Keluhan Surat Pembaca Barang Dikembalikan dan Saldo Seller Shopee Ditarik untuk Ongkir 28 Juni 2024 rudi 16 Komentar Customer complaint handling, Customer Service, Dana hasil penjualan, e-Commerce, Jualan Online, Kargo, Kurir, Layanan kurir, Marketplace, ongkir, Ongkos kirim, Potongan hasil penjualan, Selisih ongkos kirim, Shopee, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Terima kasih Media Konsumen yang sudah menerbitkan surat pembaca ini. Saya seller di Shopee, sudah berjualan 3 tahun lebih, yang setia berjualan di Shopee kali ini merasakan kekecewaan akibat kerugian dari kebijakan Shopee yang akhir-akhir ini sangat blunder merugikan seller, yaitu kebijakan pengembalian barang. Entah apa maksudnya pihak Shopee merajakan pembeli dan merasa bisa menjual sendiri barangnya (tanpa butuh seller). Padahal dari awal platform ini adalah marketplace yang menghubungkan seller dan buyer, yang seharusnya menjadikan jembatan transaksi yang aman dan nyaman bagi seller dan buyer, bukan salah satu pihak saja yaitu buyer. Berikut adalah transaksi yang saya masalahkan karena merugikan saya, yaitu barang dikembalikan, dan saldo saya di minus oleh Shopee sebesar Rp170.500. Berikut adalah informasi terkait pesanan di toko saya: No Transaksi: 240618BY8A6U9U No Laporan: 1805915278359515194 Kronologi buyer membeli unit sepeda lipat di toko kami tanggal 18 Juni 2024 dan dikirim ke ekspedisi pada tanggal 19/06/2024 pukul 21:18, sampai keesokan harinya tanggal 20/06/2024 karena masih satu kota dan beda kecamatan saja (lokasi tidak jauh). Lalu buyer chat di Shopee komplain karena tidak bisa setting sepedanya, yaitu setting fork miring dan RD belakang miring. Padahal sudah jelas bahwa di deskripsi produk tertulis bahwa barang segel dos belum disetting dan harus disetting mekanik ahli dulu agar bisa dipakai. FYI bahwa produk sepeda seringkali belum disetting dan perlu disetting seperti RD, rem, fork, dan untuk cara setting, padahal di YouTube ada https://www.youtube.com/watch?v=XB_BEegJgns dan konten tersebut langsung dibuat oleh pabrikan yang artinya memang ada risiko RD miring, fork miring ketika unit segel dari pabrik ke toko sampai ke konsumen karena barang segel dos ditumpuk-tumpuk, tetapi tetap bisa disetting. Lain halnya jika komponen pecah, retak, patah pasti masuk garansi pabrik, dan selama saya jual merek sepeda Pacific, pabrikan selalu tanggung jawab jika ada unit yang rusak di tangan konsumen. Ketika buyer chat kami, sudah beri solusi yaitu bawa ke bengkel untuk disetting, bawa ke toko kami untuk dibantu setting (karena jarak dekat), atau jika konsumen tipe perfeksionis, kami bantu buka unit segel dos baru untuk sekalian dirakitkan (padahal untuk perakitan seharusnya dirakit oleh buyer sendiri). Tetapi buyer tidak kooperatif, dan tidak mau repot membawa barang ke toko, sehingga mau tidak mau kami juga tidak mau repot untuk bertransaksi dengan buyer seperti ini, dan segera konfirmasi untuk dikembalikan barangnya. Ketika barang sudah sampai di toko, kami setting ulang dan barang tersebut juga langsung dibeli oleh buyer lain dan selesai transaksi (tanpa komplain apapun). Tetapi tiba-tiba setelah kami cek, ternyata saldo saya dibuat minus oleh Shopee sebesar Rp170.500 pada transaksi dengan buyer ini, yang seharusnya bukan kesalahan toko. Dan seharusnya ongkir ditanggung oleh buyer karena untuk menyetting sepeda itu tanggung jawab buyer (sesuai deskripsi produk segel dos), buyer tidak mau membawa ke bengkel untuk setting, barang dikembalikan. Sudah buyer yang salah, yang dirugikan penjualnya, serasa ditusuk dua kali oleh Shopee. Kami mencoba melaporkan hal ini kepada customer service Shopee, dan seperti biasanya, customer service Shopee sama sekali tidak membantu dan kekeh bahwa ongkir untuk pengembalian ini dikenakan kepada seller karena kesalahan seller. Padahal bukti sudah kami submit kepada CS Shopee bernama Zenfanya. Kami mohon kepada pihak Shopee untuk segera mengembalikan saldo yang terpotong sebesar Rp170.500 kepada kami, dan kami harap seller di Shopee bisa merasa aman dan nyaman terhadap kebijakan-kebijakan baru Shopee, terutama kebijakan pengembalian barang ini. Di mana kebijakan pengembalian barang lebih condong merugikan seller dan menguntungkan buyer, terutama buyer yang sengaja atau menyalahgunakan garansi pengembalian ini tanpa adanya penolakan atau sanggahan dari seller terkait barang yang dikirim ternyata sesuai dengan pesanan, deskripsi, atau halaman produk. Terima kasih atas responsnya. Christian Sidoarjo, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
rudiPenulis artikel28 Juni 2024 - (22:53 WIB)Permalink salah dimananya? baca lagi yang lengkap 67 Login untuk Membalas
Iwen28 Juni 2024 - (19:27 WIB)Permalink [bawa ke toko kami untuk dibantu setting (karena jarak dekat)] Kalo sebaleknya, nawarin bantu setting atau tuker part yg bermasalah (ambil dr stok toko) ke rumah pembeli, mgkn endingnya ngga begini. 5 41 Login untuk Membalas
rudiPenulis artikel28 Juni 2024 - (22:52 WIB)Permalink bro kita sudah menawarkan gratis rakit yang kalau rakit sendiri ente bisa habis 100-150rb dibengkel, jadi no komplain2 ya.. buyer juga bawa ke jnt juga bawa sendiri kan tidak dipickup? 64 Login untuk Membalas
Bob28 Juni 2024 - (19:34 WIB)Permalink Kalau dipikir, ini ceritanya mirip kaya yang kode Steam Wallet. Yang surat pembaca “Masalah Pembelian Voucher Steam di Itemku” belum lama ini. Di kedua kasus, dua2nya pembeli kurang ngerti produk yang dibeli. Dan dari pihak penjual anggap ini pengetahuan umum yang pembeli sudah pasti tahu, dan tidak terlalu kasih peringatan apa yang bakal terjadi. Bedanya, Shopee mihak pembeli di sini. 23 Login untuk Membalas
Putra28 Juni 2024 - (20:09 WIB)Permalink kenapa nunggu hari sabtu siang? itu buyernya minta “besok” 16 Login untuk Membalas
rudiPenulis artikel28 Juni 2024 - (22:51 WIB)Permalink jumat tutup bro, kita juga sudah menawarkan “gratis rakit juga” yang seharusnya berbayar, jadi sama sama menawarkan solusi, tapi buyer tidak kooperatif, mending dibawa ke jnt daripada dibawa ke toko, so silahkan dipikir sendiri 42 Login untuk Membalas
kreasi28 Juni 2024 - (20:37 WIB)Permalink Memang bnr toko Oren ini byk memihak seller,kirim bukti²pun kadang percuma,ntah CSnya yg kurang tegas atau gmn?..bikin pusing 1 3 Login untuk Membalas
Devi29 Juni 2024 - (16:32 WIB)Permalink Solusi terbaik dalam menghadapi marketplace seperti ini adalah tidak menggunakannya… atau menggunakannya dengan sangat hati2. Karena kebijakan free return shopee yang selalu memihak pembeli, sebaiknya jangan menjual apapun yang bisa rugi jika barang dikembalikan. Sepeda yang butuh di rakit, setting, saya kira sangat rawan merugi jika dijual di shopee. Barang yang butuh ongkir besar juga rawan. Mungkin di shopee jual barang2 sparepart kecil saja, dan yang utuh sepeda offline dan diluar shopee. Pada dasarnya jangan membuka peluang kena getahnya kebijakan shopee ini. Kemungkinan besar memang shopee ujung2nya mau jualan sendiri semuanya. 2 Login untuk Membalas
rudiPenulis artikel30 Juni 2024 - (19:34 WIB)Permalink ya sebenarnya nyaman nyaman saja kak, cuman kebetulan ini orderan dapat buyer yang begitulah, sudah tau dirinya tidak bisa merakit malah beli, disuruh bawa ke bengkel ga mau keluar biaya, lucunya buyer ini 30 Login untuk Membalas
rudiPenulis artikel2 Juli 2024 - (16:08 WIB)Permalink Terimakasih banyak media konsumen sudah menyampaikan surat kepada shopee sehingga komplain cepat ditanggapi, saldo saya sudah dikembalikan shopee, terimakasih atas responsnya 27 Login untuk Membalas
Esa5 Juli 2024 - (20:35 WIB)Permalink sy ada di pihak penjual, tapi memang, pembelinya pengajuan pengembaliannya pasti “Produk salah, atau tidak berfungsi” dan penjual tidak banding dengan mencantumkan videonya.. dan begitu produk diterima dari pembeli, langsung dikonfirmasi terima barang.. JANGAN.. sya ulangi, mau pembeli berubah pikiran, mau produk salah, SELALU ajukan banding, dan berikan video unboxing, video pemasangan atau apapun yang diminta Shopee untuk banding… sekali penjual terima barangnya, dan konfirmasi pengembalian dana, PASTI menanggung ongkir pengiriman pembeli dari awal.. sya juga seller, dan wlaupun tahu pasti kalah dengan pembeli, tapi sy tahu, ketika barang pengajuan retur sya terima, sya pasti dianggap melakukan kesalahan (kesalahan penjual) 6 2 Login untuk Membalas
Albert K13 Januari 2025 - (18:57 WIB)Permalink Ini saya baru kejadian dan di prosedurnya shopee, saya nggak bisa mengajukan banding karena memang secara SOP, penjual baru bisa mengajukan banding setelah barang dikembalikan oleh pembeli. Saya justru curiga apakah shopee membuat SOP seperti ini agar pihak penjual kemungkinan akan kalah di banding karena seller baru bisa mengajukan banding setelah barang dikirim oleh pembeli ke penjual kembali. Saya bahkan sampai komplain SOPnya shopee tetapi pihak shopee bersikeras memang penjual baru bisa banding setelah pembeli mengirim kembali barangnya Login untuk Membalas
Arie Purnomo11 Agustus 2024 - (09:52 WIB)Permalink Memang rada mengecewakan shopee itu. Tidak bisa fair dalam memberikan sengketa. Tapi kalau dilihat2. Memang shopee cenderung culas(kasus semua dipaksa pakai SPX). Pdhl kontribusi admin seller itu gede. Mending blowup aja diforum seller shope. Kasih rating 1x semua aplikasinya 1 Login untuk Membalas
Albert K13 Januari 2025 - (18:46 WIB)Permalink Memang pihak shopee sudah melakukan predatory pricing untuk jasa kirimnya dan kasusnya sudah ditangani oleh KPPU. https://nasional.kontan.co.id/news/kppu-mulai-sidangkan-dugaan-monopoli-jasa-pengiriman-di-marketplace 1 Login untuk Membalas
Albert K13 Januari 2025 - (18:43 WIB)Permalink Wah ternyata masalah shopee dengan sellernya nggak cuman saya saja. Saya baru kejadian, saya kirim alat dan alatnya kondisinya baru. Saya kirim dari Jakarta ke Sidoarjo dan setelah sampai di sana pembeli komplain kalau saya jual barang bekas karena saya jual dengan harga murah. Saya mau jual harga berapa pun adalah hak penjual dan saya jual barang itu karena stok lama dan ingin menghabiskan stok. Masalahnya si pembeli menyertakan video unboxing tanpa memperlihatkan label paket dan saya tidak bisa menyanggah pada saat tim shopee meninjau. Saya sendiri pernah menjadi pembeli dan kalau saya melakukan unboxing, saya selalu memperlihatkan label paket dan nomor resi paket yang ada di paket sehingga saya menunjukan bahwa barang itu benar dari toko tersebut. Tapi pembeli saya ini tidak menunjukan label pada paket dan hanya memutar-mutar paket saja dan label tidak terbaca. Tapi yang anehnya tim peninjau shopee hanya memberikan persetujuan pengembalian tanpa meneliti bukti yang dikirimkan oleh pembeli padahal bukti dari pembeli tidak valid. Saya bahkan sampai komplain dengan pihak CS Shopee, mengapa tim peninjau shopee tidak meneliti video unboxing dari pembeli. Pihak shopee hanya menjawab lewat telp bahwa saya sebagai penjual telah setuju barang itu dikembalikan dan saya tanya balik sejak kapan saya menyetujui? Saya pun tidak diberi kesempatan sebagai seller untuk menanggapi bukti yang diberikan oleh pihak pembeli. Maka menurut saya shopee ini hanya memberikan keputusan sepihak tanpa memperdulikan bukti yang diterima dari pembeli bagaimana. Jadi pembeli di shopee dapat leluasa menukar barang dagangan yang baru dengan barang bekas hanya dengan membuat pengajuan pengembalian barang dengan bukti palsu atau bukti tidak benar 1 Login untuk Membalas