Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Mandiri, Tiba-tiba Ada Transaksi Rp138 Juta oleh Orang Tak Dikenal

Pada tanggal 05 Juli 2024, saya melihat adanya kartu kredit yang sudah dipakai di aplikasi Livin by Mandiri saya. Padahal saya hanya memakai rekening Bank Mandiri karena payroll, dan dana selalu saya pindahkan ke bank lain saat tanggal gajian. Saya tidak pernah mengajukan kartu kredit Bank Mandiri, dan kartu kredit tersebut juga tidak pernah diterima oleh saya. Namun di aplikasi Livin Mandiri saya tercatat ada dua kartu kredit. Yaitu kartu kredit utama atas nama saya dan kartu kredit tambahan dengan nama Agatha (yang tidak saya kenal).

Total pemakaian kartu utama atas nama saya: Rp69.538.400 dan kartu tambahan atas nama Agatha: Rp68.462.000. Sehingga total transaksinya adalah Rp138.000.400.

Saya langsung menghubungi Call Center Bank Mandiri di nomor 14000 dan menyampaikan bahwa saya tidak pernah apply kartu kredit Bank Mandiri. Saya juga mempertanyakan kenapa kartu kredit tersebut bisa diterbitkan dan digunakan oleh pihak tidak dikenal?

Saat pencocokan data dengan CS Call Center, saya mendapatkan nomor hp, email dan beberapa data tidak sesuai dengan data saya. CS menginfokan data tidak dapat dibuka semua, karena beberapa pencocokan data tidak sesuai dan akan membuat laporan untuk diinvestigasi. Di sini saya sudah menanyakan beberapa kali, bukannya seharusnya kartu kredit bisa diblokir terlebih dahulu? Namun CS tetap mengatakan jangan diblokir karena mau diinvestigasi. Walaupun aneh, saya merasa tidak masalah kartu kredit tidak diblokir, karena kartu kredit tersebut telah dipakai sampai limit yang diberikan. Berikut nomor laporan saya: 20240705151.

Pada tanggal 08 Juli 2024, saya mencoba ke Bank Mandiri terdekat dan dilayani oleh Mbak J***. Diinfokan bahwa untuk masalah kartu kredit hanya bisa lewat telepon. Namun setelah saya menceritakan kronologi saya, dan mengetahui kartu kredit atas nama saya digesek sampai melebihi Rp138 juta, akhirnya Mbak J***i membantu saya menelepon Call Center.

Kemudian Call Center menginfokan bahwa kartu kredit harus diblokir terlebih dahulu supaya dapat diinvestigasi. Kemudian CS Call Center meminta beberapa dokumen pendukung untuk kelanjutan proses investigasi, yaitu:

  1. Fotokopi akta lahir dan kartu keluarga.
  2. Surat domisili.
  3. Surat keterangan kerja.

Saya menolak keras memberikan fotokopi akta lahir dan kartu keluarga. Sangat tidak masuk akal, CS malah meminta data tersebut. Saya menegaskan tidak mungkin saya kasih, oknum ini sudah pasti adalah orang dalam Bank Mandiri. Rekening saya payroll, yang mana Bank Mandiri harusnya dengan gampang mempunyai data tempat saya bekerja. Kenapa kartu kredit bisa disetujui dan dikirim dengan nama perusahaan yang sama meski alamat berbeda?

Kalau saya kasih akta lahir dan kartu keluarga, bukannya makin parah kebocorannya? Lalu diinfokan bahwa ada UU perlindungan, jadi data saya pasti dilindungi. Lucu sekali bukan?? Karena saya menolak, akhirnya Mbak J*** menginfokan ke atasannya (Mbak D***) untuk proses lebih lanjut. Sambil menunggu informasi dari Mbak D***, saya diminta untuk kembali ke kantor terlebih dahulu dan beliau akan memberi tahu setelah ada update.

Beberapa jam kemudian saya dihubungi pihak Mandiri untuk keperluan investigasi (terima kasih atas bantuan Mbak J**** dan Mak D***). Kemudian pihak Bank Mandiri datang ke kantor saya untuk investigasi, pada tanggal 8 dan 9 Juli 2024.

Saat investigasi, ditemukan data yang dipakai untuk pengajuan kartu kredit adalah data palsu (KTP, NPWP dan  kartu kredit pendukung, semuanya palsu). Hebat sekali, pihak analis kartu kredit Bank Mandiri yang meloloskan dokumen-dokumen palsu! Setelah diinvestigasi, saya diminta untuk menunggu.

Tanggal 10 Juli 2024, saya datang ke Polda untuk melaporkan kasus saya, tapi ditolak. Diinfokan untuk menunggu hasil investigasi.

Tanggal 11 Juli 2024, saya melaporkan kasus saya ke OJK, dan selang beberapa jam pihak Mandiri Call menghubungi saya untuk kelengkapan dokumen. Namun sama dengan sebelumnya, saya diminta akta lahir dan kartu keluarga (tetap saya tolak), surat domisili dan surat keterangan kerja. Untuk surat domisili dan surat keterangan kerja sudah saya kirimkan tanggal 15 Juli 2024.

Sampai sekarang saya tidak mengetahui kartu kredit yang diajukan itu dari sistem atau manual pengajuan. Saat saya tanyakan, hanya dijawab belum tahu, masih dicek. Padahal hal ini gampang sekali diketahui jika dicek di sistem. Namun pihak Bank Mandiri seolah-olah menutupi masalah ini.

Semoga pihak Bank Mandiri dapat segera mengusut tuntas kasus saya dan menghukum berat marketing dan analis yang meloloskan persetujuan kartu kredit atas nama saya. Saya merasa sangat risih karena hal ini dapat merusak nama baik saya.

Sekali lagi saya tekankan:

  1. Saya tidak pernah ada dan tidak pernah mengajukan kartu kredit Bank Mandiri.
  2. Kartu kredit yang diterbitkan pihak Bank Mandiri tidak pernah diterima oleh saya.
  3. Transaksi yang dilakukan juga bukan oleh saya.

Terima kasih juga buat Pak Adi, yang memberi saran untuk melapor ke OJK dan Media Konsumen.

Terima kasih.

Emmelyn
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Mandiri, Tiba-tiba Ada Transaksi Rp138 Juta oleh Orang Tak Dikenal”

Sehubungan dengan pengaduan Ibu yang kami terima dari Surat Pembaca mediakonsumen.com perihal sanggahan kepemilikan Mandiri Kartu Kredit, kami mohon maaf...
Baca selengkapnya

62 komentar untuk “Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Mandiri, Tiba-tiba Ada Transaksi Rp138 Juta oleh Orang Tak Dikenal

  • 18 Juli 2024 - (13:53 WIB)
    Permalink

    Kalo yg saya liat itu tagihannya 69,5jtaan dari trx gabungan, bukan 138jt.. berarti limit kredit 70jt..

    Ngeri banget asli bank mandiri, kok bisa kaya gtu.. jd tkut makenya

    • 18 Juli 2024 - (13:59 WIB)
      Permalink

      Limit yang diberikan 139jt. Dan transaksinya pelaku pakai 2 kartu kredit (kartu utama Rp 69.538.400 + kartu tambahan Rp 68.462.000)

      Jadi total yang bakal ditagih adalah Rp 138,000,400.

      • 10 Juli 2025 - (21:40 WIB)
        Permalink

        Sdh cb cek slik OJK?..di slik tertera alamat tempat tinggal dan kantor..beserta data pekerjaan pada saat kartu kredit di daftarkan…jd bs d cek dulu…mungkin membantu

  • 18 Juli 2024 - (14:04 WIB)
    Permalink

    sekelas Bank Mandiri koq bisa kebobolan, gimana cara kerja analisnya itu?

    saya juga kena, tp di BRI, tiba-tiba muncul nomer rekening lain di aplikasi Brimo yang digunakan untuk pencairan pinjol di Ammar Bank.

    • 18 Juli 2024 - (14:16 WIB)
      Permalink

      Ini juga sudah saya pertanyakan ke investigator pihak Mandirinya saat saya diinvestigasi.

      Semua data yang dipakai pengajuan palsu, tapi dilolosin juga. Sudah jelas kerjaan ordal ini.

      Rekening saya payroll, nama dan alamat perusahaan sudah pasti mereka ada. Namun dikirim ke alamat yang berbeda (pelaku memakai nama perusahaan yang sama, namun alaman perusahaan berbeda)

      • 25 Juli 2024 - (11:46 WIB)
        Permalink

        Cuma bisa berharap semoga dari pihak bank mau menindak tegas oknum internal mereka.

  • 18 Juli 2024 - (14:04 WIB)
    Permalink

    Kalo pihak Mandiri serius mau investigasi, tinggal datangin aja merchant-nya. Keliatan banget itu merchant-nya jadi tempat pencucian uang.

  • 18 Juli 2024 - (14:05 WIB)
    Permalink

    “Saat investigasi, ditemukan data yang dipakai untuk pengajuan kartu kredit adalah data palsu (KTP, NPWP dan kartu kredit pendukung, semuanya palsu). Hebat sekali, pihak analis kartu kredit Bank Mandiri yang meloloskan dokumen-dokumen palsu!”

    ini manusia pertama yg harus dimintai keterangan, si analis.
    jika sampai saat sudah selesai kasus ini tapi tidak ada nama yg muncul sebagai pelaku, orang pertama yg harus diseret ke meja hijau adalah si pimpinan cabangnya.

    • 18 Juli 2024 - (15:08 WIB)
      Permalink

      Setuju. Selain KTP, NPWP dan kartu kredit pendukung itu palsu. No hp dan email juga berbeda dengan yang saya pakai. Padahal tiap bulan estatement rekening dikirim ke email sy, dan sms transaksi rekening juga selalu sy terima.

      Analis yang meloloskan sudah pantas dicurigai. Dan kalau pengajuan offline, marketing ini juga patut dicurigai. Namun saat sy tanya pengajuan ini online atau offline, dibilangnya belum ketauan.

      • 18 Juli 2024 - (15:34 WIB)
        Permalink

        sebenarnya tidak peduli pengajuan online atau offline, sama saja, mau berbohong mau pakai data palsu karena online pun tidak peduli, poin utamanya adalah kenapa di approve dan siapa yg approvenya? dasar approvenya apa? data2 sudah berbeda kok di approve.
        marketing terlibat pun nantinya akan ketahuan ketika si analis ini “bernyanyi”, jd hanya akan buang2 waktu kalau mau tahu dr awal, langsung saja si analisnya.

        suruh sebut nama saja dan diserahkan kepada pihak yg berwajib utk diselidiki.
        spt yg saya utarakan, kalau tidak ada nama yg muncul, ya sudah tahu sendiri artinya dan jangan menyalahkan masyarakat apabila menduga dan berpikiran negatif jika pihak bank tidak berterus terang sebab kejadian spt ini sudah banyak sekali.

        tidak mungkin khan saat ini Mandiri sudah pakai AI utk approve CC? kalau AI pun langsung sudah di reject sebab datanya palsu.

        • 18 Juli 2024 - (18:24 WIB)
          Permalink

          Sy ada minta si analis ini dicari tahu siapa, analis ini uda pasti oknum juga. Kalau suruh sebut nama sih ga mungkin dijawab pak. Yang segampang apply lewat mana aja cuma dibilang belum ketahuan.

          Yang diminta investigator juga sudah sy tunjukan. Dan data2 yang diminta sama mandiricall juga sudah sy berikan (kecuali kartu keluarga dan akte lahir, ini tidak mungkin sy berikan).

          Untuk sekarang sy cm bisa berharap masalah ini kelar dan stop sampai pada kasus ini.

          • 18 Juli 2024 - (18:50 WIB)
            Permalink

            Baiknya kasus ini dibikin viral, misalnya melalui twitter. Supaya bisa jadi perhatian buat top management Mandiri (BOD nya). Karena ngeri juga kita sebagai nasabah bank ini. Mungkin pembaca lain ada yang bisa kasi info ke TS buat viral di Twitter (X) ?

  • 18 Juli 2024 - (14:09 WIB)
    Permalink

    seharusnya kan bisa di trace kali ya…
    yg pake kartunya siapa, liat dari transaksi belanja, itu ada di sultanah gallery sampe 68juta, liat di CCTV toko nya.. tinggal mau apa gak tuh pihak bank nya..
    bisa gitu gak sih..

  • 18 Juli 2024 - (14:34 WIB)
    Permalink

    Ini mah penyalahgunaan identitas mirip yg viral bank BNI,dimana korban mau melamar kerja eh dokumennya dipake pihak HRD/atasanya buat ngajuin kredit.Sebobrok inikah bank BUMN?
    Padahal ngajuin CC butuh persetujuan dr nasabah,itupun kalo via telpon harus pake rekaman.Lah ini mah kagak,busyet BANK MANDIRI loh

    • 18 Juli 2024 - (15:23 WIB)
      Permalink

      Makanya hebat kan ini bank mandiri, saat gajian dan mau pindahin gaji langsung syok berat, kenapa ada kartu kredit dan sisa limit 900rban. Padahal sy tidak pernah ajukan kartu kredit.
      Kartunya juga tidak pernah sy terima. Ternyata sudah dipakai pelaku 138jtan. Dan balasan email mandiri setelah sy lengkapin dokumen, suruh sy bayar dulu biar ga kena denda. Enak saja suruh main bayar, yang pakai juga bukan sy.

  • 18 Juli 2024 - (15:35 WIB)
    Permalink

    ngga ngerasa ngajuin, kenapa diem2 bae yak?

    orang mah aturan langsung hard complain begitu ada kartu ghoib nongol di m-banking, mana limitnya gede lagi. lha ini nunggu kejadian baru misuh2, hahaha..

    • 18 Juli 2024 - (17:33 WIB)
      Permalink

      Lo kalau gak tau masalah gk usa banyak bacot.. Budayakan membaca sebelum pake jari ngetik.. Ketikan jari lo itu lebih cpt dr otak lo

        • 18 Juli 2024 - (19:39 WIB)
          Permalink

          Bukan lemot.. Tp kebiasaan sgt buruk kebanyakan netizen itu gak baca dan gak paham tp merasa benar dlm komentar.. Jari dia itu lebih cpt dr otaknya..

  • 18 Juli 2024 - (19:27 WIB)
    Permalink

    Parah orang mkn nangka kena getahnya doang, dah pasti ini kebocoran data dr ordal kalo bkn ordal gak mungkin di Acc semudah itu

  • 19 Juli 2024 - (10:11 WIB)
    Permalink

    Mudah2 nomor hp anda dihubungi ordal mandiri dan dia minta maaf untuk segera menghapus data tsbt, dan anda iyakan saja dgn syarat minta 50 persen ke kantong anda klo tidak laporkan terus ke meja hijau.

  • 19 Juli 2024 - (12:29 WIB)
    Permalink

    Jelas jelas ijin oknum orang dalam sendiri. Makanya pihak bank seakan menutupi dan mempersulit investigasi. Padahal kalo lewat sistem gampang kalo cuma cari pelakunya.
    SARAN SAYA MENDINGAN BUAT VIDEO KRONOLOGINYA DAN DIUPLOAD DI TIKTOK, TWITTER / X & YOUTUBE biar nasabah lainnya lebih waspada. Kalo pihak Bank masih berbelit belit investigasinya saatnya cabut dari ini bank. Sudah gak aman jadi nasabah disitu

    • 19 Juli 2024 - (13:35 WIB)
      Permalink

      Nah, di Tiktok juga pernah di ada VT tentang penarikan uang valas. Di mana penarikan tidak bisa karena teler minta buku rekening, padahal daftarnya akun digital. Langsung, orang MANDIRI datang. Minta Maaf.

  • 19 Juli 2024 - (12:35 WIB)
    Permalink

    TS info kl no hp+email kartu kredit beda dgn no hp+email rekening, krn di rekening payrollnya msh terima estatement dan sms transaksi.
    padahal mestinya kartu kredit dan rekening itu data nya sama.
    sy sih 99,99% yakin ini ada oknum orang dalam, krn utk membuat data2 itu beda, perlu ada tahapan dan otorisasi yg tidak gampang.
    btw, itu di ss ada transaksi di indomaret.bs liat CCTV utk liat pelaku.
    semoga kasusnya lekas selesai

    • 19 Juli 2024 - (16:43 WIB)
      Permalink

      Thank you sis. Smoga kasus sy lekas selesai.

      Lebih bagus kalau semua bank mau menindak tegas karyawan2 mereka yang sembarangan menggunakan otoritasnya.

  • 19 Juli 2024 - (13:28 WIB)
    Permalink

    Saya baca artikel2 begini jadi makin yakin yang kena banyak. Dan banyak yang ngak mau pusing bayar aja. Apalagi orang berduit dan orang yang udah ngak percaya pelaksanaan hukum di sini.

    Masa yang kena cuma beberapa orang, dan mereka tulis ke sini semua. Liat aja responnya bank, kelihatan banget mempersulit dan berharap yang dibobol membayar tagihan.

    • 19 Juli 2024 - (16:46 WIB)
      Permalink

      Sy rasa tidak semua orang mengetahui forum ini. Sy sebelumnya juga tidak mengetahui ada forum media konsumen.

      Saat kena kasus ini, sy lakukan searching dan menemukan forum media konsumen.

  • 19 Juli 2024 - (14:22 WIB)
    Permalink

    parah bgt ini bank Mandiri, saya pun sama mengalaminya tapi di Bank Mega sampai skr pun masih belum ada tanggapan. Sama juga CS dan Call Center udah ga bisa dipercaya lg, jd ragu untuk kasih data-data yang diminta. Semoga masalahnya cepat selesai ya mba

    • 19 Juli 2024 - (18:41 WIB)
      Permalink

      Sudah lapor ojk dan up ke sini? Untuk sekarang setelah lapor ke ojk dan mediakonsumen, mandiri lumayan cepat menghubungi saya.

      • 19 Juli 2024 - (20:11 WIB)
        Permalink

        Up ke media konsumen sudah mba… Tp masih di cuekin bank Mega, pas liat mba up di OJK hr ini saya ikutan lapor mba… Dan lgs dpt sms dr bank mega no pelaporan, tks mba, smoga cepat selesai ya mba urusan kita… Jd ketauan deh bank mana yg sistem keamanan nya lemah dan pelayanan customer nya yg ga memuaskan… 😏

        • 19 Juli 2024 - (20:32 WIB)
          Permalink

          @anastasia yunita
          Bantu caranya lapor ke OJK bagaimana?

          Saya mau laporkan BANK MANDIRI naikkan bunga KPR floating hampir 16% tanpa pemberitahuan.

          @anastasiayunita bantu ya Bu share pengalaman nya

  • 19 Juli 2024 - (15:15 WIB)
    Permalink

    Kemarin di media konsumen juga ada nasabah mandiri yang kasus nya kayak gini, duhhhh semoga lekas selesai case nya om

  • 20 Juli 2024 - (17:59 WIB)
    Permalink

    Cek nama ibu, di SLIK. Takutnya ada macet credit card, menyebabkan nama ibu di black list, jadi tidak bisa kredit kredit lainnya, misalnya KPR (kredit pemilikan rumah), KPM (kredit pemilikan mobil atau motor).

      • 24 Juli 2024 - (23:21 WIB)
        Permalink

        Wuihhh ngeri kak itu saya check transaksi online belanja pakaian modern abaya muslim di toko ijo ada tuh tokonya kyk nya dia gestun… moga2 cepat beres ya kak masalahnya. Saya klo ngalamin jg pasti stress ga bisa tidur..

        • 25 Juli 2024 - (09:31 WIB)
          Permalink

          Untuk investigasi saya serahkan ke pihak mandiri. Per hari ini masih menunggu kabar investigasinya. Thank you kak. Semoga cepat selesai. Fraud seperti gini bukan cuma nama kita jadi jelek, pikiran dan mental pun lama2 terganggu.

          • 30 Juli 2024 - (16:48 WIB)
            Permalink

            Takut nya kak si penipu itu bakal nipu lg dgn data yg sama di bank lain. Was was jg ya kak.

  • 25 Juli 2024 - (11:27 WIB)
    Permalink

    Semoga cepat selesai ya untuk kasusnya, kasus dr dulu sampe sekarang ini ini aja. Cuma jadi angin lalu. Ujung ujung pengadilan dan nguap aja. Ini udh jalan berapa hari kerja dan belum ada tanggapan. Saya dulu kasus serupa malah dibentak sama polisinya “jaman sekarang yah, korban tuh jadi pelaku” Sakit bener. Ujung ujung damai sama pelaku dan kerugian di refund tapi tetep aja udh blacklist dan lama pemutihan

    • 25 Juli 2024 - (11:45 WIB)
      Permalink

      Thank you kak. Semoga cepat selesai. Diinfokan batas waktu investigasi sampai tanggal 25 Jul. Mari kita lihat apakah besok bisa dapat kabar baik.

      Kita yang jadi korban mau lapor ke polisi juga dipersulit. Pengennya hal seperti ini pihak bank mau usut sampai ke kepolisian.

  • 30 Juli 2024 - (16:47 WIB)
    Permalink

    Ngeri kali kak . Kok bisa terjadi demikian. Apakah ini keterkaitan data nasional yg jebol waktu itu di hacker? Ngeri kali ini

  • 23 Oktober 2024 - (21:04 WIB)
    Permalink

    Hallo, saya juga baru aja dapet kasus sama persis dengan Mel dan pak adi. Jd sekarang kasus nya bagaimana ya? Saya terjadi di sept dan okt kemaren didatangi collector mandiri. Tidak pernah mem apply, menerima apalagi memakai. Sungguh buat saya sangat down masalah seperti ini. Saya cuma bisa telp ke cs 14000 dan datangi kantor cabang. Mohon arahan nya mba harus bagaimana? Apakah harus segera lapor ke ojk atau gimn ya? Soalnya buat saya juga ga bisa tidur.

    • 23 Oktober 2024 - (21:15 WIB)
      Permalink

      Case sy sedang dalam tahap penghapusan biaya interest (yg transaksi fraud sudah diselesaikan oleh pihak mandiri). Saran sy lapor ke ojk dan up di mediakonsumen supaya case lebih cepat diproses sama pihak mandiri.

      • 25 Oktober 2024 - (22:40 WIB)
        Permalink

        Baik Bu Mel, terima kasih atas saran nya. Semoga cepat selesai. Dan kasus saya juga bisa cepet ditangani, karena membuat resah banget tiba2 ada masalah gini apalagi respon bank Mandiri lambat.

        • 23 November 2024 - (20:24 WIB)
          Permalink

          Ya allah sama banget dg case saya,
          Bedanya saya bank sebelah BRI BI checking kol 5 tunggakan CC BRI kurleb 25jt pdhl tdk pernah apply, tdk pernah nerima, apalagi sampe transaksi dg CC. Udh laporan dari bulan maret sampe sekarang blm ada kejelasan sampai jengkel saya laporan tanya2 trs

          • 24 November 2024 - (15:52 WIB)
            Permalink

            waduhh ngeri banget euy… terus gimana itu kak..? gak suruh bayar kan..
            apa punya rekening juga di BRI?

      • 27 Februari 2025 - (06:10 WIB)
        Permalink

        Ibu Mel, apakah kasus ini diselesaikan oleh Mandiri setelah syarat permintaan dari mereka terpenuhi semua? KK, akta lahir, surat domisili dan Keterangan Kerja, berapa lama selesainya Bu? Karena barusan saya mengalami hal yg sama

        • 27 Februari 2025 - (11:10 WIB)
          Permalink

          Halo, stlh dokumen lengkap (sy email 26 jul), 2 aug pihak mandiri bagian investigasi datang menemui sy. Sekitar akhir bulan aug tagihan baru dihapuskan.

          Namun kasus sy benar2 baru closed di akhir oct (dikarenakan kena interest dari tagihan yg ga dibayarkan, jd reversal terus sampai benar2 di clear oleh pihak mandiri)

  • 5 Mei 2025 - (19:59 WIB)
    Permalink

    Setau sy mandiri cc nya limitnya gabungan, apalagi itu hanya 1 cc, yg 1 nya lg kan kartu tambahan.. Apa sdh selesai ini kasusnya?

 Apa Komentar Anda?

Ada 62 komentar sampai saat ini..

Tidak Pernah Mengajukan Kartu Kredit Mandiri, Tiba-tiba Ada Transaksi …

oleh Mel dibaca dalam: 3 menit
62