Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Sistem Aplikasi dan Delivery dari Watsons Mengecewakan 20 Maret 2026 ferdy18 3 Komentar Akun Pengguna, Belanja Online, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Estimasi Pengiriman, Fitur Aplikasi, Kosmetik, Nomor telepon pengguna, One Time Password, OTP, Pembatalan pesanan, Pesanan tidak dikirim, pesanan tidak diproses, SMS OTP, Status kiriman barang pesanan, Watsons Indonesia Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Selamat siang. Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan pengalaman tidak menyenangkan saat memesan melalui aplikasi Watsons. Masalah ini dimulai sejak awal login, di mana saat melakukan registrasi, OTP tidak terkirim sama sekali. Sudah dicoba dengan nomor lain, hasilnya sama saja. Akhirnya saya mendaftar tanpa nomor HP. Kemudian, pengalaman tidak menyenangkan berlanjut ketika saya ingin memesan produk Somethinc Hom Cushion untuk istri saya. Tanggal 18 Maret 2026, saya langsung checkout dan melakukan pembayaran pada pukul 09.30, dengan estimasi pengiriman pukul 10.00. Namun hingga saat ini, belum ada proses lebih lanjut, statusnya masih packing. Saya sudah mengirim direct message ke akun media sosial Watsons, tapi tidak ada solusi yang diberikan. Menelepon call center pun tidak ada yang mengangkat. Kini pesanan saya tergantung tanpa kejelasan, dan jika pun dikirim, tidak ada yang bisa menerima di rumah. Kalau alasannya tidak bisa konfirmasi pesanan ke konsumen, aplikasi Watsons sendiri saja tidak bisa mengirimkan OTP saat verifikasi. Sangat kecewa — ingin praktis, malah rugi uang dan waktu. Mohon respons dan pertanggungjawabannya. Terima kasih. Ferdiansyah Kab. Bogor, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
ferdy18Penulis artikel20 Maret 2026 - (10:05 WIB)Permalink Sebagai tambahan informasi : Pihak Watsons pun belum ada kejelasan mengenai proses refundnya Login untuk Membalas
Bob20 Maret 2026 - (11:25 WIB)Permalink Makanya rakyat Indonesia ngak bisa lepas dari jajahan marketplace aseng. Sekalinya toko ada website sendiri, seringan kacau balau kaya pengalaman Penulis. Yah konsumen jadi malas beli di website sendiri. Bayangin aja, sekelas Watsons aja ngak becus, apa lagi UMKM? 2 Login untuk Membalas