Keluhan Permohonan Surat Pembaca Toko Online Saya Diperlakukan Tidak Adil oleh Shopee 10 Oktober 2025 Wijaya 16 Komentar Akun Pengguna, Biaya Promosi, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, e-Voucher, fair competition, HAKI, Jualan Online, Marketplace, pembatasan akun, Pemulihan Akun, Pengajuan banding, Penghapusan produk, Performa akun, Performa Toko, Promo Diskon, Promosi, rating, rating konsumen, Rating penjual, Reputasi penjual, Shopee, Star Seller, Syarat dan Ketentuan, tuduhan pelanggaran, Voucher Belanja, Voucher Diskon Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Yth. Manajemen dan Tim Shopee, Saya ingin mengajukan keluhan sebagai pemilik akun penjual Golden Phone Store, yang merasa akhir-akhir ini sering mengalami perlakuan diskriminasi dari Shopee. Saya telah aktif berjualan selama hampir lima tahun dan saat ini akun saya telah mencapai level Star+ dengan lebih dari 11 ribu penilaian positif. Namun, saya merasa bahwa belakangan ini banyak hambatan yang saya hadapi saat berjualan di Shopee. Untuk lebih jelasnya, saya telah merangkum keluhan ini menjadi tiga poin berikut: 1. Voucher diskon yang tidak adil Sebenarnya, saya pernah mengangkat kasus ini ke Media Konsumen beberapa waktu lalu dalam artikel berikut: Diskriminasi Voucher Diskon Seller Star+ Shopee Saya disarankan untuk mengikuti program “Promo Xtra” oleh tim Shopee. Saya merasakan ketidakadilan di sini, karena beberapa penjual yang tidak mengikuti program “Promo Xtra” justru mendapatkan voucher diskon yang sama atau bahkan lebih besar dibandingkan penjual yang ikut program tersebut. Padahal, penjual yang mengikuti program tersebut dikenakan potongan biaya yang lebih tinggi, apalagi mulai 1 November nanti akan ada kenaikan biaya “Promo Xtra” dari Rp20.000 menjadi Rp60.000. Tentu saja, kenaikan biaya ini membuat penjual kesulitan untuk memberikan harga yang bersaing. 2. Anjloknya performa chat secara tiba-tiba Sekitar bulan September minggu ke-2, tiba-tiba tingkat kepuasan chat pembeli di toko saya turun ke level 60%, bahkan pernah mencapai 50%. Padahal sebelumnya, tingkat kepuasan chat pembeli di toko saya selalu terjaga di atas 90%. Saya pun selalu membalas dengan cepat, terbukti hanya membutuhkan waktu 0,31 jam untuk membalas chat pertama dan dengan persentase 100% chat dibalas. Rata-rata pembeli juga memberikan bintang 5 ketika berbelanja di toko saya. Secara logika, mereka puas dengan layanan customer service kami dan produk yang kami tawarkan. Sebenarnya, penilaian kepuasan chat pembeli yang tidak transparan ini tidak dapat dijadikan acuan bagi Shopee untuk menilai performa penjual, karena seseorang bisa saja dengan sengaja memberikan penilaian buruk tanpa harus membeli produk. Mungkin di masa depan, penilaian kepuasan chat pembeli bisa dibuat lebih transparan, sehingga seller dapat mengetahui pembeli mana yang puas dan tidak puas. Tanggal 17 September, tiba-tiba persentase tingkat kepuasan chat pembeli di toko saya hilang seperti yang terlihat pada gambar di atas, dan setelah saya cek, ternyata di toko saya sudah tidak bisa memberikan penilaian layanan chat lagi seperti di toko lain. 3. Toko saya dituduh menjual produk imitasi dan melanggar HAKI Pada hari Senin, tanggal 6 Oktober 2025, toko saya dikenakan pelanggaran produk berat untuk tipe HP bweikut. Padahal, produk dengan tipe Xiaomi Redmi 15 itu umum dijual oleh seller lain, tetapi mengapa hanya toko saya yang terkena? Sementara seller lain diizinkan untuk menjual produk tersebut tanpa masalah. Toko saya tidak pernah menjual barang imitasi atau tiruan selama berjualan di Shopee. Jika saya menjual barang tiruan, tidak mungkin 11.000 pembeli puas berbelanja di toko saya selama ini. Melalui surat ini, saya meminta penjelasan dari pihak Shopee mengapa kejadian di atas bisa terjadi pada akun saya. Apakah ada yang salah dengan akun saya? Sudah banyak sekali rintangan yang saya hadapi untuk berjualan di Shopee. Saya mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan yang saya lakukan selama berjualan di Shopee. Setelah mengalami tiga hal di atas, penjualan di toko saya pun ikut menurun. Biasanya, setiap hari saya bisa menerima dua digit orderan, tetapi sejak akhir Agustus hingga saat ini, rata-rata penjualan hanya sekitar lima orderan setiap harinya, bahkan pernah ada satu hari di mana tidak ada orderan sama sekali di toko saya. Saya mohon kepada Shopee untuk memahami bahwa saya hanya berusaha mencari rejeki dengan berjualan secara jujur dan mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan oleh Shopee. Saya sangat berharap pihak Shopee dapat bersikap adil dan tidak menghalangi akun penjual saya. Karena dari berjualan di Shopee, saya dapat menghidupi enam karyawan yang membantu saya serta keluarga saya. Terdapat banyak rumor di media sosial yang menyebutkan bahwa ini adalah permainan orang dalam Shopee untuk menjatuhkan toko-toko yang sudah lama berjualan di platform ini atau mungkin kesalahan dari AI, namun saya berharap semua itu tidak benar. Saya juga ingin meminta maaf jika saya terkesan vokal di Media Konsumen, karena sebagai konsumen yang dilindungi oleh undang-undang, saya hanya ingin meminta keadilan dari pihak Shopee. Dengan demikian, saya berharap dapat berjualan dengan lancar tanpa hambatan di masa depan, karena tujuan saya di sini hanyalah mencari rejeki secara jujur dan membantu perekonomian keluarga serta karyawan saya. Semoga Shopee dapat terus maju di masa yang akan datang. Terima kasih. Alexander Bandung, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Esa10 Oktober 2025 - (09:52 WIB)Permalink Tingkat kepuasan chat, selalu harus diakhir penjual dalam kurun waktu kurang dari 12 jam.. dari yang saya lihat, chat hanya berakhir dari pembeli, dan chat tidak berakhir di penjual… Promo Xtra itu hanya kedok dari shopee untuk mendapatkan biaya admin tambahan, tidak ikut pun tidak masalah kalau HAKI, ada kemungkinan kalau anda bukan distributor resmi, ada pihak yang melaporkan dan tidak suka dengan jualan anda, dan dia punya HAKI… jd kenapa yang lainnya tidak? ya karena mereka tidak dilaporkan oleh pemilik HAKInya Tidak adil? tidak ada yang pernah bilang, hidup ini adil.. maka biasakanlah mohon maaf jk ada kata yang menyinggung 2 Login untuk Membalas
Yogi13 Oktober 2025 - (13:15 WIB)Permalink Betul banget gx masuk akal sistem chat nya andai pembelinya bales terus hahah Login untuk Membalas
Tri14 Oktober 2025 - (07:21 WIB)Permalink Untuk yang pelanggaran HAKI itu emang dilematis. Saya pemilik brand buku, jadi mungkin logika saya ini bisa dipakai. 1. Saya punya brand buku, saya menjualnya dengan harga sedikit di atas Harga Ecer Terendah yang telah kami tetapkan. 2. Reseller bisa berjualan produk kami, dengan mendaftarkan nama tokonya, dengan perjanjian tidak boleh memasang harga lebih murah dari Harga Ecer Terendah yang kami tetapkan. 3. Reseller juga dilarang memasang voucher diskon dengan minimal transaksi setara atau lebih rendah dari harga produk termurah kami. 4. Mengapa aturan itu diterapkan? Karena kami dan sebagian besar reseller menjalankan iklan, kami bersaing dengan kreativitas setelan iklan dan konten, baik milik sendiri maupun konten afiliator. Dan itu tidaklah murah. 5. Jika sampai ada reseller yang menurunkan harga dibawah harga Ecer Terendah bahkan hanya 500 perak pun, itu adalah masalah besar bagi kami. Kenapa demikian? Karena dia akan mendapatkan label harga terbaik dari shopee. 6. Apa dampaknya? Banjir iklan yang gotong royong kami keluarkan dan kerjakeraskan jadi bermuara besar ke reseller yang mendapatkan label harga terbaik. Ini tidak adil. Bahkan yang mendapatkan label harga terbaik justru yang tidak ngiklan, kadang mereka pikir ini kerja cerdas, untung berkurang dikit tapi penjualan naik. 7. Di situasi yang tidak sehat ini, pemilik brand punya kuasa untuk mereport produk tersebut, dampaknya seller bisa kena pelanggaran berat itu, maka banding diperlukan. 8. Untuk banding biasanya diperlukan nota resmi pembelian atau salinan sertifikat HAKI, jadi bagi reseller wajib mendokumentasikan semua dokumen ini, agar bisa menang banding. 9. Jadi biasanya trigger report adalah harga, jadi tanyakan pemilik brand mematok harga Ecer terendahnya berapa, agar persaingan harga tidak terjadi. 1 Login untuk Membalas
Dony Irawan11 Oktober 2025 - (21:11 WIB)Permalink Halo ka Alexander. Semoga lekas mendapat tanggapan dari Shopee ya. Semoga ada kejelasan atas masalahnya. Saya juga penjual di Shopee, ingin sedikit menambahkan pada poin keluhan kakak karena saya juga mengalami hal yang sama. Poin 1, saya malah baru tahu setelah kakak mengangkat masalah ini ke MK. Saya tergabung dalam Promo Xtra juga dengan tambahan biaya. Sejujurnya saya keberatan dengan kenaikan biaya Promo Xtra. Untung tipis, biaya naik terus. Poin 2. Saya lebih parah ini ka. Malah sekarang sampai 25% perfoma chat saya. Poin 3. Ini juga pernah saya alami. Saya hanya penjual kecil memanfaatkan peluang selisih harga dengan berbelanja di Official Store / Mall. Kaget produk diblokir karena melanggar HAKI. Tapi akhirnya case selesai dengan melampirkan bukti belanja saya. Sedikit uneg² saya.. Semoga masalah dapat segera terselesaikan Login untuk Membalas
WijayaPenulis artikel12 Oktober 2025 - (23:28 WIB)Permalink Amin ka. Disini saya hanya menuntut diperlakukan secara adil saja oleh Shopee. Login untuk Membalas
birdi12 Oktober 2025 - (05:49 WIB)Permalink Tahun dah mau ganti ke 2026 masih aja dagang di shopee ?? Heyy wake up man, masih bnyak marketplace lain di luar sana..rejeki ga pernah tertukar. Jangan takut hilang rejeki hanya Krn ga dagang di shopee..ribuan bahkan mungkin jutaan seller shopee telah hijrah ke marketplace lain, itu lebih baik ketimbang mewek lalu curhat di MK saat dizolimin shopee yg memang terkenal banget kedzalimannya. Ingat rejeki udah ada takarannya dan ga pernah tertukar, jadi jangan pernah takut berhenti dagang dari shopee 1 3 Login untuk Membalas
eric12 Oktober 2025 - (21:09 WIB)Permalink Jualan di marketplace lain, emang dimana??? Tiktok, lazada??? Itu mah sama aja kayak keluar dari lobang buaya masuk ke lobang singa. Udah yg paling bener marketplace2 online hapus aja, bikin umkm pada mampuz 4 Login untuk Membalas
Rudy12 Oktober 2025 - (07:14 WIB)Permalink Untuk pelanggaran HAKI.. berarti ada laporan dari pemilik HAKI.. kakak bisa berikan bukti pembelian dari distributor resmi kepada shopee .Jika tidak ada laporan pemilik HAKI , ya toko kakak aman aja jualannya. Saran saya.. Sebaiknya berjualan di shopee dengan produk yang jelas berasal dari dist resmi.. Atau kita akan boncos lebih banyak.. Jika buyer mengajukan komplain produk tidak ori, otomatis seller akan kalah banding. Login untuk Membalas
Yogi13 Oktober 2025 - (13:17 WIB)Permalink Bener banget,sistemnya mang begitu menyusahkan para umkm Login untuk Membalas
iwan12 Oktober 2025 - (18:27 WIB)Permalink Gw juga jualan, ga pernah ikut bayar2 promo atau apapun .. jualan biasa tanpa hiraukan toko lain (saingan), gw percaya hasil itu bukan besar tapi berkah. 1 Login untuk Membalas
WijayaPenulis artikel12 Oktober 2025 - (23:30 WIB)Permalink Beda om, gw harus menghidupi keluarga dan karyawan gw nih Login untuk Membalas
Macansemesta13 Oktober 2025 - (03:40 WIB)Permalink Shopee memang ******. Saya jualan buku-buku tentang spiritual dan meditasi. Sudah jualan lebih 2 tahun. Tiba-tiba di blokir dengan alasan menjual barang klenik. Tapi lucunya koq yang di blokir cuma punya saya. Yang lain masih beredar bebas. Itu kan bikin emosi. Mudah2-an shopee di blokir sama pemerintah karena kurang ajar. Login untuk Membalas
Yogi13 Oktober 2025 - (13:19 WIB)Permalink Itu ada yang laporin biasanya persis kayak toko saya ,,walau hanya 1 produk saja yg dilaporkan tetap gx ada kesempatan untuk dipulihkan kembali tokonya ,,nyusahin pokoknya aturan shopee sekarang ,,mentang mentang saingannya udah berkurang Login untuk Membalas
Abo Cah12 Oktober 2025 - (18:55 WIB)Permalink sopii itu skrg sudah makin culas, pernahkah diperhatikan kalau skrg kargo bergabung dengan hemat (hemat cargo), dan hemat ongkirnya dibuat sekecil mungkin oleh sopiii agar semua penjual ikut program asuransinya, sebab tanpa asuransi, kehilangan cm ditanggung 10x ongkir note : skrg ongkir paling rendah adalah sebesar 3.500 rupiah (rekomendasi sopii) jd maksimal penggantiannya hanya 35rb rupiah perhatikan saja, kalau pakai rekomendasi sopii ongkir hanya 3.500 (paling rendah) tapi kalau pilih jasa kurir, tidak ada 1 pun yg srharga 3.500, ini diperuntukan bagi pembeli malas yg ketika lihat ongkirnya nol akan langsung setuju padahal bisa saja diubah menjadi reguler dan ongkirnya tetap gratis, dan dengan kebijakan ini bisa amat sangat merugikan penjual yg tidak ikut program asuransinya triknya : merendahkan ongkir dan “memerintahkan” penjual utk menaikkan harga produk melalui program biaya layanan penjual, jd penjual dipaksa menaikkan harga atau menerapkan minimal pembelian sehingga yg dibeli konsumen berharga tinggi, dengan harga tinggi otomatis fee yg didapat akan lbh tinggi kalau ente2 cm menaikkan harga sebesar 1250 rupiah utk menutup biaya layanan penjual maka ente akan rugi sebab kenaikan yg 1250nya juga akan kena fee admin dan fee ongkir siapa yg dirugikan akibat program2 ini, tentunya KONSUMEN akhir yg membeli produk sebab harganya sudah dinaikkan oleh para penjual ikut program xtra? yg rugi ya konsumen juga sebab penjual yg ikut ptogram xtra tentu pasang harga lbh tinggi drpd yg tidak ikut Login untuk Membalas
Yogi13 Oktober 2025 - (13:20 WIB)Permalink Nah betul saya setuju,shope sekarang dah makin menindas kebijakannya dikarenakan saingannya sedang kalah saing jadi mereka merasa hanya marketplace satu satu nya Login untuk Membalas
Yogi13 Oktober 2025 - (13:26 WIB)Permalink Terus tokonya kena pembatasan gx? Saya mengalami 1 produk seperti itu langsung dibekukan dan gx bisa dipulihkan tokonya ,,gx masuk akal sih harus punya surat kuasa penerbit atau perusahaan produsen ditambah surat distributor resmi ,, jadi aturan ini menurut saya pribadi tidak masuk akal sekali jika produknya original tapi syarat syarat yang diberlakukan tidak adil ,,yg mana hanya mereka dari kalangan bermodal besar yang bisa menjual saja,UMKM sih dipersulit jual apa juga Login untuk Membalas