Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Shopee Express Mengubah Tarif Ongkos Kirim Sepihak, Pihak Shopee Lepas Tanggung Jawab 19 Mei 2026 yosef ryadi 2 Komentar alamat pengiriman kurir, berat paket kurir, Customer complaint handling, Customer Service, Dana hasil penjualan, e-Commerce, Jualan Online, Kurir, Layanan kurir, Marketplace, ongkir, Ongkos kirim, perbedaan perhitungan, Potongan hasil penjualan, Resi otomatis, Selisih ongkos kirim, Seller Shopee, Shopee, Shopee Express, Shopee SPX, Sistem bermasalah, Sistem otomatis, SPX, SPX Express, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Selamat sore pembaca Media Konsumen. Jadi berawal dari konten seorang seller yang menulis bahwa ongkos kirim Shopee Express dan Shopee Instant bisa diganti-ganti secara sepihak dan mengakibatkan pemotongan ongkos kirim yang dibebankan ke seller. Akhirnya saya periksa semua detail orderan saya via Seller Center. Betapa terkejutnya bahwa beberapa orderan saya mengalami hal serupa, dan semuanya hanya yang memakai jasa kurir Shopee Express dan Shopee Instant. Saya coba komplain via CS live agent, dan diarahkan untuk mengisi formulir perihal data ongkos kirim yang tidak sesuai. Selesai mengisi formulir dengan nomor order yang bermasalah, saya menunggu hasil dari pihak Shopee. Seperti biasa Shopee menginformasikan kalau perihal kesalahan ongkos kirim bisa terjadi karena data volume dan berat barang tidak sesuai ataupun alamat lokasi penjual yang berbeda kecamatan. Padahal barang tersebut sudah diukur secara volume (bahkan beratnya kami lebihkan), dan alamat toko kami tidak ada perubahan sedikit pun. Jadi saya jawab bahwa hal itu tidak mungkin, dan saya sampaikan kalau mau diukur secara nyata di tempat Shopee, saya mau membawa barang yang ada stok di toko ke tempat pihak Shopee untuk bukti. Sedangkan untuk alamat toko yang diinformasikan tidak sesuai, saya sampaikan bahwa ini toko permanen, bukan seperti rumah keong yang bisa berpindah-pindah. Akhirnya dari semua klaim tersebut ada 1 klaim yang mereka tidak ACC. Awalnya mereka bilang bahwa order tersebut tidak memakai jasa kirim Shopee Express. Akhirnya saya kirimkan screenshot bahwa memang memakai jasa kurir Shopee Express. Sambil menunggu beberapa waktu, mereka akhirnya tetap menolak dengan alasan sudah lewat waktu 30 hari dari tanggal order selesai. Lah, yang berlaku curang pihak Shopee sendiri dengan mengganti ongkos kirim tanpa adanya rekonfirmasi ke penjual. Sekarang kami sebagai penjual menagih hak kami, yaitu selisih ongkos kirim yang dibebankan ke penjual, padahal jasa kirim yang dipakai juga milik mereka sendiri. Apakah memang begini cara Shopee mencari uang? Dengan membebankan ongkos kirim berlebih ke seller, dengan harapan seller terlambat menyadari sehingga tidak bisa diklaim? Saya rasa hal ini sudah banyak dialami seller-seller Shopee lain di luar sana. Hormat saya, Yosef Ryadi Surabaya, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Abo Cah19 Mei 2026 - (21:47 WIB)Permalink buset, masih kurang juga kah sopii ambil cuan dr fee ongkir xtra? sampai seenak jidat rubah2 biaya ongkirnya fee ongkir xtra itu salah satu cara sopii ambil cuan, coba perhatikan, ongkir sesama kota hanya dipatok 3.500 rupiah oleh si sopi, sedangkan fee ongkir xtra nilainya bisa lbh dr itu dan kelebihannya diambil oleh si sopii jaman dulu fee ongkir tidak akan lebih dr ongkir yg dibayarkan, jaman skrg fee ongkir bisa lebih dr ongkirnya dan selisihnya di”makan” oleh si sopiii ++PLUS++ skrg ukuran khusus (produk dengan berat lebih besar/ sama dengan 5kg) kena fee ongkir yg lbh besar, tentunya harga akan dinaikan penjual dan TENTUNYA fee yg sopii dapat akan lebih besarrrrrrr karena harga jualnya lbh tinggi karena fee ongkirnya lbh besar (lingkaran setan) SOPI itu dpt duid kiri kanan, biaya layanan pembeli (minimal 1rb), biaya proses penjual (1.250), fee penjualan produk (persentase sesuai kategori) dan fee ongkir xtra (tergantung kategori produk), anehnya fee ongkir bisa berbeda beda, memang kirim kain 500gr dengan kirim handphone 500gr atau kirim kacang 500gr ongkirnya beda? kalo ongkirnya sama, kenapa fee nya berbeda? ya karena Sopi ini “makan” duid juga dr fee ongkir yg dikenakan ke penjual dan ini juga berlaku di mp lainnya 1 hal lagi, sopi jg ambil cuan dr asuransi (tidak mungkin sopi ga dapat fee dr perusahaan asuransi yg bekerjasama dengannya) coba pikir kenapa sopi merendahkan biaya kirim sampai dengan 3500, tujuannya adalah agar penjual ikut asuransi, bayangkan produk seharga 60rb seberat (anggap saja) 700gr yg seharusnya ongkir sekitar 8rb-10rb, dibuat ongkir harga 3500 oleh sopii? kalo hilang cm diganti 35rb yah sopii pii pii??? kalo ongkir normal khan diganti full yah oleh sopiiii, 60rb sebab ongkirnya 8rb DAN dengan ikut asuransi artinya harga produk naik DAN (lagi) dengan naiknya harga produk otomatis fee yg diterima sopiii akan naik juga pemerintah baru wacana mau memanggil para MP di Indonesia mengenai ongkir ini, kapan? kemungkinan tidak akan pernah terjadi, tunggu “kenyang” dulu karena diduga org2 yg mananganinya dapat japrem dr pihak MP (kalau bisa besok2 kenapa harus skrg, “kita” kerjasama dulu saja “keruk” duid dr penjual dan pembeli) tips utk penjual : jangan aktifkan spx apapun, pakai jasa kirim non shopee (gojek/grab/jne/anteraja/dsb) pembeli : jangan pernah pakai ongkir rekomendasi sopiii bila tidak terpaksa, pilih sendiri ongkir termahal yg masih nol rupiah bila dicoret Login untuk Membalas
Hery Mulyanto20 Mei 2026 - (04:56 WIB)Permalink Masih mending shopee, toped lebih parah lagi. Shopee masih bisa pilih2 program yg diikuti, gratis ongkir extra, promo extra, di toped semua di bundle jadi 1, jadi potongannya luar biasa besar. Di toped saya dapat potongan 19.5 hingga 21%, di shopee masih di kisaran 15%. Login untuk Membalas