WIB)
      Permalink

      Kasus pertama hampir serupa mas kaya saya, kalau saya ini ditipu sama penjual dikata kalau saya merusak segelnya (segel kardus bukan segel barang), sehingga pihak shopee mengizinkan penjual untuk mengirimkan kembali barangnya tanpa adanya konfirmasi atau kesepakatan dua belah pihak.

      Saya naikin surat pertama, langsung direspon. Respon pertamanya sungguh baik, katanya penjual dan brand sepakat untuk kembalikan uang saya (rekamannya ada diatas), tapi tiba-tiba jadinya adalah perbaikan barang tanpa konfirmasi, saya harus packing harus beli bubble wrap lah, nyuruh org buat ngepacking lah, pake kayu lah, belum kirim paket pake uang sendiri lah, inikan namanya pemborosan kalau mau perbaikan barang udah aja kesepakatan shopee brand dan saya bahwa barang akan diperbaiki, kok malah muter ke penjual (sebagai distributor) untuk diperbaiki terlebih dahulu, kan aneh.

      Ulah si Shopee sendiri, bikin ane ogah bayar sebelum barang sampe, eh waktu kena denda ane masih aja tetep harus bayar dendanya. Ngejanjiin dibayar dulu semua tagihan, baru dihapus dendanya, sampe tanggal 28 masih aja nagih duit 100rb yang gaseberapa. Duit denda 240rb gampang buat ane bayar, yang ane minta shopee bisa tanggung jawab sama semua kerugian yang ane terima karena ketidakjelasan instruksi dari Shopee nya, heran lagian nangani kasus kok ganti-ganti orang.

  • 29 Desember 2022 - (16:22 WIB)
    Permalink

    Informasi tambahan :

    Saya kena tagihan tambahan Rp.100,536,- karena dalam tagihan bulan desember ini saya gacuma beli monitor saja melainkan barang lainnya. Dan shopee bilang, dari total tagihan yang saya terima, pihak shopee hanya bisa menghapuskan denda dibagian yang bermasalah saja (hanya monitor) sedangkan untuk baranglain kena denda karena kelalaian saya tidak membayarkan.

    Waktu saya bayar tagihan kemarin dari 5jt, di spaylater bisa dirubah angkanya menjadi 4,8jt, intinya saya bayar cuma tagihan saya tanpa denda. Trus tadi saya coba untuk bayar spaylater bulan berikutnya, ternyata angkanya gabisa dirubah. Pertanyaan saya, gimana caranya saya bisa bayar tagihan saya selain monitor saya yang bermasalah, sedangkan besaran angkanya saja ketika akan melakukan pembayaran tagihan spaylater gabisa dirubah sebelum terkena jatuh tempo. Aneh ini Shopee.

    • 29 Desember 2022 - (23:03 WIB)
      Permalink

      @Fatih
      Nanti kalau disuruh si sopi buat klarifikasi, suruh mereka aja buat surat tanggapan. Tu marketplace ngelunjak makin hari.

      • 30 Desember 2022 - (06:53 WIB)
        Permalink

        Haha šŸ˜†. Orange emang resek. Logo ongkir Xtra gue ilang di tiap produk.tp dikenai fee ongkir Xtra jg tetep.. sialan tuh shopee melakukan kecurangan double

  • 30 Desember 2022 - (06:48 WIB)
    Permalink

    Saya jg pernah beli monitor di shopee. Barang rusak bisa di retur sih tp diluar shopee. Dan ongkir Kita yg tanggung Mayan kalo pake gojek . Jd ga lewat resolusi kalo saya permintaan. Dari penjual. Untung dapet seller yg tanggung jawab walau ongkir Kita yg tanggung šŸ˜­.

  • 31 Desember 2022 - (20:08 WIB)
    Permalink

    Huhh.. bosen, lagiĀ² si oyen. Hampir setiap hari ada aja kasus oyen masuk ke MK. Udah mau bangkrut sih.. jadi CS kerja asalĀ² an gak becus dlm menangani setiap masalah yg ada. Yaa.. sudah saatnya beralih ke market place yg lain.

  • 2 Januari 2023 - (15:56 WIB)
    Permalink

    Kok banyak masalahnya di oyen. Tdk lama lagi bkln bangkrut nih di oyen. Sy lbh sering belanja di si hijau. Tapi yg gak mahal2. Takuttt. Yg mshsl beli ofline sj.

 Apa Komentar Anda?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Kekecewaan Terhadap Penanganan Kasus Pengembalian Barang oleh Shopee Sā€¦

oleh Fatih dibaca dalam: 6 menit
22