Kebijakan Asuransi Shopee Merugikan Penjual

Shopee memiliki kebijakan asuransi pengiriman sebesar 0,5% dari harga barang, yang dikenakan kepada penjual. Masalahnya, jika terjadi gagal kirim paket, maka asuransi tetap akan dibebankan ke penjual oleh Shopee. Berikut gambar ketentuan Shopee tersebut:

Pesanan gagal kirim sama sekali bukanlah kesalahan penjual. Entah karena pembeli menolak paket, tidak ada di tempat, atau sering kali kurir Shopee melakukan retur paket begitu saja. Mengapa? Karena setahu saya, sejak ada garansi tepat waktu, kurir akan diberi sanksi jika paket telat. Namun jika paket diretur, mereka tidak diberi sanksi, sehingga mereka lebih memilih me-retur paket yang telat. Satu lagi kebijakan Shopee yang asal-asalan.

Coba, logikanya di mana, kesalahan terjadi di pihak pembeli atau kurir, tapi penjual tetap disuruh membayar asuransi? Kalau begitu enak benar jadi Shopee, semua barang diretur, asuransi mereka ambil saja. Ini perlu menjadi perhatian agar Shopee memperbaiki kebijakan yang tidak adil seperti ini. Ini namanya perampokan.

Berikut saya berikan contoh kasus:

Abraham Budhiredja
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

21 komentar untuk “Kebijakan Asuransi Shopee Merugikan Penjual

  • 3 November 2024 - (12:14 WIB)
    Permalink

    Itu asuransi retur kl tidak salah ya, kemarin baca sekilas. Kl jual barang2 receh ya murah cuma 0.5%, drpd potongan full ongkir retur kl tidak pakai asuransi. Saya juga tidak mengantifkan, jd kl ada retur ya nanggung full ongkir. Untungnya selama jualan di shopee baru 1x mengalami retur. Monggo di dislike, rekor baru 100an, kl bisa 200 pasti luar biasa. 😀 😀 😀

    1
    106
    • 3 November 2024 - (15:00 WIB)
      Permalink

      Anda salah. Itu bukan untuk ongkir retur. Itu asuransi biasa, beda dengan yang untuk ongkir retur. Kalau ongkir retur itu untuk pengembalian yang disebabkan kesalahan penjual, misal salah kirim barang. Kalo ini untuk pengiriman dari penjual ke pembeli saja. Beda.

      74
      1
    • 3 November 2024 - (18:47 WIB)
      Permalink

      Setau sy ongkir retur gagal kirim tidak dibebankan ke seller. Ntah siapa yg nanggung, yg jelas selama ini kalau ada paket gagal kirim sy blm pernah kena potong biaya ongkir retur.

      1
      36
  • 3 November 2024 - (16:26 WIB)
    Permalink

    Tapi lebih parah Tokopedia.Beberapa toko official store dan power merchant pro ada kewajiban biaya asuransi dari sisi pembeli dan tidak bisa dihilangkan (nominal emang kecil sih Rp200-Rp1.000 tergantung total belanja).Pernah saya belanja di toko official pronas dan paket dinyatakan hilang.Sudah ada biaya asuransi,biaya layanan,biaya penanganan,uang balik cuma 3/4 gegara saya pake voucher diskon toko,bukan voucher tokpednya.Itupun refund nyaris 1 bulan krn toko slow respon.

    1
    37
    • 3 November 2024 - (18:27 WIB)
      Permalink

      Berdasarkan logika hukum, harusnya memang pembeli yang bayar asuransi. Itukan memang barangnya pembeli, sudah berpindah hak sejak terjadi transaksi. Barang pembeli ya seharusnya pembeli yang nanggung asuransi dong.

      Lagipula, kalau anda pake voucher diskon, kan memang anda ga bayar penuh. Transaksi total 100 rb, anda bayar 75 rb karna pakai voucher 25 rb, barang hilang anda mau diganti 100 rb?? Yang benar aja…?

      Lagipula, lelet atau tidaknya penanganan klaim asuransi itu dari tokopedia dan perusahaan asuransi, bukan dari toko atau penjualnya. Kenapa anda malah menyalahkan tokonya?

      Tokopedia itu lebih baik drpd shopee kemana-mana.

      38
      1
      • 3 November 2024 - (18:34 WIB)
        Permalink

        Uang refund saya balik 3/4 dari total yg saya bayarkan alias kurang.CS mengatakan ada penyesuaian jika menggunakan voucher diskon/cb apapun.Saya bayar 50rb,uang refund didapat hanya 37rb.

        1
        28
        • 3 November 2024 - (18:40 WIB)
          Permalink

          Anda bisa tulis artikel di media konsumen dengan menyertakan bukti2 dan screenshotnya (invoice transaksi, notifikasi refund beserta jumlahnya, chat/komunikasi dengan admin tokopedia) seperti yg saya lakukan, supaya tdk terjadi fitnah. Sepengetahuan saya itu tidak seperti itu soalnya.

          29
          1
          • 3 November 2024 - (19:06 WIB)
            Permalink

            Maaf ya saya tidak seperti anda.Yang ketika ada masalah perihal aturan tertulis langsung di up ke Media Konsumen.Saya sebagai buyer cukup terima dengan hasil yg didapat dan tinggalkan platform aplikasi tersebut.Saya garis bawahi TINGGALKAN APLIKASI TERSEBUT dan ganti ke aplikasi lain.Anda tidak terima dengan kebijakan shopee silakan bisa pindah ke Tokopedia yg anda nilai bagus sekali.

            1
            30
        • 3 November 2024 - (19:55 WIB)
          Permalink

          Anda bilangnya tidak up di media konsumen dan sebagai buyer terima saja? Tapi anda masih komen di artikel media konsumen orang lain? Lalu anda menolak konfirmasi untuk menghindari fitnah?

          Maaf ya. Saya memang tdk seperti anda. Saya lebih baik menyuarakan pendapat untuk memperbaiki, daripada diam dan fitnah.

          23
          1
      • 3 November 2024 - (18:51 WIB)
        Permalink

        Logikanya emang itu produk buyer, tp pada kenyataan seller yg rugi kalau paket hilang atau rusak, karna pembeli bs langsung klaim pengembalian dana karna paket tidak sampai, atau mengajukan retur barang dgn alasan rusak. Sementara seller hanya akan diganti 10x ongkir (maksimal) atas paket hilang atau rusak.

        1
        21
        • 3 November 2024 - (19:37 WIB)
          Permalink

          Betul. Itu juga merupakan ketidakadilan untuk penjual. Itulah Shopee, selalu menekan seller demi memanjakan buyer yang seringkali non produktif (saya sudah berulangkali meminta data yang menyatakan adanya peningkatan penjualan repeat order karena kebijakan shopee yang semacam ini, tapi tidak pernah diberikan, kalau dari data saya yang sudah menjual jutaan produk, ini hanya omong kosong). Tapi di artikel ini saya menyoroti kebijakan premi asuransi.

          19
          1
          • 7 November 2024 - (00:18 WIB)
            Permalink

            Sepertinya Team Tokopedia (Abby) & Team Shopee (Muhamad Saiful) lagi berantem. 🤭

  • 4 November 2024 - (09:17 WIB)
    Permalink

    SHOPEE LAGIIII….
    APLIKATOR MAFIA…
    MENTANG2 SUDAH KASIH TEBENGAN ANAK MANTAN PRESIDEN TRUS SEMAUNYA SENDIRI…
    PANTESAN DI SOLO DI KASIH FASILITAS LAHAN…

    1
    1
    • 4 November 2024 - (14:51 WIB)
      Permalink

      Ini bisa jadi sama. Kalau soal retur dari pihak kurirnya dengan alasan mengada-ada itu memang sama.

      Tapi saya garisbawahi disini, tujuannya bukan ngambil ongkos retur dari penjual.

      Soalnya ongkir retur cuma akan dikenakan ke penjual kalau retur merupakan kesalahan penjual. Misalkan salah kirim barang, salah tempel label, mengirim barang yang dilarang, transaksi gestun, dll.

      Selama ini saya retur siluman seperti ini BELUM PERNAH DI CHARGE ONGKIR RETUR OLEH SHOPEE. Karna memang bukan salah penjual juga.

      Saya fair2an aja, biarpun shopee banyak gak benernya tapi saya gak menyalahkan mereka kalo mereka gak salah.

      Disini yang saya permasalahkan itu premi asuransi nya yang diambil oleh mereka, bukan ongkirnya.

      Kebetulan barang2 saya seharga jutaan rupiah.. Jadi 0.5% nya pun sudah 5 rb rupiah paling kecil. Rupanya masih kurang mereka ambil 5 rb rupiah per paket dikalikan ribuan-puluhan ribu paket per bulan dari saya…

      • 4 November 2024 - (14:55 WIB)
        Permalink

        Saya setuju, kalau bukan kesalahan penjual ketika terjadi retur belum sampai ke pembeli, seharusnya Shopee yang menanggung semua, baik asuransi ataupun ongkos retur. Karena saya juga membaca ketentuan jika kesalahan penjual maka penjual menanggung biaya retur.

        Memang sih kasus Penulis sama dengan kasus saya. Mereka SPX Express memang sering melakukan tipuan paket agar hanya klaim ongkos kirim dan retur dan asuransi. Kwkwkw Baru ini berkaitan kasus kita bang.

        • 4 November 2024 - (17:41 WIB)
          Permalink

          Kalo di sisi kurir, seperti yang saya tuliskan diatas, rasa2nya mereka gak ada insentif untuk retur sembarangan, soalnya asuransi juga kan masuknya ke kantong shopee pusat, bukan ke kantong kurirnya. Saya rasa kemungkinan besar mereka menghindari sangsi, soalnya program shopee yang Garansi Tepat Waktu (GTW) kan memberi customer voucher 10 ribu jika paket telat, dan itu mungkin dibebankan ke kurir, makanya mereka lebih baik retur drpd dilanjutkan pengirimannya dan telat. Soalnya tebakan saya, kalau status paketnya retur, mereka tidak di sangsi. Ini celah di sistem mereka.

          • 4 November 2024 - (18:34 WIB)
            Permalink

            Jika paket masih di Gudang Pusat (Kota Penerima) dan status langsung retur, belum sama Kurir. Beda ya kurir dan Supir atau Gudang Pusat. Jika Telat di Supir Expedisi atau stuck lama di Suatu Gudang, belum di pegang oleh kurir, maka retur itu sudah menjadi pemasukan permainan di lapangan, terlebih Kepala Gudang penerima di suatu Pusat Kota.

            Kalau abang bilang kurir, mereka tergantung Gudang, kadang kepala gudang atau penyortir gudang sengaja menumpuk dahulu paket.

  • 4 November 2024 - (15:36 WIB)
    Permalink

    Kalo kesel2 amat bang gw kasih ide..
    Biar pasar ga ilang, tapi tetap gak rugi, sekalian ngasih pelajaran juga..
    1. Naikan harga barang untuk menutupi kerugian asuransi yg gagal kirim.
    2. Cantumkan link alternatif dari e-commerce lain atau pesaing.
    3. Tambah deskripsi, “untuk harga yg lebih ramah silahkan pakai e-commerce anu Dengan link berikut atau cari dengan keyword toko anu” harga disini jadi mahal karena adanya tambahan asuransi dan segala macam..
    Tetep dapet pasar, situ aman, e-commerce nya juga kapok kalau semena-mena.. 🤣🤣🤣

    • 4 November 2024 - (17:25 WIB)
      Permalink

      Kalo untuk poin 1 saya rasa gak mungkin… Soalnya margin memang sudah setipis kertas. Bayangkan aja, untuk barang senilai 700 rb margin saya cuma 15 rb an. Di harga itupun persaingan sudah ketat buanget. Kalo dinaikin pasti ancur penjualan..

      Poin 2 itu tidak bisa, sudah di cekal otomatis di sistem shopeenya, kita tidak boleh tulis link keluar shopee di deskripsi produk, sudah by system / AI auto ditolak.

      Poin 3 sama dengan poin 2.

      Sebetulnya begini.. kalau memang mau “kasih pelajaran” ke shopee itu jalurnya cuma dua. Satu, dari sisi pengguna alias pembeli, boikot shopee. Tapi ini sulit juga soalnya banyak yang terlena dengan voucher, walaupun mereka pake voucher itu untuk beli barang hedon ga penting.. Kedua dari sisi pemerintah, harusnya menegaskan aturan anti dumping, soalnya yang dilakukan Shopee ini kan dumping sebetulnya, di negara barat semua dilarang praktik semacam ini. Tapi apa daya Shopee sudah menaati jet pribadi…eh maksud saya aturan pemerintah..

 Apa Komentar Anda?

Ada 21 komentar sampai saat ini..

Kebijakan Asuransi Shopee Merugikan Penjual

oleh Abby dibaca dalam: 1 menit
21