Apakah Barang Milik Penjual yang Dikirim melalui Lazada, Menjadi Hak Milik Lazada?

Kami adalah salah satu penjual di Lazada sejak tahun 2020 dan telah merasakan pasang surut dalam berjualan di platform ini. Dari tahun ke tahun, kami melihat performa Lazada semakin menurun dibandingkan marketplace besar lainnya di Indonesia. Mungkin karena itu, Lazada berpikir keras untuk meningkatkan penjualan, salah satunya dengan memperkenalkan fitur retur.

Fitur ini memungkinkan barang di bawah harga Rp70.000 otomatis diberikan kepada pembeli jika mereka melakukan retur. Retur ini tidak memerlukan bukti konkret—sandal, foto jalan raya, atau apa pun bisa dijadikan bukti. Lazada akan langsung mengembalikan uang pembeli dan membiarkan mereka menyimpan barang yang sudah dikirim oleh penjual. Alasan Lazada melakukan ini adalah agar pembeli bisa repeat order dan penjual merasa senang.

Namun, kenyataannya? Pembeli justru senang memanfaatkan celah ini. Mereka membeli barang, klik retur, dapat barang, dan uang kembali. Ketika kami menanyakan hal ini ke live chat Lazada, jawabannya selalu sama: “Sesuai peraturan Lazada.”

Kami bukan ahli hukum perdagangan, tetapi apakah barang yang kami jual di marketplace itu berarti menjadi hak milik Lazada? Apakah Lazada berhak atas barang yang kami kirimkan? Secara logika, akad jual beli terjadi ketika ada transaksi pembayaran yang masuk ke penjual dan pembeli menerima barang yang sudah dibayar. Namun, di Lazada, barang penjual seolah menjadi hak milik Lazada karena fitur retur yang otomatis diaktifkan. Akibatnya, sepanjang tahun 2024, banyak produk kami yang diberikan secara cuma-cuma oleh Lazada kepada pembeli yang mengklik retur.

Berikut contoh retur yang barangnya dikembalikan ke penjual (harus ada nomor resi balik yang masuk ke sistem Lazada):

Sedangkan ini adalah contoh barang yang diberikan secara cuma-cuma oleh Lazada kepada pembeli tanpa pemberitahuan atau persetujuan kami sebagai penjual:

Dalam kasus ini, kami rugi hampir Rp195.600 karena 4 pack barang tidak ada yang kembali. Berikut dokumentasi barang aslinya:

Pembeli tersebut mungkin merasa, “Enak ya, uang kembali, barang dapat gratis.” Padahal, pembeli ini sudah beberapa kali membeli dari kami. Akhirnya, mereka mencoba lagi: beli barang, begitu sampai langsung minta retur. Ini adalah pembelian berikutnya dari orang yang sama beberapa waktu kemudian:

Bukti yang digunakan pembeli:

Dan jawaban dari Lazada:

Untuk pesanan ini, kami rugi sekitar Rp300.000 dari 6 pack yang dibeli. Apakah kami tidak mencoba menghubungi pembeli? Tentu kami chat pembeli, menanyakan di mana barang retur-nya. Jika memang kami salah kirim, tolong tunjukkan foto packaging dengan resi Lazada. Namun, sampai detik ini, pembeli tidak mau menjawab chat kami.

Kami juga mencoba menyampaikan keluhan ini ke VKAM Lazada. Namun, ternyata bukti dari pembeli bisa berupa apa saja. VKAM Lazada merujuk pada bukti yang diberikan pembeli, bahkan jika buktinya hanya foto kaki mengenakan sandal. Padahal, seharusnya bukti yang valid adalah video unboxing dari awal hingga akhir, termasuk stiker resi Lazada yang selalu ada di setiap pengiriman.

Selanjutnya, ada kasus di mana pembeli salah beli barang, dan mereka menuliskan sendiri kesalahan tersebut. Namun, Lazada tetap mengembalikan uang pembeli dan barang kami tidak pernah dikembalikan.

Kerugian ini mencapai Rp132.000, belum termasuk biaya admin Lazada yang dibebankan kepada kami. Jadi, selain barang hilang, kami masih harus membayar biaya-biaya tambahan.

Dari contoh-contoh di atas, Lazada berharap fitur ini akan meningkatkan penjualan. Namun, kenyataannya tidak terbukti. Yang terjadi justru pembeli memanfaatkan celah: membeli barang di bawah Rp70.000, lalu retur agar dapat barang gratis. Sebagai penjual, kami merasa sakit hati dengan kebijakan ini. Secara otomatis, kami mengurangi biaya promosi di Lazada hingga Rp0, padahal sebelumnya bisa mencapai beberapa juta rupiah per bulan. Kami juga membiarkan akun ini berjalan ala kadarnya. Akibatnya, di tahun 2025, penjualan kami di Lazada turun hampir 50% dibandingkan tahun 2024.

Selain itu, di tahun 2025, banyak kurir yang biasanya mengambil barang di tempat kami diliburkan. Mereka bilang, hari kerja semakin sedikit, dan belasan driver sudah dihentikan. Artinya apa? Kebijakan Lazada ini salah sasaran. Mereka hanya fokus pada pembeli COD dan menekan penjual. Siapa yang mau kerja bakti demi Lazada?

Akhir kata, apakah kami menerima kehilangan barang karena kebijakan Lazada? Tentu tidak. Namun, kami hanya bisa berkeluh kesah di media konsumen. Kami hanyalah penjual kecil di marketplace. Jika ada yang bertanya, “Kenapa masih berjualan di Lazada?” Jawabannya, mungkin kami masih akan berjualan, tetapi perlahan kami akan meminimalkan semua biaya promosi di Lazada dan mengalihkannya ke marketplace lain.

Lazada hidup dari biaya promosi dan fee penjual. Jika tidak ada keseimbangan antara kepentingan pembeli dan penjual, kami rasa Lazada tidak akan bertahan lama melihat tren yang terjadi di lapangan.

Alexander Robinstein
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Apakah Barang Milik Penjual yang Dikirim Melalui Lazada Menjadi Hak Milik Lazada?”

Redaksi yang terhormat, Menanggapi surat pembaca di Media Konsumen pada tanggal 12 Februari 2025 berjudul “Apakah Barang Milik Penjual yang...
Baca Selengkapnya

31 komentar untuk “Apakah Barang Milik Penjual yang Dikirim melalui Lazada, Menjadi Hak Milik Lazada?

  • 12 Februari 2025 - (12:28 WIB)
    Permalink

    Menurut saya Lazada terlalu belagu bikin aturan aneh2 begini, padahal ngak serame marketplace yang lain.

    1
    26
    • 12 Februari 2025 - (18:54 WIB)
      Permalink

      Saya jg penjual di Lazada yg sempat dirugikan dengan Return Feature yg aktif otomatis. Jadi Return Feature itu aktif otomatis tanpa persetujuan penjual karena ada retur sebelumnya yg tidak diselesaikan penjual tepat waktu. Nah, Return Feature itu bisa dinonaktifkan. Coba lihat di bagian atas retur ada tools untuk menonaktifkan Return Feature. Sampai sekarang Return Feature sy tidak aktif lagi dan retur pembeli harus melalui proses persetujuan dari penjual terlebih dulu.

      11
  • 12 Februari 2025 - (12:35 WIB)
    Permalink

    catet juga nama dan alamat pembeli, viralkan pembeli macam begini, kalo perlu laporkan polisi juga macam si saripudin itu

    2
    1
  • 12 Februari 2025 - (12:59 WIB)
    Permalink

    LAZADA = SCAM …
    Sudah nggk ada hati nuraninya lagi pembeli berbuat begitu, ditambah dengan LAZADA yang memfasilitasi…

    STOP bertransaksi di LAZADA

    1
    2
  • 12 Februari 2025 - (15:03 WIB)
    Permalink

    sebenernya sama dengan shopee, tren marketplace lgi turun, investor udah ogah invest ke mp, sekrg mp tersisa lg bunuh2an, penjual diajak ikut serta di dalamnya dengan bikin kebijakan yang gak masuk akal

    3
    1
  • 12 Februari 2025 - (16:04 WIB)
    Permalink

    wah… seperti itu ya keadannya, sayang sungguh sayang, lazada membunuh dirinya sendiri karena aturan2 ini..
    utk seller TS, jangan jualan disini lagi kalau realitanya seperti itu.. saya juga bakal biar jalan sendiri aja kalau seperti ini keadannya

    1
    1
  • 12 Februari 2025 - (18:28 WIB)
    Permalink

    Biasanya kalo retur begini seller kelolosan karena tidak dapat notifikasi. Karena letaknya beda dengan retur biasanya. Ini yg dimanfaatkan pembeli. Dengan metode pengembalian dana langsung karena penjual tidak respon 2x24jam (foto pertama).

    Sengaja letaknya dibuat ruwet oleh lazada. Sehingga kalo seller tidak cek maka akan lolos. Karena tidak tampil di halaman utama.

    Namun jika tanpa menunggu, dana langsung dikembalikan coba dicek laporan keuangan. Biasanya seller juga dapat ganti rugi. Jadi pembeli yg curang dapat barang gratis, seller dapat dana, lazada rugi 2x

    • 12 Februari 2025 - (21:24 WIB)
      Permalink

      Maaf ini saya kurang masukkan detail pelepasan dana di lazada, untuk yang kasus pertama sebanyak 4 unit produk itu, setelah kami cek di bagian keuangan lazada, tidak ada pengurangan dana dan tidak ada juga pengembalian dana alias Rp 0 yang kami dapat kan + barang hilang 4 unit. Untuk kasus yang 6 unit barang selanjutnya itu setelah kami cek di menu keuangan lazada, untuk tiap unit barang tersebut kami di pinalti Rp 2500 jadi kami sudah hilang 6 unit barang + Rp 2500 x 6

      Dan untuk kasus yang ke itu, waktu dari sistem lazada hanya berselang 1-2 menit sampai dengan keputusan final. Untuk barang diganti rugi itu hanya di tiktokshop, tapi itupun juga tidak jelas untuk tiktok atau shoptokopedia itu untuk ganti rugi nya.

      Memang cukup mengerikan sistem marketplace sekarang ini, sebenarnya hal ini sudah kami sampaikan ke pihak live chat dengan jawaban akan di kabari di email, dimana itu sudah beberapa minggu tanpa ada balasan, kemudian RM di lazada itu namanya VKAM itu super tidak membantu sama sekali, yang sangat parah fitur pengembalian itu dinyalakan otomatis oleh pihak lazada tanpa otorisasi pemilik akun.

      1
      1
      • 12 Februari 2025 - (22:11 WIB)
        Permalink

        Jika memang benar kronologinya seperti ini,

        Order diretur tgl 1 jam 00.00
        Dana dikembalikan langsung saat itu juga, dengan alasan tidak sesuai cukup bahaya juga.
        Karena saya juga seller blm mengalami yg seperti ini.

        Biasanya pembeli nakal dari sidoarjo yg berulang melakukan retur dini hari dengan alasan berbagai macam mulai kurang, berubah pikiran, tidak sesuai, kadaluarsa.

        Biasanya masuk ke bagian retur pengembalian dana saja. Tidak tampil di halaman utama sehingga tampak 0.

        Nah jika tdk direspon akan otomatis untung pembelinya.

        Pernah juga berubah pikiran, dana pembeli langsung kembali, paket kembali ke seller kosong. Ini agak ruwet. Meskipun akhirnya dapat dananya

        Join saja ke grup lazada surabaya di wa meskipun agak sunyi. Atau di wa grup lazadaclub

  • 12 Februari 2025 - (18:37 WIB)
    Permalink

    Okh, gitu, ya !?
    Saya sering belanja di lazada dan beberapa kali “tertipu toko nakal” yg etalase dan pembahasan barang tidak sama dengan yg dikirim (kasus terbaru terjadi 2 minggu lalu) dan selama ini saya terima aja walau kiriman “serupa tapi tak sama” krn khawatir refund bertele-tele. Besok2 saya retur dan refund aja lah kalau begini.

    • 12 Februari 2025 - (21:28 WIB)
      Permalink

      Kalau penjualnya tidak jujur atau amanah di retur dan refundkan aja kak di semua marketplace harus itu, biar penjualnya tidak ngawur, kami pun jika melakukan kesalahan pengiriman juga pasti tidak akan mempersulit pembeli untuk mendapatkan dana nya kembali, itu hak pembeli sih kak.

  • 12 Februari 2025 - (19:31 WIB)
    Permalink

    Benar lzd perlahan mulai rungkad terlihat dr vcr gratong biasa min. belanja 10-20rb skarang 30rb tentu saja order mulai berkurang apalagi promo banyak gimmick misal koin lzd barang yg dpt dibeli pake koin harga dimark up dulu, mungkin thn terakhir lzd

    26
  • 12 Februari 2025 - (19:34 WIB)
    Permalink

    wah, enak dong ….instal lazada , beli …trus retur….and gretong 🤣🙏🏼
    tak coba ya

    1
    12
  • 12 Februari 2025 - (19:53 WIB)
    Permalink

    Sudah ka cabut aja sekarang dari platfrom itu…
    Sekarang aja kaka di rugikan, apalagi ke depannya, bisa2 tambah di rugikan lagi…
    Platform cacat itu mah, mungkin bentar lagi nasibnya bakal kaya bukalapak atau lebih buruk lagi…

  • 12 Februari 2025 - (19:54 WIB)
    Permalink

    Terimakasih info pengalamnya bang,
    Saya juga seller di Lazada, dan sudah memutuskan pensiun. Sebeb
    1, paket sudah siap kirim namun pembeli dapat membatalkan kapan saja seenaknya pembeli dan penjual tidak dapat menolaknya. mana saya jual produk custom.
    2, Retur gagal kirim, tidak pernah diantar ke rumah selleer tapi harus ambil sendiri digudang.
    3, terus retur tanpa dikembalikan barang membuat saya betul-2 pensiun saja, dan focus ke MP lain, dan belajar jadi Affiliet.

    1
    1
    • 12 Februari 2025 - (21:35 WIB)
      Permalink

      Betul kak, untuk poin nomor 1 itu juga otomatis menyala, kalau tidak salah pernah membaca postingan orang lain di media konsumen juga menjual barang kustom, sudah siap malah tidak bisa di kirim karena di cancel pembeli.

      Paling tidak jika sudah di Ready to Ship, si pembeli kalau cancel harus persetujuan kita seller, tapi ini lazada melompati itu semua.

      Untuk poin no 3 itu juga yang menjadi pertanyaan kami apakah barang kita para penjual di lazada itu otomatis jadi hak milik lazada, tanpa ada penggantian dana kepada penjual (ini untuk kasus kami ya), sekarang bulan februari 2025, kasus yang kami angkat itu oktober-desember 2024, kami cek di menu keuangan tidak ada pengembalian dana atas barang. Selain itu kami cek bahwa hal tersebut (pengembalian dana tanpa perlu pengembalian barang) dilakukan lazada dari awal 2024.

  • 12 Februari 2025 - (21:39 WIB)
    Permalink

    Kmrin saya belanja di Lazada.
    Beli 3 pcs baju.tapi satu baju yg di kirim penjual salah. Saya coba melakukan retur ke penjual dengan opsi barang akan di ambil kurir dari kita.
    Uang sudah di refund dari Lazada tapi baju ya sampai sekarang tidak ada yg ambil.
    Itu gimana ya prosedur ya.?
    Produk ya di bawah 50k.

    • 12 Februari 2025 - (23:49 WIB)
      Permalink

      Lah itu kak, jadi rumit juga ya, dari sisi pembeli memang sudah beres dana tidak ada yang ditahan, tapi pembeli juga di buat bingung tidak ada kurir yang ambil barang, kalau kakaknya berbaik hati mungkin bisa hubungi live chat nya lazada untuk menanyakan mengenai pengambilan barang, atau kalau di area kakaknya ada DOP Lazada bisa di tanyakan di DOP nya… DOP ini agen yang menerima pengiriman lazada, coba di google aja sapa tau ada… Lazada sendiri berarti sudah tidak betul, pembeli juga di buat bingung ternyata..

  • 13 Februari 2025 - (06:52 WIB)
    Permalink

    Secara tdk lgsg keluhan anda ini mengajarkan org lain tuk melakukan hal yg sama spti yg di lakukan pembeli dari toko anda.
    Bisa bahaya ini. 🤣

    1
    1
    • 13 Februari 2025 - (09:32 WIB)
      Permalink

      Betul kak, tapi jika kena di kami, di orang lain pun pasti akan terjadi juga hal yang sama karena ini adalah sebuah kebijakan dari pemilik marketplace, ya untuk pembaca tulisan ini sih kalau sebagai penjual harap berhati-hati sajalah, kalau bisa tanyakan status nya kalau pengembalian barang di lazada itu bagaimana semoga tidak seperti kami. Untuk pembeli yang menganggap ini celah dan mencoba melakukan hal itu, ya jika tetap di loloskan oleh lazada bisa di katakan dosa yang terbesar nya adalah di lazadanya, karena lazadanya yang memberikan celah dan membuat orang melakukan tindakan tersebut.

  • 13 Februari 2025 - (09:40 WIB)
    Permalink

    O ya sebagai info tambahan, kami sudah di kontak melalui telpon oleh pihak lazada, tetapi CS ini intinya hanya disuruh untuk menyampaikan bahwa ini terjadi karena toko tidak merespon komplain, tapi bukti kami sebagai toko tidak merespon komplain itu tidak ada, bahkan barang pembeli yang retur di kasus terakhir yang kami tulis disini itu juga tidak pernah diambil oleh pihak kurir lazada dan di kembalikan ke kami, itu tadi CS nya juga bersikeras bahwa itu aturan-aturan. Intinya tetap ini salahnya toko sendiri, mereka hanya telpon dan langsung bilang ini semua terjadi karena kesalahanmu sendiri, fitur “return feature” dinyalakan otomatis. Jadi kesimpulan kami tetap pada kesimpulan semula, Lazada sudah mengakui hak milik orang lain tanpa kesepakatan antara pemilik barang dan pihak lazada itu sendiri, karena fitur-fitur itu sendiri bisa menyala tanpa pemberitahuan dan tanpa peringatan bahwa fitur ini akan di nyalakan.

    • 19 Februari 2025 - (13:39 WIB)
      Permalink

      @Alexander
      fitur “return feature” ini ada nya di mana bro setting nya. Takutnya saya jg ke setting.

      Ini fitur untuk apa?

  • 13 Februari 2025 - (15:49 WIB)
    Permalink

    Dari tampilan Lazadanya saja, sudah ruwet saya melihatnya, untung tdk pernah menggunakannya. Ternyata sistemnya jugak ruwet. Sudah 6 thn belanja di MP ijo sech (Topked), allhamdulillah tdk pernah ada trouble mulai dr beli tv, dll yg cukup bernilai mahal. Semoga perkaranya segera direspon Lazada yaaa, mudah2an jwbn dari Lazada tdk jawaban template, tdk jawaban normatip seperti CS nya.

  • 14 Februari 2025 - (00:35 WIB)
    Permalink

    SAYA PUN TIDAK LAGI MAU KIRIM-KIRIM DI LAZADA.. KARNA SERBA SALAH
    TOKO TELAT KIRIM DI KENAKAN DENDA UANG. OTOMATIS KEPOTONG SAAT PENCAIRAN
    ALASAN TIDAK MAU KIRIM KENAPA.
    DI TRANSAKSI NILAI NYA PROMO 100%
    DAN ALAMAT PUN TERKESAN NGASAL
    JIKA SAYA KIRIM BILA DI RETUR SMA DENGAN HILANG .. LBH BAIK TIDAK JUALAN DI LAZADA

    • 19 Februari 2025 - (13:36 WIB)
      Permalink

      Iya COD pun banyak yg ditolak. Bersaing ketat dengan tiktok soal penolakan COD..

 Apa Komentar Anda?

Ada 31 komentar sampai saat ini..

Apakah Barang Milik Penjual yang Dikirim melalui Lazada, Menjadi Hak M…

oleh Alexander Martinus dibaca dalam: 3 menit
31