Shopee Lagi-lagi Membela Pembeli yang Salah

Salam sehat kepada seluruh pembaca dan tim redaksi Media Konsumen.

Kali ini, saya ingin kembali menyampaikan kekecewaan saya atas kebijakan Shopee yang, sekali lagi, terkesan membela pembeli yang salah. Kasus ini sangat mirip dengan pengalaman saya beberapa minggu lalu, yang telah dimuat dalam artikel berikut:

Kasus terbaru ini terjadi pada pesanan dengan nomor: 250211U6F666YCP, yaitu pembelian satu unit HP Samsung Galaxy. Masalahnya kurang lebih sama seperti yang saya alami sebelumnya. Si pembeli berlokasi di Tangerang, tetapi paket justru dikirim ke Cimahi (alamat yang tercantum di profil Shopee-nya jelas-jelas menunjukkan Tangerang).

Saya sudah mengajukan banding ke CS Platinum Shopee dengan nomor laporan 1895****3761. Namun, hasilnya seperti yang sudah saya duga: banding ditolak karena harus disetujui oleh pembeli.

C’mon, Shopee! Apakah kebijakan seperti ini akan terus dipertahankan? Tidak semua pembeli itu smart atau bijak dalam bertransaksi maupun memberikan penilaian. Masa Shopee harus membela pembeli yang seperti itu? Banyak seller yang jujur berjualan dan memberikan pelayanan maksimal justru dirugikan oleh keputusan seperti ini.

Tolong, Shopee, pertimbangkan kembali kebijakan ini.

Terima kasih dan salam sehat.

Alexander Ivan
Bandung, Jawa Barat


Update (17 Maret 2025): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi dan apresiasi atas tanggapan dari pihak Shopee sebagai berikut:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

21 komentar untuk “Shopee Lagi-lagi Membela Pembeli yang Salah

    • 9 Maret 2025 - (23:15 WIB)
      Permalink

      Shopee udah mulai banyak di tinggal oleh seller dalam arti seller Shopee tetap buka toko dk Shopee tapi gak fokus lagi dagang di Shopee melainkan fokus dagang di marketplace lain. Karena memang banyak yang kecewa dengan kebijaksanaan shopee yang cenderung menjadikan penjual sebagai budak bukan sebagai Mitra. Bila penjual protes ke shopee pun lewat CS maka dari CS biasanya diteruskan ke tim terkait yaitu tim penindakan, Nah kalau sudah masuk ke tim penindakan ini justru toko yang protes yang akan diincar oleh mereka. Teman saya curhat bahwa toko dia semula Omzetnya 100 juta per bulan, tapi karena beberapa kali protes terkait kebijakan shopee, langsung produk-produknya di-banned dituduh pelanggar kebijakan perdagangan shopee dengan menjual barang Terlarang, Padahal dia jualan barang-barang tersebut sudah 4 tahun di shopee dan tidak pernah ada teguran karena dagangannya juga cuma garam mandi aromaterapi dan produk herbal resmi untuk kecantikan, tapi karena dalam beberapa bulan terakhir dia sering protes langsung produk-produknya itu di-banned, sehingga omset yang semula 1 juta sebulan akhirnya anjlok jadi cuma 10 juta sebulan. Sudah terlalu banyak seller yang pernah seperti itu, yang karena berani protes maka tokonya langsung diincar oleh tim penindakan. Intinya tim terkait shopee itu Malas orang-orangnya nggak mau melayani protes dari penjual sehingga kalau ada yang protes lebih baik langsung disikat habis saja ktimbang bikin repot trus, pikir mereka begitu. Padahal kalau dipikir yang rugi ya shopee sendiri. Shopee Kan ambil untung dari jam dari tiap transaksi. Kalau omzet hilang 90 juta Bukankah shopee juga kehilangan komisi dari 90 juta tersebut? Nah di sinilah jahatnya tim penindakan tersebut, mereka nggak mau tahu kalau keputusannya membanded produk-produk dari toko yang berani protes itu akan merugikan perusahaannya sendiri, yang mereka pikir cuma diri mereka sendiri aja kerjanya Jadi ringan karena nggak perlu lagi melayani seller-seller bawel. Yah paling lama-lama Shopee bangkrut sendiri, kita ucap syukur saja kalau suatu hari nanti hal itu terjadi, amin

        • 14 Maret 2025 - (19:02 WIB)
          Permalink

          Nah nih pasti orangnya shopee nih , makanya marah saat ada orang doain buruk ke shopee.makanya kerja yg rajin layani protes seller jangan malah seller yg dikerjain…gw juga punya toko di shopee dan gw tau mang yg protes itu bakal diincar oleh tim shopee tuk dimatiin tokonya

      • 10 Maret 2025 - (06:40 WIB)
        Permalink

        Sejak ada fitur pengembalian barang, itu ancur banget. Pembeli bisa mengembalikan barang kembali meskipun sudah kalah.
        Hal iti sangat membuang waktu seller dalama prosesnya, harus call, email, bikin uboxing, penyertaanbukti dll.
        Crew shopee memang tidak bekerja dengan benar.

    • 10 Maret 2025 - (03:58 WIB)
      Permalink

      Jualan offlen sepi, mau ninggalin shopee juga. Pindah Toped juga sama ber pihak ke pembeli.

      • 10 Maret 2025 - (04:44 WIB)
        Permalink

        Tidak juga, penjual yang nakal (main kotor/curang) Tokopedia Care berpihak ke penjual. Sedangkan penjual yang amanah & tidak merepotkan jika produknya bermasalah (jujur), lebih gampang sekali prosesnya. Jadinya males beli di TokPed, apa-apa waktu beli gak bisa apa-apa kalau produknya bermasalah. Berasa pemerasan berkedok membeli, jadinya pindah ke Lazada lebih ramah & gercep ke pihak pembeli.

  • 9 Maret 2025 - (22:04 WIB)
    Permalink

    Ini media konsumen editornya pada tidur apa gimana ya.. masa ada kasus yang tidak jelas masalahnya dan kronologinya seperti ini bisa dimuat…? Kalo begini lama2 mk jadi tempat sumpah serapah nggak jelas, dan penulis bakalan kena ITE semua pencemaran nama baik.

    • 10 Maret 2025 - (04:46 WIB)
      Permalink

      Iya kurang rinci, komplainan pembeli juga tidak ada. Pokok masalahnya juga tidak dijelaskan secara runtut. Jadinya sangat sulit untuk menilai siapa yang salah (rancu).

  • 10 Maret 2025 - (09:47 WIB)
    Permalink

    Trus permasalahannya ada dimana ya, kalo cuma alamat bisa saja sat dia order emang posisinya lagi ada di bandung sedangkan tempat tinggalnya memang di tangerang dan mungkin karna dirumahnya tdk ada orang jadi dia pake alamat di bandung ?

  • 10 Maret 2025 - (11:53 WIB)
    Permalink

    Mungkin shopee lebih berpihak ke yang lebih menguntungkan. Dulu saya pernah pesan kardus packing jumbo. Saat saya buka pesanan saya, ada beberapa yang sudah dipotong di bagian samping kardus, jadi harus disatukan dengan lakban. Jadi saya kasih bintang 4 krn masih bisa digunakan dan cukup kuat, walaupun sudah dipotong oleh penjualnya. Tapi penilaian saya malah disembunyikan oleh admin tokonya.

  • 10 Maret 2025 - (13:04 WIB)
    Permalink

    Gpp, selama ini konsumen yang seringkali dirugikan seller, seringkali barang tidak sesuai, proses pengiriman lama, atau permintaan pembatalan tidak direspon penjual. Dan tentu saja jebakan2 yang dilakukan seller dengan gambar2 yang tidak sesuai barang yang dijual. Tidak semua penjual tentunya, masih banyak penjual yang konsisten

    Saya ingin menyarankan kepada Shopee ,Tokopedia dan provider OLS lainnya agar semua pesanan harus melalui tahapan “Menunggu konfirmasi” , karena seringkali penjual belum baca pun statusnya sudah “Diproses” padahal mungkin saja tokonya sedang libur atau tidak aktif. Harusnya jika toko tidak mengkonfirmasi pesanan dalam 1×24 jam maka otomatis batal tanpa harus menunggu beberapa hari. Begitu juga seller diwajibkan merespon pengajuan pembatalan max 1x24jam, jika tidak maka pesanan batal otomatis.

    Saya pernah mengajukan pembatalan tapi sampai menunggu 4 hari baru dibatalkan otomatis, karena penjual tidak aktif. Mau belanja di toko lain tapi uangnya masih menggantung.

    Bagaimana YLKI?

    • 10 Maret 2025 - (13:28 WIB)
      Permalink

      >karena seringkali penjual belum baca pun statusnya sudah “Diproses”

      Sekarang otomatis diproses. Ngak ada konfirmasi lagi.

      >selama ini konsumen yang seringkali dirugikan seller

      Saya sebagai penjual, juga banyak pembeli berbuat aneh2. Sudah lah memang secara mental, moral, dan duit, rakyat di sini belum siap buat jual-beli online. Tutup aja semua marketplace.

  • 10 Maret 2025 - (14:11 WIB)
    Permalink

    pembeli harus merasa aman dan nyaman belanja di suatu platform.
    kalo rasa aman tidak ada, pembeli akan lari..

    tahu kah penyebab suatu pusat penjualan tutup ?
    adalah karena kekurangan pembeli…

    tahukah penyebab suatu ecommerce kolaps ? karena kekurangan pembeli.
    tugas penjual adalah menjual barang yg didisplay dgn benar dan sesuai
    ngak usah ada akal²an..

  • 12 Maret 2025 - (03:39 WIB)
    Permalink

    saya tdk bela shopee atau eccomerce laen krn stau sy stiap eccomerce mrka ngikutin, kurleb psti peraturan eccomerce makin lama sama. Tp serius tulisan anda ini tidak jelas 🤣🤣 Lah knp anda atur pembeli mau dimana dia tinggal, dia yg nentuin kmn tmpt pengiriman. Banding anda adalah soal itu pembeli ngasih rating beberkan dong masalahnya apa dan isi ratingnya apa. Postingn anda bgni keliatan anda seler yg mngkin aja jual barang jelek tp mau rating bagus 🤣

  • 12 Maret 2025 - (04:19 WIB)
    Permalink

    Lebih banyak pedagang shopee yang nakal untuk menipu pelanggan, bukti nya saya sendiri, contoh nya penjual di arah kan untuk transaksi di luar shoppe agar dapat discount sebanyak mungkin hingga pembeli tertipu, bayangkan jika 2 pedagang shopee yang nakal menipu 10 orang pelanggan sudah berapa banyak pelanggan rugi dan meninggal shoppe akibat penjual nakal, ingat pembeli di utamakan untuk kenyamanan dalam bertransaksi agar platform toko online Dapat bertahan,,, pedagang lebih banyak daripada pembeli maka pembeli di berikan kenyamanan yang lebih agar perdagangan juga laku keras

    • 12 Maret 2025 - (04:36 WIB)
      Permalink

      Kalau menurut anda Shopee itu sarang penyamun dan anda kena tipu melulu, mungkin sebaiknya stop belanja di Shopee. Ngapain bela2in harus belanja di Shopee. Marketplace di sini ngak cuma satu.

  • 14 Maret 2025 - (19:05 WIB)
    Permalink

    Shopee tim terkaitnya memang bengis. Kalo ada seller protes biasanya langsung masuk daftar hitam buat dimatiin tokonya. Heran aja masih ada yg bela shopee, mungkin keluarganya karyawan shopee.

  • 14 Maret 2025 - (21:17 WIB)
    Permalink

    Jujur saya belum paham masalahnya dimana. Kalau alamat pengiriman tidak sama dengan alamat akun shopee masalahnya dimana. Akun shopee saya aja sampai harus sering hapus & tambah alamat karena sering melakukan pengiriman ke alamat yang berbeda-beda. Harusnya disampaikan problemnya apa bukan hanya sekedar alamat pengiriman dan alamat akun beda.

 Apa Komentar Anda?

Ada 21 komentar sampai saat ini..

Shopee Lagi-lagi Membela Pembeli yang Salah

oleh Wijaya dibaca dalam: 1 menit
21