Keluhan Surat Pembaca Bank Mandiri Menagih Rp10 Juta untuk Transaksi QRIS yang Gagal dan Tidak Profesional dalam Penanganannya 16 November 202521 November 2025 renita mugi 21 Komentar Bank Mandiri, Billing System, Call Center, Cashless Payment, Customer complaint handling, Customer Service, Investigasi transaksi, Kartu Kredit Bank Mandiri, Kartu Kredit Mandiri, Limit Kartu Kredit, Merchant QRIS, Payment Gateway, QR code standar pembayaran nasional, QR payment, QRIS, Refund, Refund Limit, SLA, SOP, Standard Operating Procedures, Tagihan kartu kredit, Transaksi gagal, Transaksi Pending Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah memuat surat pembaca saya. Izinkan saya untuk meluapkan kekecewaan terhadap Bank Mandiri, karena saya sudah melaporkan masalah ini ke CS Mandiri melalui telepon. Namun, beberapa kali saya menghubungi, beberapa kali juga terdapat perbedaan keterangan dan kontradiksi antar call center. Memang sudah sejak lama bahwa Bank Mandiri ini punya call center yang hampir tidak ada gunanya. Saya mengalami masalah gagal transaksi pada saat pembayaran menggunakan QRIS di merchant offline, yang mana transaksi diproses pada tanggal 4 Oktober 2025 sebanyak satu kali dengan nama merchant Winarta Store. Karena pada saat transaksi ada keterangan tertunda, saya disuruh menghubungi Mandiri Call. Saya pikir memang limit akan kembali dengan cepat karena memang transaksinya tidak berhasil. Namun, pada siang hari kemudian saya merasa ada yang aneh karena tidak ada konfirmasi lanjutan perihal gagal transaksi tersebut. Padahal, kalau saya beli GoFood menggunakan kartu kredit Mandiri, jika pembayaran gagal, seharusnya akan terlihat di aplikasi Livin’ (limit kembali). Pada saat kejadian, akhirnya saya malah jadi mengeluarkan uang ganda sebesar Rp11.440.000, yang mana harusnya saya hanya mengeluarkan Rp1.440.000 saja dan sisanya Rp10.000.000 melalui scan QR. Namun gara-gara Livin’ Bank Mandiri ini ngadi-ngadi, saya jadi harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk membayar kebutuhan sembako yang saya beli. Saya melaporkan hal ini ke pihak Bank Mandiri dan malah mendapatkan respons yang datar, penuh sinis dari call center-nya, yang di tanggal 4 Oktober 2025, mengatakan bahwa saya harus menunggu sampai dengan tanggal 11 Oktober 2025. Jika memang uangnya kembali, pasti akan kembali; kalau tidak, baru akan ditindaklanjuti setelah tanggal tersebut. Padahal di toko tersebut saya memastikan sampai berkali-kali bahwa yang bersangkutan, pemilik toko, menunjukkan riwayat pembayaran bahwa tidak ada riwayat dari pembayaran yang saya lakukan, dan memang tidak ada riwayat uang masuk dari Bank Mandiri kepadanya pada saat itu maupun di hari itu. Lagi pula, saya lihat dan cermati, ternyata laporan serupa juga sudah banyak di Media Konsumen ini. Bank Mandiri sering gagal dalam hal pembayaran QR, tapi nasabahnya tetap dibebankan tagihan atas apa yang sebetulnya gagal atau tidak pernah terjadi. Saya pun mengalaminya sendiri karena itu tertagih dan masuk billing statement. Bagaimana mungkin pihak merchant tidak pernah menagih kepada Bank Mandiri, tapi tagihan itu tetap ada dari pihak Mandiri untuk ditagihkan kepada nasabah, padahal pembayaran statusnya tertunda dan memang tidak berhasil. Sampai-sampai call center kalian yang memang nggak ada gunanya itu kalau bicara selalu ngawur, memperlakukan saya seolah-olah kartu kredit saya ini kena card skimming, yang mana itu adalah dua hal yang sangat berbeda dengan apa yang saya alami. Harus repot buat sanggahan, harus repot buat surat pernyataan, seolah seperti orang yang mengalami transaksi yang tidak dilakukannya tiba-tiba ada transaksi gaib di rekening maupun kartu kreditnya. Itu adalah hal yang jauh berbeda dengan apa yang saya alami, jadi tidak dapat diperlakukan sama, wahai Bank Mandiri. Sebagai contoh, saya mengalami masalah ketika setor tunai kepada Bank BNI. Jumlah yang saya setor tidak sama ketika saya melakukan print mutasi. Dengan mudahnya saya cukup menghubungi call center, dibuatkan laporan, masalah selesai, tidak bertele-tele seperti Bank Mandiri ini. Dan juga marketing kalian yang sering telepon saya tapi PHP menawarkan Power Cash dengan biaya admin Rp50.000 atau Rp100.000. Tidak lama lagi kemudian beda lagi bicaranya, setelah satu hari atau cuma berbeda beberapa jam biaya adminnya berubah menjadi 1% atau 2% dari pokok. Dan sudah beberapa kali seperti ini, padahal cuma beda satu hari atau beberapa jam karena saya mau pikir-pikir dulu, langsung beda statement-nya, langsung beda adminnya. Hadehh. Kembali ke persoalan pembayaran atas transaksi saya yang gagal, saya minta agar ini ditindaklanjuti dan dipercepat. Dari pihak merchant sudah menunjukkan bahwa tidak ada transaksi yang ditagihkan oleh pihak Bank Mandiri di tanggal tersebut, dan transaksi tersebut tidak tercatat di bank mereka (QRIS merchant Danamon). Pada tanggal 4 November yang lalu, saya melakukan belanja lagi di merchant yang sama, dengan total transaksi 10 juta 800 ribu rupiah. Saya membayar Rp10 juta menggunakan QRIS, dan transaksi tersebut berhasil masuk ke akun pemilik toko. Ini adalah buktinya: Agar ini menjadi perhatian dan ditindaklanjuti oleh Bank Mandiri, mengingat itu bukan jumlah kecil ataupun sedikit. Mohon bantuan dan perhatian dari pihak terkait. Terima kasih. Tatiek Renita Jakarta Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
renita mugiPenulis artikel16 November 2025 - (17:44 WIB)Permalink apaan sih buzzer miskin lu 90bl0k sih. makanya miskin. Lu nggak punya Bank mandiri ya di aplikasi livin aja free bunga dan admin sekarang cuma 0,5 dari bulan lalu. yang tadinya 1% buat ambil power cash. buat apaan lagi orang 93stun. kalau power cash aja mudah buat diambil lu g0bl0k makanya miskin 11 Login untuk Membalas
Rochmadi rochmadi18 November 2025 - (11:42 WIB)Permalink Sampah ini orang .. taunya segala sesuatu komplen cc gestun .. bodoh anda .rendah sekali otaknya 1 Login untuk Membalas
Rendy16 November 2025 - (15:02 WIB)Permalink Emang mending pake bank lain yg lebih gercep aja penanganan kalo ada komplainnya biar gak rugi 2kali. Thanks atas sharingnya, jadi pelajaran buat mikir 2kali make mandiri 2 4 Login untuk Membalas
ubay17 November 2025 - (04:54 WIB)Permalink Harusnya kalau transaksi pending harus saldonya kembali…ditanyakan ke tokonya aja jgn2 udh masuk tokonya 2 Login untuk Membalas
Rossy18 November 2025 - (15:04 WIB)Permalink Gestun wkwkwk Sebelum dikatain miskin gw jg punya CC Mandiri, ada 4 jenis bahkan. Dr semua bank yg aku punya, CC Mandiri tetap terbaik soalnya egk pelit limit hehehe 1 1 Login untuk Membalas
renita mugiPenulis artikel18 November 2025 - (19:57 WIB)Permalink Urusan lu apaan mau punya 100 j3nis juga sama gua. Oh dari sekian banyak cuman mandiri doang yang limitnya rada mending ya 😂 level lu ya itu mah masih m1skin namanya. Makanya otak lu paling banter cuman berapa juta juga 93stun ? itulah emang 0tak kalau orang udah kepepet karena nggak punya duit ya begitu. nggak pernah naik level 2 Login untuk Membalas
renita mugiPenulis artikel19 November 2025 - (00:32 WIB)Permalink 0alah tukang ngutang t0h. indikasi bakal mac3t sih dari c0ngor nd 0t4k samp3an. dah ketaker koq. Itulah bedanya saya sama anda Anda ngaku-ngaku real belanja padahalnya Anda juga yang ngucap pengetahuan soal g3stun. Berarti Anda memang kebiasaan ngibul nipu alam bawah sadar anda mengucapkan Gestun begitu juga faktanya bukan real belanja padahal anda g3stun. Dan anda cuman ngaku-ngaku doang punya mandiri kenapa karena anda itu b0do sebetulnya di mandiri ada power cash kadang-kadang free admin kadang-kadang free bunga kadang-kadang free admin dan free bunga buat apa lagi orang harus g3stun apalagi limitnya besar yang diambil cuman ecek-ecek. nggak kepikiran ngutang. beda sama yang niatnya bacotnya tukang ngutang kayak sampeyan udah tukang hutang punya congor nggak tahu diri. Mudah-mudahan habis ini sampean c3laka ya. kred1it l03 m4cet. d4n segala bUruk k3burukan yang l0 harapkan akan balik menimpa diri l03. 1 Login untuk Membalas
Eko19 November 2025 - (06:49 WIB)Permalink Netizen disuruh tulis komentar yang sopan. Padahal yang bikin artikel aja jawab komentar, kata-katanya kasar … 1 Login untuk Membalas
renita mugiPenulis artikel19 November 2025 - (13:32 WIB)Permalink menurut ngana nuduh 0rg seenak jidat, yapping” g3stun ga kasar ? menuduh/memfitnah org kurang kasar ? Agama saya mengajarkan kalau orang memfitnah itu bahasannya lebih kejam daripada p3mbunuhan. agama saya islam btw. Jadi memang sudah sangat benar orang tersebut saya katakan m1skin. sudah m1skin 4khlak m1skin p0la p1kir m1skin materi pula. 2 Login untuk Membalas
Rossy18 November 2025 - (22:12 WIB)Permalink Sebagai orang yg sama² pengguna kartu kredit alias sama² tukang ngutang egk pantas bilang aku miskin wkwkwkwwkwk Kita sama² tukang ngutang, bedanya aku real belanja, om tukang gestun. Semoga gestunannya egk dibalikin sama Mandiri ya om, wkwkwkwk 2 1 Login untuk Membalas
tagihan18 November 2025 - (23:32 WIB)Permalink Anda terindikasi gestun.kalo mau gestun sebaiknya nama toko berbeda beda.jangan itu itu aja. Dana anda bakal balik cuma nunggu waktu aja. 1 1 Login untuk Membalas
renita mugiPenulis artikel19 November 2025 - (00:34 WIB)Permalink 4nda terindikasi s0k tau. s0k tau disebabkan oleh rasa iri dengki dan juga iri hati wawasan anda tentang kartu kredit harus ditambah. sehingga ketika anda ngebacot nggak jadi fitnah dan tidak berbalik ke diri 4nda menuduh orang tanpa bukti. 2 Login untuk Membalas
Wak21 November 2025 - (08:34 WIB)Permalink Gestun lah ini, gak perlu malu mengakui. QRIS boleh2 aja tapi sumber dana kartu kredit masuk kategori gestun hehehe saya juga sering kok. Ini cuma apes apa “nyangkut” transaksinya dan gak otomatis refund karena memang mencurigakan. Lalu kalo bikin cerita itu Kuitansi modal dikit napa, di atas 5 juta pakai meterai lah… Kalo perlu print out. Merchant PAN kenapa disensor? Winarta Store ini alamat di mana? Online atau ada offline juga? Siapa tahu ada konsumen lain mau belanja, harga terlihat menarik… Begitu banyak pertanyaan sebetulnya kalo diinvestigasi betul2 oleh pihak bank 🙂 1 1 Login untuk Membalas
renita mugiPenulis artikel21 November 2025 - (12:42 WIB)Permalink Karena memang Anda itu biasa berbuat kriminal berbau jurang. jadi setiap lihat ada kejadian tertentu dengan orang lain atau dialami orang lain maka rumangsa perasaan kamu, pasti seolah-olah bisa menyamaratakan dengan apa yang biasa kamu lakukan. Kalau kamu biasa melakukan 93stun. Belum tentu orang lain juga sama tapi memang nggak ada gunanya ngomong sama buzzer 0tak s0mplak. Mungkin kelasnya biasa nyairin paylater atau pinjol jadi pikirannya negatif terus 93stun terus. Asal lu tahu ya p4ntek, di Bank mandiri itu ada power cash dengan admin yang sangat murah dan bahkan saya kadang-kadang ditawarkan free admin yang ada bisa murah dengan pengambilan suka-suka saya mau kecil mau besar dari aplikasi livin dan bisa dicicil buat apa lagi orang 93stun dari kesimpulan itu saja otak kamu udah ketahuan sempit dan jorok maka menilai orang lain pun harus sama negatifnya kayak hidup kamu. Login untuk Membalas
Ucup Adanya26 November 2025 - (09:25 WIB)Permalink Saya punya toko sembako, klo sekelas transaksi segitu puluhan JT,, biasanya kwintansi sudah punya nama toko gak kayak gt modelnya.. Terindikasi Gestun sihhh.. 1 Login untuk Membalas
renita mugiPenulis artikel26 November 2025 - (18:15 WIB)Permalink Ada nama toko oh gitu kalau nama toko ada tapi nggak ada plang bahkan orang belanja besar nggak ngasih kuitansi nggak ngasih juga nota lu mau apa emangnya ?gue belanja besar di supermarket pakai struk hilang entah ke mana itupun kadang dikasih kadang nggak besar juga belanja di supermarket bisa 7 juta bisa 6 juta. Gue sih nggak percaya kalau lu punya toko sembako karena selain daripada otak lo suka sangka buruk ke orang lain. Lu bahkan minim literasi juga. Padahal mudah saja siapa yang menuduh dia juga yang harus membuktikan. Kecuali memang kalau punya ndas isi 0taknya k4rdus bisanya nuduh ngegonggong kayak buzzer beda urusan itu Login untuk Membalas
Ucup Adanya27 November 2025 - (09:35 WIB)Permalink Saya sih gak peduli, anda percaya atau tidak.. Toko sembako yg nilai transaksi besar tiap bulan biasanya sudah prepare sih kwitansi yg bagus dgn nama toko dan nomer yg bs dihubungi sehingga gampang jika ada komplain atau pelanggan pesan sesuatu,, bukan model2 beli di fotocopyan/toko alat tulis.. wkwkwkwk Terindikasi sih ini, kurang pinter dan apes jg.. hahahaha Login untuk Membalas