Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Laptop ASUS TUF Rp6 Juta Tak Pernah Diterima, Kurir JNE Foto Pagar sebagai Bukti Kirim 6 April 20266 April 2026 Adi 6 Komentar Asuransi Pengiriman, asuransi pengiriman kurir, Belanja barang elektronik, Belanja Online, Bukti pengiriman, Bukti Terima, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Investigasi klaim asuransi, JNE, JNE Express, JNE Trucking, JTR, Klaim Asuransi, Klaim Kehilangan, Klaim kerugian, Kurir, Layanan kurir, Marketplace, Proof of Delivery (POD), Pusat Resolusi Shopee, Shopee, SOP, Standard Operating Procedures, Status kiriman barang pesanan, Status kiriman paket kurir Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya, Herianto (member Shopee Prioritas), ingin menyampaikan keluhan terkait pesanan dengan nomor: 260318F2FHGP6Q. Saya membeli laptop ASUS TUF senilai Rp6.074.940, namun hingga saat ini barang tidak pernah saya terima. Status pengiriman dari JNE menunjukkan barang telah diterima, tetapi bukti Proof of Delivery (POD) yang dilampirkan oleh kurir hanya berupa foto pagar rumah, tanpa adanya serah terima barang kepada saya maupun pihak keluarga. Saya telah membuat laporan resmi ke Shopee dengan nomor: 2037444956969623573. Namun hingga hari ini, proses sudah berjalan lebih dari 9 hari dan melewati SLA yang dijanjikan (3×24 jam), tanpa kepastian penyelesaian maupun refund. Berikut saya lampirkan bukti-bukti pendukung: Invoice/rincian pesanan dengan nominal Rp6.074.940. Bukti resi dan tracking JNE dengan nomor: JT80263054938. Bukti komplain ke Shopee, diskusi pengembalian dan chat CS Prioritas. Status Asuransi: Pesanan ini adalah barang elektronik bernilai tinggi yang dilindungi oleh asuransi pengiriman dan sistem Garansi Shopee. Sangat disayangkan, sebagai member Shopee Prioritas, dana saya ditahan tanpa kejelasan, padahal bukti kelalaian kurir sudah sangat jelas dan tidak terbantahkan. Saya menuntut pihak Shopee untuk segera memproses refund dana saya secara penuh tanpa penundaan lebih lanjut. Herianto Jakarta Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Donny G6 April 2026 - (16:38 WIB)Permalink Hmmm… Apakah foto rumahnya benar? Apakah saat itu ada orang di rumah? Kalo gak ada orang, apakah kurir telepon atau WA dulu buat konfirmasi? 🤔 1 Login untuk Membalas
tobias_boon7 April 2026 - (11:44 WIB)Permalink Kemungkinan besar ada “bugs” di eCommerce yang dimanfaatkan oleh TS dengan melihat case barang yang bernilai tinggi dan pemahaman “POD” Kuat2an bukti dari logistiknya si JNE https://mediakonsumen.com/2026/01/31/surat-pembaca/tokopedia-menahan-dana-162-juta-selama-20-hari-bukti-salah-kirim-telak-tapi-hanya-dibalas-robot Login untuk Membalas
Abo Cah7 April 2026 - (12:47 WIB)Permalink komplain kasusnya serupa (tidak menerima produk) dimana foto rumahnya sama. perhatikan foto rumah yg diberikan si kurir ke TS melalui WA pd kasus sebelumnya (mp ijo dengan kurir jnt) , bandingkan dengan foto rumah yg diberikan di kasus ini, rumah yg sama, pagar dan bentuk plafon depan yg sama 2 market place (ijo dan orange) , 2 kurir, 2 perusahaan ekspedisi (jnt dan jne) mengirimkan ke lokasi yg sama sebuah kebetulan? kasus ini tidak ribut lagi soal salah alamat, kasus sebelumnya mempermasalahkan salah alamat 1 Login untuk Membalas
tobias_boon7 April 2026 - (13:15 WIB)Permalink Komentar yang cerdas, paham yng saya maksud dengan “bugs” Paling mudah untuk trace ke tetangga sekitar apakah sudah sering terjadi seperti ini? Kalau baca dari SC diatas, kurir JNE sudah mendatangi kembali untuk konfirmasi ke TS, tapi “playing victim” dengan statement “intimidasi” “Privacy” yang artinya kurir kemungkinan besar sudah memberikan paketnya, namun disanggah dengan alasan yang tidak jelas, jadi wajar paket harga mahal dan ditolak Shopee. Kali ini saya dukung Shopee. 2 Login untuk Membalas
Sinz7 April 2026 - (13:02 WIB)Permalink TS nya ngibul kah? Kok bs 2 kali barang mahal dikirim tp salah alamat? 1 Login untuk Membalas
eRyodan7 April 2026 - (14:33 WIB)Permalink Bisa aja manfaatin cela kurir gak foto penerima pkt mungkin dilempar ke dlm rmh tanpa penerima yg jadi pertanyaan itu bener rmh bkn ? Login untuk Membalas