Keluhan Surat Pembaca Tiktok Shop Menolak Banding Kasus Pembeli Scam “Menipu Penjual dengan Return Barang Bekas”, Penjual Harus Waspada! 3 Agustus 20253 Agustus 2025 dzaknof75 4 Komentar Alasan pengembalian, Alasan penolakan, Customer complaint handling, Customer Service, dispute, e-Commerce, Jual beli online, Jualan Online, Kebijakan pengembalian barang, Klaim kerusakan, Marketplace, Ongkos kirim, Pengajuan banding, Retur barang, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Tiktok, TikTok Business Center, TikTok Seller, TikTok Shop Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Terima kasih MediaKonsumen, sahabat kami & juga para master semua. Kami sudah menjadi seller di Tokopedia hampir 10 tahun. Setelah integrasi dengan Tiktok, sebetulnya kami cemas akan kejadian yang tidak pernah dialami. Transaksi 579692043832493911 dari platform Tiktok Shop, “pembeli scam” — pura-pura belanja untuk menipu dengan minta return & refund dengan mengirimkan barang bekas pakai. Betul saja, scam itu terjadi. Kronologis: 20/07/2025: Pembeli order di toko dengan nilai Rp156.014 (pembayaran DANA). Barang: Tumbler Ecentio Karakter. Penjual menyiapkan barang dengan bukti packing, dikemas berlapis dan semua barang di-QC. Kelengkapan barang (isi sedotan dan stiker) didokumentasi agar suatu saat tidak terjadi komplain. Ini SOP toko terhadap produk dengan nilai di atas Rp100.000 (sejak integrasi mengantisipasi kejadian scam). 23/07/2025: Paket tiba, pembeli komplain 2x dengan alasan tidak ada sedotan & stiker. Video unboxing dibuat — hanya tidak utuh & ada jeda (rekayasa video), saat menunjukkan (seakan) sedotan tidak ada. Pembeli 2x ajukan komplain dengan minta refund tanpa kembali barang (gagal oleh CS Tiktok). 24/07/2025: Diubah pada komplain kedua menjadi minta uang refund dengan kembali barang, alasan tidak sesuai deskripsi. 28/07/2025: Pembeli mengirimkan paket return (drop di J&T), anehnya refund otomatis cair ke pembeli sebelum paket diterima penjual. Kebijakan Tiktok yang sangat tidak berpihak dan merugikan. 30/07/2025: Paket return dikirim via J&T (sudah diduga seller), kalau paket broken (karena pembeli sengaja mengembalikan paket tanpa kemasan asli, hanya dikemas kantong plastik agar mudah rusak & barang yang dikirim bukan barang asli), sudah ditukar dengan tumbler minum yang “hampir identik” tapi tutup sudah pecah & ada bekas cairan di dalamnya. 30/07/2025: Saat terima paket return, penjual membuat video di depan kurir yang mengirim paket — sudah terkoyak-koyak. Kurir juga menyatakan bahwa dari gudang, paket sudah pecah. (Seperti dugaan kami: pembeli sengaja mengirimkan paket agar kurir bisa menjadi tersangka barang rusak). Video unboxing di YouTube (sudah seizin kurir): https://youtube.com/shorts/j2MAnNxjkhM?si=iANqAiFzJkeX-LKE 30/07/2025: Seller komplain ke Tiktok Shop (ingat ya, ini bukan Tokopedia), jadi di aplikasinya hanya tersedia pilihan banding, karena dana refund sudah dibayarkan. Dengan mengirimkan semua kronologi dan bukti. 30/07/2025: Tiktok Shop (bot) hanya menjawab template: koordinasi dengan ekspedisi (terkesan cuci tangan menyalahkan ekspedisi). Setiap hari seller memantau kasus, bahkan 2x juga mengirimkan template bukti, dijawab bot Tiktok juga dengan jawaban yang sama: menunggu investigasi ekspedisi. 02/08/2025: Kasus ditutup dengan alasan “tidak cukup bukti?” oleh Tiktok Shop. Kesimpulan: Tiktok Shop hanya mengambil kesempatan untuk memperbanyak seller dari Tokopedia. Seller asli Tokopedia harus lebih waspada, memilih barang yang akan dijual, akan dijual di platform mana: Tokopedia atau/ dan Tiktok Shop. Seller harus waspada apabila pembeli dari Tiktok Shop yang scam, karena sistem refund otomatis. Mohon petunjuk para master di forum ini: cara menonaktifkan sistem return dengan refund otomatis di Tiktok Shop. Karena seller belum menemukan caranya di aplikasi. Kalau memilih barang akan dijual di platform-nya sudah bisa, cuma manual (satu per satu). Mohon perhatian bila ada pembeli dengan alamat yang saya screenshot di sini, agar berhati-hati. Karena setelah order pertama, pembeli tsb berusaha lagi walau dengan akun berbeda, namun seller mencancel order-nya karena sudah terdeteksi scam. Harapan (apakah mau disebut halu?): Tiktok Shop mengembalikan uang hasil penjualan seller. Karena dari kasus ini: seller hilang barang, tidak dapat uang penjualan bahkan dipotong biaya ongkir, jadi minus Rp50.000. Total kerugian Rp200.000. Tiktok Shop memblokir akun pembeli tersebut agar tercipta rasa aman untuk komunitas marketplace yang baik & aman. Semoga “pembeli scam” sadar akan perbuatannya dan tobat, sebelum balasan atas perbuatan Anda. Terima kasih. Andy Tangerang Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
T2 September 2025 - (19:58 WIB)Permalink Lapor polisi bang, terus surat laporannya kirim ke mereka dan kalo perlu samperin kantor mereka di MCC gatot subroto jakarta atau melalui aplikasi kapor Login untuk Membalas
Power Glue10 Agustus 2025 - (05:13 WIB)Permalink Pas retur notifikasi di aplikasi muncul ga mas? 1 Login untuk Membalas
William18 Agustus 2025 - (12:35 WIB)Permalink Ya marketplace nya aja nge scam penjual wkkkwkkk ya dimanfaatin lah ama buyer Baru pertama Kali setelah bertahun2 jadi online seller, setiap banding ama komplain kena scam selalu kalah. Ternyata petinggi ama csc marketplace nya scammer jg wkkkwkkk 2 Login untuk Membalas