Keluhan Surat Pembaca Pengalaman Migrasi Paket IndiHome 50 Mbps ke 150 Mbps: Dari Harapan Tinggi Hingga Kekecewaan 31 Agustus 20251 September 2025 Bagus 26 Komentar Customer complaint handling, Customer Service, IndiHome, Internet Service Provider, Koneksi internet lambat, Migrasi layanan, MyIndiHome, MyTelkomsel, Paket Berlangganan, SLA, SOP, Telkom, Telkom IndiHome, Telkom Indonesia, Telkomsel, Telkomsel Indihome, Upgrade layanan Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Pada tanggal 30 Juli 2025, saya menulis sebuah surat di Media Konsumen terkait proses migrasi paket IndiHome dari 50 Mbps ke 150 Mbps yang tak kunjung selesai. Dengan nomor tracking order MOk42507130638017798491f0, surat itu saya buat karena proses migrasi sudah tertunda lebih dari dua minggu. Menariknya, tidak lama setelah surat tersebut terbit, pihak IndiHome akhirnya menghubungi saya melalui nomor 188, dan proses migrasi pun langsung dikerjakan. Setelah menunggu lama, tentu saya cukup antusias mencoba paket baru ini. Sejak 4 Agustus 2025, setelah perangkat diganti, kecepatan internet benar-benar terasa memuaskan: download stabil di 130–150 Mbps dan upload 40–50 Mbps selama 24 jam penuh. Satu minggu pertama adalah pengalaman terbaik saya bersama IndiHome. Namun, sejak 12 Agustus 2025, masalah mulai muncul. Kecepatan internet menjadi tidak stabil. Kecepatan download hanya berada di kisaran 50–80 Mbps, sedangkan upload jatuh drastis ke 2–5 Mbps. Awalnya saya mengira ini gangguan biasa yang akan pulih dalam beberapa hari, tapi ternyata kondisi ini bertahan sampai surat ini dibuat yaitu 29 Agustus 2025. Saya pun melakukan observasi. Hasilnya, saya menemukan pola: Mulai pukul 09.00–10.00 pagi hingga 00.00 malam, internet melambat (download 50–80 Mbps & upload 2–5 Mbps). Setelah lewat tengah malam hingga sekitar pukul 09.00 pagi, koneksi kembali normal (download 130–150 Mbps & upload 40–50 Mbps). Laporan sudah saya buat melalui 188. Tindakan standar seperti restart modem, konfigurasi ulang, hingga refresh jaringan sudah dilakukan, tapi hasilnya nihil. Bahkan teknisi sempat datang ke rumah, namun yang mengecewakan adalah mereka menyimpulkan jaringan “normal” hanya karena hasil tes speed di Ookla terlihat bagus. Saya tegaskan bahwa hasil di Ookla tidak mewakili kondisi sebenarnya, dan saya lebih memilih mengetes di Fast, yang menurut saya jauh lebih merepresentasikan kondisi nyata. Teknisi pun sempat mengarahkan kesalahan ke perangkat saya: mulai dari modem kepanasan (padahal ruangan saya ber-AC), hingga kabel LAN (padahal masalah juga terjadi di perangkat yang terhubung lewat Wi-Fi). Pada akhirnya, teknisi tetap bersikeras bahwa sistem menunjukkan “normal”. Saat itu saya memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan dan menutup tiket laporan, meskipun masalah jelas masih ada. Kenapa saya sangat mempermasalahkan hal ini? Karena saya bekerja sampingan sebagai streamer dan editor video. Kecepatan upload sangat penting bagi saya, dan 2–3 Mbps jelas tidak bisa ditoleransi untuk kebutuhan streaming di YouTube maupun Twitch. Ironisnya, saat saya masih menggunakan paket 50 Mbps, kecepatan upload stabil di 16 Mbps dan tidak pernah bermasalah selama lebih dari satu tahun. Kini, sejak 12 Agustus hingga 29 Agustus 2025 (surat ini dibuat), koneksi 150 Mbps saya tetap tidak stabil. Akhirnya pada 29 Agustus 2025, saya resmi mengajukan migrasi kembali ke paket 50 Mbps dengan nomor tiket MOk42508290217192448491f0, dengan harapan koneksi bisa kembali normal seperti sebelumnya. Bagi saya, membayar untuk paket 150 Mbps tapi hanya merasakan kualitas setara 50 Mbps adalah bentuk kekecewaan yang nyata. Lebih baik kembali ke paket lama yang stabil, meski kecepatannya lebih rendah di atas kertas, tapi setidaknya bisa diandalkan untuk kebutuhan saya sehari-hari. Ida Bagus Ketut Sugiarta Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.