Kinerja Tim Mediasi Shopee Bertele-tele, Tidak Tegas dan Tidak Sesuai Kebijakan Pengembalian Dana dan Barang

Saya sebagai konsumen, telah melakukan pembelian kamera second dari toko @KamerakuOriginal di Shopee. Saya ingin mengutarakan dari awal bahwa ada indikasi penipuan, tetapi di sini saya hanya akan mengeluh soal kinerja Shopee dalam melakukan Pengembalian Barang dan Dana.

Awal mulanya saya membeli kamera dengan deskripsi bahwa barang yang dijual “Normal-mulus” hingga penjual mengatakan “100% normal aman jaya”. Saya pun yakin, karena produk tersebut masuk ke Top 10 Terlaris. Namun ketika hendak memesan, si penjual menyiapkan pesanan hingga meminta perpanjangan garansi dan saya masih yakin (sekitar 1 minggu). Nomor pesanan: 211113EM7U1RRB.

Ketika barang sampai, saya melakukan video unboxing dari awal sampai akhir, dan melihat ada kejanggalan pada kamera. Hingga akhirnya saya melakukan pemeriksaan detail, dan pergi ke toko kamera yang lebih profesional. Ternyata barang tersebut banyak minusnya.

Sore harinya saya melakukan “Ajukan Komplain” di aplikasi Shopee, pada tanggal 22 November 2021 dan memberikan bukti video lengkap. Saya berdiskusi dengan penjual melalui chat (tidak saya fokuskan di sini) dan hasilnya ada indikasi lain yang membuat saya tetap mengajukan komplain kepada Shopee. Nomor pelaporan: 211122194806660.

Kemudian penjual ini mengulur waktu (tahu bahwa tokonya akan kena penalti), hingga penjual mencoba memanfaatkan kelengahan saya dengan mencoba melakukan Ajuan Pengembalian Dana Sebesar Rp5.746, padahal barang yang saya beli harganya Rp5.747.795. Saya menolak lagi serta memberikan Bukti Rincian Pembelian serta Video Lengkap Unboxing dari awal beli, serta penjelasan kerusakan lainnya.

Pihak Shopee akhirnya mengecek dan menyetujui pengembalian barang penjual. Sesuai dengan resi yang dikirim dari Shopee, lalu saya kirimlah barangnya. Karena saya curiga akan alibi penjual, jadi saya melakukan Video Pengemasan Full dari awal sampai saya kirim.

Setelah barang sampai, lalu penjual menolak komplain dengan rincian: “Penjual telah mengajukan permasalahan ke Shopee. Alasan Pengajuan: Menerima produk pengembalian yang salah. Deskripsi: Produk tidak sesuai seperti yang saya kirim.”.

Karena saya sudah bisa menebak isi otak penjual yang seperti ini, makanya saya melakukan video pengemasan sesuai dengan arahan Shopee. Ternyata yang benar saja, penjual masih mengulur waktu, agar tokonya tidak mendapatkan penalti. Hahaha, luar biasa sekali.

Dari sini pihak Shopee meminta penjual untuk memberikan bukti barang yang diterima, tetapi tidak melakukan arahan Shopee. Yang artinya sesuai dengan keterangan dan pernyataan pihak Shopee, bahwa:

Namun lagi-lagi si penjual tidak memberikan bukti, hingga pada akhirnya saya diminta bukti. Saya kerjakan video bukti dan langsung saya kirimkan.

Gambar di atas merupakan salah satu screenshoot saya, dan bukti pengemasan dari awal sampai akhir dan pengiriman. Yang membuat saya heran, setelah menerima notifikasi kembali dari tim Resolusi Shopeedan saya dengan sabar menunggu (hingga 6 jam), tidak ada satupun bukti upload dari penjual bahwa barang yang diteirma itu sesuai dengan deskripsi yang dia tulis di atas. Saya tekankan di sini, resolusi ini sama sahnya di mata hukum, baik dalam bentuk dokumen elektronik maupun tulisan, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Pihak Shopee masih menindaklanjuti hal tersebut, sesuai pernyataan Shopee dan bukti yang berat sebelah. Seharusnya Tim Mediasi Shopee bisa menilai bahwa barang yang saya kirim itu betul-betul barang dari penjual, mulai dari proses awal hingga akhir.

Tanggal 5 Desember 2021, sudah masuk 2 minggu sesuai kebijakan Shopee, deadline untuk Region Indonesia terkait pengembalian dana dan barang adalah 20 hari.

Saya merasa Tim Mediasi Shopee lebih mendukung penjual dan tidak melihat butki-bukti yang ada. Saya masih menunggu sekitar 2 hari dan saya tanya lagi. Namun jawabannya masih sama, menunggu investigasi pihak kurir, via diskusi maupun chat. Saya sering memantau Toko @KamerakuOriginal dan sesekali saya dapati tokonya diblokir/dihapus/ditinjau oleh Shopee.

Pada hari Minggu 12 Desember 2021, saya ditelepon pihak Shopee bahwa kasus saya akan diteruskan di Tim Mediasi Prioritas, tapi ternyata masih menunggu hingga sekarang.

Tanggal 15 Desember 2021, saya di-chat Whatsapp oleh pihak kurir yang mengatasnamakan JNT seperti ini:


Saya hapus pesan saya untuk menjebak si orang yang mengatasnamakan JNT ini:

Saya curiga dan malam itu saya menghubungi Pihak JNT Express. Menurut mereka yang mengantarkan barang kiriman bukan di nomor itu. Kalian lihat sendiri kejanggalannya yang mencoba menggiring bukti bahwa barang yang saya kirim bukan kamera.

Karena saya sudah tahu nama orangnya (dia coba sembunyikan nama aslinya dari toko dan nama pengembalian), jadi saya langsung kasih tahu dia, dan dia minta maaf lewat chat. Namun anehnya dia masih gigih buat dapetin ini duit dan mengulur waktu serta manfaatkan sistem Shopee.

Jika Shopee tidak tegas terhadap terhadap kebijakan dan masalah-masalah serta toko-toko seperti ini, saya akan lebih jelaskan secara mendetail dan saya sertakan aturan dari kebijakan baik dari perdata maupun pidana. Saya mohon dengan sangat kasus ini cepat diselesaikan dan dikembalikan uang saya, karena saya sudah cukup sabar menunggu satu bulan, padahal deadline-nya 20 hari katanya).

Terima kasih.

Farhan Ardiansyah
Pontianak, Kalimantan Barat


Update (24 Desember 2021): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi bahwa masalah sudah diselesaikan oleh pihak Shopee dan dana telah dikembalikan:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Kebijakan Pengembalian Barang Shopee:
[Total:108    Rata-Rata: 1.9/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

32 komentar untuk “Kinerja Tim Mediasi Shopee Bertele-tele, Tidak Tegas dan Tidak Sesuai Kebijakan Pengembalian Dana dan Barang

  • 20 Desember 2021 - (12:00 WIB)
    Permalink

    Yg beli baru original dr official saja kadang ada yg bermasalah, apalagi barang second.

    5
    1
  • 20 Desember 2021 - (12:12 WIB)
    Permalink

    Salut buat pembelinya, sabar dan cukup pintar mengetahui trik2 penjual yang nakal. Biasanya kalau di up di MK Shopee langsung gerak gan, semoga cepat direspon SP ini.

    Saya dulu juga pernah dapat penjual nakal, tapi di Tokped. Mengulur waktu dengan alasan macam2, tapi berhubung saya tahu sistem retur di Tokped ya saya nyantai aja. Ikuti alur ,walau molor duit kembali. Makanya buat lain kalau sudah hafal sistem satu ecommerce ya sudah belanja disitu saja trus, kalau beli di ecommerce yang ga familiar mending minta tolong teman/kerabat yang lebih tahu sistem ecommerce tersebut.

    • 23 Desember 2021 - (13:47 WIB)
      Permalink

      MK Shopee apa ya? Saya ada kasus juga seller nakal, mau tau gimana cara usutnya

  • 20 Desember 2021 - (12:16 WIB)
    Permalink

    Seller nakal itu .. ayo shope jangan sampe kelabuhi sama seller nakal ..
    Pernah ngalamin kayak gini ..
    Bahkan udah di tolak shope untuk pengembalian ..
    Tapi ane batalin retur .. terus retur lagi sampe di setujui 🤣🤣🤣

    3
    1
    • 21 Desember 2021 - (07:22 WIB)
      Permalink

      video unboxing, adalah bukti yang sangat penting, terutama untuk barang dengan nilai “jut”.
      video unboxing, cara pembuatannya juga harus sangat teliti, sangat jelas.

      beberapa bulan lalu, saya meneliti video unboxing untuk “harddisk barracuda 2 TB”.
      setelah di-unboxing, ternyata kapasitasnya 250 GB.
      pengamatan saya, harddisk tersebut telah ditukar oleh “pembeli”, buktinya :
      CARA MELETAKKAN HARDDISK PADA BOXNYA, “TERBALIK”.
      PERLETAKAN HARDDISK PADA BOX SUDAH BERBEDA PADA PROSES PENGEMASAN OLEH PENJUAL.
      pembuatan video unboxing-nya, memang terkesan acak-acakan

  • 20 Desember 2021 - (12:26 WIB)
    Permalink

    Salute sama buyer / penulis.
    Lihay ente bung.
    dimulai dr pengecekan kamera yg mendetail, hingga tau seluk beluk kecurangan seller, sampe nyamar jd JNT aja bs tau.
    isi surat pembacanya pun jelas banget dr awal ampe akhir.
    Semoga masalahnya cepat selesai.

    13
    1
    • 21 Desember 2021 - (22:48 WIB)
      Permalink

      Iya salut…buyer cerdas vs penjual nakal.
      Semoga cepet di-up dan penjual kena batunya

    • 22 Desember 2021 - (12:51 WIB)
      Permalink

      So far sih saya aman2 aja lewat toped..dulu pernah mau beli di bukalapak shopee tapi tidak selengkap toped..bukalapak bnyk toko2 copy paste..so far saya jual beli jutaan aman aja sih..saya kemaren jual lensa2 saya total 30jt lewat toped…aman…beli amply gitar dari jogya 28jt aman…beli hp 3x samsung aman…beli t.v 65 55 50 inch aman….kita harus lebih savvy know how dan due dilligence sebagai pembeli…saya kalau barang second seperti kamera saya suruh chat lewat w.a cek lebih detail suruh upload video lewat w.a..

  • 20 Desember 2021 - (16:38 WIB)
    Permalink

    Buat saya pribadi, ngeri kalau belanja online diatas 1jt. Masih waswas.
    semoga pembelinya diberikan rejeki yg lebih baik.
    semoga shopee bisa tegas dan adil.
    reels di ig banyak, kalau kerja di shopee itu enak, ya mungkin jadi keenakan.

    • 21 Desember 2021 - (02:52 WIB)
      Permalink

      Terlepas dari pihak penjual yg mengulur waktu, jika melihat respon dari shopeenya sepertinya masalah tersebut memang sedang dalam penanganan, saya kira hal tersebut juga tidak lepas dari sop perusahaan, apalagi dengan nominal besar. Ditunggu saja prosesnya mas/mba dan semoga lekas menemukan titik terang🙏 saya juga akan sangat kesal jika berada di posisi yang sama, tapi dengan uang sebesar itu wajar jika prosesnya memakan waktu agak lama, apalagi dari pihak penjual yg mengulur2 waktu. Karena jika akhirnya karyawan sopi ternyata salah memutuskan (akibat terburu2 karena tekanan), ujung2nya mereka yg akan nombok, pengalaman dari temen yg pernah bkerja di platform sebelah, akibat mendapat tekanan dr berbagai pihak plus yang ditangani tidak hanya 1 kasus, sehingga trdapat ksalahan dlm menganalisis yg menyebabkan dia nombok kurang lbh 19jt, meskipun sebagian besar dibantu urunan oleh karyawan lainnya sbg bentuk solidaritas, dan endingnya dia memilih resign karena merasa tidak enak hati. Intinya, untuk mnuju hasil yg terbaik terkadang memang butuh waktu lebih.
      Tetap kawal, semoga lekas tertasi

  • 20 Desember 2021 - (18:42 WIB)
    Permalink

    Buat pembeli saya turut prihatin….buat pengalaman klo blnja yg nilainya besar mendingan jgn via online…skrng byk penipu..

    • 20 Desember 2021 - (20:11 WIB)
      Permalink

      Sabar kak, saya pengalaman ketemu seller nakal, tapi ga pernah sih barang semahal ini. Setahu saya kalau bukti kakak selengkap itu bakalan tetap balik ko duitnya. Tapi memang bisa berminggu minggu kalau seller ngeyel ngaku nrima barang yang rusak atau berbeda dari yang mereka kirim. Saran saya, rutin mrnginfokan setiap hari ke cs shopee, dengan menyebutkan nomor pelaporan kakak.biar shopee juga jengah. Lagian kok bisa kamera pemakaian pribadi bisa top 10?? Emang kaeranya dengan jenis sama ada berapa?.

      • 20 Desember 2021 - (21:06 WIB)
        Permalink

        ga setiap hari saya laporkan, tapi saya mau melihat professional mereka dalam menindak lanjuti kejadian seperti ini. belum sampai belasan kali saya melapor, karena saya percaya mereka dan disuruh menunggu selama 3hari terus menerus.
        kalau pembelian barang top 10 terlaris pasti barangnya spesifik kk, misalnya camera canon 60D nanti dari algoritma shopee berdasarkan Hastag nnti dia memprioritaskan barang-barang top terlaris sesuai dengan Produk yang dicari pembeli. ya pastinya tetap Canon 60D, dan lain lain

    • 20 Desember 2021 - (21:02 WIB)
      Permalink

      iya, karena melihat masuk top 10 terlaris di shopee, jadi saya pun yakin. ternyata saya baru ingat ada jasa penambah bintang di online dan mungkin nanti saya mau lihat jasa-jasa aneh lainnya … next saya ga lagi beli barang yg nilainya up 1jutaan ke atas.

      • 21 Desember 2021 - (04:31 WIB)
        Permalink

        Beli sesuatu di toko online 75% saya kena tipu ,udah males , kalau beli offline 99% gak kena tipu

      • 21 Desember 2021 - (05:40 WIB)
        Permalink

        Saya pernah belanja samsung di toko star biasa karna warna hitam di official sedang kosong. Waktu itu search semingguan dan milih pengiriman dengan grabinstant. Was was. Tapi alhamdulillah barang bagus. Seller memang yg saya pilih tanpa cacat. Krna elektronik kalau sudah ada bintang 3 kebawah bisa jadi seller agak nakal sih

      • 21 Desember 2021 - (10:26 WIB)
        Permalink

        mantap bang, tp ane curiga itu bukan JNT tp akal2an si penjual,, biar pembeli lengah.. jadi seolah-olah apa yg dikirim pembeli batu bukan kamera, dan duit tetep bisa dikirim ke penjual,,, modusnya rapi bat

  • 20 Desember 2021 - (22:33 WIB)
    Permalink

    trik saya kalo ruwet model gini. biasanya saya tweet official shopeenya plus tag ceo nya. tokopediapun juga saya pernah lakuin itu. dijamin fast respon.

  • 21 Desember 2021 - (07:08 WIB)
    Permalink

    perlu diperhatikan dalam pembuatan video unboxing :
    *semua sisi paket, sebelum dibuka, disorot dengan jelas dan sangat dekat.
    (supaya bila ada bagian sisi yang cacat, akan mudah terlihat.)
    *buka paket itu, bila ada barang (barang utama) yang mempunyai nomor seri, langsung saja disorot nomor² itu secara lebih dekat supaya lebih mudah terbaca.
    dan, proses pengembalian juga lebih mudah, biarpun pihak toko tidak menyorot nomor seri pada waktu pengemasan.
    *lensa, batere, MMC / micro SD card, juga mempunyai nomor seri.
    sorot juga nomor² seri itu, supaya lebih mudah pengembaliannya.

    2
    1
  • 21 Desember 2021 - (07:35 WIB)
    Permalink

    tips membeli barang mahal (elektronik mahal) di toko online :
    *melalui chat, tanyakan semua nomor seri yang pada barang tersebut
    mis, laptop, tanyakan :
    -nomor seri laptop
    -nomor seri batere
    -dll
    *bila penjual tidak mau memberikan informasi dengan alasan sibuk, maka, anda sebagai pembeli, harus melakukan video unboxing secara sempurna, supaya bila ada kendala pada barang tersebut, maka proses pengembalian akan lebih mudah.

  • 21 Desember 2021 - (15:00 WIB)
    Permalink

    Saya juga, mengalami hal yang tidak masuk akal, dari tim Shopee, sudah kalian jangan pernah beli dari Shoope lagi, sy beli Laptop tidak bisa dicharge, sudah mengajukan pengembalian dan sesuai schedule tanggal 14, padahal sy sudah konfirmasi terlebih dahulu, bahwa bisa dikirimkan, pada hari yg sama dengan tanggal pengembalian barang tanggal 14, tiba tiba Shoope, membatalkan pengembalian saya ketika saya sudah di jasa pengiriman secara sepihak, dan menyalahkan saya sebagai pembeli, jadi buat kalian jangan pernah beli apapun di Shopee, tidak bisa dipercaya, untuk bukti bisa hubungi saya pribadi ada dan lengkap

  • 21 Desember 2021 - (18:32 WIB)
    Permalink

    Saya juga seller di shopee dan alamat pengembalian saya juga berbeda dangan nama saya tapi pakai nama orang tua saya karna memang letak alamat saya di desa dan orang tua saya di kota jadi supaya jika berbelanja pun lebih murah ongkos kirim nya. Menurut saya pembeli tidak sepenuhnya benar saya juga sering kok retur barang, setau saya jika retur apalagi elektronik pasti dicek loh sama pihak ekspedisi. Kalau saya baca chat tersebut pihak ekspedisi tidak tau apakah isi barang itu benar2 sesuai atau tidak. Dan memang untuk bukti dari penjual hanya pihak sopi yg bisa melihat gan kalau benar penjual tidak mengirim bukti pasti agan yg menang kok itu, jadi saran saya silahkan diskusikan dengan pihak penjual gan.

    • 21 Desember 2021 - (20:57 WIB)
      Permalink

      begini bang, si penjual ini menjual barang dengan alamat pengembalian berbeda dan dengan nama singkat/sebutan, misalnya panggil saja Agus, tapi tidak tau nama lengkapnya, oke memang dari segi positif itu menguntungkan penjual karena ongkos kirim yang lebih murah, jikalau penjualnya jujur(saya tekankan disini jujur). Tetapi, saya tegaskan disini penjual ini sudah tidak jujur, dari awal beli dan ketika saya komplain serta mau menukarkan produk. Seandainya jika pada saat pengembalian barang, pihak JNT Express sikurirnya menghantarkan barang saya, dan menerima atas nama Agus. Pertanyaannya Agus siapa? tidak ada nama lengkap? bukti foto diambil tidak ada? dilapangan itu pihak kurir ketika menghantar barang langsung diberikan. kalau penjualnya jujur it’s oke, tapi kalau yang coba memanfaatkan sistem? dan celah-celah ketentuan? apa bisa diterima jika sudah menjamur?.
      dan ketentuan di cek sama pihak ekspedisi ini masuk kategori yang mana dulu? pada saat pengiriman? atau karena packing yang tidak aman? atau barang yang dikirim baterai atau cairan kimia?
      “Pihak J&T Express berhak namun tidak wajib untuk memeriksa barang kiriman demi memastikan bahwa barang yang dikirim tidak melanggar hukum yang berlaku. Apabila tanpa sepengetahuan pihak J&T Express pengirim mengirimkan barang-barang yang dilarang maka dengan ini pengirim membebaskan J&T Express dari seluruh biaya kerusakan atau lainnya dan atas tuntutan dari pihak manapun.”
      dari ketentuan yang berlaku si pengirim harus memberi keterangan kepada JNT barang apa yang akan dikirim, kebijakan di atas berlaku jika, ketika hendak mendapati proses scanning di bandara, terdapat dan diketahui barang mencurigakan, seperti narkoba dan semacamnya, maka diterapkan kebijakan tersebut. karena terdapat indikasi illegal.
      pertanyaannya, jikalau barang yang dikirim itu elektronik. dan melalui scanner tidak mungkin pihak ekspedisi akan membongkar, sedang barang yang saya packing itu betul-betul safe.
      dan pernyataan abang di atas. coba di baca lagi artikelnya. “saya melakukan konfirmasi kepada JNT Express” dan saya simpulkan dan sesuai pesan yang saya terima dari JNT Express bahwa nomor tersebut bukan kurir sipengirim paket saya. jadi? tidak ada hak kurir kecuali COD yang saya tau.
      pertanyaannya
      1. saya tidak akan jelaskan, karena ini sudah cukup lebih dalam.
      mudah”an bisa dimengerti.
      saya juga sales di toko offline, dan sering” liat cara kerja mereka, di tempat” itu berbeda”. tidak semua menerapkan sop tergantung orangnya.

    • 21 Desember 2021 - (22:27 WIB)
      Permalink

      Maksut saya adalah point retur apalagi barang mahal, kalo pengalaman saya namanya retur elektronik pasti dicek gan sama pihak ekspedisi berbeda jika kita menjual kalau retur wajib dicek. Dan untuk masalah bukti memang jika banding di shopee pihak yg bersengketa tidak bisa melihat bukti masing2, si penjual juga tidak bisa melihat bukti yg agan kasih. Pertanyaanya, siapa yg wa agan mengaku kurir tersebut? Apakah pihak penjual atau benar pihak ekspedisi kalau ternyata bukan pihak penjual agan sudah menggiring opini pembaca supaya menyimpulkan yg wa dan minta maaf adalah pihak penjual, alangkah lebih baiknya dicek dulu nomer tsb. Akhir kata terkadang penjual tidak langsung konfirmasi retur dan memilih banding karena selain yakin benar juga dia takut hal2 seperti ini ditambah lagi jika rating pembeli ter indikasi fake akun.

      1
      3
      • 21 Desember 2021 - (22:34 WIB)
        Permalink

        faktanya dilapangan berbeda. di sini saya tidak mempertanyakan bukti dari pembeli dan penjual.
        saya tidak punya kewajiban menjawab pertanyaan agan, karena itu mengandung privasi dan pertanyaan agan sudah mulai mencampuri urusan. jadi tidak saya publikasikan disini.

    • 21 Desember 2021 - (22:41 WIB)
      Permalink

      mudah”an bg, soalnya byk cara buat membuka blokiran seperti itu, kadang” lebih jengkel juga kalau tidak di inspect teliti dan di biarkan di buka kembali.

  • 22 Desember 2021 - (00:48 WIB)
    Permalink

    Barusan belanja sama seller +star, beli 5 sepatu dikirim 1 sepatu, untung aku buat video unboxing lengkap, jadi sellernya gak bisa berbuat apa2 dan ngembaliin kekuranganya, sekarang susah cari orang jujur apalagi aman dalam transaksi. Pihak shoppe lebih pro ke penjual, kalau di tokped pro ke pembeli. Kita sebagai pembeli maupun penjual harus pintar seperti kakak ini, dan sangat disayangkan penjual gini seperti berkedok penipuan yang mencari mangsa

 Apa Komentar Anda mengenai Kebijakan Pengembalian Barang Shopee?

Ada 32 komentar sampai saat ini..

Kinerja Tim Mediasi Shopee Bertele-tele, Tidak Tegas dan Tidak Sesuai …

oleh Farhan Ardiansyah dibaca dalam: 3 menit
32